Social Items

Agama Islam adalah agama dari Alloh SWT yang di turunkan sebagai penyempurna agama-agama nabi-nabi terdahulu. Karena agama Muslim yang dianut Nabi dahulu banyak yang di simpangkan ajaranya oleh umat manusia terdahulu. Sedangkan Al-Qur’an adalah penyempurna dari kitab suci dari kitab-kitab sebelumnya.

Kuwaluhan.com

Agama Islam mungkin menjadi agama yang misteri bagi mereka yang belum kenal dan mengetahui kebenarannya terutama umat Non-Muslim. Tetapi percayalah bahwa agama Islam itu adalah agama yang benar. Menurut Riwayat suatu hadis di terangkan bahwa Jumlah Nabi ALLAH itu ada 124.000 nabi dan Rasul. Diantara Ribuan nabi tersebut mengajarkan kepada umatnya untuk menyembah Tuhan Yang maha esa dan meramalkan akan adanya Nabi Akhir Zaman yaitu Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah mereka wafat ,ajaran mereka pun di sembunyikan,di samarkan,di tukar,dan di palsukan oleh umat-umat mereka yang tak beriman dan Iri hati karena Nabi Akhir zaman itu terlahir bukan dari keturunan Bangsa mereka melainkan terlahir dari Suku kecil yaitu Suku Qurais yang merupakan suku bangsa Arab.

Bisa jadi nabi-nabi dari agama lain adalah nabinya Allah juga diantara 124.000 nabi tersebut. Terbukti bahwa kitab suci agama lain meramalkan Adanya nabi Muhammad tetapi kata-katanya di samarkan namun Maknanya sama.

KITAB HINDU MENYATAKAN ADANYA NABI MUHAMMAD

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu di India.

Isinya sebagai berikut :
Hai orang banyak, dengarlah ini dengan sungguh-sungguh, Narashanga (Yang terpuji) akan dibangkitkan di antara orang banyak. Kita mengambil orangKaurum (Muhajirin) itu di dalam perlindungan kita dari 60.000 dan 90 musuh-musuh; yang kendaraannya adalah 20 unta dan 2 unta betina, memiliki 12 orang istri, dan naik ke langit dengan kendaraan tercepat (Bouraq)…” (Atharvaveda Kanda 20 Saukata 127, Mantra 1-2).

Narashangsa = Yang terpuji = Muhammad. kata “Kauram” berarti “emigran” yaitu orang yang meninggalkan negerinya sendiri, dalam bahasa Arabnya: “Muhajirin”. Muhammad dan pengikutnya ketika hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari serangan kaum kafir Mekah yang berjumlah 60.000 orang dan 90 kepala sukunya, dikenal sebagai “Kaum Muhajirin”, sedangkan orang-orang Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai “Kaum Anshar”.
Dari sinilah tonggak dimulainya Tahun Hijriyah.

Kendaraan yang dipakai Muhammad adalah unta dan kuda. Muhammad memiliki 12 orang istri yaitu:
Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafsah, Zainah, Ummu Salamah, Zainab, Juwairiah, Raihanah, Ummu Habibah, Shafiah, dan Maimunah. Ketika melakukan Mi’raj dari Masjid Al-Aqsha di Palestina ke langit ke-7, Muhammad mengendarai Buroq yang merupakan kendaraan tercepatnya.

Ahmad akan menerima undang-undang  agamanya  Tuhannya .Undang-undang ini penuh dengan kebijaksanaan .Aku menerima cahaya darinya seperti menerima dari cahaya mentari.”( sama weda,11:6,8)

Nama ahmad menunjukan Nama panggilan dari Muhammad SAW yang akan menerima wahyu dari Tuhanya. Ajaran kitab Weda ini pun tergambar dalam surat Ash-Shaft ayat 6:

Ingatlah ketika isa bin Maryam berkata” hai bani ISRAEL sesungguhnya akau utusan allah kepadamu ,membenarkan kitab yang turun sebelumku( Taurat) dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku ,yaitu Ahmad”As-Shaft :6

Dari atharwa weda Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu. Kuntap suktas bab hymn 127 mantera 1-4” menceritakan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW.

hai orang-orang banyak .Dengarkan hal ini sungguh –sungguh Dia adalah narasangsa akan di bangkitkan diantara orang banyak .Kita mengambil orang kauram itu di dalam perlindungan kita dari 60.000 dan 90 musuh-musuhnya yang kendaraaanya 20 unta 2 unta betina ,memiliki 12 orang istri dan naik kelangit dengan kendaraan tercepat .Dia adalah Rishi penunggang unta .Dia adalah mama Rishi yang di beri 100 koin Emas ,10 kalung,300 kuda dan 10.000 sapi .sebarkan kebenaran wahai engkau yang terpuji “atharwa weda,khandak 20 saukata 127,mantera 1-4

Kata nara sangsha di sisni bila di terjemahkan dalam bahasa arab berarati Ahmad yang terpuji. Muhammad SAW dan pengikutnya hijrah dari mekkah ke madinah untuk menghindari serangan kaum kafir 60.000 orang dan 90 kepala suku. Rishi( nabi penunggang unta ) ini jelas menunjukan Muhammad SAW. Seorang Rishi India di larang menunggangi Unta menurut Sacred Books Of the east ,Volume 25,hukum manu hal:472.

seorang brahma akan tercemar ketika hendak mengendarai unta “ smirti bab 11 ayat 202.

