Social Items

Berikut merupakan daftar Pondok Pesantren Tertua yang berada di wilayah Indonesia :

1. Pondok Pesantren Al-Kahfi Somolangu 1475 M


Pondok yang paling Tua pertama adalah Ponpes Al-Kahfi yang teelterl di Kebumen, Jawa Tengah. Ponpes Al-Kahfi Somolangu merupakan salah satu ponpes keamanan di Asia Tenggara. Ponpes ini didirikan oleh Syaikh as-Sayid Abdul Kahfi al-Hasani pada 25 Sya'ban 879 H atau bertepatan dengan 4 Januari 1475 M.

Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu merupakan pondok pesantren yang telah memiliki cukup tua kenangannya. Bahkan di Asia Tenggara. Pondok pesantren ini telah ada semenjak tahun 1475 M.Anda dan waktu yang berdirinya dapat dilakukan di Prasasti Batu Zamrud Siberia (Emerald Fuchsite) berbobot 9kg yang ada di dalam masjid pondok pesantren tersebut.

2. Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur 1718 M.


Ada dua dimensi tentang berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri yaitu 1718 atau 1745. Catatan yang ditulis oleh Panca Warga tahun 1963 ketika Pondok Pesantren Sidogiri didirikan tahun 1718. Catatan itu ditandatangani oleh Almaghfurlahum KH Noerhasan Nawawie, KH Cholil Nawawie, dan KA Sa'doellah Nawawie pada 29 Oktober 1963.

Dalam surat lain tahun 1971 yang ditandatangani oleh KA Sa'doellah Nawawie, dicantumkan tahun itu (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari sini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745. Dalam campuran, nama lengkap yang digunakan untuk tahun ulang tahun / ikhtibar Pondok Pesantren Sidogiri setiap akhir tahun Pelajaran.

Rata-rata per tahun jumlah santri putra ke desa 5063 dan putri 5137. Pondok pesantren ini juga merupakan madrasah yang terdiri dari: 79 madrasah (di Pasuruan) dan Tipe B sebanyak 34 madrasah (di luar Pasuruan).

3. Jamsaren, Jawa Tengah 1750 M


Pondok Jamsaren merupakan pondok pesantren di Pulau Jawa karena pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo ini sudah berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah lewat kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 - 1878.
Semula, pondok pesantren yang didirikan di masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV mendatangkan para ulama, diainkan Kiai Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga diunduh dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian diabadikan hingga sekarang.

Vakumnya pondok pada 1830 akibat operasi tentara Belanda. Operasi itu memulai lantaran Belanda kalah perang dengan Pangeran Diponegoro pada 1825 di Yogyakarta. Karena kalah, Belanda melancarkan membagi tipu muslihat dan selanjutnya dapat menjebak Pangeran Diponegoro. Karena itu pada tahun 1830, para kiai dan pembantu Pangeran Diponegoro di Surakarta dan PB VI bersembunyi dan keluar dari Surakarta ke daerah lain, termasuk Kiai Jamsari II (putra Kiai Jamsari) dan santrinya.

Kini, jumlah santri pondok pesaantren Jamsaren lebih dari 2000 santri yang terdiri dari santri muqim sekitar 160 santri.

4. PPMH (ponpes Miftahul Huda), Gading Malang, Jawa Timur 1768 M


Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Malang didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768. PPMH juga dikenal dengan nama Pondok Gading karena tempat di kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tambahkan nama masyhur yang dikalangan masyarakat.

KH. Hasan Munadi wafat dalam 125 tahun. Beliau mengasuh pondok pesantren ini selama hampir 90 tahun. Beliau meninggalkan empat orang putra yaitu: KH. Isma'il, KH. Muhyini, KH. Ma'sum dan Nyai Mujannah. Pada masa itu, Pondok Gading belum menyelesaikan perkembangan yang signifikan.

Kepada KH Moh. Yahya inilah KH. Isma'il checkout pembinaan dan pengembangan Pondok Gading. KH. Ismail kemudian wafat pada waktu 75 tahun setelah mengasuh Pondok Gading selama 50 tahun. Sebagai pengasuh generasi ketiga, KH. Moh. Yahya memberi nama pondok pesantren gading dengan nama "Pondok Pesantren Miftahul Huda". Beliau mengijinkan para santrinya untuk menuntut ilmu di lembaga formal di luar pesantren. Suatu kebijakan yang cukup berani dan tergolong saat itu. Ternyata dengan kebijakan ini,

5. Buntet, Cirebon, Jawa Barat 1785 M


Pondok pesantren Buntet didirikan oleh Kiyai Muqayim pada tahun 1758. Pada awalnya, mbah Muqayim (sebutan untuk Kiyai Muqayim bagi anak cucunya) melalui pengajian dasar al-quran, bagi masyarakat Desa Dawuan Sela (1 Km ke sebelah Barat dari Desa Mertapada Kulon (lokasi pondok pesantren Buntet sejak tahun 1750-an). Tempat berlangsungnya pengajian itu adalah sebuah Panggung Bilik Bambu ilalang yang di dalamnya terdapat beberapa kamar tidur atau pondokan yang dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari pohon ilalang (sejenis rumput yang tinggi).

Sistem perintis yang berlangsung di Pondok Pesantren Buntet, secara umum juga terjadi di beberapa Pesantren tradisional lainnya yaitu selalu dipimpin oleh kiyai keturunan dari kiyai pendiri Pesantren (mbah Muqayim atau K. Muta'ad). Meskipun demikian, sistem kepemimpinan di Pondok Pesantren Buntet memi-liki ciri khas terpisah. Kekhasan ini terjadi, karena latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Buntet yang didirikan oleh seorang kiyai (mbah Muqayim) yang berasal dari keluarga Kesultanan Cirebon, dalam gerakan kepemimpinannya tampak seperti mengendalikan sebuah kerajaan yang diutamakan kepada kiyai putra dari istri pertama. Ini dapat diketahui, dari lain sebutan "Buntet Pesantren" dan suasana daerah.

6. Darul Ulum, Banyuanyar, Pamekasan, Madura 1787.


Pondok Pesantren Banyuanyar bermula dari sebuah langgar (musholla) kecil yang didirikan oleh Kyai Itsbat bin Ishaq sekitar tahun + 1787 M / 1204 H. Beliau adalah salah satu ulama kharismatik yang terkenal dengan kezuhudan, ketawadhuan dan kearifannya yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura dan Pulau Jawa.

Nama Banyuanyar yang diambil dari bahasa Jawa yang berarti udara baru. Hal itu didasari penemuan mata air sumur yang cukup besar oleh Kyai Itsbat. Sumber mata air itu tidak pernah surut sedikitpun, bahkan sampai sekarang udara tersebut masih dapat difungsikan sebagai air minum santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.

Itulah beberapa daftar pondok pesantren tertua di Indonesia.

Sumber : Panduanmenarik.blogspot.com

Inilah 6 Daftar Pondok Pesantren Tertua di Indonesia

Berikut merupakan daftar Pondok Pesantren Tertua yang berada di wilayah Indonesia :

1. Pondok Pesantren Al-Kahfi Somolangu 1475 M


Pondok yang paling Tua pertama adalah Ponpes Al-Kahfi yang teelterl di Kebumen, Jawa Tengah. Ponpes Al-Kahfi Somolangu merupakan salah satu ponpes keamanan di Asia Tenggara. Ponpes ini didirikan oleh Syaikh as-Sayid Abdul Kahfi al-Hasani pada 25 Sya'ban 879 H atau bertepatan dengan 4 Januari 1475 M.

Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu merupakan pondok pesantren yang telah memiliki cukup tua kenangannya. Bahkan di Asia Tenggara. Pondok pesantren ini telah ada semenjak tahun 1475 M.Anda dan waktu yang berdirinya dapat dilakukan di Prasasti Batu Zamrud Siberia (Emerald Fuchsite) berbobot 9kg yang ada di dalam masjid pondok pesantren tersebut.

2. Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur 1718 M.


Ada dua dimensi tentang berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri yaitu 1718 atau 1745. Catatan yang ditulis oleh Panca Warga tahun 1963 ketika Pondok Pesantren Sidogiri didirikan tahun 1718. Catatan itu ditandatangani oleh Almaghfurlahum KH Noerhasan Nawawie, KH Cholil Nawawie, dan KA Sa'doellah Nawawie pada 29 Oktober 1963.

Dalam surat lain tahun 1971 yang ditandatangani oleh KA Sa'doellah Nawawie, dicantumkan tahun itu (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari sini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745. Dalam campuran, nama lengkap yang digunakan untuk tahun ulang tahun / ikhtibar Pondok Pesantren Sidogiri setiap akhir tahun Pelajaran.

Rata-rata per tahun jumlah santri putra ke desa 5063 dan putri 5137. Pondok pesantren ini juga merupakan madrasah yang terdiri dari: 79 madrasah (di Pasuruan) dan Tipe B sebanyak 34 madrasah (di luar Pasuruan).

3. Jamsaren, Jawa Tengah 1750 M


Pondok Jamsaren merupakan pondok pesantren di Pulau Jawa karena pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo ini sudah berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah lewat kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 - 1878.
Semula, pondok pesantren yang didirikan di masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV mendatangkan para ulama, diainkan Kiai Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga diunduh dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian diabadikan hingga sekarang.

