Social Items

SITUBONDO JATIM - Seorang karyawan RS Elizabeth Situbondo ditemukan tak bernyawa di dalam lingkungan rumah sakit. Karyawan bernama Achmad Khomaidi (36) tergeletak di gudang bekas rumah dinas dokter RS Elizabeth, di Jalan WR Soepratman Situbondo.

Penemuan mayat karyawan asal Desa Tenggir Kecamatan Panji ini sontak jadi perhatian.

Tak lama, polisi pun berdatangan untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dari hasil pengecekan CCTV, korban yang merupakan karyawan bagian pengemudi mobil operasional RS Elizabeth itu, diduga kehilangan nyawa akibat tersengat aliran listrik melalui tiang lampu untuk penerangan taman setempat.

"Dugaan korban meninggal tersengat aliran listrik itu muncul, setelah kita melihat CCTV yang terpasang di situ," kata Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Efendi Nawawi saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, penemuan mayat Achmad Khomaidi di gudang RS Elizabeth Situbondo terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tadi pagi. Sebelumnya sekitar pukul 07.00 Wib, Affandi selaku Kabag SDM RS setempat mendapat laporan, jika mobil operasional RS Elisabet masih terparkir di areal RS.

Padahal biasanya, setiap pukul 06.30 WIB mobil itu sudah meninggalkan rumah sakit untuk beraktivitas pelayanan.

Untuk operasional mobil tersebut biasanya juga dilakukan oleh korban. Karena itu, Affandi pun menanyakan keberadaan korban kepada petugas yang lain. Namun, saat itu tidak ada yang mengetahui.

Sang Kabag itu pun kemudian memerintahkan agar dilakukan pengecekan melalui CCTV.

Saat itu, dari pantauan CCTV diketahui jika malam harinya korban masih mengendarai mobil operasional ke arah gudang belakang RS Elizabeth Situbondo.

Didorong rasa curiga, saat itu dua karyawan RS yakni Yudi Prasetya (30) dan M Firmansah (24), langsung diperintahkan melakukan pengecekan di gudang belakang.

Benar saja, saat itulah kedua karyawan ini mendapati korban tergeletak di dekat tiang lampu rumah dinas yang digunakan sebagai gudang.

Saat itu kondisi korban sudah tidak bernyawa. Tahu begitu, keduanya langsung memberi tahu petugas yang lainnya, hingga diteruskan ke pihak kepolisian.

"Setelah melihat CCTV tadi, keluarga korban menerima kejadian ini murni sebagai musibah. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban," tandasnya.

Tersengat Listrik, Karyawan RS Elizabeth Situbondo Meninggal

SITUBONDO JATIM - Seorang karyawan RS Elizabeth Situbondo ditemukan tak bernyawa di dalam lingkungan rumah sakit. Karyawan bernama Achmad Khomaidi (36) tergeletak di gudang bekas rumah dinas dokter RS Elizabeth, di Jalan WR Soepratman Situbondo.

Penemuan mayat karyawan asal Desa Tenggir Kecamatan Panji ini sontak jadi perhatian.

Tak lama, polisi pun berdatangan untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dari hasil pengecekan CCTV, korban yang merupakan karyawan bagian pengemudi mobil operasional RS Elizabeth itu, diduga kehilangan nyawa akibat tersengat aliran listrik melalui tiang lampu untuk penerangan taman setempat.

"Dugaan korban meninggal tersengat aliran listrik itu muncul, setelah kita melihat CCTV yang terpasang di situ," kata Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Efendi Nawawi saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, penemuan mayat Achmad Khomaidi di gudang RS Elizabeth Situbondo terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tadi pagi. Sebelumnya sekitar pukul 07.00 Wib, Affandi selaku Kabag SDM RS setempat mendapat laporan, jika mobil operasional RS Elisabet masih terparkir di areal RS.

Padahal biasanya, setiap pukul 06.30 WIB mobil itu sudah meninggalkan rumah sakit untuk beraktivitas pelayanan.

Untuk operasional mobil tersebut biasanya juga dilakukan oleh korban. Karena itu, Affandi pun menanyakan keberadaan korban kepada petugas yang lain. Namun, saat itu tidak ada yang mengetahui.

Sang Kabag itu pun kemudian memerintahkan agar dilakukan pengecekan melalui CCTV.

Saat itu, dari pantauan CCTV diketahui jika malam harinya korban masih mengendarai mobil operasional ke arah gudang belakang RS Elizabeth Situbondo.

Didorong rasa curiga, saat itu dua karyawan RS yakni Yudi Prasetya (30) dan M Firmansah (24), langsung diperintahkan melakukan pengecekan di gudang belakang.

Benar saja, saat itulah kedua karyawan ini mendapati korban tergeletak di dekat tiang lampu rumah dinas yang digunakan sebagai gudang.

Saat itu kondisi korban sudah tidak bernyawa. Tahu begitu, keduanya langsung memberi tahu petugas yang lainnya, hingga diteruskan ke pihak kepolisian.

"Setelah melihat CCTV tadi, keluarga korban menerima kejadian ini murni sebagai musibah. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban," tandasnya.

Tidak ada komentar