Tampilkan postingan dengan label dialog iblis dengan Rosulalloh SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dialog iblis dengan Rosulalloh SAW. Tampilkan semua postingan
Kata JIN yang berasal dari kata jama' yang artinya tersembunyi. Ibnu Mansur mengatakan bahwa dikatakan jin bahwa mereka tersembunyi dan tidak terlihat oleh kasat mata.


Pada masa zaman dahulu, sebelum ada manusia namun langit dan bumi telah tecipta dan telah dihuni makhluk tertua yakni parasit dan tumbuhan serta binatang.

Maka Alloh SWT telah memulai menciptakan makhluk dari bangsa Jin.

Jika dikonversikan pada temuan saintis, sepertinya itu terjadi pada masa zaman Arkhaikum (Azhoikum) beberapa tahun lalu hingga zaman Paleozoikum-Mesozoikum-Neozoikum yakni pada masa-masa awal adanya kehidupan dibumi dari jenis binatang, tumbuhan termasuk bangsa Jin ini.

1. BANGSA AL-BINN :

Jin pertama diriwayatkan bernama Al-Binn ini diciptakan dari unsur gabungan Kilat (Al-Birquw) dan angin, (asap/mega).

Jika Malaikat tidak berkehidupan seperti manusia, maka Jin ini berkehidupan layaknya seperti manusia, (Tapi bukan golongan manusia), dan mereka berbagai rupa, ada laki-laki ada perempuan, melakukan perkawinan, mempunyai anak keturunan, memakan makanan untuk survive dan berkembang biak serta ada kematian diantara mereka.

Mereka rata-rata memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun dengan populasinya yang sangat cepat, maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.

Pada awal-awal peradabannya, mereka sangat taat beribadah kepada Tuhannya. namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka saling dengki dan timbul persengketaan, terjadi rusuh, saling bertumpah darah, bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi tidak aman.

Kemudian Alloh mengazab jin-Jin yang telah ingkar itu dengan didatangkannya badai angin berapi yang sangat dahsyat yg menyapu dan membinasakan mereka, Sebagian mereka melarikan diri ke goa-goa dataran tinggi dan ke gunung gunung.

Kemudian Alloh SWT mendatangkan balatentara dari makhluk jin lain penguasa lautan yang bernama AL-BANN untuk menyerang Jin bangsa Al-Binn tersebut yg masih tersisa, Dan bangsa Alban berbondong bondong menyerbu daratan dan memeranginya dan bangsa Al-Binn pun kalah dihabisi tanpa sisa.

Dalam satu riwayat, diantara keturunan jin bangsa Al-Binn yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi.

Kemudian setelah itu atas permohonannya kepada Allah maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ia ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya.

Maka dilangit pertama ini ia beribadat hingga 1000 tahun . Kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dilangit kedua ini ia beribadat sampai 1000 tahun dan seterusnya sampai kelangit yang ketujuh .

Jadi jumlah masanya ia beribadat dari mulai bumi sampai ke langit yang ketujuh ialah 8000 tahun. Maka atas berkah rahmat dan karunia Alloh SWT, golongan dari bangsa Al-Binn yang bertaqwa ini dinaikkan pangkatnya mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun” (Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi Allah.

Derajat mulia yang setara dengan golongan Malaikat. Bahkan dari golongan bangsa-bangsa Jin generasi berikutnya, yang bertaqwa dan yang telah mencapai maqam “Al- Muqorrobuun” dari sisi Allah, dikemudian hari ia diangkat menjadi Imam ibadat dan pemimpin-pemimpin batalyon para Malaikat-malaikat yang berada di langit.

Itulah yg disebut sebagai makhluk diluar Malaikat tetapi berderajat Malaikat, termasuk bagi insan manusia yang selalu taat dan taqwa kpd Tuhannya, maka akan dapat mencapai posisi yg mulia ini.

2. BANGSA AL-BANN :

Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Binn yang durhaka dan kafir dimusnahkan, maka kemudian Jin bangsa Al-bann yang tadinya penguasa lautan raya ini menggantikan kekuasaan bangsa Al-Binn di muka bumi.

Sama dengan Jin sebelumnya, maka bangsa Al-bann ini jg berkehidupan layaknya seperti manusia, berbagai rupa, ada laki-laki ada perempuan, butuh kawin,punya anak butuh makan dan berkembang biak.

Memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun, populasinya juga sangat cepat, maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.

Pada awal-awal masa kemenangannya berperang dan memusnahkan bangsa Al-Binn, mereka hidup sangat taat beribadah kepada Tuhannya.

Namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka sangat rakus dan saling dengki dan timbul persengketaan diantara mereka. Terjadi rusuh, saling bertumpah darah, bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi kacau kembali. Kemudian bumi mengadu kepada Alloh bahwa ia keberatan tanahnya selalu dikotori dengan pertumpahan darah makhluk-Nya dan selalu membuat kerusakan.

Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk Jin lain bernama AL-JANN yg tercipta dari bahan api, dan kemudian memerangi Jin Al-bann tersebut hingga Bangsa Alban kalah dan musnah.

Sama dengan riwayat sebelumnya, diantara keturunan jin bangsa Al-Bann yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah  selama ribuan tahun di bumi . Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya, kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh.

Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun .Kemudian, golongan dari bangsa Al-Bann yg bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun”(Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).

3. BANGSA AL-JANN :

Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Bann yang durhaka dan kafir ini dimusnahkan oleh bangsa Al-Jann, Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk lain dari bangsa Jin bernama AL-JANN yang tercipta dari bahan api, dan kemudian Al-jann menguasai bumi untuk kesekian kali.

Jin Aljan ini juga makhluk yang pada masa awalnya selalu beribadah dan taat menyembah pada Alloh Ta’ala, yang juga berkehidupan layaknya seperti manusia,berbagai rupa, ada laki-laki ada perempuan, butuh kawin, punya anak butuh makan dan berkembang biak.

Lama kelaman memenuhi bumi daratan dan saling bersengketa saling bunuh membunuh hingga peperangan besar yg membuat bumi kembali rusuh tidak aman terjadinya kerusakan dimuka bumi. Kembali Al-jann kafir lagi terhadap Tuhannya,

4. BANGSA NAHABIR DAN NAHAMIR.

Setelah seluruh bangsa-bangsa Jin yang menguasai bumi yang akhirnya selalu berakhir durhaka pada Tuhannya, maka kali yang terakhir Dia menjadikan bangsa Jin bernama Nahabir dan Nahamir untuk menguasai bumi menggantikan Al-Jann.

Riwayat dan nasibnya sama dengan makhluk-makhluk bangsa Jin sebelumnya yakni, Selalu berakhir dengan kesesatan dan kedurhakaan.

Maka kali ini Tuhan membinasakan generasi AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR dengan memerintahkan bala tentara malaikat, hingga peradaban Al-JANN, NAHABIR DAN NAHAMIR musnah dihabisi malaikat.

Sama dengan riwayat sebelumnya, diantara keturunan jin bangsa AL JANN, NAHABIR DAN NAHAMIR yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi.

Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya, kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh .Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun.

Kemudian, golongan dari bangsa AL-JANN, NAHABIR DAN NAHAMIR yang bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun” (Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).

Pada akhirnya bumi kosong tak berpenghuni makhluk yang disematkan 2 (dua) unsur Nafs itu, selama jutaan tahun, (disebut bumi mati/kosong dlm keadaan rusak porak poranda bekas azab dari langit akibat kedurhakaan makhluk-makhluk penghuninya masa silam.

Maka, pada masa itu,Tuhan berkehendak menghidupkan kembali bumi dari matinya/kosongnya.

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِہَآ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَسۡمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”. (QS.16. An Nahl:65)

Ayat senada pada (QS. 30. Ar Ruum:24).

 وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَيُحۡىِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَعۡقِلُونَ

“…….dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya”.

Perhatikan kalimat “Wayunazzilu minassyama’I ma’an fayuhyi bihil ardho ba’da mautihaa…”

Maka ayat-ayat ini bermulti tafsir/ganda, tidak hanya pada zaman sekarang ketika terjadi kemarau,tetapi juga yang bermakna sebagai bumi yg pernah mati, artinya tidak ada kehidupan diatasnya karena sesuatu bencana yg memusnahkan makhluk diatasnya.

Maka keadaan bumi yang mati/kosong itu kemudian sampai pada masa zaman Pleistosen sejak 6 jutaan tahun lalu hingga sekitar 1.808.000 tahun yang lalu.

Maka Alloh SWT menghidupkan bumi kembali sesudah matinya itu untuk dihuni species hewan raksasa dan buas seperti species Dynosaurus, tersebut.

Untuk kemudian menjelang diciptakannya Manusia pertama, sepertinya Tuhan telah mempersiapkan alam dunia (bumi) sebagai hunian bagi Adam dan keturunannya, maka kemudian bumi itu “dibersihkan” dari specis binatang buas, yakni dengan terjadinya hujan meteor yang menghanguskan daratan bumi dan memusnahkan seluruh hewan-hewan besar dan buas tersebut karena Tuhan berkehendak menciptakan makhluk golongan baru bernama “Al-Insan” atau manusia, sang Khalifah baru di muka bumi dalam masa tak lama lagi.

RIWAYAT LAIN

Sebelum nabi adam turun kebumi, diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa Jin yang dikelompokan menjadi dua yakni Abalzan dan Banulzan.

Dua kelompok ini terus bertempur dan tidak pernah bersahabat, kemudian para malaikat bertanya kepada Allah, apakah Allah akan menciptakan seorang khalifah yang saling menumpahkan darah? Maka Allah memerintahkan Azazil untuk memimpin para malaikat untuk menaklukan Abalzan dan Banuzan di bumi ini, dan setelah ditaklukan Allah menciptakan nabi Adam as.

Para ulama sepakat bahwa para Jin berasal dari satu nenek moyang yang bernama Iblis, sedangkan nama lain dari iblis atau setan adalah ‘Azzazil.

Sebagaimana yang disabdakan Rosullullah SAW yang artinya: Diriwayatkan dari Al Baihaqi dan ibnu Hatim dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rosullullah SAW bersabda yang artinya:

Dahulu iblis namanya adalah ‘Azzazil, dia adalah termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia yang memiliki empat sayap, kemudian dia durhaka setelah itu”

Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya dan ditiupkan kepadanya ruh dan akal, akan tetapi malaikat tidak diberikan syahwat oleh karena itu malaikat tidak makan, tidak minum, tidak beristri dan tidak pula tidur. Hidup malaikat semata-mata hanyalah melaksanakan perintah Allah SWT dan senantiasa taat kepada Allah.

Sedangkan BANUZAN diciptakan Allah dari Api. Mereka makan, mereka minum dan mereka memiliki istri serta memiliki keturunan layaknya manusia.

Namun pada kenyataanya Banuzan yang paling awal diciptakan Allah berbuat sombong dan sekaligus membangkang terhadap perintah Allah SWT, mereka tidak mau bersujut kepada Adam, sekaligus semua malaikat sujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan.

Sebagaimana yang diceritakan Allah dalam salah satu firmannya:

 “Allah bertanya kepada Iblis, Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu aku menyuruhmu?” iblis menjawab: “Saya lebih baik dari adam, Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah, maka Allah SWT mengeluarkan Iblis dari surga.” (QS. Al A’raf:13)

Sesudah iblis dikeluarkan dari surga, maka iblis diminta kepada Allah agar umurnya dipanjangkan hingga datangnya hari kiamat, iblis mengancam kepada nabi Adam dan anak cucunya, mereka akan dibujuk agar keluar dari jalan Allah yang benar hingga tidak ada yang taat kepada Allah SWT.

Inilah wujud ketaatan yang Allah minta kepada seluruh ciptaan-Nya apabila Allah sudah tetapkan maka taatilah walaupun ketetapan itu bertentangn dengan kemauan kita. Itulah sejatinya iblis yang tidak terima karena diciptakannya manusia yang kemudian dimuliakan oleh Allah, padahal hanya terbuat dari tanah.

Iblis sengaja melakukan berbagai cara menggoda manusia dari berbagai arah, baik dari arah kiri, kanan, depan dan belakang sampai mengikuti bujuk dan rayuannya, hinnga menjadi temannya dan bersama-sama masuk kedalam neraka

Karena itu Allah memberikan perjanjian kepada Adam dan ank cucunya, siapa yang mengikuti tingkah laku iblis berarti dia akan menjadi temannya dan nanti dia akan aku masukan kedalam neraka yakni tempat iblis dan teman-temannya.