Vakumnya pondok pada 1830 akibat operasi tentara Belanda. Operasi itu memulai lantaran Belanda kalah perang dengan Pangeran Diponegoro pada 1825 di Yogyakarta. Karena kalah, Belanda melancarkan membagi tipu muslihat dan selanjutnya dapat menjebak Pangeran Diponegoro. Karena itu pada tahun 1830, para kiai dan pembantu Pangeran Diponegoro di Surakarta dan PB VI bersembunyi dan keluar dari Surakarta ke daerah lain, termasuk Kiai Jamsari II (putra Kiai Jamsari) dan santrinya.

Kini, jumlah santri pondok pesaantren Jamsaren lebih dari 2000 santri yang terdiri dari santri muqim sekitar 160 santri.

4. PPMH (ponpes Miftahul Huda), Gading Malang, Jawa Timur 1768 M


Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Malang didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768. PPMH juga dikenal dengan nama Pondok Gading karena tempat di kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tambahkan nama masyhur yang dikalangan masyarakat.

KH. Hasan Munadi wafat dalam 125 tahun. Beliau mengasuh pondok pesantren ini selama hampir 90 tahun. Beliau meninggalkan empat orang putra yaitu: KH. Isma'il, KH. Muhyini, KH. Ma'sum dan Nyai Mujannah. Pada masa itu, Pondok Gading belum menyelesaikan perkembangan yang signifikan.

Kepada KH Moh. Yahya inilah KH. Isma'il checkout pembinaan dan pengembangan Pondok Gading. KH. Ismail kemudian wafat pada waktu 75 tahun setelah mengasuh Pondok Gading selama 50 tahun. Sebagai pengasuh generasi ketiga, KH. Moh. Yahya memberi nama pondok pesantren gading dengan nama "Pondok Pesantren Miftahul Huda". Beliau mengijinkan para santrinya untuk menuntut ilmu di lembaga formal di luar pesantren. Suatu kebijakan yang cukup berani dan tergolong saat itu. Ternyata dengan kebijakan ini,

5. Buntet, Cirebon, Jawa Barat 1785 M


Pondok pesantren Buntet didirikan oleh Kiyai Muqayim pada tahun 1758. Pada awalnya, mbah Muqayim (sebutan untuk Kiyai Muqayim bagi anak cucunya) melalui pengajian dasar al-quran, bagi masyarakat Desa Dawuan Sela (1 Km ke sebelah Barat dari Desa Mertapada Kulon (lokasi pondok pesantren Buntet sejak tahun 1750-an). Tempat berlangsungnya pengajian itu adalah sebuah Panggung Bilik Bambu ilalang yang di dalamnya terdapat beberapa kamar tidur atau pondokan yang dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari pohon ilalang (sejenis rumput yang tinggi).

Sistem perintis yang berlangsung di Pondok Pesantren Buntet, secara umum juga terjadi di beberapa Pesantren tradisional lainnya yaitu selalu dipimpin oleh kiyai keturunan dari kiyai pendiri Pesantren (mbah Muqayim atau K. Muta'ad). Meskipun demikian, sistem kepemimpinan di Pondok Pesantren Buntet memi-liki ciri khas terpisah. Kekhasan ini terjadi, karena latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Buntet yang didirikan oleh seorang kiyai (mbah Muqayim) yang berasal dari keluarga Kesultanan Cirebon, dalam gerakan kepemimpinannya tampak seperti mengendalikan sebuah kerajaan yang diutamakan kepada kiyai putra dari istri pertama. Ini dapat diketahui, dari lain sebutan "Buntet Pesantren" dan suasana daerah.

6. Darul Ulum, Banyuanyar, Pamekasan, Madura 1787.


Pondok Pesantren Banyuanyar bermula dari sebuah langgar (musholla) kecil yang didirikan oleh Kyai Itsbat bin Ishaq sekitar tahun + 1787 M / 1204 H. Beliau adalah salah satu ulama kharismatik yang terkenal dengan kezuhudan, ketawadhuan dan kearifannya yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura dan Pulau Jawa.

Nama Banyuanyar yang diambil dari bahasa Jawa yang berarti udara baru. Hal itu didasari penemuan mata air sumur yang cukup besar oleh Kyai Itsbat. Sumber mata air itu tidak pernah surut sedikitpun, bahkan sampai sekarang udara tersebut masih dapat difungsikan sebagai air minum santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.

Itulah beberapa daftar pondok pesantren tertua di Indonesia.

Sumber : Panduanmenarik.blogspot.com

No comments