BLITAR JATIM - Hujan disertai angin kencang menerjang beberapa desa di Blitar. Meski tak ada korban jiwa, namun tiga rumah warga Dusun Krajan Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, mengalami rusak berat dan 50 rumah rusak ringan.

Lokasi yang diterjang angin kencang ini berada di RT 3 RW 1, RT 1 RW 2 dan di RT 5 RW 1. Penuturan satu di antara korban yang rumahnya rusak parah, Marsi mengaku hujan deras turun di wilayah itu sekitar pukul 14.30 WIB.

Namun tiba-tiba, suara angin menderu sangat keras. Merasa rumahnya yang semi permanen tak kuat menahan empasan angin kencang, Marsi menarik tangan anak cucunya keluar rumah.

"Saya lari keluar rumah sama anak saya, menuju rumah tetangga depan. Dan bener, tiba-tiba bruk! Atap rumah sama dinding bambu roboh barengan," ucap Marsi warga RT 1 RW 2 yang rumahnya tampak rata dengan tanah.

Selain rumah Marsi, kerusakan parah juga menimpa rumah Paijan di RT 5 RW 1. Rumah yang dihuni pasangan manula itu dindingnya ambruk dan atapnya runtuh.

"Yang satu kondisi rusak parah sebuah kandang tempat pakan ternak. Jadi tidak ada ternaknya. Sementara yang rusak ringan terdata sebanyak 50 rumah. Kebanyakan gentingnya melorot dan atapnya saja yang rusak," terang Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik dikonfirmasi, Senin (27/01/2020).

Petugas BPBD Kabupaten Blitar masih melakukan pendataan kerusakan. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam terjangan angin kencang di wilayah Blitar selatan ini.

"Petugas juga melakukan assesment untuk memperhitungan besaran kerugian dan bersama TNI Polri, Satpol PP serta pamong desa membantu assesmentnya ini," pungkasnya.

Diterjang Hujan Disertai Angin, Rumah Warga di Blitar Roboh

BLITAR JATIM - Hujan disertai angin kencang menerjang beberapa desa di Blitar. Meski tak ada korban jiwa, namun tiga rumah warga Dusun Krajan Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, mengalami rusak berat dan 50 rumah rusak ringan.

Lokasi yang diterjang angin kencang ini berada di RT 3 RW 1, RT 1 RW 2 dan di RT 5 RW 1. Penuturan satu di antara korban yang rumahnya rusak parah, Marsi mengaku hujan deras turun di wilayah itu sekitar pukul 14.30 WIB.

Namun tiba-tiba, suara angin menderu sangat keras. Merasa rumahnya yang semi permanen tak kuat menahan empasan angin kencang, Marsi menarik tangan anak cucunya keluar rumah.

"Saya lari keluar rumah sama anak saya, menuju rumah tetangga depan. Dan bener, tiba-tiba bruk! Atap rumah sama dinding bambu roboh barengan," ucap Marsi warga RT 1 RW 2 yang rumahnya tampak rata dengan tanah.

Selain rumah Marsi, kerusakan parah juga menimpa rumah Paijan di RT 5 RW 1. Rumah yang dihuni pasangan manula itu dindingnya ambruk dan atapnya runtuh.

"Yang satu kondisi rusak parah sebuah kandang tempat pakan ternak. Jadi tidak ada ternaknya. Sementara yang rusak ringan terdata sebanyak 50 rumah. Kebanyakan gentingnya melorot dan atapnya saja yang rusak," terang Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik dikonfirmasi, Senin (27/01/2020).

Petugas BPBD Kabupaten Blitar masih melakukan pendataan kerusakan. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam terjangan angin kencang di wilayah Blitar selatan ini.

"Petugas juga melakukan assesment untuk memperhitungan besaran kerugian dan bersama TNI Polri, Satpol PP serta pamong desa membantu assesmentnya ini," pungkasnya.