Showing posts with label Dosa Besar Bunuh Diri. Show all posts
Showing posts with label Dosa Besar Bunuh Diri. Show all posts

Thursday, February 8, 2018

Inilah Dosa Besar Pemabuk dan Azabnya di Akhirat dalam Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Agama Islam minuman keras adalah haram hukumnya. Hal ini jelas karena itu adalah sesuatu yang memabukkan yang bisa membuat orang lupa akan segala hal. Peminumnya hanya bisa berkhayal dan lupa diri. Tak jarang, kasus pembunuhan, pemerkosaan dan kejahatan lainnya terjadi karena dipicu oleh minuman keras.


Allah menurunkan masalah minuman keras (arak dan lain-lain) dengan 3 ayat:
Firman-Nya:

"Mereka bertanya padamu mengenai khamar dan judi. Katakanlah; 'Keduanya adalah dosa besar dan beberapa manfaat buat manusia,,, (QS.2 Al Baqarah:219)".

Rasulullah juga melarang kepada umat Islam melakukan minum khamar. Dan siapa saja yang meminum khamar, bukanlah termasuk golongan beriman, kecuali telah melakukan taubat:

 لايزني الزّانى حين يزنى وهو مؤمن، ولايسرق السّارق حين يسرق وهو مؤمن،ولايشرب الخمرحين يشرب وهو مؤمن، ولتّوبة معروضة بعد (رواه البخارى ومسلم) 

Seseorang tidaklah dikatakan beriman ketika sedang menjalankan perbuatan zina; seseorang tidaklah dikatakan beriman ketika sedang minum khamar. Semuanya tidaklah termasuk orang-orang beriman apabila tidak segera melakukan taubat". (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. Mengingatkan kepada segenap kaum muslimin agar jangan sampai meminum khamar. Sebab bagi yang melakukannya atau yang ikut terlibat di dalam urusan minuman keras akan dilaknat oleh Allah swt :

 لعن الله الخمر وشاربها وساقيها وبا ئهما ومبتاعها وعاصرها ومعتصرها وحاملها والمحمولة اليه (رواه مسلم والنسائ) 

Allah melaknat peminum khamar, yang menyuguhkannya, yang menjualnya, yang membelinya, yang membuatnya, yang meyuruh membuat, yang memanggul dan yang menerimanya” (Hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majjah).

Laknat Allah ini akan mengakibatkan orang-orang yang terkena laknat jauh dari rahmat Allah. Kecuali apabila ia melakukan taubat dan takkan mengulangi perbuatannya.

Terdapat sebuah riwayat yang mengatakan bahwa seorang dari Yaman bertanya kepada Rasulullah saw. Mengenai sebuah minuman yang biasa mereka minum di negaranya. Minuman tersebut terbuat dari jagung yang diberi nama al-Mirz. Rasulullah bertanya kepadanya : Apakah minuman tersebut memabukkan?” Lelaki itu menjawab: “Ya”. Kemudian Rasul bersabda:

 كلّ مسكر حرام انّ على الله عزّوجلّ عهدا لمن يشرب المسكر ان يسقية من طينة الخبال، قال يارسول الله وما طينة الخبال قال: عرق اهل النّار اوقال عصارة اهل النّار 

Setiap barang yang memabukkan diharamkan; sesungguhnya Allah telah berjanji akan memberi minuman yang bernama Thinah al-Khabaal kepada orang yang meminum minuman keras”. Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan Thinah al-Khabaal?” Rasulullah menjawab : “Keringatnya ahli neraka atau perasan ahli neraka(Hadits riwayat Muslim dan An-Nasai.)”.

Rasulullah bersabda :

 لايشرب الخمر رجل من أمّتي فيقبل الله منه صلاة أربعين يوما (رواه النسائ) 

Seorang yang meminum khamar dari golonganku, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari” (Hadits riwayat An-Nasai.).

