Social Items

Showing posts with label Kesenian Sumatera Utara. Show all posts
Showing posts with label Kesenian Sumatera Utara. Show all posts
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantandengan ibu kota Provinsi Kota Pontianak.

Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki provinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang di antaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.

Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Di kawasan Kalimantan Barat terdapat banyak kesenian tradisional dan kerajinan yang masih menyatu dengan masyarakatnya, berikut ini kami merangkum beberapa kesenian dan kerajinan yang berasal dari Kalimantan bagian Barat :

A. KESENIAN


1. Tari Kinyah Uut Danum


Tarian ini memperlihatkan keberanian dan juga teknik bela diri pada saat berperang. Sesuai dengan namanya, bahwa tarian ini berasal dari sub suku dayak uut danum yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Tari Kinyah Uut Danum ini awalnya merupakan tarian untuk persiapan fisik sebelum mengayau, yakni tradisi pemburuan kepala musuh yang dilakukan oleh suku dayak zaman dahulu. 

Tarian ini untuk menunjukan kesiapan dari para laki laki dayak uut danum untuk dilepaskan dihutan untuk mengayau. Hampir semua dari sub suku dayak memiliki tarian perang yang seperti ini. Namun setiap sub suku dayak tentunya mempunyai teknik membunuh rahasia. Suku dayak uut danum ini sendiri dikenal dengan gerakan dan juga teknik yang berbahaya dalam membunuh para musuhnya.

Seiring perkembangan zaman, tradisi mengayau ini berakhir pada saat perjanjian tumbang anoi. Perjanjian tumbang anoi ini merupakan perjanjian damai, dimana para pemimpin setiap sub suku dayak di Provinsi Kalimantan berkumpul dan melakukan perjanjian damai. Setelah adanya perjanjian damai itu, tradisi mengayau ditinggalkan dan tari kinyah mulai dijadikan sebagai tarian tradisional. 

Selain itu juga tarian ini untuk memperingati sejarah serta keberanian laki laki dayak zaman dahulu. Selengkapnya tentang tari kinyah uut danum dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Kinyah Uut Danum, Tarian Perang Dari Kalimantan Barat".

2. Tari Monong


Tarian Monong ini pada awalnya merupakan tarian penyembuhan yang dilakukan oleh para dukun suku Dayak dengan membacakan mantra sambil menari. Dalam tarian ini juga diikuti oleh anggota keluarga dari yang sakit dan dipimpin oleh seorang dukun. Tarian Monong ini merupakan ritual yang dilakukan untuk memohon penyembuhan kepada Tuhan supaya warga yang sakit diberikan kesembuhan. 

Namun dengan seiring perkembangan zaman, tarian ini tidak hanya digunakan sebagai tarian penyembuhan saja, tetapi juga sebagai sarana hiburan dan pelestarian kesenian tradisional suku Dayak. Selengkapnya tentang tari monong dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Monong, Tarian Tradisional Suku Dayak di Kalimantan Barat".

3. Tari Pingan

Tari Pingan merupakan tarian tradisional yang bersifat hiburan untuk rakyat. Dalam bahasa Dayak Mualang, kata "pingan" dalam nama tarian ini artinya adalah piring yang terbuat dari bahan dasar batu atau dari tanah liat. Sesuai dengan namanya, dalam pertunjukannya para penari akan memakai piring sebagai propertinya.


Tari Pingan ini terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu Tari Pingan inok (wanita) dan juga Tari Pingan laki (laki-laki). Perbedaan dari kedua jenis ini adalah pada gerakannya, dimana gerakan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda pada gerakan atraksinya. 

Dalam hal tersebut Tari Pingan laki memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Tari Pingan inok. Selengkapnya tentang tari pingan dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Pingan, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Barat".

4. Tari Jonggan

Tarian ini menggambarkan suka cita dan juga kebahagiaan didalam pergaulan masyarakat dayak. Tarian Jonggan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat suku Dayak kanayant di Provinsi Kalimantan Barat.


Nama jonggan ini sendiri diambil dari bahasa dayak yang artinya joget atau menari. Selengkapnya tentang tari jonggan dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tarian Jonggan, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Barat".

5. Tari Bopureh

Tarian ini merupakan tari kreasi yang menceritakan sebuah kisah cinta pemuda Suku Dayak Jangkang dengan seorang gadis Kanayan yang terhalang oleh adat. Dalam bahasa Jangkang, bopureh ini mengandung arti silsilah. Tari Bopureh ini coba menggambarkan silsilah adat memisahkan tali kasih yang telah terikat erat antara dua sejoli.

