Social Items



      Dengan meletusnya peristiwa G 30 S/PKI di Jakarta dengan gerakan penculikan dan pembunuhan terhadap para Jendral, maka KODIM 0809 Kediri bersama dengan satuan-satuan lainnya mengadakan penumpasan terhadap pemberontak dan oknum-oknum maupun gerakan-gerakan gerombolan PKI antara lain :

  1. Pada Oktober 1965 dengan mendapat bantuan pasukan satu peleton dibawah pimpinan PELTU SATIR telah menumpas gerombolan PKI di Desa DUWET. Kecamatan Wates, gerombolan PKI tersebut telah melakukan teror serta pembunuhan terhadap seorang aktivis PNI dan selanjutnya akan mengadakan gerakan ke Wates, gerombolan PKI yang berkekuatan kurang lebih 50 orang berseragam hitam dengan bersenjata Tombak, Pedang, Ketepil berpeluru besi dan lain-lain melakukan konsentrasi di Desa Duwet. PELETON SATIR setelah berhadapan dengan gerombolan PKI ini, memerintahkan agar pimpinannya menghadap Komandan PELETON, tetapi tidak mau mengindahkan perintah, bahkan melarikan diri, maka terpaksa PELETON SATIR melepaskan tembakan, pengejaran dan penangkapan terhadap gerombolan tersebut dengan hasil 5 orang gerombolan mati.
  2. Pada saat itu gerombolan PKI yang melakukan kosentrasi di Desa PRANGGANG dikepung dan dihancurkan oleh satuan dari KO BRIGIF 16, dalam penghancuran ini beberapa gerombolan mati dan beberapa ditawan.
  3. Disamping operasi-operasi Militer tersebut diatas dilakukan pula penangkapan terhadap tokoh serta oknum PKI diseluruh Instansi Militer, Sipil maupun tokoh mereka yang berada di desa-desa, dalam pembersihan G.30 S/PKI ini pada awalnya BANSER (NU) dan BANRA (PNI) selalu membantu aparatur Pemerintah.
  4. Pada tahun 1966 massa BANSER (Barisan serba guna NU) melakukan gerakan pembersihan terhadap kekuatan PKI di Kota Kediri, gerakan diawali terlebih dahulu berkumpul di Alun-alun Kediri, dari Alun-Alun massa BANSER menuju ke Timur terus menuju kantor PKI di desa Banjaran, ternyata di Kantor PKI tersebut telah berkumpul puluhan masa PKI, sehingga terjadilah pertempuran antara massa Banser massa PKI ini, akhirnya massa PKI melarikan diri dengan meninggalkan korban beberapa orang dan kantornya dibakar oleh massa Banser. Sepanjang perjalanan dari Alun-alun menuju Kantor PKI di Banjaran massa Banser juga melakukan pengrusakan terhadap rumah – rumah oknum PKI. Tokoh-tokoh Banser yang ikut gerakan ini antara lain BINTORO dan OBET.

Pristiwa PKI berakhir di Kediri



      Dengan meletusnya peristiwa G 30 S/PKI di Jakarta dengan gerakan penculikan dan pembunuhan terhadap para Jendral, maka KODIM 0809 Kediri bersama dengan satuan-satuan lainnya mengadakan penumpasan terhadap pemberontak dan oknum-oknum maupun gerakan-gerakan gerombolan PKI antara lain :

  1. Pada Oktober 1965 dengan mendapat bantuan pasukan satu peleton dibawah pimpinan PELTU SATIR telah menumpas gerombolan PKI di Desa DUWET. Kecamatan Wates, gerombolan PKI tersebut telah melakukan teror serta pembunuhan terhadap seorang aktivis PNI dan selanjutnya akan mengadakan gerakan ke Wates, gerombolan PKI yang berkekuatan kurang lebih 50 orang berseragam hitam dengan bersenjata Tombak, Pedang, Ketepil berpeluru besi dan lain-lain melakukan konsentrasi di Desa Duwet. PELETON SATIR setelah berhadapan dengan gerombolan PKI ini, memerintahkan agar pimpinannya menghadap Komandan PELETON, tetapi tidak mau mengindahkan perintah, bahkan melarikan diri, maka terpaksa PELETON SATIR melepaskan tembakan, pengejaran dan penangkapan terhadap gerombolan tersebut dengan hasil 5 orang gerombolan mati.
  2. Pada saat itu gerombolan PKI yang melakukan kosentrasi di Desa PRANGGANG dikepung dan dihancurkan oleh satuan dari KO BRIGIF 16, dalam penghancuran ini beberapa gerombolan mati dan beberapa ditawan.
  3. Disamping operasi-operasi Militer tersebut diatas dilakukan pula penangkapan terhadap tokoh serta oknum PKI diseluruh Instansi Militer, Sipil maupun tokoh mereka yang berada di desa-desa, dalam pembersihan G.30 S/PKI ini pada awalnya BANSER (NU) dan BANRA (PNI) selalu membantu aparatur Pemerintah.
  4. Pada tahun 1966 massa BANSER (Barisan serba guna NU) melakukan gerakan pembersihan terhadap kekuatan PKI di Kota Kediri, gerakan diawali terlebih dahulu berkumpul di Alun-alun Kediri, dari Alun-Alun massa BANSER menuju ke Timur terus menuju kantor PKI di desa Banjaran, ternyata di Kantor PKI tersebut telah berkumpul puluhan masa PKI, sehingga terjadilah pertempuran antara massa Banser massa PKI ini, akhirnya massa PKI melarikan diri dengan meninggalkan korban beberapa orang dan kantornya dibakar oleh massa Banser. Sepanjang perjalanan dari Alun-alun menuju Kantor PKI di Banjaran massa Banser juga melakukan pengrusakan terhadap rumah – rumah oknum PKI. Tokoh-tokoh Banser yang ikut gerakan ini antara lain BINTORO dan OBET.

No comments