Nabi muhammad memiliki 12 orang istri bukan karena nafsunya tetapi karena perintah Allah untuk menafkahi janda –janda yang miskin dan menikahi aisyah yang masih dini karena aisyah ingin di nikahi paksa raja Romawi yang beragama non muslim.sedangkan aisyah muslim. Nabi Muhammad tidak mau aisyah murtad. 12 orang istri tersebut ialah :
Khadijah,saudah,aisyah,hafsha,zainah ,ummu salamah,zainab,juwairiah,Raihanah,Ummu Habibah,shafiah dan maimunah.

100 koin emas mengacu kepada umat yang pertama kali masuk Islam ,80 diantaranya hijrah ke Abysinia. 10 kalung adalah 10 sahabat terbaik Rasul,300 kuda adalah 300 pasukan nabi yang terbaik melawan 1000 orang Kafir di mekkah saat perang badar.

NABI MUHAMMAD MENURUT KITAB BUDDHA

Pemimpin Budha,  Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) disebutkan bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Yang berarti “pemberi rahmat”. Merujuk pada tugas mulia Rasulullah bahwa beliau bertugas sebagai Rahmatan Lil Alamin bagi seluruh umat manusia.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta  alam (rahmatan lil alamin)” Al-Quran Surat 21 (Al-Anbya) : 107

Lebih jauh lagi  kitab suci kaum Budha, disebutkan  bahwa sang  Sidharta Gautama berkata“Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan).

Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw kerap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi Muhammad saw tidak pernah meninggalkan shalat malam.

Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.
Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa:
 “…tak satu kata pun yang mampu menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” 

Fakta telah membuktikan, baik kaum muslim maupun non muslim yang melakukan kajian secara obyektif sepakat bahwa Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya) begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah merasa bosan dan puas.”

Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan dan lawan.

Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.
Disebutkan bahwa Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung pada amal perbuatan individu.

Nabi saw sendiri tidak pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan murni langsung dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenyataan semesta ditambah kesucian jiwanya.
Satu ciri lagi yang mengacu pada diri rasulullah adalah saat meninggal bentuk fisik tidak akan nampak kembali setelah Nabi Muhammad wafat, wujud fisik beliau tidak ada, karena Islam melarang wujud Nabi digambar.

NABI MUHAMMAD MENURUT KITAB KRISTEN DAN YAHUDI

 AL-KITAB menceritakan bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi Palsu.
Perhatikan baik-baik ayat yang ada dalam al kitab berikut ini;

Tetapi seorang nabi  yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama ku ,perkataan yang di ucapkan yang tidak ku perintahkan oleh nya,atau dia berkata demi nama Allah lain, Nabi itu harus mati”( Al-kitab ulangan 18:20)

Makna dari ayat al-kitab diatas ada hubungan nya dengan Ayat al-qur’an berikut:

"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang ia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat-tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu." (QS Al-Haaqah 44-47).

Jika Muhammad SAW  adalah seorang nabi Palsu maka beliau sudah mati lebih awal atau di bunuh oleh umatnya sendiri. Faktanya nabi Muhammad SAW mampu mengemban misi kenabian selama lebih dari 23 tahun dan berhasil membuat kawasan Jazirah Arab mengikuti Islam.

Sejumlah literatur barat menyebutkan bahwa nabi Muhammad SAW adalah pemimpin agama paling sukses di dunia. Jadi apabila Al-qur’an itu memang benar-benar di palsukan atau di karang sendiri oleh Muhammad SAW maka sebelumnya pasti Muhammad sudah mati di bunuh Tuhan yang maha Esa. Akan tetapi nabi Muhammad meninggal pada usia 63 tahun setelah al-Qur’an di turunkan ,itupun karena beliau sakit ,sebab Takdir Allah untuk ajal Seorang Muhammad sudah datang.

Misteri Himda:

"dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan himada untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata tuhan pemilik rumah". hagai 2:7

Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dalam bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab :
- Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
- Himada = bahasa Ibrani
- Ahmad = bahasa Arab

Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :
H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab

Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam Alkitab.kata Himda yang apabila di terjemahkan dalam bahasa Arab artinya adalah "yang terpuji."

Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa Al-Masih di bumi.
Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline,  injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Isa Al-Masih sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Isa Al-Masih serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampul kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Lalu injil kuno itu pun meramalkan nabi Muhammad Saw. seperti bab 39 :

Terpujilah nama mu yang kudus Ya Allah Tuhan Kita ..Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Utusan Alllah”.

Perhatikan Isi kitab Bible berikut ini:

”Tetapi aku,berkata kasih setia-Mu yang besar,aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,SUJUD MENYEMBAH KE ARAH BAIT-MU yang kudus dengan takut akan Engkau.”

Alkitab mengajarkan bahwa Shalat harus MENGHADAP BAIT”( kakbah Baittulah). Ternyata nabi Isa Al-Masih pun sembayang dan sholat seperti carannya umat muslim sembayang.

Namun orang –orang nasrani ,israel,dan Yahudi menolak kedatangan Nabi Muhammad saw di karenakan nabi itu iri hati dan dengki karena nabi Muhammad akan terlahir dari suku Kecil Quraish di Arab. Jauh setelah Isa sudah tiada di Bumi maka paus paulus menyatakan bahwa injil barnabas adalah kitab palsu/ sesat karena tidak mengakui Penyaliban,kepasturan,dan di haramkannya babi untuk di makan. Padahal Barnabas adalah Murid pertama yang paling akrab dengan Isa Al-Masih.

