Tampilkan postingan dengan label Kisah Dewi Srikandi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Dewi Srikandi. Tampilkan semua postingan
Kuwaluhan.com

Radha adalah putri Vrishbhanu gurjar. Ia adalah raja Suchandra di kehidupan sebelumnya. Suchandra dan istrinya telah memperoleh anugerah dari dewa Brahma bahwa di saat Dwapara yuga , dewi Lakshmi akan lahir sebagai putri mereka dalam bentuk Radha. Raja dan Ratu Suchendra Kalavati dilahirkan kembali sebagai Vrishbhanu dan Kirtikumari dan dewi Lakshmi menjelma sebagai Radha .

Dikatakan bahwa saat Radha lahir, ia tidak mau membuka matanya. Kemudian Sri Narada Muni datang menemui Vrishbhanu dan memberitahunya , "Gadis ini adalah penjelmaan dewi keberuntungan. Ia hanya akan membuka matanya jika penjelmaan dari suaminya hadir di hadapannya. Pertemukanlah ia dengan putra Nanda.

Setelah mereka bertemu maka keberuntungan dan kebahagiaan akan selalu menyertai dunia ini. Dan rawatlah ia layaknya engkau merawat dunia." Sesuai dengan saran Narada Muni itu, Vrishbhanu merawat Radha dengan cinta dan kasih sayang.

Nanda yang tinggal di desa terdekat berteman dengan Vrishbanu. Setelah festival Holi ; Vrishbanu pergi ke Gokul untuk bertemu Nanda. Vrishbanu mengajak serta Radha yang masih bayi dan masih tidak mau membuka matanya.

Vrishbanu yang sedang menggendong Radha bertatap muka dengan Nanda yang juga sedang menggendong Krishna. Saat itulah Radha dengan seketika membuka matanya dan melihat Krishna yang ada di hadapannya. Pertemuan ini adalah pertemuan pertama Radha dan Krishna.

HUBUNGAN CINTA RADHA DENGAN KRISHNA

Cinta Radha terhadap Krishna merupakan cinta spriritual. Cinta dan pengabdian Radha kepada Krishna melebihi cinta dan pengabdian material. Cinta Radha merupakan cinta yang tulus tanpa memandang status apapun. Bagi Radha, Krishna adalah kehidupannya. Bagi Krishna, Radha adalah jiwanya. Itulah sebabnya dikatakan, " Atma Tu Radhika Tasya " ( Radha , Engkau adalah jiwa-Nya ). Radha menempatkan dirinya sebagai seorang pemuja/penyembah Krishna dan dalam bentuk kedua dia adalah pemuja yang dikhususkan oleh Krishna. Vrishbhanu adalah inkarnasi parsial Dewa Vishnu sementara ibunya Kalavati adalah inkarnasi parsial Dewi Laksmi.

Dalam Brihad - Gautamiya Tantra , Radha digambarkan sebagai berikut : " Srimati Radharani adalah mitra langsung dari Sri Krishna. Dia adalah tokoh sentral untuk semua dewi keberuntungan. Dia memiliki semua daya tarik untuk menarik keberuntungan dan kebahagiaan."

Dalam pikiran Radha hanya ada Krishna. Setiap tindakannya akan dipersembahkan kepada Krishna. Krishna pun membalas dengan menyatukan jiwanya dengan Radha. Kemanapun Radha pergi akan selalu diikuti oleh Krishna. "Aku tidak akan pergi dari mu. Engkau dan aku adalah Satu. Kemanapun engkau pergi. Dimanapun namamu disebutkan, namaku akan ada dibelakangmu." Oleh sebab itu, kita semua mengenal nama "Radha Krishna" bukan "Krishna Radha".

KRISNA MENINGGALKAN VRINDAVAN

Dalam berbagai sumber di kisahkan apa yang terjadi kepada Radha ketika Krishna meninggalkan Vrindavan dan tinggal di Mathura. Dalam sumber2 tersebut menjelaskan hal yang berbeda2. Ada yang menjelaskan bahwa setelah Krishna meninggalkan Vrindavan, Radha dengan susah payah kembali ke kehidupan normalnya yakni menikah dan mempunyai anak, namun pikirannya terus berpusat kepada Krishna. Radha melihat suaminya sebagai Krishna dan melayaninya bagaikan ia melayani Krishna.

Ada pula yang menjelaskan bahwa semenjak kehilangan Krishna, Radha menjadi gila akan kerinduannya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia meminta kepada dewi sungai Yamuna untuk mengijinkannya menenggelamkan diri. Dan hal itupun terjadi. Namun krn cintanya kepada Krishna ia terlahir kembali menjadi salah satu istri Krishna yakni Jambhawati.

