Jembatan yang berada di Dukuh Klampok Desa Sekarsari Kecamatan Sumber, Rembang, ambrol. Ambrolnya jembatan terjadi saat turun hujan deras yang mengguyur wilayah setempat pada Rabu (5/2/2020) sore.

Salah seorang pengguna jalan yang merupakan warga setempat, Pujianto menyebut ambrol terjadi selebar 1 meter sehingga mengakibatkan volume jalan kian sempit. Imbasnya, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintasi jembatan tersebut.

“Sejak sore sekitar waktu ashar, memang terjadi hujan deras. Kemudian, diketahui jembatan ambrol. Kira-kira besarnya 1 meter menganga. Kemungkinan besar memang karena hujan, volume air di aliran sungai setempat meningkat sehingga ambrol,” kata Pujianto saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah cukup lama terjadi lubang kecil. Ia menengarai selain faktor tergerusnya pondasi jembatan, juga akibat faktor usia jembatan yang sudah cukup tua.

“Tanggal 29 Januari kemarin saya melihat ada lubang di jembatan tersebut. Memang usia jembatan sudah cukup tua, terakhir setahu saya jembatan itu diperbaiki sekitar belasan tahun yang lalu,” paparnya.

Ambrolnya jembatan tersebut praktis membuat arus lalu lintas warga setempat menjadi terhambat. Terlebih jalur tersebut merupakan akses penghubung dari Desa Sekarsari menuju wilayah Jaken, Kabupaten Pati.

“Normalnya jalan ini sekitar 3 meter, ambrolnya sekitar semeter. Ada jalur alternatif, tapi memutar jauhnya sekitar 4 sampai 5 meter. Kami berharapnya khusus jembatan ini karena memang sudah tua agar segera ditangani pihak terkait,” terangnya.

Akibat hujan deras, jembatan di Sekarsari Rembang ambrol

Jembatan yang berada di Dukuh Klampok Desa Sekarsari Kecamatan Sumber, Rembang, ambrol. Ambrolnya jembatan terjadi saat turun hujan deras yang mengguyur wilayah setempat pada Rabu (5/2/2020) sore.

Salah seorang pengguna jalan yang merupakan warga setempat, Pujianto menyebut ambrol terjadi selebar 1 meter sehingga mengakibatkan volume jalan kian sempit. Imbasnya, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintasi jembatan tersebut.

“Sejak sore sekitar waktu ashar, memang terjadi hujan deras. Kemudian, diketahui jembatan ambrol. Kira-kira besarnya 1 meter menganga. Kemungkinan besar memang karena hujan, volume air di aliran sungai setempat meningkat sehingga ambrol,” kata Pujianto saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah cukup lama terjadi lubang kecil. Ia menengarai selain faktor tergerusnya pondasi jembatan, juga akibat faktor usia jembatan yang sudah cukup tua.

“Tanggal 29 Januari kemarin saya melihat ada lubang di jembatan tersebut. Memang usia jembatan sudah cukup tua, terakhir setahu saya jembatan itu diperbaiki sekitar belasan tahun yang lalu,” paparnya.

Ambrolnya jembatan tersebut praktis membuat arus lalu lintas warga setempat menjadi terhambat. Terlebih jalur tersebut merupakan akses penghubung dari Desa Sekarsari menuju wilayah Jaken, Kabupaten Pati.

“Normalnya jalan ini sekitar 3 meter, ambrolnya sekitar semeter. Ada jalur alternatif, tapi memutar jauhnya sekitar 4 sampai 5 meter. Kami berharapnya khusus jembatan ini karena memang sudah tua agar segera ditangani pihak terkait,” terangnya.