Ketika itu injil-injil tulisan murid-murid Yesus di samarkan dan di palsukan isi ajaran dan kemurniannya bekisar 60%. Bahkan ada yang mengatakan bahwa injil-injil tersebut di bakar dan di pendam dalam tanah namun injil Barnabas terselamatkan atas kehendak Allah. Tapi tak lama kemudian pihak gereja paulus membuat injil versi mereka sendiri. Paulus memalsukan sebagian ajaran isa. Semenjak itulah injil barnabas tidak lagi di percaya sehingga di anggap sesat oleh pihak Gereja dan Paulus. Namun Allah mengirimkan nabi Akhir Zaman Muhammad SAW sebagai penyempurna agama Tuhan dan kitab-kitab terdahulu. Nabi Muhammad SAW  yang telah lahir setelah beberapa ratusan tahun kemudian setelah Yesus ada maka mulailah orang-orang kafir meminta Bukti kepada beliau untuk menunjukan bahwa beliau benar-benar seorang Rasul.

Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan di hadapan banyak orang-orang kafir yang menyaksikan saat itu adalah bukti bahwa beliau benar-benar di utus sebagai seorang Nabi Akhir Zaman.

Image From NASA

Semoga hal itu akan semakin menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan Allah SWT dan kerasulan nabi Muhammad SAW.
Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah Saw hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad Saw untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.” 
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an:
 ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2).

Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman:
“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)

Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof.Dr.Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, ” Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.

Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar. Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.
Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?” Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:”Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…” Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu?

Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan? ” Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.” Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, ” Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!” Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, ” Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, ‘Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu.

Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran Islam.
Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

PADA MASA NABI IBRAHIM (ABRAHAM)
WAJIB BERKHITAN

Melaksanakan Khitan adalah Wajib bagi umat beragama Islam.  Seperti dalam kisah Nabi Ibrahim berikut ini :
Nabiahim a.s. melaksanakan pada usia 99 tahun sebagian riwayat lagi mengatakan bahwa beliau dikhitan pada usia 80 tahun. Sedangkan Ismail di khitan pada usia 13 tahun. Syariat khitan dilaksanakan sejak zaman Nabi Ibrahim, yaitu ketika beliau sudah berusia lanjut.

Dalam kitab Injil Barnabas disebutkan sebagai berikut:
"Adapun adanya peraturan khitan disebabkan dulu Nabi Adam a.s. berdosa memakan buah larangan Allah SWT. (buah khuldi) beliau bernazar, apabila dosanya diampuni tuhan (Allah SWT.) beliau akan memotong sebagian dagingnya. Setelah tobat Adam diterima dan diampuni dosanya, kemudian Malaikat menunjukkan daging yang seharusnya dipotong, yaitu daging yang dipotong untuk dikhitan."

Sampai sekarang kaum yang melaksanakan Khitan adalah Umat Muslim. Dan khitan telah menjadi syari'at agama Islam.

MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim datang menjumpainya. Allah mengisahkannya di dalam Al-Qur’an:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ibrahim datang menjumpai anaknya untuk menyampaikan perintah Allah agar menyembelihnya. Bisakah kalian bayangkan teman-teman? Setelah menunggu bertahun-tahun, Nabi Ibrahim baru dikaruniai anak di usia tuanya. Lalu beliau diperintahkan untuk meninggalkan anak dan isterinya di suatu tempat asing yang jauh darinya dan tidak berpenghuni. Meskipun sangat besar kecintaan beliau kepada keluarganya, namun beliau seorang yang teguh dan taat terhadap perintah Allah. Tidak sedikitpun beliau bergeming, bahkan bersegera ketika Allah memerintahkannya.

Nabi Ismail pun menjawab:

Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliu berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail. Allah memujinya di dalam Al-Qur’an:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam [19] : 54)

Allah melanjutkan kisahnya di dalam Al-Qur’an:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS Ash-Shafaat [37] : 103)

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107)

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Lalu Allah menggantikan dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang besar berwarna putih, bermata bagus, bertanduk serta diikat dengan rumput samurah.

MELAKSANAKAN IBADAH HAJI

Selanjutnya Allah Swt memerintahkan kepada Ibrahim untuk membangun Ka’bah pada posisi Qubah yang telah Allah turunkan kepada Nabi Adam. Tetapi Ibrahim tidak mengetahui posisi Qubah itu. Qubah tersebut telah diangkat kembali oleh Allah ketika banjir besar menimpa bumi pada masa Nabi Nuh as. Kemudian Allah Swt mengutus Jibril as untuk menunjukan kembali kepada Ibrahim posisi Ka’bah. Jibril datang membawa beberapa komponen Ka’bah dari surga. Pemuda Ismail membantu ayahandanya mengangkat batu-batu dari bukit.

Kemudian ayah dan anak itu bekerja membangun Ka’bah sampai ketinggian tujuh hasta. Jibril lalu menunjukan kepada mereka posisi “Hajar Aswad”. Ibrahim meletakkan Hajar Aswad pada posisi semula. Lalu Ibrahim membuatkan dua pintu Ka’bah. Pintu pertama terbuka ke timur dan kedua terbuka ke barat.

Ketika selesai pembangunan Ka’bah, Ibrahim dan Ismail melakukan Ibadah Haji. Pada tanggal 8 Zulhijah, Jibril turun menemui dan menyampaikan pesan kepada Ibrahim. Jibril meminta Ibrahim mendistribusikan air Zamzam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Maka hari itu disebut dengan hari “Tarwiyah” (pendistribusian air). Setelah selesai pembangunan Baitullah dan pendistribusian air tersebut, maka Ibrahim pun
berdoa kepada Allah. Doa ini tercantum di dalam Al-Qur’an. Allah swt berfirman :

Dan ingatlah, ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman : “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al-Baqarah : 126).

