KLATEN JATENG - Seorang imam salat Jumat di Masjid Asy-Suban, Klaten wafat di pangkuan makmumnya. Imam bernama Muhammad Dalahri (71) wafat setelah sempat dipapah keluar masjid.

"Saat dipangku jamaah, beliau (Dalhari) sudah berubah kondisi bola matanya. Kemungkinan saat itu sudah meninggal," ungkap Kadus I Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Awal Setiawan saat dihubungi wartawan, Jumat (27/12/2019).

Awal bercerita setelah menyampaikan khotbah, Dalhri lalu mengimami salat Jumat.

Pada rakaat terakhir, kata Awal, Dalhari melantunkan bacaan surat Alquran dengan cepat.

"Di rakaat terakhir bacaan suratnya cepat bahkan lirih tidak terdengar. Tapi salat masih berlangsung sampai tahiyat akhir dan salam," lanjut Awal yang juga menjadi salah seorang makmum Dahlri.

Usai salam, kata Awal, Dalhari mulai lemas dan jatuh. Jamaah yang ada di barisan saf paling depan memapahnya keluar masjid.

"Saat dipapah keluar masjid, baru sampai di saf ketiga (Dalhari) muntah dan dipangku jamaah. Kondisinya sudah lemas," imbuhnya.

Jamaah kemudian membawanya ke RSU Islam. Saat diperiksa di UGD, Dalhari dinyatakan sudah meninggal dunia.

Awal mengungkap kondisi Dalhari sebelumnya tampak sehat.

"Sebab bisa naik mimbar dan khotbah sampai selesai, saya yakin kondisinya sehat. Meskipun menurut informasi kadang sakit dan kadang sehat," kata Awal.

Selama ini, sambung Awal, Dalhari merupakan imam dan khatib tetap di desanya. Dalhari juga guru mengaji dari generasi ke generasi.

Meninggalnya Dalhari menyebar di WhatsApp grup. Di grup New Sepakat Klaten yang berisi pejabat Pemkab sampai tokoh masyarakat ada yang menilai meninggalnya imam tersebut sebagai jalan kematian yang dirindukan.

Viral, Imam Salat Jumat di Klaten Wafat dalam Pangkuan Makmum

KLATEN JATENG - Seorang imam salat Jumat di Masjid Asy-Suban, Klaten wafat di pangkuan makmumnya. Imam bernama Muhammad Dalahri (71) wafat setelah sempat dipapah keluar masjid.

"Saat dipangku jamaah, beliau (Dalhari) sudah berubah kondisi bola matanya. Kemungkinan saat itu sudah meninggal," ungkap Kadus I Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Awal Setiawan saat dihubungi wartawan, Jumat (27/12/2019).

Awal bercerita setelah menyampaikan khotbah, Dalhri lalu mengimami salat Jumat.

Pada rakaat terakhir, kata Awal, Dalhari melantunkan bacaan surat Alquran dengan cepat.

"Di rakaat terakhir bacaan suratnya cepat bahkan lirih tidak terdengar. Tapi salat masih berlangsung sampai tahiyat akhir dan salam," lanjut Awal yang juga menjadi salah seorang makmum Dahlri.

Usai salam, kata Awal, Dalhari mulai lemas dan jatuh. Jamaah yang ada di barisan saf paling depan memapahnya keluar masjid.

"Saat dipapah keluar masjid, baru sampai di saf ketiga (Dalhari) muntah dan dipangku jamaah. Kondisinya sudah lemas," imbuhnya.

Jamaah kemudian membawanya ke RSU Islam. Saat diperiksa di UGD, Dalhari dinyatakan sudah meninggal dunia.

Awal mengungkap kondisi Dalhari sebelumnya tampak sehat.

"Sebab bisa naik mimbar dan khotbah sampai selesai, saya yakin kondisinya sehat. Meskipun menurut informasi kadang sakit dan kadang sehat," kata Awal.

Selama ini, sambung Awal, Dalhari merupakan imam dan khatib tetap di desanya. Dalhari juga guru mengaji dari generasi ke generasi.

Meninggalnya Dalhari menyebar di WhatsApp grup. Di grup New Sepakat Klaten yang berisi pejabat Pemkab sampai tokoh masyarakat ada yang menilai meninggalnya imam tersebut sebagai jalan kematian yang dirindukan.

Tidak ada komentar