Warga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara dihebohkan dengan penemuan mayat di Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II, Kamis (6/2) pagi.

Korban merupakan driver taksi online bernama Tri Ardiyanto (41). Diketahui, korban merupakan warga RT 4 RW 2 Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Sebelumnya, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarganya tadi malam (5/2) ke Polres Kudus dan Polsek Welahan, Jepara.

"Tadi malam saya laporkan ke Polres Kudus karena tidak pulang-pulang. Handphone-nya juga tidak aktif," kata Rini Saputri, istri korban saat ditemui di ruang jenazah RSUD Kartini Jepara.

Ia menerangkan, sebelumnya ia masih melihat suaminya lewat di depan rumah, saat mengantarkan penumpang ke salah satu perumahan di Gondangmanis pada Selasa (4/2). Namun hingga malam hari, ternyata korban tidak kunjung pulang.

"Padahal biasanya selalu menghubungi saya," paparnya.

Kemudian esok harinya, ia berusaha melaporkan ke kantor ojek online tempat suaminya bekerja. Setelah dilacak, diketahui titik koordinat terakhir di GPS handphone korban berada di Welahan Jepara. Ia juga dibantu mencari oleh rekan korban sesama ojek online.

"Kemudian baru tadi pagi ada kabar kalau ditemukan di Sungai Welahan," imbuhnya.

Hebohkan warga. Seorang driver taksi online di Jepara tewas d pinggir sungai

Warga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara dihebohkan dengan penemuan mayat di Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II, Kamis (6/2) pagi.

Korban merupakan driver taksi online bernama Tri Ardiyanto (41). Diketahui, korban merupakan warga RT 4 RW 2 Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Sebelumnya, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarganya tadi malam (5/2) ke Polres Kudus dan Polsek Welahan, Jepara.

"Tadi malam saya laporkan ke Polres Kudus karena tidak pulang-pulang. Handphone-nya juga tidak aktif," kata Rini Saputri, istri korban saat ditemui di ruang jenazah RSUD Kartini Jepara.

Ia menerangkan, sebelumnya ia masih melihat suaminya lewat di depan rumah, saat mengantarkan penumpang ke salah satu perumahan di Gondangmanis pada Selasa (4/2). Namun hingga malam hari, ternyata korban tidak kunjung pulang.

"Padahal biasanya selalu menghubungi saya," paparnya.

Kemudian esok harinya, ia berusaha melaporkan ke kantor ojek online tempat suaminya bekerja. Setelah dilacak, diketahui titik koordinat terakhir di GPS handphone korban berada di Welahan Jepara. Ia juga dibantu mencari oleh rekan korban sesama ojek online.

"Kemudian baru tadi pagi ada kabar kalau ditemukan di Sungai Welahan," imbuhnya.

Tidak ada komentar