Sejak itu, kaum Muslimin melaksanakan Ibadah haji untuk berziarah ke Ka’bah setiap tahun. Ini mengikuti risalah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, serta risalah para nabi dan rasul setelah keduanya. Ibadah suci ini berlangsung terus seperti pelaksanaan yang pernah dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail. Namun pada periode tokoh Mekkah ‘Amar bin Luhay, ibadah haji mulai terkotori dengan kehadiran patung dan berhala.

KESIMPULAN:

Hingga saat ini kaum yang melaksanakan Qurban serta mewajibkan Khitan dan Haji adalah Umat Muslim. Ibadah Haji Dan Khitan (Sunnat) telah menjadi syari'at agama Islam.
Sedangkan Khitan, Berqurban dan Haji sudah dianjurkan dan diwajibkan untuk kaumnya dimasa itu, yaitu sudah dimulai pada zaman Nabi Ibrahim (Abraham), jauh sebelum Nabi Muhammad SAW di lahirkan.

Sedangkan kaum Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Nasrani yang menyatakan diri sebagai Agama tertua justru tidak mewajibkan umatnya untuk Khitan, Berqurban dan Haji. Padahal sebelum agama mereka ada, hukum diwajibkanya untuk Khitan, Berqurban dan Haji sudah dilakukan oleh Nabi-nabi terdahulu, karena Nabi yang terdahulu Agamanya adalah Muslim.

Didalam Al-qur’an surat At-taubah ayat 30 di jelaskan bahwa “ sesungguhnya Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair itu anak Allah dan Kristen mengatakan Isa anak Maria Itu Putra Allah.
Demikian ucapan mereka ,mereka meniru perkataan Orang-orang kafir terdahulu( di laknati allah) sehingga membuat mereka berpaling kepadaNYA”.

Dari ayat ini kita bisa simpulkan bahwa Kristen dan Yahudi dulunya adalah Agama Muslim juga, namun ajaran mereka di simpangkan dan di samarkan oleh manusia terdahulu. Mereka di kutuk allah karena mereka mengatakan bahwa uzair dan Yesus anak Allah. Agama Hindu dan Buddha dulunya juga termasuk agama Islam, tapi kenyataanya sekarang ini Hindu dan Buddha Pun Tuhannya juga menyerupai Manusia.

Krisna adalah Tuhan agama Hindu yang awalnya dia adalah manusia biasa Yang terlahir dari anak Manusia dan diapun sudah tiada alias meninggal dunia.
Begitupun Juga  sidharta Gautama Buddha( Tuhan Buddha) yang yang terlahir dari anak manusia namun setelah dia meninggal dunia maka Patungnya pun di buat dan disembah layaknya Tuhan.

Menurut Arman Jhen charles Bahwa Jauh sebelum Hindu di lahirkan agama yang lebih dulu Muncul adalah agama Zoroaster (Muslim) yang merupakan agama turun-temurun dari zaman Nabi Nuh yang merupakan agama Islam Kuno( agama allah terdahulu) atau Ulama Islam banyak yang mengatakan bahwa agama Islam di mulai dari zaman Nabi Adam yang merupakan Manusia pertama  yang hidup di bumi, namun pada waktu itu agama Islam belum sempurna. Ajaran Islam baru sempurna setelah Lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Perhatikan baik –baik konsep ketuhanan Agama zoroster berikut ini.

Kitab Awesta Buku Kitab Yasna pasal 31 ayat 7-11, "Tuhan adalah sang pecipta maha besar, tidak memiliki anak dan orang tua.’’
ini pun sangat mirip dengan Al-Ikhlas Konsep ketuhanan agama Islam dalam surat al-Iklash ayat :3 yang berbunyi :
Allah tidak beranak dan tidak pula di peranakkan”.

Jadi agama Yang paling tertua di dunia sebelum Hindu,Buddha Yahudi, dan Kristen adalah agama ISLAM namun saat itu agama Islam belum sempurna ajaran. Agama allah terdahulu banyak yang di simpangkan ajarannya,Tuhan agama Hindu,Kristen,Buddha ,Yahudi,dan Kristen ternyata bisa di lukiskan dan di gambar serta di patungkan.
Padahal Allah mengajarkan bahwa dirinya Maha GAIB ( tidak dapat dilihat). Perkataan orang-orang Kristen dan Yahudi yang menganggap Isa dan uzair anak Tuhan ternyata perkataan tersebut pun meniru perkataan Orang-Orang Kafir terdahulu bahkan Orang-orang kafir terdahulu pun menyamakan Allah dengan manusia "Makhluk ciptaan Tuhan".

Kita bisa Pikirkan bahwa Tuhan Krisna,Buddha,Bunda MARIA ,dan Yesus ternyata Tuhan mereka menyerupai manusia dan bisa di gambarkan. Jadi agama Tertua bukan Hindu yang selama Ini di klaim oleh sejarah sebagai agama tertua melainkan agama tertua tersebut adalah Agama ISLAM.

Agama Islam bukan menjiplak ajaran-ajaran agama Allah terdahulu tetapi Allah mengutus Muhammad dengan sengaja Untuk menyempurnakan agama Muslim terdahulu yang banyak di simpangkan oleh kaum Yahuda , dan sebagian di palsukan ajaran Allah oleh nenek Moyang manusia Yang telah ada sejak Zaman Lalu.

