LAMONGAN JATIM - Dua remaja di Lamongan tewas tenggelam di rawa desa setempat. Kedua remaja ini tewas saat belajar berenang hingga ke tengah rawa.

Dua remaja tersebut adalah Erik Setyawan (17) dan Fajar Primaga (18), keduanya warga Desa Sogo, Kecamatan Babat. Keduanya tewas usai berlatih berenang sampai ke tengah rawa desa setempat, yaitu rowo Sogo. Saat berenang hingga ke tengah tersebut mereka akhirnya tenggelam.

"Sebelum belajar berenang, mereka bermain sepakbola di lapangan Desa Sogo kemudian mereka berenang di rowo sogo dengan teman-temannya," kata Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono, Selasa (7/1/2020).

Melihat dua teman mereka berenang ke tengah dan tenggelam, lanjut Djoko, salah satu teman mereka berlari menuju ke desa untuk mencari pertolongan kepada warga sekitar. Setelah itu, imbuh Djoko, diadakan pencarian secara bersama-sama oleh warga.

"Korban akhirnya bisa ditemukan dan dibawa pulang," jelasnya.

Djoko mengungkapkan salah satu korban Erik sesampainya di rumah dinyatakan belum meninggal dan keluarganya kemudian melarikannya ke RS Muhammadyah Babat.

Namun, nyawa Erik tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal oleh dokter jaga kemudian dibawa pulang kembali di rumah duka.

"Kedua korban sudah dibawa dimakamkan di makam desa setempat," pungkas Djoko.

Lamongan, Dua Remaja Meninggal Dunia Tenggelam di Rawa

LAMONGAN JATIM - Dua remaja di Lamongan tewas tenggelam di rawa desa setempat. Kedua remaja ini tewas saat belajar berenang hingga ke tengah rawa.

Dua remaja tersebut adalah Erik Setyawan (17) dan Fajar Primaga (18), keduanya warga Desa Sogo, Kecamatan Babat. Keduanya tewas usai berlatih berenang sampai ke tengah rawa desa setempat, yaitu rowo Sogo. Saat berenang hingga ke tengah tersebut mereka akhirnya tenggelam.

"Sebelum belajar berenang, mereka bermain sepakbola di lapangan Desa Sogo kemudian mereka berenang di rowo sogo dengan teman-temannya," kata Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono, Selasa (7/1/2020).

Melihat dua teman mereka berenang ke tengah dan tenggelam, lanjut Djoko, salah satu teman mereka berlari menuju ke desa untuk mencari pertolongan kepada warga sekitar. Setelah itu, imbuh Djoko, diadakan pencarian secara bersama-sama oleh warga.

"Korban akhirnya bisa ditemukan dan dibawa pulang," jelasnya.

Djoko mengungkapkan salah satu korban Erik sesampainya di rumah dinyatakan belum meninggal dan keluarganya kemudian melarikannya ke RS Muhammadyah Babat.

Namun, nyawa Erik tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal oleh dokter jaga kemudian dibawa pulang kembali di rumah duka.

"Kedua korban sudah dibawa dimakamkan di makam desa setempat," pungkas Djoko.

Tidak ada komentar