Social Items

MOJOKERTO - Banjir merendam 2 desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pagi ini. Banjir terjadi karena Sungai Lamong yang tak kunjung dinormalisasi, kembali meluap.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, banjir salah satunya merendam Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong. Ketinggian air yang merendam permukiman penduduk sekitar 60 cm.

"Terdapat 6 rumah warga yang tergenang dan 20 hektare persawahan," kata Zaini melalui rilis yang diterima pagi ini, Selasa (7/1/2019).

Sementara ketinggian banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong mencapai 40-50 cm. Terdapat 17 rumah warga di kampung ini yang terendam air. Selain itu, 25 hektare sawah ikut tenggelam.

"Banjir terjadi karena wilayah hulu Sungai Lamong diguyur hujan deras selama dua hari. Sehingga pukul 03.00 WIB Sungai Lamong meluap menggenangi dua desa tersebut," terang Zaini.

Dia menyesalkan sikap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang tidak juga mengalokasikan anggaran untuk normalisasi Sungai Lamong. Padahal, anak Sungai Bengawan Solo ini selalu menjadi penyebab banjir di Kabupaten Mojokerto maupun Gresik.

Menurut Zaini diperlukan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun untuk normalisasi Sungai Lamong. Ironisnya, dana yang tersedia di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hanya Rp 2-3 miliar.

"Kira-kira normalisasi sampai Dawarblandong 20 tahun lagi. Tidak hanya usulan, tatap muka dengan Pemprov Jatim dan semua pihak terkait sudah. Dananya yang tidak ada," cetusnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto Wawan Kurniawan menambahkan, warga terdampak banjir di dua desa sampai saat ini memilih bertahan di rumah masing-masing. Dia memperkirakan, banjir akan surut tengah hari nanti.

"Petugas dari Puskesmas Dawarblandong turun ke lokasi untuk mengobati warga yang mungkin terkena gatal-gatal," tandasnya.

Dua Desa di Mojokerto Terendam Banjir Akibat Meluapnya Sungai Lamong

MOJOKERTO - Banjir merendam 2 desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pagi ini. Banjir terjadi karena Sungai Lamong yang tak kunjung dinormalisasi, kembali meluap.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, banjir salah satunya merendam Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong. Ketinggian air yang merendam permukiman penduduk sekitar 60 cm.

"Terdapat 6 rumah warga yang tergenang dan 20 hektare persawahan," kata Zaini melalui rilis yang diterima pagi ini, Selasa (7/1/2019).

Sementara ketinggian banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong mencapai 40-50 cm. Terdapat 17 rumah warga di kampung ini yang terendam air. Selain itu, 25 hektare sawah ikut tenggelam.

"Banjir terjadi karena wilayah hulu Sungai Lamong diguyur hujan deras selama dua hari. Sehingga pukul 03.00 WIB Sungai Lamong meluap menggenangi dua desa tersebut," terang Zaini.

Dia menyesalkan sikap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang tidak juga mengalokasikan anggaran untuk normalisasi Sungai Lamong. Padahal, anak Sungai Bengawan Solo ini selalu menjadi penyebab banjir di Kabupaten Mojokerto maupun Gresik.

Menurut Zaini diperlukan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun untuk normalisasi Sungai Lamong. Ironisnya, dana yang tersedia di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hanya Rp 2-3 miliar.

"Kira-kira normalisasi sampai Dawarblandong 20 tahun lagi. Tidak hanya usulan, tatap muka dengan Pemprov Jatim dan semua pihak terkait sudah. Dananya yang tidak ada," cetusnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto Wawan Kurniawan menambahkan, warga terdampak banjir di dua desa sampai saat ini memilih bertahan di rumah masing-masing. Dia memperkirakan, banjir akan surut tengah hari nanti.

"Petugas dari Puskesmas Dawarblandong turun ke lokasi untuk mengobati warga yang mungkin terkena gatal-gatal," tandasnya.

Tidak ada komentar