Wallahu'alam bisshowab

Inilah Agama Tertua Di Dunia Menurut Sejarah Peradaban yang Wajib diketahui

Agama Islam adalah agama dari Alloh SWT yang di turunkan sebagai penyempurna agama-agama nabi-nabi terdahulu. Karena agama Muslim yang dianut Nabi dahulu banyak yang di simpangkan ajaranya oleh umat manusia terdahulu. Sedangkan Al-Qur’an adalah penyempurna dari kitab suci dari kitab-kitab sebelumnya.

Kuwaluhan.com

Agama Islam mungkin menjadi agama yang misteri bagi mereka yang belum kenal dan mengetahui kebenarannya terutama umat Non-Muslim. Tetapi percayalah bahwa agama Islam itu adalah agama yang benar. Menurut Riwayat suatu hadis di terangkan bahwa Jumlah Nabi ALLAH itu ada 124.000 nabi dan Rasul. Diantara Ribuan nabi tersebut mengajarkan kepada umatnya untuk menyembah Tuhan Yang maha esa dan meramalkan akan adanya Nabi Akhir Zaman yaitu Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah mereka wafat ,ajaran mereka pun di sembunyikan,di samarkan,di tukar,dan di palsukan oleh umat-umat mereka yang tak beriman dan Iri hati karena Nabi Akhir zaman itu terlahir bukan dari keturunan Bangsa mereka melainkan terlahir dari Suku kecil yaitu Suku Qurais yang merupakan suku bangsa Arab.

Bisa jadi nabi-nabi dari agama lain adalah nabinya Allah juga diantara 124.000 nabi tersebut. Terbukti bahwa kitab suci agama lain meramalkan Adanya nabi Muhammad tetapi kata-katanya di samarkan namun Maknanya sama.

KITAB HINDU MENYATAKAN ADANYA NABI MUHAMMAD

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu di India.

Isinya sebagai berikut :
Hai orang banyak, dengarlah ini dengan sungguh-sungguh, Narashanga (Yang terpuji) akan dibangkitkan di antara orang banyak. Kita mengambil orangKaurum (Muhajirin) itu di dalam perlindungan kita dari 60.000 dan 90 musuh-musuh; yang kendaraannya adalah 20 unta dan 2 unta betina, memiliki 12 orang istri, dan naik ke langit dengan kendaraan tercepat (Bouraq)…” (Atharvaveda Kanda 20 Saukata 127, Mantra 1-2).

Narashangsa = Yang terpuji = Muhammad. kata “Kauram” berarti “emigran” yaitu orang yang meninggalkan negerinya sendiri, dalam bahasa Arabnya: “Muhajirin”. Muhammad dan pengikutnya ketika hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari serangan kaum kafir Mekah yang berjumlah 60.000 orang dan 90 kepala sukunya, dikenal sebagai “Kaum Muhajirin”, sedangkan orang-orang Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai “Kaum Anshar”.
Dari sinilah tonggak dimulainya Tahun Hijriyah.

Kendaraan yang dipakai Muhammad adalah unta dan kuda. Muhammad memiliki 12 orang istri yaitu:
Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafsah, Zainah, Ummu Salamah, Zainab, Juwairiah, Raihanah, Ummu Habibah, Shafiah, dan Maimunah. Ketika melakukan Mi’raj dari Masjid Al-Aqsha di Palestina ke langit ke-7, Muhammad mengendarai Buroq yang merupakan kendaraan tercepatnya.

Ahmad akan menerima undang-undang  agamanya  Tuhannya .Undang-undang ini penuh dengan kebijaksanaan .Aku menerima cahaya darinya seperti menerima dari cahaya mentari.”( sama weda,11:6,8)

Nama ahmad menunjukan Nama panggilan dari Muhammad SAW yang akan menerima wahyu dari Tuhanya. Ajaran kitab Weda ini pun tergambar dalam surat Ash-Shaft ayat 6:

Ingatlah ketika isa bin Maryam berkata” hai bani ISRAEL sesungguhnya akau utusan allah kepadamu ,membenarkan kitab yang turun sebelumku( Taurat) dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku ,yaitu Ahmad”As-Shaft :6

Dari atharwa weda Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu. Kuntap suktas bab hymn 127 mantera 1-4” menceritakan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW.

hai orang-orang banyak .Dengarkan hal ini sungguh –sungguh Dia adalah narasangsa akan di bangkitkan diantara orang banyak .Kita mengambil orang kauram itu di dalam perlindungan kita dari 60.000 dan 90 musuh-musuhnya yang kendaraaanya 20 unta 2 unta betina ,memiliki 12 orang istri dan naik kelangit dengan kendaraan tercepat .Dia adalah Rishi penunggang unta .Dia adalah mama Rishi yang di beri 100 koin Emas ,10 kalung,300 kuda dan 10.000 sapi .sebarkan kebenaran wahai engkau yang terpuji “atharwa weda,khandak 20 saukata 127,mantera 1-4

Kata nara sangsha di sisni bila di terjemahkan dalam bahasa arab berarati Ahmad yang terpuji. Muhammad SAW dan pengikutnya hijrah dari mekkah ke madinah untuk menghindari serangan kaum kafir 60.000 orang dan 90 kepala suku. Rishi( nabi penunggang unta ) ini jelas menunjukan Muhammad SAW. Seorang Rishi India di larang menunggangi Unta menurut Sacred Books Of the east ,Volume 25,hukum manu hal:472.

seorang brahma akan tercemar ketika hendak mengendarai unta “ smirti bab 11 ayat 202.

