Social Items

SURABAYA JATIM - Seorang pria ditemukan tewas di dalam salah satu kamar hotel di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, sekitar pukul 08.00 Wib, Senin (13/1/2020). Polsek Genteng tengah menyelidiki penyebab kematian korban.

Data yang didapat, pria itu bernama Wijana Eka (55), warga asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumber Sari, Kabupaten Jember.

"Jenazah sudah kami bawa ke RSU dr Soetomo untuk dilakukan identifikasi lanjutan," terang Kapolsek Genteng, Kompol Anggi Saputra.

Sebelum dievakuasi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya yang didatangkan Polsek Genteng juga sudah melakukan identifikasi awal di TKP. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Indikasi awal sementara sakit. Karena tidak ditemukan luka di badan korban," jelas Alumnus AKPOL Tahun 2006 ini.

Namun, lanjut Anggi, untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi lanjutan Tim Forensik RSU dr Soetomo, Surabaya.

Begitu pula dengan kronologi ditemukannya korban, anggotanya masih melakukan penyelidikan.

"Sementara masih pemeriksaan saksi-saksi," tegasnya.

Namun, dari informasi yang didapat, sekitar pukul 05.00 Wib, korban sempat memanggil tukang pijat. Dan setelah tukang pijat tiba dan melakukan pemijatan 30 menit, korban tiba-tiba kejang dan tidak sadarkan diri.

Mendapati itu, tukang pijat langsung turun untuk melapor ke sekuriti hotel, yang dilanjutkan ke Command Center Kota Surabaya dan Polsek Genteng.

Tak lama berselang, petugas mendapati korban meninggal dalam kondisi terlentang di atas ranjang hotel.

Pria Asal Jember Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

SURABAYA JATIM - Seorang pria ditemukan tewas di dalam salah satu kamar hotel di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, sekitar pukul 08.00 Wib, Senin (13/1/2020). Polsek Genteng tengah menyelidiki penyebab kematian korban.

Data yang didapat, pria itu bernama Wijana Eka (55), warga asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumber Sari, Kabupaten Jember.

"Jenazah sudah kami bawa ke RSU dr Soetomo untuk dilakukan identifikasi lanjutan," terang Kapolsek Genteng, Kompol Anggi Saputra.

Sebelum dievakuasi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya yang didatangkan Polsek Genteng juga sudah melakukan identifikasi awal di TKP. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Indikasi awal sementara sakit. Karena tidak ditemukan luka di badan korban," jelas Alumnus AKPOL Tahun 2006 ini.

Namun, lanjut Anggi, untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi lanjutan Tim Forensik RSU dr Soetomo, Surabaya.

Begitu pula dengan kronologi ditemukannya korban, anggotanya masih melakukan penyelidikan.

"Sementara masih pemeriksaan saksi-saksi," tegasnya.

Namun, dari informasi yang didapat, sekitar pukul 05.00 Wib, korban sempat memanggil tukang pijat. Dan setelah tukang pijat tiba dan melakukan pemijatan 30 menit, korban tiba-tiba kejang dan tidak sadarkan diri.

Mendapati itu, tukang pijat langsung turun untuk melapor ke sekuriti hotel, yang dilanjutkan ke Command Center Kota Surabaya dan Polsek Genteng.

Tak lama berselang, petugas mendapati korban meninggal dalam kondisi terlentang di atas ranjang hotel.

Tidak ada komentar

Loading...