MOJOKERTO JATIM - Sebuah mobil Honda Jazz bernopol W 874 BW, mengalami kecelakaan tunggal di KM 719, Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), sekitar pukul 04.00 Wib, Selasa (14/1/2020).

Mobil Honda Jazz itu dikemudikan oleh Umar (32), yang saat itu membawa tiga penumpang, yaitu Franciskus (35), Handy Irfianto (35) dan Pandi (23). Keempat orang itu, semuanya berasal dari Gresik.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi mengatakan, mobil Honda Jazz itu melaju dari Mojokerto menuju Surabaya dengan kecepatan diperkirakan mencapai 120 kilometer per jam.

"Tepat di lokasi kejadian, mobil oleng ke kanan lalu menabrak beton pembatas tol. Mobil kemudian terpental ke kiri sampai terguling lalu kembali menabrak pembatas tol sebelah kiri hingga mobil kembali pada posisi semula," jelas Dwi.

Dari olah TKP dan keterangan para saksi, kecelakaan terjadi diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi dan kondisi badan kurang fit, sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya.

"Pengemudi dan tiga penumpang mobil itu selamat dan tidak mengalami luka. Kami imbau jika pengemudi capek dan kelelahan maupun mengantuk, lebih baik beristirahat dulu. Jangan paksakan berkendara," pungkasnya.

Kecelakaan Tunggal Terjadi di Tol Mojokerto, Diduga Sopir Ngantuk

MOJOKERTO JATIM - Sebuah mobil Honda Jazz bernopol W 874 BW, mengalami kecelakaan tunggal di KM 719, Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), sekitar pukul 04.00 Wib, Selasa (14/1/2020).

Mobil Honda Jazz itu dikemudikan oleh Umar (32), yang saat itu membawa tiga penumpang, yaitu Franciskus (35), Handy Irfianto (35) dan Pandi (23). Keempat orang itu, semuanya berasal dari Gresik.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi mengatakan, mobil Honda Jazz itu melaju dari Mojokerto menuju Surabaya dengan kecepatan diperkirakan mencapai 120 kilometer per jam.

"Tepat di lokasi kejadian, mobil oleng ke kanan lalu menabrak beton pembatas tol. Mobil kemudian terpental ke kiri sampai terguling lalu kembali menabrak pembatas tol sebelah kiri hingga mobil kembali pada posisi semula," jelas Dwi.

Dari olah TKP dan keterangan para saksi, kecelakaan terjadi diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi dan kondisi badan kurang fit, sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya.

"Pengemudi dan tiga penumpang mobil itu selamat dan tidak mengalami luka. Kami imbau jika pengemudi capek dan kelelahan maupun mengantuk, lebih baik beristirahat dulu. Jangan paksakan berkendara," pungkasnya.

Tidak ada komentar