Nabi muhammad memiliki 12 orang istri bukan karena nafsunya tetapi karena perintah Allah untuk menafkahi janda –janda yang miskin dan menikahi aisyah yang masih dini karena aisyah ingin di nikahi paksa raja Romawi yang beragama non muslim.sedangkan aisyah muslim. Nabi Muhammad tidak mau aisyah murtad. 12 orang istri tersebut ialah :
Khadijah,saudah,aisyah,hafsha,zainah ,ummu salamah,zainab,juwairiah,Raihanah,Ummu Habibah,shafiah dan maimunah.

100 koin emas mengacu kepada umat yang pertama kali masuk Islam ,80 diantaranya hijrah ke Abysinia. 10 kalung adalah 10 sahabat terbaik Rasul,300 kuda adalah 300 pasukan nabi yang terbaik melawan 1000 orang Kafir di mekkah saat perang badar.

NABI MUHAMMAD MENURUT KITAB BUDDHA

Pemimpin Budha,  Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) disebutkan bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Yang berarti “pemberi rahmat”. Merujuk pada tugas mulia Rasulullah bahwa beliau bertugas sebagai Rahmatan Lil Alamin bagi seluruh umat manusia.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta  alam (rahmatan lil alamin)” Al-Quran Surat 21 (Al-Anbya) : 107

Lebih jauh lagi  kitab suci kaum Budha, disebutkan  bahwa sang  Sidharta Gautama berkata“Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan).

Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw kerap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi Muhammad saw tidak pernah meninggalkan shalat malam.

Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.
Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa:
 “…tak satu kata pun yang mampu menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” 

Fakta telah membuktikan, baik kaum muslim maupun non muslim yang melakukan kajian secara obyektif sepakat bahwa Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya) begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah merasa bosan dan puas.”

Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan dan lawan.

Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.
Disebutkan bahwa Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung pada amal perbuatan individu.

Nabi saw sendiri tidak pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan murni langsung dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenyataan semesta ditambah kesucian jiwanya.
Satu ciri lagi yang mengacu pada diri rasulullah adalah saat meninggal bentuk fisik tidak akan nampak kembali setelah Nabi Muhammad wafat, wujud fisik beliau tidak ada, karena Islam melarang wujud Nabi digambar.

NABI MUHAMMAD MENURUT KITAB KRISTEN DAN YAHUDI

 AL-KITAB menceritakan bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi Palsu.
Perhatikan baik-baik ayat yang ada dalam al kitab berikut ini;

Tetapi seorang nabi  yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama ku ,perkataan yang di ucapkan yang tidak ku perintahkan oleh nya,atau dia berkata demi nama Allah lain, Nabi itu harus mati”( Al-kitab ulangan 18:20)

Makna dari ayat al-kitab diatas ada hubungan nya dengan Ayat al-qur’an berikut:

"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang ia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat-tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu." (QS Al-Haaqah 44-47).

Jika Muhammad SAW  adalah seorang nabi Palsu maka beliau sudah mati lebih awal atau di bunuh oleh umatnya sendiri. Faktanya nabi Muhammad SAW mampu mengemban misi kenabian selama lebih dari 23 tahun dan berhasil membuat kawasan Jazirah Arab mengikuti Islam.

Sejumlah literatur barat menyebutkan bahwa nabi Muhammad SAW adalah pemimpin agama paling sukses di dunia. Jadi apabila Al-qur’an itu memang benar-benar di palsukan atau di karang sendiri oleh Muhammad SAW maka sebelumnya pasti Muhammad sudah mati di bunuh Tuhan yang maha Esa. Akan tetapi nabi Muhammad meninggal pada usia 63 tahun setelah al-Qur’an di turunkan ,itupun karena beliau sakit ,sebab Takdir Allah untuk ajal Seorang Muhammad sudah datang.

Misteri Himda:

"dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan himada untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata tuhan pemilik rumah". hagai 2:7

Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dalam bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab :
- Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
- Himada = bahasa Ibrani
- Ahmad = bahasa Arab

Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :
H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab

Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam Alkitab.kata Himda yang apabila di terjemahkan dalam bahasa Arab artinya adalah "yang terpuji."

Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa Al-Masih di bumi.
Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline,  injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Isa Al-Masih sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Isa Al-Masih serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampul kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Lalu injil kuno itu pun meramalkan nabi Muhammad Saw. seperti bab 39 :

Terpujilah nama mu yang kudus Ya Allah Tuhan Kita ..Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Utusan Alllah”.

Perhatikan Isi kitab Bible berikut ini:

”Tetapi aku,berkata kasih setia-Mu yang besar,aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,SUJUD MENYEMBAH KE ARAH BAIT-MU yang kudus dengan takut akan Engkau.”

Alkitab mengajarkan bahwa Shalat harus MENGHADAP BAIT”( kakbah Baittulah). Ternyata nabi Isa Al-Masih pun sembayang dan sholat seperti carannya umat muslim sembayang.

Namun orang –orang nasrani ,israel,dan Yahudi menolak kedatangan Nabi Muhammad saw di karenakan nabi itu iri hati dan dengki karena nabi Muhammad akan terlahir dari suku Kecil Quraish di Arab. Jauh setelah Isa sudah tiada di Bumi maka paus paulus menyatakan bahwa injil barnabas adalah kitab palsu/ sesat karena tidak mengakui Penyaliban,kepasturan,dan di haramkannya babi untuk di makan. Padahal Barnabas adalah Murid pertama yang paling akrab dengan Isa Al-Masih.

