Showing posts with label Sejarah Bojonegoro. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Bojonegoro. Show all posts

Friday, March 9, 2018

Inilah 9 Tempat Wisata Populer dan Favorit di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Kabupaten Bojonegoro adalah Kabupaten yang  terletak di Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan jawa tengah dimana letak secara geografis sebelah utara berbatasan dengan kota bumi wali yaitu Tuban, sebelah barat dengan Blora, sebelah selatan berbatasan dengan Nganjuk, Madiun dan Ngawi, dan sebelah timur berbatasan dengan Lamongan.

Kabupaten Bojonegoro terkenal dengan yang namanya Masyarakat Samin dimana pada zaman dulu ada sebuah desa di bojonegoro yang menentang apa yang menjadi peraturan Belanda di prakarsai oleh tokoh yang namanya Samin, hasil bumi dll tidak mau di jual ke Belanda mereka lebih baik memakan sendiri hasil bumi mereka dari pada menjual ke Belanda kala itu, perjuangan gigih Masyarakat yamin ini sampai sekarang masih terkenang oleh warga Bojonegoro.

Selain itu di kabupaten ini juga terdapat tempat wisata yang tak kalah dengan Kabupaten lain.
Berikut ini adalah tempat wisata di Bojonegoro yang populer dan perlu anda ketahui

  • Wana Tirta Dander


Wana tirta dander adalah tempat hits di Bojonegoro dimana tempat sangat ramai jika wekend tiba, apa sih yang ada di wana tirta dander kok ramai ? di kawasan wana tirta dander terdapat sebuah arena olahrga bergensi yaitu Golf, ada juga tempat berenang, arena bermain dll sehinga tempat ini ramai dikunjungi warga bojonegoro.

Untuk mencapai lokasi wana tirta ini kalian dapat dengan mudah mencapainya karena angkot dari pusat kota menuju wana tirta dander sudah tersedia dimana jarak dari pusat kota kurang lebih 12km saja, mungkin butuh 20 menit perjalanan dari pusat kota.

  • Waduk Pacal Kedungsumber


Tempat wisata waduk pacal ini adalah peninggalan kolonial Belanda yang di bangun pada tahun 1933, dimana waduk ini di manfaatkan oleh penduduk lokal untuk mencari ikan dan bertambak karena waduk pacal memiliki sumber air yang cukup sehingga warga setempat menpergunakan waduk ini sebagai mata pencarian yaitu bertambak ikan atau mencari ikan di kawasan waduk pancal.

Waduk pacal sendiri berlokasi di Desa Kedungsumber, kec.Temayang, Bojonegoro dimana lokasi persis di jl.raya Bojonegoro- Nganjuk, jika kalian lewat jalan ini pasti melihat waduk pacal.

  • Waduk Gerak Ngringinrejo


Waduk gerak adalah waduk yang membendung aliran bengawan solo yang terletak di trucuk, waduk ini berfungsin sebagai pasukan air warga Bojonegroro, untuk pengairan, untuk menjga ekositem Bengawan solo jika terjadi banjir bisa di minimalisir dari waduk gerak ini. Waduk gerak Bojonegoro ini adalah waduk yang di bangun oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan bantuan dana dari JICA (Japan).

  • Kayangan Api Sendangharjo


Kayangan Api adalah fenomena alam dimana api keluar dari dasar tanah karena keluarnya sebuah gas alam dari dasar bumi. Femomena alam seperti ini jarang terjadi di belahan bumi hanya bisa di hitung dengan jari api abadi seperti ini, api kayangan yang ada di desa sendangharjo ini tidak pernah padam walau hujan menerpa.

  • Museum Rajekwesi


Di museum rejekwesi ini terkenal dengan koleksi gajah purbakala dimana dieprkirakan hidupnya 1k tahun dimana mempunyai fosil yang tersimpan di museum rejekwesi ini berdiamenter panjang 37 cm, lebar 25cm, dan tebal 20cm. Museum rejekwesi berlokasi di Jl.Patimura no.09, Bojonegoro. Jika kalian berkunjung ke Museum Rekewesi kalian bisa belajar mengenai benda-benda klasik zaman dulu dan purbakala serta koleksi lain yang ada di Museum Rejekwesi.

  • Makam Wali Kidangan


Makan wali kidangan adalah makam yang ramai di ziarah oleh warga  untuk memberikan do’a. Di komplek makam wali kidangan sendiri terdapat 3 makan dan sampai saat ini dari 3 makam tersebut yang mana makam Wali Kidangan belum tahu persis yang mana, akan tetapi warga menyakinan antara 3 makan tersebut salah satunya adalah makam wali kidangan.

