BLITAR JATIM - Setelah diterjang Angin Kencang Ratusan rumah di enam kecamatan Kabupaten Blitar rusak Jumat (7/2) siang. BPBD Kabupaten Blitar menyebut enam kecamatan itu yakni Wlingi, Talun, Kanigoro, Gandusari, Doko dan Sanankulon.

Namun wilayah terdampak paling parah terdata di Kecamatan Wlingi. Tower Telkom di Jalan Panglima Sudirman roboh dan menimpa dua rumah dan toko di sekitarnya. Sebanyak 17 pohon tumbang dan puluhan rumah warga rusak.

Kerusakan didominasi akibat tertimpa pohon yang roboh dan bagian atap rumah terbang terbawa angin kencang.

"Pagi ini kami mendata untuk Desa Beru Kecamatan Wlingi saja, ada 51 bangunan rusak. Delapan di antaranya rusak berat. Selain rumah warga, ada juga satu Pura dan satu Gedung SDIT Assalam," tulis Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, Sabtu (8/2/2020).

Sebuah tower setinggi 70 meter juga roboh di Desa Kendalrejo Kecamatan Talun yang menimpa beberapa rumah di sekitarnya.

Kemudian di Desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon terdata tiga ruko dan tiga toko mengalami rusak berat.

"Data akan terus berubah seiring assesment yang dilakukan tim gabungan. Selama proses ini ada beberapa daerah yang listriknya padam demi keamanan bersama selama proses assesment berlangsung," imbuhnya.

Sementara untuk wilayah kota, BPBD Kota Blitar merilis laporan sebanyak 8 lokasi pohon tumbang. Yakni di Jalan Sumatra, yang berimbas dua rumah warga tertimpa pohon.

Di Jalan Raras Wuyung yang berimbas terganggunya kabel PJU dan kabel Telkom putus. Kemudian pohon tumbang di Jalan Gotong Royong yang juga memutuskan kabel Telkom.

Selain itu di beberapa jalur utama yang sempat membuat arus lalu lintas macet. Yakni di Jalan Sumba, Kenari, Akasia dan A Yani.

Tak hanya itu, angin kencang juga merobohkan dinding pembatas di depan UNISBA, Jalan Imam Bonjol dengan tinggi 2 meter dan lebar 20 meter menimpa mobil parkir. Kemudian dinding pembatas yang dibangun di atas talud Jalan Sumatra ambruk dan mengakibatkan pohon yang di atasnya tumbang. Dinding yang ambruk kemudian menghalangi aliran sungai.

Diterjang Angin Kencang, Ratusan Rumah Di Blitar Rusak

BLITAR JATIM - Setelah diterjang Angin Kencang Ratusan rumah di enam kecamatan Kabupaten Blitar rusak Jumat (7/2) siang. BPBD Kabupaten Blitar menyebut enam kecamatan itu yakni Wlingi, Talun, Kanigoro, Gandusari, Doko dan Sanankulon.

Namun wilayah terdampak paling parah terdata di Kecamatan Wlingi. Tower Telkom di Jalan Panglima Sudirman roboh dan menimpa dua rumah dan toko di sekitarnya. Sebanyak 17 pohon tumbang dan puluhan rumah warga rusak.

Kerusakan didominasi akibat tertimpa pohon yang roboh dan bagian atap rumah terbang terbawa angin kencang.

"Pagi ini kami mendata untuk Desa Beru Kecamatan Wlingi saja, ada 51 bangunan rusak. Delapan di antaranya rusak berat. Selain rumah warga, ada juga satu Pura dan satu Gedung SDIT Assalam," tulis Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, Sabtu (8/2/2020).

Sebuah tower setinggi 70 meter juga roboh di Desa Kendalrejo Kecamatan Talun yang menimpa beberapa rumah di sekitarnya.

Kemudian di Desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon terdata tiga ruko dan tiga toko mengalami rusak berat.

"Data akan terus berubah seiring assesment yang dilakukan tim gabungan. Selama proses ini ada beberapa daerah yang listriknya padam demi keamanan bersama selama proses assesment berlangsung," imbuhnya.

Sementara untuk wilayah kota, BPBD Kota Blitar merilis laporan sebanyak 8 lokasi pohon tumbang. Yakni di Jalan Sumatra, yang berimbas dua rumah warga tertimpa pohon.

Di Jalan Raras Wuyung yang berimbas terganggunya kabel PJU dan kabel Telkom putus. Kemudian pohon tumbang di Jalan Gotong Royong yang juga memutuskan kabel Telkom.

Selain itu di beberapa jalur utama yang sempat membuat arus lalu lintas macet. Yakni di Jalan Sumba, Kenari, Akasia dan A Yani.

Tak hanya itu, angin kencang juga merobohkan dinding pembatas di depan UNISBA, Jalan Imam Bonjol dengan tinggi 2 meter dan lebar 20 meter menimpa mobil parkir. Kemudian dinding pembatas yang dibangun di atas talud Jalan Sumatra ambruk dan mengakibatkan pohon yang di atasnya tumbang. Dinding yang ambruk kemudian menghalangi aliran sungai.

Tidak ada komentar