Ketika itu injil-injil tulisan murid-murid Yesus di samarkan dan di palsukan isi ajaran dan kemurniannya bekisar 60%. Bahkan ada yang mengatakan bahwa injil-injil tersebut di bakar dan di pendam dalam tanah namun injil Barnabas terselamatkan atas kehendak Allah. Tapi tak lama kemudian pihak gereja paulus membuat injil versi mereka sendiri. Paulus memalsukan sebagian ajaran isa. Semenjak itulah injil barnabas tidak lagi di percaya sehingga di anggap sesat oleh pihak Gereja dan Paulus. Namun Allah mengirimkan nabi Akhir Zaman Muhammad SAW sebagai penyempurna agama Tuhan dan kitab-kitab terdahulu. Nabi Muhammad SAW  yang telah lahir setelah beberapa ratusan tahun kemudian setelah Yesus ada maka mulailah orang-orang kafir meminta Bukti kepada beliau untuk menunjukan bahwa beliau benar-benar seorang Rasul.

Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan di hadapan banyak orang-orang kafir yang menyaksikan saat itu adalah bukti bahwa beliau benar-benar di utus sebagai seorang Nabi Akhir Zaman.

Image From NASA

Semoga hal itu akan semakin menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan Allah SWT dan kerasulan nabi Muhammad SAW.
Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah Saw hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad Saw untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.” 
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an:
 ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2).

Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman:
“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)

Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof.Dr.Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, ” Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.

Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar. Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.
Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?” Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:”Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…” Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu?

Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan? ” Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.” Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, ” Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!” Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, ” Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, ‘Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu.

Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran Islam.
Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

PADA MASA NABI IBRAHIM (ABRAHAM)
WAJIB BERKHITAN

Melaksanakan Khitan adalah Wajib bagi umat beragama Islam.  Seperti dalam kisah Nabi Ibrahim berikut ini :
Nabiahim a.s. melaksanakan pada usia 99 tahun sebagian riwayat lagi mengatakan bahwa beliau dikhitan pada usia 80 tahun. Sedangkan Ismail di khitan pada usia 13 tahun. Syariat khitan dilaksanakan sejak zaman Nabi Ibrahim, yaitu ketika beliau sudah berusia lanjut.

Dalam kitab Injil Barnabas disebutkan sebagai berikut:
"Adapun adanya peraturan khitan disebabkan dulu Nabi Adam a.s. berdosa memakan buah larangan Allah SWT. (buah khuldi) beliau bernazar, apabila dosanya diampuni tuhan (Allah SWT.) beliau akan memotong sebagian dagingnya. Setelah tobat Adam diterima dan diampuni dosanya, kemudian Malaikat menunjukkan daging yang seharusnya dipotong, yaitu daging yang dipotong untuk dikhitan."

Sampai sekarang kaum yang melaksanakan Khitan adalah Umat Muslim. Dan khitan telah menjadi syari'at agama Islam.

MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim datang menjumpainya. Allah mengisahkannya di dalam Al-Qur’an:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ibrahim datang menjumpai anaknya untuk menyampaikan perintah Allah agar menyembelihnya. Bisakah kalian bayangkan teman-teman? Setelah menunggu bertahun-tahun, Nabi Ibrahim baru dikaruniai anak di usia tuanya. Lalu beliau diperintahkan untuk meninggalkan anak dan isterinya di suatu tempat asing yang jauh darinya dan tidak berpenghuni. Meskipun sangat besar kecintaan beliau kepada keluarganya, namun beliau seorang yang teguh dan taat terhadap perintah Allah. Tidak sedikitpun beliau bergeming, bahkan bersegera ketika Allah memerintahkannya.

Nabi Ismail pun menjawab:

Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliu berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail. Allah memujinya di dalam Al-Qur’an:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam [19] : 54)

Allah melanjutkan kisahnya di dalam Al-Qur’an:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS Ash-Shafaat [37] : 103)

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107)

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Lalu Allah menggantikan dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang besar berwarna putih, bermata bagus, bertanduk serta diikat dengan rumput samurah.

MELAKSANAKAN IBADAH HAJI

Selanjutnya Allah Swt memerintahkan kepada Ibrahim untuk membangun Ka’bah pada posisi Qubah yang telah Allah turunkan kepada Nabi Adam. Tetapi Ibrahim tidak mengetahui posisi Qubah itu. Qubah tersebut telah diangkat kembali oleh Allah ketika banjir besar menimpa bumi pada masa Nabi Nuh as. Kemudian Allah Swt mengutus Jibril as untuk menunjukan kembali kepada Ibrahim posisi Ka’bah. Jibril datang membawa beberapa komponen Ka’bah dari surga. Pemuda Ismail membantu ayahandanya mengangkat batu-batu dari bukit.

Kemudian ayah dan anak itu bekerja membangun Ka’bah sampai ketinggian tujuh hasta. Jibril lalu menunjukan kepada mereka posisi “Hajar Aswad”. Ibrahim meletakkan Hajar Aswad pada posisi semula. Lalu Ibrahim membuatkan dua pintu Ka’bah. Pintu pertama terbuka ke timur dan kedua terbuka ke barat.

Ketika selesai pembangunan Ka’bah, Ibrahim dan Ismail melakukan Ibadah Haji. Pada tanggal 8 Zulhijah, Jibril turun menemui dan menyampaikan pesan kepada Ibrahim. Jibril meminta Ibrahim mendistribusikan air Zamzam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Maka hari itu disebut dengan hari “Tarwiyah” (pendistribusian air). Setelah selesai pembangunan Baitullah dan pendistribusian air tersebut, maka Ibrahim pun
berdoa kepada Allah. Doa ini tercantum di dalam Al-Qur’an. Allah swt berfirman :

Dan ingatlah, ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman : “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al-Baqarah : 126).

