Tentara Tar-tar ( Bangsa Mongol ) tidak mampu mengalahkan dan menguasai Jawa

Perseteruan Mongol dan Jawa nggak terjadi begitu saja melainkan ada pemicunya. Hal ini sebenarnya diawali dari sikap sok gagahnya Mongol yang mengirim utusan ke Jawa, tepatnya kerajaan Singasari kala itu. Si utusan Mongol ini menyampaikan pesan Kubilai Khan tentang Jawa yang harus tunduk kepadanya dan juga memberi upeti sebagai tanda menyerahkan diri.


Raja Singasari ketika itu yang bernama Kertanegara, ngamuk sejadi-jadinya. Ia menganggap apa yang dikatakan si utusan ini kurang ajar sekali dan sangat merendahkan dirinya. Kertanegara tanpa ampun kemudian mengiris telinga si utusan ini lalu mengatakan kalau ia menantang Mongol. Si utusan ini kemudian ditendang keluar dan disuruh pergi untuk menyampaikan pesan balik dari Kertanegara kepada Kubilai Khan.

Kemarahan Kubilai Khan

Selang beberapa waktu datanglah si utusan tadi dengan kondisi miris seperti itu ke hadapan Kubilai. Setelah mendengar kronologinya, marahlah si penguasa Mongol ini sampai ke ubun-ubunnya. Nggak pakai lama, kemudian Kubilai menyuruh tiga jenderal terbaiknya untuk datang ke Jawa dengan tujuan menguasai serta menggantung Kertanegara.
Tiga jenderal dan 30 ribu prajurit yang diangkut seribu kapal ini tiba di Jawa. Tanpa banyak basa-basi kemudian mereka langsung bergerak menuju jantung Singasari dan memburu yang namanya Kertanegara.

Keberhasilan Mongol Menumpas Kerajaan Kediri

Ketika sampai di Singasari prajurit Mongol tidak mendapati Kertanegara. Yang ada justru Jayakatwang Raja Kediri, raja pengganti Kertanegara. Tapi, bagi mereka pun sama saja. Akhirnya terjadilah pertempuran hebat antara Mongol dan KEDIRI. Peperangan ini berhasil dimenangkan pihak Mongol.

Sebenarnya Mongol bisa menang lantaran mereka mendapatkan bantuan dari Raden Wijaya. Raden Wijaya memberikan bantuan berupa petunjuk arah serta strategi-strategi khusus, sehingga Mongol berhasil mengalahkan Jayakatwang. Perlu diketahui, alasan kenapa Raden Wijaya membantu Mongol tak lain karena Jayakatwang telah membunuh Kertanegara yang notabene adalah junjungannya.

Kebusukan Raden Wijaya Membuat Mongol Kocar-Kacir

Setelah menang melawan Jayakatwang, Raden Wijaya pamit kepada para jenderal Mongol yang ketika itu sedang berpesta pora. Raden Wijaya mengatakan ingin kembali untuk mempersiapkan upeti dan gadis-gadis cantik sebagai simbol penyerahan diri dan kaumnya. Mongol percaya saja dengan ini, namun Raden Wijaya harus didampingi 200 pasukan Tar-tar itu.

Kemudian rombongan ini pun melakukan perjalanan ke Desa Majapahit. Lalu ketika sampai di sebuah tempat, secara tiba-tiba Raden Wijaya menyuruh pasukannya untuk menumpas tentara-tentara Mongol ini. Taktik ini berhasil dan kemudian tanpa ampun Raden Wijaya langsung balik arah dan menyerang pasukan Mongol yang tengah berpesta itu.

Kepergian Pasukan Mongol dan Berdirinya Majapahit

Raden Wijaya begitu bergegas kembali ke barak-barak Mongol beserta ribuan tentaranya. Kemudian setelah sampai, tanpa ampun ia menyerang Mongol yang tak siap itu karena sedang berpesta besar. Begitu mendadak serangan yang diterima, Mongol pun tak siap. Akhirnya terbantailah sekitar tiga ribu tentara tar-tar ini.

Mongol tak punya pilihan selain mundur, apalagi Raden Wijaya begitu trengginas dalam memburu mereka. Dengan susah payah akhirnya pasukan Mongol beserta jenderal-jenderalnya berhasil menaiki kapal mereka dan berlayar menjauhi Jawa. Dengan perasaan malu dan marah pasukan Mongol ini meratapi kekalahan terbesar mereka sepanjang sejarah.

Baca juga Sejarah kekuasaan Bangsa Mongolia

Belum ada Komentar untuk "Tentara Tar-tar ( Bangsa Mongol ) tidak mampu mengalahkan dan menguasai Jawa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel