Showing posts with label faidah Malam Lailatul Qodar. Show all posts
Showing posts with label faidah Malam Lailatul Qodar. Show all posts

Monday, June 11, 2018

Inilah Manfaat Silaturahmi Saat Lebaran (Hari Raya idul Fitri)

Silaturahim adalah bagian dari akhlak yang sangat mulia. Silaturahmi Dianjurkan dan diseru oleh agama Islam yang tercinta ini. Dan juga diingatkan untuk tidak memutus silaturahmi tersebut.


Allah Ta’ala telah menyeru kepada hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam beberapa ayat dalam Kitab Suci Al-Qur’an.

Dalil Al-Qur’an mengenai pentingnya dan manfaat menyambung tali silaturahmi itu adalah sebagai berikut:

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa 4:1)

Sedangkan dalil hadist dengan keutamaan silaturahmi adalah Sabda Rasulullah SAW yang artinya:

Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud).

Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud).

Manfaat keutamaan dan pahala bersilaturahmi yaitu:

Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya menceritakan akan salah satu dari sekian banyak keutamaan silaturahmi bagi seorang mukmin dan muslim yaitu :

Dari Abu Hurairah ra beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi” (HR Bukhari Muslim).

Sesungguhnya pahala menyambung silaturahmi lebih besar daripada ganjaran dan pahala memerdekakan seorang budak.

Dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi SAW sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata:

Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?” Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.” (HR Bukhari Muslim).

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi.” (Mutafaqun alaihi).

Sungguh dalam silaturahmi dan menyambung silaturahmi ini terkandung hikmah dan manfaat yang luar biasa bila kita jalankan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadist).

Termasuk ketika kita nantinya memasuki bulan Syawal. Manfaatkanlah kebaikan bulan syawal untuk memulai menyambung silaturahmi yang terputus. Begitu besar manfaat silaturahmi di bulan syawal idul fitri juga bertepatan dengan Idul fitri.

Berikut beberapa manfaat dan Keutamaan silaturahmi yang dapat kita lakukan :

  • Mendapatkan Ridha dari Allah SWT

Memang banyak manfaat yang terkandung didalam islam dari silaturahmi. Rosullullah adalah panutan sejati, ketika ingin berdakwah dan mengajarkan agama islam ke seluruh umat di dunia, beliau bersilaturahmi terlebih dahulu. Karena silaturahmi akan mendapatkan ridha dari Allah SWT.

  • Orang yang dikunjungi merasa Bahagia

Hal ini memang amat sesuai dengan sabda rosullullah SAW yaitu "amal yang paling utama adalah membuat orang berbahagia".

Sabda rosul ini memberikan inspirasi bagi sebagian besar orang. Sehingga siapapun yang bersilaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri maka akan memberikan kebahagiaan kepada banyak orang.

  • Menjauhkan Diri dari Setan

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa setan itu akan muncul dengan berbagai cara. Seperti halnya ketika tidak mau bersilaturahmi ketika hari raya idul fitri. Setan akan terus menggoda manusia yang tidak sadar dengan manfaat silaturahmi itu sendiri. Sehingga bersilaturahmi di hari raya idul fitri adalah cara yang tepat untuk menjauhkan diri dari Setan.

  • Memperpanjang usia

Ini adalah salah satu hal yang paling di ketahui oleh banyak orang. Memperpanjang usia dengan bersilaturahmi ini terbukti dengan baik, saat anda bersilaturahmi kepada kerabat anda, dan anda mendapatkan hal baru dan pengalaman baru, maka hidup anda akan jauh lebih baik. Hal inilah menjadi tukar dan menukar pengalaman, sehingga untuk memperpanjang usia dengan cara bersilaturahmi adalah hal yang paling baik.

  • Memupuk Rasa Cinta

Meningkatkan Rasa kebersamaan dan kekeluargaan dan mempererat tali persaudaraan adalah hal yang poling dapat untuk memupuk rasa cinta. Sehingga jika silarutahmi tilakukan di hari raya idul fitri maka akan mendapatkan manfaat yang begitu besar, dan rasa cinta terhadap keluarga akan sangat besar.

Wallohua'lam Bisshowab

Friday, May 18, 2018

Inilah 10 Perkara yang Batalkan Puasa dan Hal yang Mengurangi Pahala Puasa

Hal yang membatalkan puasa adalah perkara yang dapat membuat puasa tidak sah atau batal sekaligus tidak mendapatkan pahala atau sama halnya dengan tidak berpuasa.