Sebagai garapan seni kreasi, tari bopureh ini tidak lepas dari unsur-unsur estetika tari tradisional Dayak pada lainnya. Misalnya pada busana. Penari bopureh ini masih mengenakan pakaian adat Suku Dayak Provinsi Kalimantan Barat, namun yang telah dimodifikasi dibeberapa bagiannya. 

Perlengkapan mahkota burung tingang yang dikenakan oleh pria penari semakin memperkental identitas dari tari bopureh sebagai bagian dari kesenian pertujukan Suku Dayak. Selengkapnya tentang tari bopureh dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Bopureh, Tarian Tradisional Dari Kalimantan Barat".

6. Tari Jepin

Tari Jepin adalah kesenian tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat yang diadaptasi dari kesenian melayu, agama islam, dan juga budaya lokal. Tarian ini merupakan salah satu media penyebaran dari agama Islam di Provinsi Kalimantan Barat. Tari Jepin merupakan kesenian tari gerak dan lagu yang memiliki arti disetiap gerakannya.

Menurut beberapa sumber sejarah yang ada. Tari Jepin ini awalnya merupakan kesenian yang menjadi media dakwah didalam penyebaran agama islam pada abad ke-13. Tarian ini pada awalnya ditampilkan di daerah Sambas Provinsi Kalimantan Barat. 

Kemudian menyebar dan juga berkembang ke berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Barat. Selengkapnya tentang tari jepin dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Jepin, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Barat".

7. Tari Pedang Mualang

Tari Pedang Mualang adalah sebuah tarian tunggal tradisional yang umumnya dipentaskan untuk menghibur masyarakat, seperti acara Gawai Belaki Bini (pesta pernikahan), acara Gawai Dayak (pesta panen padi), dan acara lainnya. Dalam pertunjukannya, tarian ini lebih mengedepankan gerakan yang sangat aktraktif dengan memakai pedang sebagai propertinya.

Di masa lalu, tarian ini dilakukan oleh para kesatria untuk mendatangkan rasa semangat dan kepercayaan dalam berperang sebelum melaksanakan ekspedisi Mengayau. 

Hal tersebut berguna untuk memperkuat kepercayaan mereka bahwa mereka harus menang didalam melawan baik itu serangan maupun dalam menyerang lawannya. Tarian ini umumnya akan diiringi oleh tebah tradional yang disebut dengan tebah Undup Banyur, namun ada kalanya juga dilakukan dengan Tebah Undup Biasa.

8. Wayang Gantung

Wayang  memang banyak jenisnya. Salah satunya, wayang gantung. Namanya hampir tidak pernah kedengaran lagi. Salah seorang kakek Chin Nen Sin di Desa Lirang, Singkawang Selatan masih menyimpan boneka wayang gantung asli dari Cina.

Pertunjukkan wayang gantung dimainkan oleh 112 orang. Semua pemainnya adalah kakek-kakek. Hmm, generasi muda belum banyak yang tahu tentang pertunjukkan wayang ini. Jadilah, kakek-kakek yang paling menguasainya.

Pertunjukkan wayang gantung diiringi dengan kecapi dan lagu Mandarin. Selain itu, ceritanya juga dituturkan dalam bahasa Cina.

B. KERAJINAN


1. Kerajinan Tenun

Kain Tenun Tradisional terdapat di beberapa daerah, di antaranya:

  • Tenun Daerah Songket SambasTenun Belitang daerah Kumpang Ilong Kabupaten Sekadau ( Dayak Mualang / Ibanik )
  • Tenun Ensaid Panjang Kabupaten Sintang ( Dayak Desa / Ibanik)
  • Tenun Kapuas Hulu ( Iban dan Kantuk / Kelompok Ibanik )
  • Sulam Kalengkang khas suku Melayu Kabupaten Sanggau

2. Kerajinan Anyam Manik

Anyam Manik kelompok Dayak Banuaka Group:

Anyam baju adat Dayak Taman, tamambaloh, peniung, Kalis ( baju Manik dan baju Burik)

3. Kerajinan Anyam Rotan

Bakul, keranjang, Kelayak, Tudung Saji, ambinan, dsb. tersebar di Pontianak, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kapuas hulu.

4. Kerajinan Tangan Lainnya

Berbagai macam kerajinan tangan dapat diperoleh dari daerah ini, misalnya:
  • Tikar Lampit, di Pontianak dan daerah Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang. 
  • Bidai ( bahasa Ibanik ) atau bide (bahasa Kanayatn Group) tersebar hampir disebagian suku Dayak baik di Indonesia maupun di Serawak, bidai merupakan tikar tradisional Dayak, terdapat di Bengkayang, Sekadau, Kapuas Hulu, Serawak ( pada komunitas Dayak Iban) 
  • Ukir-ukiran, perisai, mandau dan lain-lain terdapat di Pontianak dan Kapuas Hulu. 
  • Kacang Uwoi (tikar rotan bermotif) khas suku Dayak Uut Danum. 
  • Takui Darok (caping lebar bermotif) khas suku Dayak Uut Danum.