Akhir dari Radha yang sebenarnya adalah menyatu dengan Krishna (apapun bentuknya) di Vrindavan. Krishna selamanya tidak akan pernah meninggalkan Vrindavan, dan sebagaimana yang dijanjikan oleh Krishna, walaupun secara fisik mereka tidak saling berdekatan, jiwa mereka selalu bersama. Kemanapun Radha pergi akan selalu di ikuti oleh Krishna. Radha dan Krishna adalah pasangan tak terpisahkan.

Kisah Singkat Cinta Sri Krishna dan Radha



Setelah Alambusa mengalami kekalahan, Bisma segera mendekati Abimanyu. Dengan dikawal oleh para ksatria tangguh dari pihak Korawa, Bisma maju menerjang Abimanyu. Pada saat itu juga, Arjuna datang membantu Abimanyu.

Kemudian Krepa menyerang Arjuna sehingga terjadilah pertarungan sengit di antara mereka. melihat kondisi tersebut, Satyaki datang membantu Arjuna. Aswatama putra Drona, datang membantu Krepa dengan meluncurkan panah-panahnya. Namun ternyata Satyaki mampu bertahan, bahkan membalas serangan Aswatama secara bertubi-tubi.

Setelah Aswatama lelah menghadapinya, Drona muncul untuk membantu putranya tersebut. Sedangkan dari pihak Pandawa, Arjuna maju membantu Satyaki. Tak lama kemudian, terjadilah pertempuran sengit antara Arjuna melawan Drona. Meskipun demikian, baik Arjuna maupun Drona mampu bertahan hidup sebab mereka sama-sama sakti.

Kemudian, Kresna mengingatkan Arjuna untuk segera membunuh Bisma. Maka dari itu, Arjuna segera memerintahkan Kresna untuk menjalankan keretanya menuju Bisma. Saat menghadapi Bisma, Arjuna masih segan untuk mengerahkan seluruh kemampuannya, sehingga pertarungan terlihat tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Melihat kondisi itu, Kresna menjadi marah. Ia turun dari keretanya sambil membawa cemeti dengan tujuan membunuh Bisma. Bisma tidak mengelak saat melihat tindakan Kresna. Sebaliknya, ia ikhlas ketika nyawanya melayang di tangan Kresna.

Menanggapi hal tersebut, Arjuna segera meloncat dari keretanya, lalu memeluk kaki Kresna untuk menghentikan gerakan Kresna.Sekali lagi, Arjuna memohon agar Kresna meredam amarahnya. Kresna hanya diam setelah mendengar permohonan Arjuna. Kemudian mereka kembali menaiki kereta untuk melanjutkan peperangan.

Tepat Pada hari kesepuluh, Pandawa yang merasa tidak mungkin untuk mengalahkan Bisma menyusun suatu strategi. Mereka berencana untuk menempatkan Srikandi di depan kereta Arjuna, sementara Arjuna sendiri akan menyerang Bisma dari belakang Srikandi.

Srikandi dipilih sebagai tameng Arjuna sebab ia adalah seorang wanita yang berganti kelamin menjadi pria, dan hal itu membuat Bisma enggan menyerang Srikandi. Disamping itu, Srikandi adalah reinkarnasi Amba, wanita yang mati karena perasaannya disakiti oleh Bisma, dan bersumpah akan terlahir kembali sebagai pembunuh Bisma yang menjadi penyebab atas penderitaannya.

Srikandi menyerang Bisma, namun Bisma tidak menghiraukan serangannya. Sebaliknya, ia malah tertawa, sebab ia tahu bahwa kehadiran Srikandi merupakan pertanda buruk yang mampu mengantarnya menuju takdir kekalahan.

Bisma juga tahu bahwa ia ditakdirkan gugur karena Srikandi, maka dari itu ia merasa sia-sia untuk melawan takdirnya. Bisma yang tidak tega untuk menyerang Srikandi, tidak bisa menyerang Arjuna karena tubuh Srikandi menghalanginya.

Hal itu dimanfaatkan Arjuna untuk mehujani Bisma dengan ribuan panah yang mampu menembus baju zirahnya. Ratusan panah yang ditembakkan Arjuna menembus tubuh Bisma dan menancap di dagingnya.


Bisma terjatuh dari keretanya, namun badannya tidak menyentuh tanah karena ditopang oleh panah-panah yang menancap di tubuhnya.Setelah Bisma jatuh, pasukan Pandawa dan Korawa menghentikan pertarungannya sejenak lalu mengelilingi Bisma.