Kuwaluhan.com

Berikut ini hal-hal yang dapat membatalkan puasa :

1. Makan Dan Minum Disengaja

Memasukan benda baik berupa makanan atau minuman atau benda lain kedalam mulut atau salah satu dari lubang lain dalam anggota tubuh secara sengaja yang menyebabkan makanan atau benda tersebut masuk kedalam perut (lambung) tidak termasuk jika tidak disengaja.

2. Jima’ (Bersetubuh)

Melakukan jima’ siang hari dengan sengaja baik dengan istri atau suami termasuk dengan siapapun baik keluar mani atau tidak maka puasanya batal.

Bagi mereka yang berniat puasa pada malam harinya lalu pada siang harinya melakukan hal itu maka diwajibkan :

  • Meng-qadha (mengganti) dan membayar kafarat dengan memerdekakan budak sebagai hukuman yang setara, jika tidak mampumampu
  • Meng puasa diluar bulan ramadhan selama 2 bulan berturut-turut, jika tidak mampu
  • Membayar fidyah untuk 60 orang fakir miskin, jika tidak mampuTetap menjadi tanggungan dan wajib membayar setelah mampu

3. Mengeluarkan Mani Dengan Sengaja

Mengeluarkan dengan sengaja misalnya dipelintir-pelintir, berhayal yang disengaja sampai keluar sperma dapat membatalkan puasa, tidak termasuk jika bermimpi

4. Muntah Disengaja

Muntah disengaja seperti memasukan jari kedalam kerongkongan agar muntah, tapi tidak termasuk muntah karena sakit atau mabuk perjalanan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa yang tidak sengaja muntah, ia tidak diwajibkan selama puasa, dan barang siapa yang sengaja terjadi maka wajib wajib puasa".

5. Haid Dan Nifas

Bag wanita yang sedang haid atau nifas (melahirkan) tidak diperbolehkan puasa sampai sampai bersih dari haidnya.

Diriwayatkan oleh Aisyah, haid dibatalkan puasa, dan wanita yang masih mampu, Wajib menggantinya. “Kami (kaum perempuan) diperintahkan menggantikan puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk menggantikan shalat yang ditinggalkan”. (HR Muslim)

6. Memasukkan Jarum suntik

Masukan suatu hal dalam tubuh melalui jarum suntik yang bertujuan untuk mengenyangkan, biasa membatalkan puasa, namun ada beda pendapat tentang hal ini.

7. Gila (hilang akal sehat)

Orang yang mengalami kegilaan tidak diwajibkan berpuasa, jika sedang berpuasa lalu tiba-tiba mengalami gila puasanya batal

8. Memasukan Benda melalui Kubul dan Dhubur

Sengaja memasukan benda padat atau cair melalui kedua lubang (dubur atau qubul) dapat membatalkan puasa, sebaiknya hindari buang angin didalam air yang bisa menyebabkan air masuk

9. Menghisab asap rokok Dengan Sengaja

Saat melaksanakan puasa lalu merokok maka batal puasanya, karena asab rokok termasuk benda (ain) yang bisa masuk kedalam lambung keculi mencium wangi-wangian.

10. Murtad  (keluar dari agama Islam)

Puasa Ramadhan adalah kewajiban Muslim, pencipta yang mengingkari Allah sebagai Tuhan Yang Maha Satu, atau tidak lagi menganut Islam, kewajban itu terhapus dan puasanya tidak sah.

Suatu Hal Yang Mengurangi Pahala Puasa

  • Mengucapkan kata-kata dusta atau bohong.
  • Menggunjing (membicarakan kejelekan orang lain), adu domba dsb.
  • Memberi kesaksian tidak benar (palsu).
  • Mengucapkan kata-kata kotor atau keji, sumpah serapah, ungkapan kotor akibat marah.
  • Mengucapkan kata-kata yang tidak membwa manfaat.
  • Ucapan lantang (teriakan), adu mulut dalam pertikaian.
  • Berbuat hasud (dengki) yang dapat merugikan orang lain.
  • Melihat perempuan lalu timbul nafsu.
  • Mencium perempuan bukan muhrimnya.
  • Melakukan pencurian dan sebagainya.
  • Marah tidak bisa menahan emosi.
Wallohua'lam Bisshowab

Wednesday, May 10, 2017

Keistimewaan Malam Lailatul Qodar pada bulan Ramadhan

Semua umat Muslim di Dunia pasti sangat menginginkan bisa mendapatkan Malam Lailatul Qodar yang terdapat pada bulan Suci Ramadhan, karena pada malam tersebut berbuat kebaikan pahalanya dilipat gandakan terutama dalam hal Ibadah.dan yang paling ISTIMEWA adalah doa yang MUSTAJAB pada malam tersebut.