Rasulullah juga bersabda :

 لايدخل الجنّة مد مّن خمر (رواه ابن ماجه) 

Tak akan bisa masuk surga orang yang suka meminum khamar (Hadits riwayat Ibnu Majjah)”.

Rasulullah memberikan perumpamaan terhadap orang yang suka minum khamar di dalam sabdanya :

مد مّن الخمر كعابد وثن (رواه ابن ماجه)

 “Orang yang suka meminum khamar bagaikan pengabdi berhala” (Hadits riwayat Ibnu Majjah).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, bahwa Nabi SAW bersabda,
Ada tiga macam manusia yang tidak masuk surga, peminum arak, pemutus silaturahmi, dan orang yang percaya sihir. Barangsiapa mati sebagai peminum arak, maka Allah memberinya minum dari sungai Ghuthah.

Seorang bertanya, ‘Apa itu sungai Ghuthah?’ Rasul menjawab, ‘Sungai yang mengalir dari kemaluan para pelacur. Para penghuni neraka lain merasa terganggu oleh bau kemaluan mereka’,” (HR. Ahmad dalam Musnad 4/ 399).

Orang Islam ada yang minum arak dan ada yang tidak, bahkan ada pria menjalankan shalat dalam keadaan mabuk. Maka turunlah firman Allah SWT:

"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mendekati shalat dan kamu dalam keadaan mabuk,,, (QS.4 An Nisa:43)".

Orang Islam masih ada yang meminum minuman keras dan ada yang meninggalkan, bahkan Umar RA --saat itu-- masih minum khamar. Dalam keadaan mabuk ia mengambil rahang unta dan dipukulkan ke Abdurrahman bin Auf RA. Ia meratapi para pahlawan yang gugur di medan perang Badar.

Berita ini sampai ke Rasulullah SAW, ia pun keluar dalam keadaan marah sambil menyeret selendangnya dan mengangkat sesuatu dari tangannya lalu memukulkan ke Umar RA dan Umar RA berkata:

"Aku berlindung kepada Allah dari Kemurkaan-Nya dan Kemarahan Rasul-Nya".Kemudian Allah menurunkan firman-Nya: "Sesungguhnya syetan menghendaki agar menjatuhkan kamu dalam permusuhan dan saling membenci sesama kamu disebabkan minum khamar dan berjudi,,, (QS.5 Al Maidah:91)".

Dalam hadits-hadits para ulama menyepakati mengenai haramnya khamar (minuman keras), seperti sabda Nabi SAW:
"Tidak masuk surga orang yang minum arak (minuman keras)".

Sabda Nabi SAW:

"Pertama kali yang dilarang Tuhanku padaku setelah menyembah berhala ialah minuman arak dan bertengkar dengan beberapa lelaki".

Sabda Nabi SAW:

"Tidak ada suatu kaum yang berkumpul meminum minuman keras di dunia, kecuali Allah mengumpulkan mereka di neraka".
Sebagian mereka saling bermusuhan dan mencela. Sebagian mereka ada yang berkata:
"Hai Fulan, semoga Allah tidak membalas kebaikan kepadamu karena saya, sebab kamulah orang yang mendatangkan aku kesini".

Sabda Nabi SAW:

"Barangsiapa yang minum khamar di dunia, maka Allah akan memberikan minuman racun dari ular-ular hitam yang mampu merontokkan daging wajah mereka ke tempat minumannya sebelum sempat meminum. Bila sampai mereka meminum, daging dan kulitnya rontok sampai semua penduduk merasa terganggu. Ingatlah, sesungguhnya ahli minum, pemeras, orang yang minta diperas, pembawa minuman, orang yang menjualnya; semuanya kebagian dosa. Allah tidak akan menerima shalat mereka. puasa atau haji mereka sampai mereka bertobat. Jika mereka mati sebelum tobat, Allah akan memberikan minuman nanah Jahannam sesuai banyak tegukkan yang di minum di dunia. Ingatlah, sesuatu yang memabukkan hukumnya haram dan setiap khamar juga haram".