Bisma menyuruh Arjuna untuk menempatkan tiga anak panah di bawah kepalanya sebagai bantal. Kemudian, Bisma meminta dibawakan air. Tanpa ragu, Arjuna menembakkan panahnya ke tanah, lalu menyemburlah air dari tanah ke mulut Bisma.

Meskipun tubuhnya ditancapi ratusan panah, Bisma masih mampu bertahan hidup sebab ia diberi anugrah untuk bisa menentukan waktu kematiannya sendiri. Dalam kondisi seperti itu, ia memberi wejangan kepada para cucunya yang melakukan peperangan.

Meskipun sudah tak berdaya, Bisma mampu hidup selama beberapa hari sambil menyaksikan kehancuran pasukan Korawa.

Sejarah Penyebab Kekalahan dan Kematian Bisma, Perang Baratayudha


Kuwaluhan.com

Dewi Wara Srikandi adalah putri prabu drupada di cempalareja. waktu remaja putri ia berguru memanah pada raden arjuna. lantas ia di ambil istri oleh arjuna. asal mula srikandi berguru memanah pada arjuna. waktu pengantin arjuna dengan dewi wara sumbadra, srikandi datang melihat, ia lihat perilaku ke-2 pengantin itu, tertariklah srikandi pingin jadi pengantin.
pada satu hari srikandi lihat arjuna memanah yang diajarkan pada rarasati, gundik sang arjuna, srikandi lantas datang berguru memanah pada rarasati. namun sesungguhnya kehendak itu cuma untuk lantaran saja, agar bisa ketemu dengan arjuna.

perilaku srikandi yang demikianlah ini jadikan murka dewi drupadi, permaisuri prabu puntadewa, kakak wanita srikandi dilihat bahwa perilaku srikandi itu tidak baik.

Dewi wara Srikandi dulu dipinang oleh raja prabu jungkungmardea di negeri parangkubarja, sampai ramanda dewi wara srikandi prabu drupada tergiur terima pinangan itu, namun dewi wara srikandi lantas mengadu pada raden arjuna, dibelalah srikandi oleh arjuna serta jungkungmardea dibunuh oleh arjuna. setelah itu srikandi diperisteri oleh arjuna dengan kebiasaan kebesaran dengan perkawinan putera serta puteri.
tabiat srikandi sebagai tabiat lelaki, suka pada peperangan, dikarenakan itu ia dimaksud puteri prajurit. sampai periode saat ini, wanita-wanita yang berani menentang suatu hal yang tidak baik, terlebih yang tentang bangsa indonesia dimaksud srikandi.

Srikandi seorang puteri penjaga keamanan negeri madukara, adalah negeri arjuna. perkataan-perkataan srikandi enak didengarnya dan penuh dengan senyuman. waktu ia marah tidak terlihat kemarahannya itu, walau demikian mendatangkan takut pada siapa juga.

Srikandi seorang puteri yang senang marah, namun kemarahan itu lekas reda. sinyal bahwa ia tengah marah, merujaklah ia serta dimakan sembari berbicara keras tidak berkeputusan. bila amat marah, ada sinyal memecah barang barang pecah belah, semua burung perkutut kepunyaan arjuna dilepas-lepaskan. pada saat srikandi tengah marah ini, bisa digambarkan pada kalimat dalang, yang gampang mentertawakan beberapa pemirsa.
didalam perang baratayudha srikandi diangkat lantas panglima perang melawan bisma., panglima perang kurawa, sampai bisma tewas olehnya.

Srikandi seorang puteri perwira yang selalu melindungi kehormatan suami, di periode safe serta di periode perang. ternyatalah bahwa dewi srikandi seorang puteri prajurit, tidak cuma perang pada rutinitas perang, lalu di medan perang baratayudha berperang juga sebagai prajurit perwira.

Ketika terjadi perang Bharatayudha, Dewi Wara Srikandi menjadi panglima perang dari pihak Pandawa menggantikan resi Seta, ksatria Wirata yang telah gugur ketika menghadapi Bhisma. Namun pada akhirnya, Dewi Srikandilah yang dapat membunuh Bhisma dengan menggunakan panah Hrusangkali. Hal ini juga karena kutukan dari Dewi Amba yang dendam kepada Bhisma karena cintanya ditolak. Sebelum meninggal Dewi Amba bersumpah akan  berinkarnasi untuk membunuh Bhisma.

Dalam akhir riwayatnya, Dewi Srikandi tewas dibunuh Aswatama ketika sedang tidur setelah akhir perang Bharatayuda.

Wara Srikandhi digambarkan ibarat wanita dari bulan, suara menggema bagaikan suara kilat yang diatur dan berbunyi bersama-sama, kulitnya kuning bagaikan kencana yang digosok.

Kisah Asal usul Dewi Srikandi dalam Mahabharata