Sebagaiman yang dijelaskan dalm Al-quran, Allah SWT berfirman yang artinya:

Dia menjawab, karena Engkau telah menghukum kami tersesat, maka kami akan benar-benar (menghalangi) mereka dari jalan (Agama) Engkau yang lurus,” (QS. Al A’raf: 16)

Maka berhati-hatilah dari golongan Banulzan dan Abalzan, Jin iblis dan keturunannya yang terkutuk yang akan menggoda kita dan masuk kedalam neraka.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Asal usul Penciptaan Bangsa Jin dan Iblis dalam Islam

Penciptaan Nabi Adam as dan Siti Hawa menjadi sejarah nyata bagi kehidupan seluruh umat di dunia. Jejak-jejak keberadaan dua makhluk pertama di dunia ini dapat kita jumpai di beberapa tempat. Salah satunya di Jabal Rahmah. berjarak 12 Km dari Masjidil Haram di Kota Makkah itu.


Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Makkah Arab Saudi. Sesuai dengan namanya, Jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang.

Sesuai dengan namanya, bukit ini di yakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam as dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari surga oleh Allah SWT selama bertahun-tahun setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi yang terlarang.

Konon berdasarkan cerita ahli sejarah, Nabi Adam as diturunkan di negeri India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah SWT mereka dipertemukan di bukit ini. Setelah ratusan tahun terpisah akibat melanggar larangan Allah SWT sehingga diturunkan ke dunia dari surga.

Doa Nabi Adam as diabadikan dalam Al Quran Surah Al-A'raaf.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A'raaf.:23)

Pertemuan Nabi Adam as dan Siti Hawa di Padang Arafah ini dapat disebut sebuah kisah cinta abadi, kisah pencarian kasih sayang yang berujung pada kebahagiaan. Padang Arafah menjadi saksi sejarah bagaimana Nabi Adam as selama ratusan tahun mencari isterinya setelah diusir dari Surga.

Dalam penyesalan Nabi Adam ketika ia diturunkan ke bumi, di tempat yang terpisah dengan istri tercinta, Hawa. Terpisah oleh tempat yang sangat jauh. Rasa sepi dan rindu yang begitu luar biasa. Mereka terpisah cukup lama. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa mereka terpisah selama 500 tahun, dan ada yang menyebut 300 tahun. Namun, ada juga yang menyatakan bahwa mereka terpisah selama 40 tahun.

Setelah saling mencari sekian lama, dengan petunjuk Allah Swt. dan bimbingan dari Malaikat Jibril, Nabi Adam dan Hawa akhirnya dipertemukan di Jabal Rahmah, di Padang Arafah. Jabal Rahmah terletak di sebelah timur Padang Arafah, sekitar 20 km dari pusat kota Makkah. Sesuai dengan namanya, "jabal" berarti bukit atau gunung, sedangkan "rahmah" berarti kasih sayang. Dengan kata lain, Jabal Rahmah adalah gunung kasih sayang yang menjadi tempat dipertemukannya kembali nenek moyang manusia di bumi.

Pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Padang Arafah bisa dikatakan sebuah kisah cinta abadi, kisah pencarian kasih sayang yang berujung pada kebahagiaan. Padang Arafah menjadi saksi sejarah bagaimana Nabi Adam selama ratusan tahun mencari istrinya setelah diusir dari surga.

Itulah monumen cinta pertama peradaban kemanusiaan yang disimbolkan dengan sebuah tugu di Padang Arafah. Pertemuan mereka di Padang Arafah ini kemudian menjadi puncak ibadah haji, seluruh umat muslim berkumpul dan berdiam diri di sana pada tanggal 9 Dzulhijjah. Arafah adalah simbol suci sebuah ritual perjalanan rohani kepada Allah Swt. yang menggenapkan rukun Islam.

Berkumpulnya jamaah haji di Jabal Rahmah juga bisa menjadi sebuah perenungan untuk mengingat kembali bagaimana Nabi Adam bersuka cinta dalam pertemuan dengan istrinya setelah lama terpisah. Inilah sebuah kisah romantisme monumental dalam perjalanan hidup manusia di dunia saat.

Selain itu, umat Islam bisa merenungkan betapa besar dan luar biasa kasih sayang Allah Swt. kepada umat manusia. Jabal Rahmah menjadi saksi betapa kasih sayang Allah tak terhitung. Bahkan, ketika Nabi Adam melanggar larangan-Nya setelah bertaubat dan diampuni. Ini dinyatakan dalam firman-Nya berikut:

"Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. al-A'raaf [7]: 23).

Setelah dipertemukan kembali dengan istrinya, Hawa, di Jabal Rahman, Nabi Adam membina keluarga dan melahirkan 20 pasang kembar putra-putri. Anak Nabi Adam yang sering disebut di antaranya ialah Qabil dan Iqlima serta Habil dan Labuda. Saat keempat anaknya ini dewasa, Nabi Adam mendapat petunjuk dari Allah Swt. untuk menikahkan anak-anaknya ini secara bersilangan, yaitu Qabil dengan Labuda dan Habil dengan Iqlima. Namun, Qabil menolak karena Iqlima lebih rupawan dibanding Labuda.

Atas petunjuk Allah Swt, Nabi Adam menyuruh kedua putranya untuk berkurban. Dan, barang siapa kurbannya diterima, maka dialah yang berhak memilih jodohnya. Habil kemudian mempersembahkan kambing kesayangannya, sedangkan Qabil menyerahkan sekarung gandum yang paling jelek yang dimiliki. Maka, Allah Swt. menerima kurban Habil. Namun, Qabil "berontak", dan malah membunuh saudaranya, Habil. Inilah peristiwa pembunuhan pertama yang terjadi di bumi. 3 Peristiwa ini dikisahkan dalam ayat berikut:

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka, diterima dari salah seorang dan mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). la (Qabil) berkata, 'Aku pasti membunuhmu!' Berkata Habil, 'Sesungguhnya, Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Maa'idah [5]: 27)

Nabi Adam diperkirakan hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM). Namun, riwayat yang mengatakan bahwa ia berusia 1.000 tahun. Sebuah hadits menyebutkan, pada akhir hidupnya, Nabi Adam merindukan untuk memakan buah surga. Setelah wafat, ia dimakamkan India, menurut pendapat yang lain di Makkah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa ia dimakamkan di Baitul Maqdis.

Itulah monumen cinta pertama peradaban kemanusiaan yang disimbolkan sebuah tugu di Padang Arafah. Setelah pertemuan ini, Nabi Adam as dan Siti Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunanya sampai sekarang.

Untuk menuju puncak tempat ini, kita bisa menempuhnya sekitar 15 menit dari dasar bukit. Bukit batu ini berada pada ketinggian kurang lebih enam puluh lima meter yang puncaknya menjulang. Di bukit ini terdapat sebuah monumen yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya 8 meter.

Menuju puncak bukit ini pemerintah setempat telah membangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menikmatinya. Infrastruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 undakan menuju puncak tugu.

Untuk dapat mencapai tugu di Jabal Rahmah, seseorang harus bersedia untuk naik ke puncak dengan cara menaiki tangga sedikit melingkar yang cukup panjang. Oleh Pemerintah Arab Saudi tangga tersebut sengaja dibuat untuk memudahkan jamaah naik menuju tugu yang berbentuk kerucut dengan di cat sebagian warna hitam sebelah bawah dan sebagian warna putih sebelah atas.

“Dengan adanya tangga tersebut akan sangat memudahkan bisa menapak sampai bukit untuk berdoa dan memegang tugu tersebut,” katanya. Kondisi tugu itu sendiri, khususnya yang dicat hitam penuh dengan coretan nama-nama orang.

Dari bukit ini kita bisa menyaksikan hamparan padang Arafah yang setiap tahunnya dipadati oleh jamaah dari seluruh penjuru dunia ketika musim haji tiba. Juga dapat menyaksikan matahari yang terbit atau juga sinar jingga yang mengiringi saat menjelang terbenamnya matahari.

Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad saw tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam surah Al-Maidah:

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu."(QS. Al-Maidah : 3)

Turunnya ayat ini membuat para sahabat bersedih, sebab mereka merasa akan kehilangan Rasulullah dan tak berapa lama kemudian, Rasulullah saw dipanggil menghadap oleh Allah SWT.

TEMPAT BERDOA

Salah satu bukit bersejarah ini tak pernah dilewatkan oleh jama’ah haji atau umrah dari seluruh penjuru dunia. Mereka selalu menyempatkan diri untuk shalat dan memanjatkan doa ketika sudah sampai disana.

Mereka meyakini, tempat ini sebagai tempat suci untuk menungkapkan keinginan dan hajat mereka terkait dengan keluarga. Misalnya ingin mendapat jodoh, dikarunia anak yang sholeh dan sholehah, atau berdoa agar keluarga yang dibangun Sakinah Mawaddah Warahmah.

Pada saat musim haji tempat ini tidak pernah sepi dikunjungi seluruh jamaah untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Kisah Pertemuan Nabi Adam dengan Hawa, Menurut Islam

Sebelum manusia diciptakan oleh Alloh SWT, alam semesta ini sudah dihuni oleh makhluk dari golongan jin, Malaikat dan Iblis. Bagi golongan Jin dan Iblis, Mereka dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Di antara mereka ada yang beribadah dan ada yang tidak, walaupun Allah mewajibkan mereka beribadah menyembahNya.

Alloh SWT. berfirman:

 “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)


Awalnya Iblis termasuk makhluk yang begitu taat kepada Allah SWT.
Iblis menjadi penjaga surga selama 40.000 tahun, pernah hidup bersama Malaikat selama 80.000 tahun, kemudian oleh Allah subhanahu wata'ala Iblis diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun, menjadi pemimpin Malaikat Karuubiyyin selama 30.000 tahun, menjadi pemimpin Malaikat Ruhaniyyin selama 1000 tahun, Ia mengelilingi ’arsy selama 14.000 tahun.

Ketaatan iblis pada Allah subhanahu wata'ala ini telah tersohor di seluruh alam :

-Di langit pertama nama Iblis terkenal dengan sebutan Al ‘Abid ( ahli ibadah.)

-Di langit kedua nama Iblis terkenal dengan sebutan Az Zahid ( tidak suka dunia).

-Di langit ketiga nama Iblis terkenal dengan sebutan Al ’Arif (berpengalaman).

-Di langit keempat nama Iblis terkenal dengan sebutan Al Waliy (penolong).

-Di langit kelima nama Iblis terkenal dengan sebutan At Taqiy ( takut pada Allah subhanahu wata'ala).

-Di langit keenam nama Iblis terkenal dengan sebutan Al Khozin ( menjadi pengawal).

-Di langit ketujuh nama Iblis terkenal dengan sebutan Al ’Azaazil.

-Di Lauhil Mahfudh namanya dikenal dengan sebutan Iblis.


Dia menolak melaksanakan perintah Allah Subhanahu wata'ala untuk bersujud kepada Adam karena kesombongannya.
Sejak saat itulah Iblis dijadikan simbol dari kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri. Sifat-sifat inilah yang kemudian ditularkan oleh iblis agar tersesat dari jalan Allah Subhanahu wata'ala.

Dialog Iblis Dengan Rasulullah

Allah Subhanahu wata'ala telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya.

Hikmatnya adalah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata,

"Hai Iblis Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah harus engkau jawab dengan sebenar-benarnya.
Jika engkau berdusta walau satu kata pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan siksaan yang sangat keras."

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan.
Maka segeralah dia menghadap Rasulullah dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 lembar, panjangnya seperti ekor sapi.
Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Maka sambut Iblis ( alaihilaknat ),

"Ya Rasulullah ! Mengapa engkau tidak mejawab salamku?
Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"
Maka jawab Nabi dengan marah,
"Hai Aduwullah seteru Allah !
Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu?
Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga keluar dari surga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil karena hasutanmu, Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud shalat sampai dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai istrinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu".

"Hai Iblis!
Sebenarnya salam itu sangat mulia disisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah.
Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, setan dan jin yang menyamar diri.
Apa kehendakmu datang menemuiku?"

Jawaban Iblis:

"Ya Nabi Allah!
Janganlah engkau marah.
Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku.
Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam sampai akhir zaman.
Ya Nabi Allah, Setiap apa yang engkau tanya, aku siap menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya."

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata,
"Ya Rasulullah!
Jika aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. "

Mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menanyakan segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majelis ini dan menjadi perisai bagi seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"

Jawab Iblis :

"Ya Nabi Allah!
Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku dimuka bumi ini."

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan.