Berikut ini adalah penjelasan tentang keutamaan dan Kemuliyaan Malam Lailatul Qodar :

- Lailatul Qadar Adalah Waktu
Diturunkannya Alqur’an

Seperti yang dikatakan Abdullah Bin Abbas, “Allah menurunkan Alqur’an sekaligus secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Alqur’an diturunkan Allah secara terpisah pada Rasulullah selama 23 tahun sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi.” (Tafsir Ibnu Katsir)

- Lailatul Qadar Lebih Utama Dari 1000 Bulan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Lailatul Qadar itu lebih utama dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3).

Seperti yang dikatakan An Nakho’i
 “Amalan di malam lailatul qadar lebih utama daripada amalan di 1000 bulan.
Kemudian Imam Qotadah, Imam Mujahid beserta ulama lainnya menyepakati bahwa yang dimaksud lebih baik daripada seribu bulan yang disebutkan oleh An Nakho’i adalah solat beserta amala-amalan lainnya yang dilakukan pada malam Lailatul Qodar memiliki keutamaan atau lebih utama daripada shalat, puasa atau amalan laainnya yang dilakukan di malam-malam 1000 bulan lainya yang bukan malam atau tidak terdapat Lailatul Qadar. (Zaadul Masir).

- Lailatul Qadar Adalah Malam Penuh Keberkahan

Allah SWT berfirman,

إ ِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Yang artinya “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).

Oleh sebagian besar ulama disepakati yang dimaksud malam penuh berkah ini ialah malam “Lailatul Qadar” hal ini sudah menunjukkan betapa malam tersebut dipenuhi dengan keistimewaan.

- Di Malam Lailatul Qadar Malaikat dan Juga Ar Ruuh -Malaikat Jibril- Akan Turun

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4).

Apa yang telah difirmankan Allah ini mengartikan betapa istimewanya malam Lailatul Qadar, dimana pada malam tersebut akan ada banyak malaikat yang turun ke Bumi karena banyaknya keberkahan dan raahmat yang diturunkan pada malam yang hanya datang satu kali dalam setahun.

Sepertihalnya saat maikan turun begitu ada seseorang yang membcakan ayat0ayat Alqura, mengitari mereka yang melafatkat kalimat dzikir, serta meletakkan sayap-sayapnya pada mereka yang mencari atau menuntut ilmu, lantarann mereka oleh para malait sangat digungkan (Tafsir Ibnu Katsir).

- Lailatul Qadar Disifati Dengan ‘Salaam’

Apa yang dimaksud ‘Salam’ seperti yang dijelaskan dalam  Ayat ialah,

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

“Malam itu (Lailatul Qadar) penuh kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5)

Seperti dijelaskan Mujahid (Tafsir Ibnu Katsir) dimana dikatakan pada malam tersebut setan tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak dapat menggangu yang lainnya. Kata ‘Salam’ juga dapat diartikan malam keselamatan, sebab dimalam tersebut banyak orang selamat dari hukuman dan siksa lantaran mereka melakukan perbuatan kebaikan karena Allah.

- Lailatul Qadar Adalah Malam Dicatatnya Takdir Tahunan

Allah Ta’ala berfirman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Di malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).

Seperti diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama lainnya, dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan yang dimaksud takdir tahunan ialah pada malam Lailatul Qodar penulisan takdir di lauhul mahfudh akan dirinci, serta akan dicatat mengenai ketentua rizqi dan ajal seseorang.

Akan tetapi perlu dicatat sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullah- dalam Syarh Shahih Muslim dijelaskan bahwa catatan takdir tahunan tersebut sebelumnya sudah didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Nantinya takdir ini akan diperlihatkan kepada malaikat agar diketahui oleh malaikat. Sehingga malaikat bisa menjalankan tugasnya seperti yang sudah diperintahkan oleh Allah kepada mereka.

- Allah Akan Mengampuni Dosa Setiap Orang Yang Menghidupkan “Malam Lailatul Qadar”

Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori)

Dijelaskan oleh Alhafidz Ibnu Hajar Al Asqolani, yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) ialah membenarkan janji Allah yakni memberikan pahala bagi mereka (orang yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan beribadah). Sedangkan yang dimaksud ‘ihtisaaban’ memiliki makna mengharap pahala (dari sisi Allah) atau melakukan ibadah karena mengharapkan mendapat pahala dari Allah dan tidak mengharapkan dari yang lainnya, (Fathul Bari).

Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita dalam menjalankan Ibadah bulan suci Ramadhan terutama pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini dengan berbagai amalan sholih, sehingga kita diberi kemudahan untuk meraih fadhilah dan keistimewaan malam Lailatul Qadar seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT, Amiin Ya Rabbal ‘alamiin....