  • Air Terjun Kedung Maor


Air terjun maor adalah air terjun yang berasal dari waduk pacal dimana jika musum penghujan air terjun ini sangat deras aliranya lain hal jika di musim kemarau debit air menurun. Untuk pergi ke air terjun maour sebaiknya di kala kemarau saja karena aliran kecil dan bisa berenang di gedungnya air terjun.


  • Aie Terjun Clebung Bubulan


Air terjun clebung berlokasi di Bobolan, dimana untuk akses ke air terjun clembung kalian bisa arahkan kendaraan kalian ke wana wisata dander yang sudah terkenal di Bojonegoro dan lanjutkan ke dusun Clebung letak air terjun di dusun ini kalian parkier kendaraan kalian di rumah warga dan lanjutkan menuju air terjun clebung. Air terjun berada di hutan kawasan bobolan dusun clebung.

  • Batu Semar



Batu semar adalah sebuah batu yang sangat besar yang mempunyai berat 80 ton yang di tanam di depan pendopo Kabupaten Bojonegoro dengan lebar 4 m, sisi panjang 4m dan mempunyai ketinggian 3 m. Batu semar ini berasal dari Dusun Bendotan, Krodonan, Gondang awal mula batu ini akan di jadikan sebagai lambang alu-alun dimana mencerminkan warga bojonegoro yang punya tekad dan terus berkarya.

Batu semar ini banyak di jadikan baground oleh para pelancong yang datang ke pendopo Bojonegoro oleh karena itu batus semar menjadi destinasi wajib di kota Bojonegoro.

Itulah beberapa tempat wisata yang cukup populer di kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Wednesday, August 30, 2017

Sejarah Asal Usul Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Pada zaman dahulu Maha Raja Balitung tahun 910 M yang menguasai Jawa Tengah dan Jawa Timur daerah yang sekarang dikenal dengan nama Bojonegoro belumlah ada. Yang ada hanyalah hutan luas yang diimpit oleh pegunungan kapur di sebelah selatan dan utara yang dilewati sungai bengawan solo dan sungai brantas.


Hutan ini baru ditempati kira-kira tahun 1000 masehi oleh orang-orang Keratin Madang Kemulan. Awal mulanya hutan ini diberi nama alas tuo (hutan tua), namun setelah masyarakat imigran dari Jawa Tengah datang, mulailah banyak didirikan desa-desa di sekitar hutan. Diantaranya adalah Desa Gadung, Desa Dander dan sebagainya.

Para pendatang yang mendirikan desa-desa itu membuat masyarakat sendiri berdasarakan hubungan keluarga. Di tiap-tiap masyarakat tersebut terdapat kepala desa. Di antara kepala desa tersebut, ada yang bernama Ki Rahadi yang menguasai Dukuh Randu Gempol. Akibat masuknya kebudayaan hindu yang di terima Ki Rahadi, maka cara pemerintahan yang sedang ia pegang cenderung meniru cara pemerintahan hindu.

Kemudian nama Ki Raharadi di ubah menjadi Rakai Purnawakilan. Dukuh Randu Gempol diubah menjadi Kerajaan Hurandhu Purwo (sekarang tempatnya di Plesungan, Kapas). Beliau mengangkat dirinya sendiri menjadi raja yang mempunyai aliran Syiwa. Kerajaan diperluas dari Gunung Pegat hutan Babatan (sekarang Babat), sampai Purwosari Cepu dan Jatirogo (Tuban) sampai layaknya benteng pertahanan kerajaan. Pusat kerajaan berlokasi di daerah Kedaton (sekarang di daerah Kapas).

Jalan propinsi kota Bojonegoro antara lain ; Jl. Gajah Mada, Dipenogoro, Kartini, AKBP M. Sueroko sampai Jalan Jaksa Agung Suprapto. Jalan-jalan tersebut dulunya masih berupa sungai besar yang sekarang dinamakan Sungai Bengawan Solo yang waktu itu ramai sekali digunakan untuk perdagangan. Dulu, raja senang sekali berburu, dan saat ini tempat yang dulu sering digunakan sebagai tempat berburu raja berada di Desa Padang dan Sumberarum. Kerajaan Hurarandu Purwa musnah bersamaan dengan hilangnya raja rakai pikatan secara turun menurun.

Di awal abad 19, Indonesia berada dibawah kekuasaan pemerintahan Belanda. Di tahun 1824 ada 3 daerah di sekitar b\Bojonegoro yang belum ikut dalam pemerintahan Belanda yaitu daerah:

- Kabupaten Mojoranu (dander) yang dipimpin oleh bupati R.T. Sosrodiningrat.
- Kabupaten Padangan (desa pasinan) yang di pimpin oleh bupati R.T. Prawirogdo
- Kabupaten Baurno (desa kauman) yang dipimpin oleh Bupati R.T. Honggrowikomo


Ketiga bupati di atas, berada di bawah pengawasan Bupati Madiun yang bernama R.T Ronggo yang mewakili Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Waktu itu nama Bojonegoro belum ada. Pemerintahan Belanda menginginkan ketiga kabupaten dijadikan satu dan dibentuk sebuah kabupaten baru yang ikut dalam wilayah pemerintahan Belanda.