Sambung Iblis:

"Ya Khatamul Anbiya!
Adapun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.
Aku cabut iktikad/niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran agar mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka ke kafir, murtad atau munafik.
Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"

Jawab Iblis :

"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya sampai mengeluarkan benih yang salah sifatnya.
Aku goda semua manusia supaya meninggalkan shalat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda dari emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya agar hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara pria dan perempuan.
Di sana aku lepaskan sebesar-besar godaan untuk hilang peraturan dan minum arak.
Bila terminum arak itu maka hilanglah akal, pikiran dan malunya.
Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasrat dengki sampai ke pekerjaan zina.
Bila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Bila mereka teringat akan salah mereka lalu ingin bertobat atau berbuat amal ibadah, Aku akan rayu mereka agar mereka menangguhkannya.
Bertambah keras aku goda agar menambahkan maksiat dan mengambil istri orang.
Kapan kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya.
Kapan pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat.Demikianlah aku goda mereka setiap saat. "

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Mengapa engkau bersusah payah?"

Jawab Iblis :

"Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar juga.
Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya.
Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi.
Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah sehingga.,,, hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah.
Lalu Allah menciptakan pria (Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada pria itu, kecuali aku yang ingkar.
Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan kelam.
Aku merasa sakit hati.
Kemudian Allah menjadikan Adam raja di surga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari, Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari surga ke dunia.
Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Arafah), sampai mereka mendapatkan beberapa orang anak.
Kemudian kami hasut anaknya Qabil untuk membunuh saudaranya Habil.
Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan surga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.

Tetapi ketika kamu lahir ke dunia ini, maka aku tidak diizinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit.
Jika aku bersikeras juga ingin naik, maka malaikat akan melontarkan panah dari api yang menyala.
Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu.
Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"

Jawab Iblis :

"Pertama sekali aku palingkan iktikad/niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, kata, perilaku atau hatinya.
Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala.
Lama-kelamaan mereka akan terjerumusmengikut kemauan jalanku"

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Jika umatku sholat karenaAllah, bagaimana keadaanmu?"

Jawab Iblis :

"Sebesar-besarnya kesusahanku.
Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku.
Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan rakaatnya, khawatir pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, selalu ingin cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya, matanya selalu menjeling ke kirikanan, telinganya senantiasa mendengar orang berbicara dan suara bunyi yang lain.
Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang shalat itu agar dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa ingin cepat habis sholatnya, itu semua menyebabkan kurangnya pahala.
Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"

Jawab Iblis :

"Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"

Jawab Iblis:

"Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?"

Jawab Iblis :

"Ya Rasulullah!
Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.
Bila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita.
Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampuni segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang sangat besar dan tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa.
Yang menghancurkan hatiku adalah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan untuk orang yang berpuasa.
Satu lagi kemuliaan orang berpuasa adalah dimerdekakan pada setiap waktu dari siksa neraka.
Bahkan semua pintu neraka ditutup sementara semua pintu surga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang sangat lembut ke dalam surga.
Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, setan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai dan dimasukkan ke bawah bumi yang sangat dalam.
Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami.
Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. "

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"

Jawab Iblis:

"Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar-besar seteruku.
Tidak ada upayaku melawannya dan tidak satu tipu daya yang dapat masuk ke mereka.
Karena engkau sendiri telah berkata :
"Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."

Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu.
Dia begitu percaya padamu sampai dia menjadi wazirul A'zam.
Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.
Bahkan dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Baca juga Sejarah Kholifah Abu Bakar As-Shiddiq

Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama.
Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut.
Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar bisa menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.

Baca selengkapnya Kholifah Umar bin Khattab

Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangatmalu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahirrahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."

Baca juga Tentang Kholifah Usman bin Affan

Ali Abi Thalib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya.
Jika iblis, setan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah kaum yang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya ke atas berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah'dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya."
Bahkan dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."

Baca selengkapnya Kholifah Ali bin Abi Tholib

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis :

"Umatmu itu ada tiga macam.
Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasehat kepada manusia agar mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangan seperti kata Jibril was," Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat."
Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah.
Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan.
Yang ketiga umatmu seperti Firaun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat.
Maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku.
Jadi dia senantiasa khawatir kepada dunia dan tidak ingin menuntut ilmu, tidak waktu beramal ibadah, tidak akan mengeluarkan zakat, miskin ingin beribadah.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan saat diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya.
Kapan umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa khawatir akan hartanya dan sebagian asyik ingin merebut dunia harta, berbicara besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Siapa yang serupa dengan engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Siapa yang mencahayakan muka engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Apakah rahasia engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis :

"Jika seorang Islam pergi buang air besar dan tidak membaca doa pelindung setan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis :

"Jika umatmu ingin bersetubuh dengan istrinya dan membaca doa pelindung setan, maka larilah aku dari mereka.
Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan istrinya, dan bercampurlah benihku dengan benih istrinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan suka pada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka.
Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri.
Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan dari.
Meskipun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Dengan jalan apa dapat menolak tipudaya engkau?"

Jawab Iblis :

"Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesalakan perbuatannya. Bila marah segeralah mengambil air wudhu ', maka padamlah marahnya."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"

Jawab Iblis :

Pria dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari.
Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Siapakah saudara kamu?"

Jawab Iblis :

"Orang yang tidur meniarap/telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi.
Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar.
Demikian juga pada waktu zuhur, ashar, maghrib dan isya ', aku beratkan hatinya untuk sholat."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang,banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Apakah yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yangduduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang taat kepada kedua orang tuanya, mendengar katamereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'surga itu di bawah tapak kaki ibu'"

IBLIS MENANGIS

Dalam Kitab Al Jami' Li Ahkam Al Qur'an karya Imam Al Qurthubi dijelaskan bahwa ada 3 hal yang bisa menyebabkan iblis menangis dengan keras diantaranya :

1. Ketika diturunkannya Surat Al Fatihah, yang mana surat ini adalah surat yang paling utama di dalam Al Qur'an.

2. Ketika dilahirkannya Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihinwa sallam makhluk yang paling mulia sejagad raya.
Karena berkat bimbingan Beliau, orang yang sudah memiliki dosa setumpuk gunung bisa terhapus dosanya hanya dengan mengucapkan syahadat saja.

3. Ucapan salam, ternyata ucapan salam dari seorang mukmin ke mukmin lainnya juga bisa membuat iblis menangis dengan kerasnya. Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya iblis yang terkutuk itu akan menangis padasaat seorang mukmin bersalam dan dia (iblis) berkata, "Aduh, celakanya, kedua mukmin itu tidak akan berpisah melainkan akan diampuni dosa-dosanya."

KISAH IBLIS INGIN BERTAUBAT

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa sesungguhnya Iblis telah datang berjumpa dengan Nabi Musa a.s. dan berkata :
"Wahai Musa, engkau adalah seorang yang telah diutus oleh Allah subhanahu wata'ala, dan Dia telah berkata-kata denganmu secara langsung."

Kemudian Nabi Musa a.s. berkata :

"Memang benar apa yang kamu kata, kamu ini siapa dan apa yang kamu mau dariku?"

Lalu berkata Iblis :

"Aku adalah Iblis! Wahai Musa aku mau kamu tolong katakan kepada Tuhanmu bahwa seorang makhluk-Nya ingin minta taubat kepadaNya"

Lalu Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah s.w.t. dan menyampaikan apa yang diucap oleh Iblis, kemudian Allah Subhanahu wata'ala pun menurunkan wahyu yang bermaksud :
"Wahai Musa, katakan padanya bahwa sesungguhnya Aku berkenan menerima permohonannya itu dengan syarat harus terlebih dahulu dia (Iblis) sujud di kubur Adam, kalau dia mau sujud maka aku bersedia mengampuni segala dosanya."

Setelah Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah subhanahu wata'ala maka Nabi Musa a.s. pun terus memberitahu Iblis tentang apa yang telah Allah perintahkan.

Setelah selesai Nabi Musa a.s. memberitahu segala perintah Allah subhanahu wata'ala makadengan sombong dan congkak Iblis berkata :
"Wahai Musa, aku tidak sujud pada Adam ketika ia hidup di surga, bagaimana aku hendak sujud padanya sesudah dia mati."

Begitulah sifat sombong Iblis yang tetap dengan kedekiannya, walaupun dia tahu bahwa api neraka itu akan memakannya tapi dia tetap tidak mau beriman kepada Allah subhanahu wata'ala

Dalam sebuah hadis menerangkan bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala, mengeluarkan Iblis dari neraka setiap 1000 tahun sekali, dan mengeluarkan Adam a.s. dari syurga, serta memerintahkan Iblis supaya sujud kepada Adam A.S.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Dialog Iblis dengan Nabi MUHAMMAD SAW