Dari Abbas bin Mirdas RA:

Ada yang berkata padanya:
"Mengapa kamu tidak minum khamar! Minuman itu akan menambah kesehatan badanmu".
Dia menjawab:
"Aku tidak akan menjatuhkan kebodohanku dengan tanganku sendiri,,,".
Kemudian khamar itu kumasukkan kedalam perutnya. Dan sore harinya, aku benar-benar menjadi orang tolol diantara mereka".

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, melalui Ibnu Umar RA bahwa Nabi SAW bersabda:
"Jauhilah semua yang menjijikkan. Dulu pernah ada pria sebelum kalian semua, ia selalu mengasingkan diri dari kehidupan manusia. Ternyata ada wanita yang jatuh hati padanya. Si wanita mengirim pelayan kesana dan berkata:
"Kami mengundang anda untuk suatu kesaksian".
Pria tersebut mengabulkan. Kemudian ia dibawa masuk oleh si wanita ke dalam suatu kamar dan dikunci. Wanita itu amat cantik, bersih, duduk disampingnya, dilengkapi dengan anak dan gelas yang berisi khamar. Wanita langsung memberi minuman, dan si pria berkata:
"Tambah lagi,,,".
Demikianlah dia minum sampai tidak berhenti-henti (mabuk); akhirnya ia menjimak si wanita dan membunuh si anak kecil. Untuk itu jauhilah minuman keras, karena sungguh, demi Allah! Allah tidak menjatuhkan iman dalam dada seseorang yang mabuk.

Al Kisah Ummu Salamah RA:

(Putrinya sakit ia kemudian membuat obat berupa arak dari perasan kurma), lalu Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat buat umatku dari apa-apa yang sudah Dia haramkan".

Dosa Besar Bunuh Diri dan Azabnya dalam Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Agama Islam, bunuh diri merupakan tindakan terlarang yang sangat dibenci Allah.  Ancaman dosanya pun tidak tanggung-tanggung dan begitu mengerikan. Bahkan dalam hadist dijelaskan bahwa pelaku bunuh diri akan kekal mendekam di neraka jahanam. 


Dalam ajaran Islam, bunuh diri dengan alasan apapun adalah haram. Orang yang melakukan perbuatan ini terancam akan mendapatkan dosa yang sangat besar. Sebab hidup dan matinya seseorang itu berada di tangan Allah SWT dan merupakan karunia dan wewenang dari Allah.

Mengenai bunuh diri, Allah swt. telah berfirman di dalam  Al-Qur’an dalam surat An-Nisa ayat 29-30 yang berbunyi:

وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا. وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنٗا وَظُلۡمٗا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

Artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. An-Nisa': 29-30).

sebagian besar ulama, Ibnu Abbas, Al-Wahidiy menjelaskan maksud dari “ dan janganlah kamu membunuh dirimu “, menafsirkan bahwa janganlah sebagian kamu membunuh sebagian yang lain atau dalam kata lain saling membunuh, karena kita adalah pemeluk agama yang satu dan kita bagaikan satu tubuh.

Sedangkan beberapa ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “ dan janganlah kamu membunuh dirimu “ adalah membunuh diri sendiri atau dalam kata yang singkat bunuh diri.

Pendapat di atas didukung atau didasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad saw. Yang diriwayatkan dari Abu Manshur Muhammad bin Muhammad al-Manshuriy dari’Amru bin Al-‘Ash. Beliau mengatakan: pada satu malam yang dingin, di dalam peperangan Dzatu Salasil, saya mimpi basah. Saya khawatir apabila saya mandi nanti bisa celaka.

Karena itu,saya hanya bertayammum, kemudian mengerjakan sholat shubuh bersama para sahabat yang lain. Kemudian kejadian itu aku ceritakan kepada Nabi. Beliau mengatakan: Wahai ‘Amru, engkau sholat dengan para sahabatmu, sedangkan engkau dalam keadaan junub?.

Maka, saya kemudian menyampaikan kepada beliau alasan sehingga aku tidak mandi wajib. Saya berkata: saya mendengar firman Allah:

وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا

Artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Maka Nabi saw. Pun tertawa dan tidak berkata apapun. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad-Daruquthni dan Al-Hakim, dan di shahihkan oleh Asy-Syaikh dalam Al-lrwa ).

Dalam riwayat hadits tersebut di atas, sahabat ‘Amru bin Al-Ash telah mentakwilkan ayat al-Qur’an dengan kebinasaan dirinya, dan bukan diri orang lain. Dan Nabi Saw. Tidak membantahnya.

Ibnu Abbas menafsirkan lanjutan dari firman Allah di atas, yang artinya: Dan barangsiapa yang berbuat demikian…beliau mengatakan bahwa yang dimaksud dengan berbuat demikian itu adalah semua larangan dari Allah swt. Yang telah diterangkan sejak dari awal surat.

Pendapat dari sebagian ulama mengatakan bahwa hal itu kembali kepada memakan harta orang lain secara batil dan membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah swt.

ADZAB BAGI PELAKU BUNUH DIRI


Diharamkan masuk surga dan kekal di dalam neraka dengan siksa sesuai cara bunuh dirinya.

Jundub bin Abdullah berkata, Nabi saw. Bersabda:

كان فيمن كان قبلكم رجل به جرح فجزع فأخذ سكّينا فحزّ بها يده فما رقأ ادّم حتّى مات قال الله تعالى بادرني عبدي بنفسه حرّمت عليه الجنّة

Artinya: dahulu pada umat sebelum kalian, ada seorang lelaki yang terluka. Dia tidak sabar, kemudian dia mengambil pisau dan ia potong sendiri tangannya. Belum lagi darahnya kering, orang itu pun meninggal dunia. Kemudian Allah ta’ala berkata: hamba-Ku telah mendahului Aku dengan nyawanya, maka aku haramkan baginya Surga. (Shahih HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits yang lain :

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. Bersabda:
"Barangsiapa yang membunuh dirnya dengan benda tajam, maka nanti di jahannam benda it akan ditusuk-tusukkanya ke perutnya dan dia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan racun, maka kelak di jahannam dia akan memegang racun itu dengan tangannya kemudian menghirupnya dan dia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka kelak dia akan terjun ke dalam neraka jahannam dan dia kekal didalamnya". (Shahih. HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat hadits yang lain, Tsabit bin Dlahhak meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:

من قتل نفسه بشيء عذب به في نار جهنّم ولعن المؤمن كقتله ومن رمى مؤمنا بكفر فهو كقتله

Artinya: "Barangiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu maka nanti di akan disiksa dengan sesuatu itu di neraka jahannam. Melaknat seorang mukmin itu sama saja dengan membunuhnya. Dan barangsiapa menuduh seorang mukmin sebagai seorang kafir sama saja dia telah membunuhnya".
D1riwayatkan oleh Al· Bukhari (6105) dan Muslim (110)

Dalam sebuah dalil hadits Shahih juga dijelaskan bahwa ada seorang lelaki yang tidak sabar karena menahan rasa sakit karena luka dari medan perang. Kemudian dia membunuh dirinya sendiri dengan menggunakan matap pedangnya. Kemudian Rasulullah saw. Bersabda:

Dia termasuk penghuni neraka”  (HR. Al·Bukhari Muslim dari Sahal bin Sa'ad)

Allah SWT melarang umatnya untuk melakukan pembunuhan ataupun bunuh diri. Bagi mereka yang melanggarnya akan diancam dengan neraka dan ia akan kekal di dalamnya. Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." [QS. An-Nisa' ayat 29]

"Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." [QS. An-Nisa' ayat 30]

Wallohua'lam Bisshowab