Untuk keperluan tersebut, akhirnya tiga bupati di atas diajak bermusyawarah di daerah Padangan. Hal ini terjadi pada tahun 1826. Akan tetapi ketidakhadiran Bupati Mojoranu yaitu R.T Sosrodinigrat yang sedang berpergian ke Desa Cabean di daerah Rejoso Nganjuk, dapat dijadikan alasan untuk mengurungkan niat penggabungan kabupaten tersebut.

Selama perginya Bupati Mojoranu, pemerintahan Kabupaten Mojoranu diserahkan kepada Pateh Demang R. Sumosirjo beserta putra-putrinya yaitu R.M Sosrodilogo, dan R.M Surratin yang waktu itu masih bertempat tinggal di daerah Nganjuk, dan masih belajar agama di daerah Ngithitik.

Keinginan Pemerintahan Belanda untuk menyatukan tiga daerah tersebut akhirnya gagal. Kemudian Pemerintah Belanda memasang rambu-rambu di wilayah Mojoranu, dan membuat sebuah daerah tandingan yang di beri nama Kabupten Rajekwesi, sekaligus membuat penjara. Pemerintahan Belanda mengangkat R.T Purwonegoro menjadi Bupati Rajekwesi yang waktu itu masih berstatus sebagai Bupati Probolinggo, namun hanya untuk semestara. Pusat kabupaten waktu itu berlokasi di daerah Ngumpak Dalem.

Karena pemerintahan R.T Purwonegoro di Rejekwesi tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh Belanda, maka Belanda mengangkat R.T Joyonegoro, anak R.T Purwonegoro untuk menggantikan bapaknya. Di masa pemerintahan Belanda, Kapubaten Mojoranu dianggap tidak ada. Melihat kenyataan yang demikian, R.T Sosrodilogo akhirnya mengadakan hubungan dengan Pangeran Dipenogoro di Mataram.

Disuatu waktu R.T Joyonegoro malihat R.M Suratin, dan R.T Sosrodiningrat sebagai Bupati Mojoranu memakai kebesan kerajaan. Saat itu juga R.M Suratin ditangkap dan dijebloskan ke penjara Rajekwesi. Kejadian itu diketahui R.T Sorodilogo. Setelah berunding dengan Patih Demangan R. Sumodirojo dan Demang Kapoh, maka R.T Sosrodilogo meminta bantuan kepada Pengeran Dipenogoro dari mataram. Akhirnya dikirimlah bala bantuan sebanyak 40 orang.

Kejadian tersebut sengaja di buat hingga akhirnya terjadi peperangan kecil diantara Mojoranu dan Rajekwesi. Ke-40 orang dari Mataram kemudian ditawan dan Pateh Demangan R. Sumodirjo gugur dan dimakamkan di Desa Bendo (kapas). R.T Sosrodilogo juga dimasukan ke penjara dan dituduh sebagai pemberontak. Dipenjara Rajekwesi, R.T Sosrodilogo bertemu dengan adiknya R.M Suratin. Keduanya bekerjasama untuk mengadakan pemberontakan dengan perencanaan yang lebih matang dan rapi.

Akhirnya keduanya bisa lepas dari penjara dan peperangan dimulai kembali. Kabupaten Rajekwesi dikepung dari berbagai arah. Dalam peperangan ini Patih Somodikaran gugur dan dimakamkan di desa yang sekarang disebut Desa Sumodikaran (dander). Kekuatan Kerajaan Rajegwesi melemah. Pasukan Mojoranu terus maju dan mendesak pasukan rajekwesi. Pada akhirnya Rajekwesi pun hancur.

Pemerintahan Belanda mendirikan markas kecil dan pos-pos pertahanan di daerah yang masih mereka kuasai, diantaranya; Rembang Blora. Rajekwesi, Bancar, Jatirogo, Planturan, Babat, Kapas dll. Pasukan Belanda semakin meningkatkan pertahanannya untuk mengimbangi pemberontakan rakyat. Sementara itu pahlawan R.T Sosrodilogo di rajekwesi dan sekitarnya .

Kemenangan Sosrodilogo bersama pengikut merebut rajekwesi akhirnya menimbulkan semangat perlawanan terhadap belanda di daerah lain. Kota Baorno yang diduduki belanda yang berada di perbatasan Surabaya dan tuban meraka kewalahan dan terancam. Pasukan rakyat juga menguasai daerah selatan padangan. Diteruskan kemudian akanmenyerang kota ngawi. Bisa dikatakan diakhiri. Tahun 1827 di daerah rajekwesi di penuhi dengan pemberontakan dan peperangan.