Sejak itu, kaum Muslimin melaksanakan Ibadah haji untuk berziarah ke Ka’bah setiap tahun. Ini mengikuti risalah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, serta risalah para nabi dan rasul setelah keduanya. Ibadah suci ini berlangsung terus seperti pelaksanaan yang pernah dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail. Namun pada periode tokoh Mekkah ‘Amar bin Luhay, ibadah haji mulai terkotori dengan kehadiran patung dan berhala.

KESIMPULAN:

Hingga saat ini kaum yang melaksanakan Qurban serta mewajibkan Khitan dan Haji adalah Umat Muslim. Ibadah Haji Dan Khitan (Sunnat) telah menjadi syari'at agama Islam.
Sedangkan Khitan, Berqurban dan Haji sudah dianjurkan dan diwajibkan untuk kaumnya dimasa itu, yaitu sudah dimulai pada zaman Nabi Ibrahim (Abraham), jauh sebelum Nabi Muhammad SAW di lahirkan.

Sedangkan kaum Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Nasrani yang menyatakan diri sebagai Agama tertua justru tidak mewajibkan umatnya untuk Khitan, Berqurban dan Haji. Padahal sebelum agama mereka ada, hukum diwajibkanya untuk Khitan, Berqurban dan Haji sudah dilakukan oleh Nabi-nabi terdahulu, karena Nabi yang terdahulu Agamanya adalah Muslim.

Didalam Al-qur’an surat At-taubah ayat 30 di jelaskan bahwa “ sesungguhnya Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair itu anak Allah dan Kristen mengatakan Isa anak Maria Itu Putra Allah.
Demikian ucapan mereka ,mereka meniru perkataan Orang-orang kafir terdahulu( di laknati allah) sehingga membuat mereka berpaling kepadaNYA”.

Dari ayat ini kita bisa simpulkan bahwa Kristen dan Yahudi dulunya adalah Agama Muslim juga, namun ajaran mereka di simpangkan dan di samarkan oleh manusia terdahulu. Mereka di kutuk allah karena mereka mengatakan bahwa uzair dan Yesus anak Allah. Agama Hindu dan Buddha dulunya juga termasuk agama Islam, tapi kenyataanya sekarang ini Hindu dan Buddha Pun Tuhannya juga menyerupai Manusia.

Krisna adalah Tuhan agama Hindu yang awalnya dia adalah manusia biasa Yang terlahir dari anak Manusia dan diapun sudah tiada alias meninggal dunia.
Begitupun Juga  sidharta Gautama Buddha( Tuhan Buddha) yang yang terlahir dari anak manusia namun setelah dia meninggal dunia maka Patungnya pun di buat dan disembah layaknya Tuhan.

Menurut Arman Jhen charles Bahwa Jauh sebelum Hindu di lahirkan agama yang lebih dulu Muncul adalah agama Zoroaster (Muslim) yang merupakan agama turun-temurun dari zaman Nabi Nuh yang merupakan agama Islam Kuno( agama allah terdahulu) atau Ulama Islam banyak yang mengatakan bahwa agama Islam di mulai dari zaman Nabi Adam yang merupakan Manusia pertama  yang hidup di bumi, namun pada waktu itu agama Islam belum sempurna. Ajaran Islam baru sempurna setelah Lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Perhatikan baik –baik konsep ketuhanan Agama zoroster berikut ini.

Kitab Awesta Buku Kitab Yasna pasal 31 ayat 7-11, "Tuhan adalah sang pecipta maha besar, tidak memiliki anak dan orang tua.’’
ini pun sangat mirip dengan Al-Ikhlas Konsep ketuhanan agama Islam dalam surat al-Iklash ayat :3 yang berbunyi :
Allah tidak beranak dan tidak pula di peranakkan”.

Jadi agama Yang paling tertua di dunia sebelum Hindu,Buddha Yahudi, dan Kristen adalah agama ISLAM namun saat itu agama Islam belum sempurna ajaran. Agama allah terdahulu banyak yang di simpangkan ajarannya,Tuhan agama Hindu,Kristen,Buddha ,Yahudi,dan Kristen ternyata bisa di lukiskan dan di gambar serta di patungkan.
Padahal Allah mengajarkan bahwa dirinya Maha GAIB ( tidak dapat dilihat). Perkataan orang-orang Kristen dan Yahudi yang menganggap Isa dan uzair anak Tuhan ternyata perkataan tersebut pun meniru perkataan Orang-Orang Kafir terdahulu bahkan Orang-orang kafir terdahulu pun menyamakan Allah dengan manusia "Makhluk ciptaan Tuhan".

Kita bisa Pikirkan bahwa Tuhan Krisna,Buddha,Bunda MARIA ,dan Yesus ternyata Tuhan mereka menyerupai manusia dan bisa di gambarkan. Jadi agama Tertua bukan Hindu yang selama Ini di klaim oleh sejarah sebagai agama tertua melainkan agama tertua tersebut adalah Agama ISLAM.

Agama Islam bukan menjiplak ajaran-ajaran agama Allah terdahulu tetapi Allah mengutus Muhammad dengan sengaja Untuk menyempurnakan agama Muslim terdahulu yang banyak di simpangkan oleh kaum Yahuda , dan sebagian di palsukan ajaran Allah oleh nenek Moyang manusia Yang telah ada sejak Zaman Lalu.

Wallahu'alam bisshowab

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo