MALANG JATIM - Seorang ibu diduga menyekap empat anaknya selama belasan tahun. Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban mengadu ke tetangga.

Penyekapan dilakukan di rumah pelaku di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pelaku yakni Artimunah (62).

Artimunah memiliki empat anak yaitu Titin Yuliarsih (45), Asminiwati (44), Virnawati (40) dan Anis Mufidah (36). Mereka diduga telah disekap ibunya selama 15 tahun.

Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah mengatakan, terbongkarnya dugaan penyekapan berdasarkan laporan warga kepada kepala desa setempat. "Pemdes kemudian berkoordinasi dengan Muspika Pakis dan pagi tadi mendatangi kediaman terduga pelaku," kata Ainun saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).

Kedatangan rombongan Muspika Pakis terdiri kapolsek, danramil dan camat sempat mengalami kendala. Dua anak pelaku yang diduga depresi sempat berontak saat akan dievakuasi.

"Namun berkat pendekatan yang dilakukan bersama tim medis dari Puskesmas serta Dinsos, akhirnya bisa membawa mereka keluar dari rumah," beber Ainun.

Melihat kondisi seperti itu, kemudian para korban bersama terduga pelaku dievakuasi ke RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat guna dilakukan pemeriksaan medis. "Terduga pelaku bersama empat putrinya ketika berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RSJ Lawang untuk dilakukan pemeriksaan," imbuh Ainun.

Sementara terkait alasan Artimunah menyekap keempat putrinya di dalam rumah masih diselidiki oleh aparat kepolisian. Dugaan awal, Artimunah sengaja memaksa keempat putrinya tidak keluar rumah.

Malang, Seorang Ibu Kurung Anaknya Bertahun-tahun

MALANG JATIM - Seorang ibu diduga menyekap empat anaknya selama belasan tahun. Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban mengadu ke tetangga.

Penyekapan dilakukan di rumah pelaku di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pelaku yakni Artimunah (62).

Artimunah memiliki empat anak yaitu Titin Yuliarsih (45), Asminiwati (44), Virnawati (40) dan Anis Mufidah (36). Mereka diduga telah disekap ibunya selama 15 tahun.

Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah mengatakan, terbongkarnya dugaan penyekapan berdasarkan laporan warga kepada kepala desa setempat. "Pemdes kemudian berkoordinasi dengan Muspika Pakis dan pagi tadi mendatangi kediaman terduga pelaku," kata Ainun saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).

Kedatangan rombongan Muspika Pakis terdiri kapolsek, danramil dan camat sempat mengalami kendala. Dua anak pelaku yang diduga depresi sempat berontak saat akan dievakuasi.

"Namun berkat pendekatan yang dilakukan bersama tim medis dari Puskesmas serta Dinsos, akhirnya bisa membawa mereka keluar dari rumah," beber Ainun.

Melihat kondisi seperti itu, kemudian para korban bersama terduga pelaku dievakuasi ke RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat guna dilakukan pemeriksaan medis. "Terduga pelaku bersama empat putrinya ketika berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RSJ Lawang untuk dilakukan pemeriksaan," imbuh Ainun.

Sementara terkait alasan Artimunah menyekap keempat putrinya di dalam rumah masih diselidiki oleh aparat kepolisian. Dugaan awal, Artimunah sengaja memaksa keempat putrinya tidak keluar rumah.

Tidak ada komentar