Pahlawan rakyat melawan pemrenthan belnda si awali dari pecahnya oerang di penogoro di mataram pda tahun 1825. R.T Sosrodilogo yang memimpin pasukannya merebut rejekwesi sempat juga di jadikan perwira pasukan kraton Yogyakrata dan pangeran dipenogoro. Perlawanan rakyat juga dialami di kota blora dipimpin oleh Raden Ngabel Tortonoto yang akhirnya menguasai kota blora.

Akhirnya kota rajekwesi dibakar hangus oleh pasukan mojoranu R.T Sosrodilogo bersama pasukannya menguasai semua daerah sekitar kabupaten rejekwesi. Bupati rajekwesi R.T joyonegoro melarikan diri meminta ke bupati sedayu. Sebelum sampai kabupaten sedayu teryata R.T joyonegoro bertemu dengan bupati sedayu di bengawan solo yang sudah siap dengan bala tentaranya yang akan membantu R.T joyonegoro.

Kabupaten sedayu merupakan sekutu rajekwesi yang sama-sama mengakui kekuasaan pemerentahan belanda. Di pinggir daerah rajekwesi bupati sedayu bersama pasukanya mendirikan markas-marakas kecil sementara pasukan lainya diperentah untuk menyerbu kabupaten mojoranu. Sesampai di kabupaten mojoranu pasukan sedayu bertempur dengan pasukan mojoranu. Pasukan sedayu yang berasal dari orang-orang masura dan makasar akhirnya terdesak dan kembali ke markasanya.

Kota rajekwesi akhirnya diduduki oleh R.T Sosrodilogo salah satu kesalahan besar pasukan rakyat adalah setelah mengalami kemenangan dalam peperangan. Banyak dari pasukan itu mau bersenang-senang dahulu sebelum meneruskan peperangan selanjutnya. Hal ini di manfaatkan oleh belanda untuk mengumpulkan dan menata kekuatan kembali.

Bantuan dari belanda mengalir terus menerus ke rembang dan rejekwesi. Pasukan belandaa dari padangan akhirnya dikirim masuk ke kota rajekwesi pasukan rakyat semakin terdesak. mojoranu dapat dikalahkan R.T Sosrodilogo bersama pasukan yang tersisa melarikan diri.

Pada tanggal 26 januari 1828 belanda dapat memasuki kota rajekwesi. R.T Sorodilogo malarikan diri ke arah selatan planturan. Semangat pangikut R.T Sosrodilogo menjadi lemah. Pada tanggal 7 maret 1828 bisa dikatakan pahlawan rakyat di daerah rembang. Rajekwesi dan lain-lain dianggap rampung.

R.T Sosrodilogo bersama saudarannya yaitu raden bagus menjadi buronan oleh pihak belanda. Belanda mengadakan seyembara untuk menangkap kesua orang tersebut. Raden bagus akhirnya diserahkan kepada bupati setempat R.T Sosrodilogo melarikan diri ke jawa tengah dan bergabung dalam peperangan dipenogoro. Namun ahirnya pada tanggal 3 oktober 1828 R.T Sosrodilogo menyerah kepada belanda.

Setelah peperangan usai maka pemerentahan belanda mengundang R.T Sosorodilogo dan bupati sedayu menghadiri pesta besar-besaran (suka-suka bojono) untuk merayakan keberhasilan mengalahkan pasukan mojoranu. Saat itu pula pemerentah belanda mengangkat R.T Joyonegoro menjadi bupati bojonegoro.

Nama kabupaten bojonegoro di ambil untuk menggantikan kerajaan rajekwesi yang sudah hancur. BOJO yang berarti bersenang-senang dalam perayaan tersebut. Sedangkan NEGORO berati Negara. Saat itu pemerentahan belanda dipimpin oleh H. Marcus De Kock dengan perangkat Letnan Gubernur Jendar (1826-1830)

HARI JADI KABUPATEN BOJONEGORO

Pada tanggal 20 Oktober 1677, status Jipang yang sebelumnya adalah kadipaten diubah menjadi kabupaten dengan Wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Tumapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang.

Tanggal ini hingga sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bojonegoro. Tahun 1725, ketika Pakubuwono II (Kasunanan Surakarta) naik tahta, pusat pemerintahan Kabupaten Jipang dipindahkan dari Jipang ke Rajekwesi, sekitar 10 km sebelah selatan kota Bojonegoro sekarang.

Itulah sejarah asal usul kabupaten Bojonegoro, semoga bermanfaat untuk kita semua.