NGANJUK JATIM - Kejadian gantung diri menghebohkan warga Baleturi Prambon Nganjuk.  M. QOYYUM,  warga desa setempat, ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam ruang tamu rumahnya, selasa 11/02/2020 sekitar jam 11.30 WIB.

AKP SUYANTONO, BSc, Kapolsek Prambon yang dikonfirmasi menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh SAROH, ibunya, saat pulang dari sawah.

Dia melihat anak laki-lakinya tersebut sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali plastik di dalam rumah.

Spontan, SAROH berteriak histeris minta tolong tetangganya untuk menurunkan tubuh M. QOYYUM dan memberitahu suaminya yang masih berada di sawah. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polsek Prambon Nganjuk.

Polisi bersama petugas medis dari Puskesmas Prambon yang tiba ke lokasi melakukan visum luar terhadap jenazah M. QOYYUM.

Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah. Dari keterangan EDI, petugas penanganan kejiwaan dari Puskesmas Prambon, ternyata M. QOYYUM memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sedang menjalani obat jalan di Puskesmas Prambon.

Pihak keluarga menolak dilakukan aotopsi pada jenazah dan bersedia menandatangani surat pernyataan.

Pria Dengan Gangguan Jiwa di Nganjuk Tewas Gantung Diri

NGANJUK JATIM - Kejadian gantung diri menghebohkan warga Baleturi Prambon Nganjuk.  M. QOYYUM,  warga desa setempat, ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam ruang tamu rumahnya, selasa 11/02/2020 sekitar jam 11.30 WIB.

AKP SUYANTONO, BSc, Kapolsek Prambon yang dikonfirmasi menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh SAROH, ibunya, saat pulang dari sawah.

Dia melihat anak laki-lakinya tersebut sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali plastik di dalam rumah.

Spontan, SAROH berteriak histeris minta tolong tetangganya untuk menurunkan tubuh M. QOYYUM dan memberitahu suaminya yang masih berada di sawah. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polsek Prambon Nganjuk.

Polisi bersama petugas medis dari Puskesmas Prambon yang tiba ke lokasi melakukan visum luar terhadap jenazah M. QOYYUM.

Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah. Dari keterangan EDI, petugas penanganan kejiwaan dari Puskesmas Prambon, ternyata M. QOYYUM memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sedang menjalani obat jalan di Puskesmas Prambon.

Pihak keluarga menolak dilakukan aotopsi pada jenazah dan bersedia menandatangani surat pernyataan.

Tidak ada komentar