Sumberkamerabudaya.com dan Wikipedia

Daftar Kesenian dan Kerajinan Tradisional Asal Kalimantan Barat, Indonesia

Provinsi Aceh yang terletak di ujung pulau Sumatera adalah salah satu wilayah di Indonesia yang paling menonjol dalam hal kebudayaan. Melalui sejarah yang begitu panjang, di daerah yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah ini tercipta budaya yang khas mewakili identitas masyarakatnya.

Dan berikut ini merupakan daftar kesenian tradisional yang berasal dari Provinsi Banda Aceh :

1. Tari Saman


Tari tradisional ini dulunya adal tarian etis suku Gayo, ras gayo merupakan ras tertua di pesisir aceh saat itu, tujuan utama tari saman adalah sebagai media untuk penyebaran Agama Islam, islam masuk ke Aceh disesuaikan dengan adat istiadat daerah tersebut.

Sehingga penyebaran Islam di Aceh tidak mendapat penolakan, bahkan bisa dikatakan daerah yang paling mudah memeluk Islam, karena budaya Aceh tidak bertentangan dengan ajaran Islam, hanya memerlukan sedikit polesan budaya islam sudah sesuai dengan ajaran Islam. Tari saman dimainkan oleh 9 Orang karena jumlahnya harus Ganjil, tari saman bahkan sudah populer ke tingkat Internasional, bukan hanya Nasional.

2. Tari Likok Pulo


Tari Likok Pulo adalah tarian tradisi oleh masyarakat di Pulau Aceh. Dibawakan dengan duduk memanjang posisi selang seling atas bawah. Setiap gerakan biasanya memuat nasehat-nasehat yang disampaikan melalui syair.

3. Tari Seudati


Tari Seudati. Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki cukup banyak ragam kebudayaan dengan sebagian besarnya masih sarat akan nilai-nilai Islam.

4. Tari Laweut Aceh


Tarian Laweut adalah tarian yang berasal dari daerah Pidie, Laweut asl kata dari Shalawat yang merupakan kata pujian kepada Nabi Muhammad Sallallahu'alaihi wasallam. Tarian Laweut ini dulunya diberi nama Tarian Seudati dengan jumlah delapan (8) orang personil, sama dengan tari Saman.

Tari Laweut ini juga sudah go Internasional namun sama-sama tidak terlalu Femiliar lagi dikalangan Masyarakat, hanya sedikit Masyarakat Aceh yang mengenal Tari Laweut. Bisa dikatakan yang masih mempertahankan kesenian Aceh adalah kalangan Seniman asli Aceh, itupun yang memang mencintai dan menghargai kesenian Aceh.

5. Tarek Pukat


Tari tarek pukat berasal dari para nelayan Aceh, asal muasal tari tarek pukat juga sangat unik. pada saat itu banyak Masyarakat Aceh kesulitan kesulitan terhadap ikan, karena para nelayan tidak mendapatkan ikan pada saat penagkapan, sehingga Masyarakat pada saat itu berkesimpulan bergotong-royong mencari ikan, dan Alhamdulillah hasi tangkapannya luar biasa.

Setelah ikan berhasil di tangkap dan Masyarakat menikmati hasil jerih payah mereka, kemudian mereka mengadakan rapat untuk mengadakan pesta, pada saat rapat mereka berkesimpulan akan mengadakan suatu pesta yang menggambarkan tentang kebersamaan para Nelayan.

Dari hasil rapat maka terpilihlah nama acara "Tari Tarek Pukat", tari tarek pukat tersebut rupanya bisa menghipnotis berbagai kalangan pada saat itu. Tari Tarek Pukat sangat bernuansa tradisonal, sehingga sangat mudah masuk ke berbagai kalangan, jumlah personil tujuh (7) orang juga mengambarkan bahwa tari tarek pukat penuh kebersamaan, sehingga sangat wajar tari tarek pukat terkenal sampai kedunia Internasional.

6. Tari Bines

Tarian Banes ini berasal dari daerah Gayo Lues, dengan jumlah personil harus genap, bisa 10 atau 12 orang dengan gaya tari mulai dari lambat, sedang sampai dengan cepat hingga berhenti serentak.

7. Tari Didong

Tari didong merupakan kesenian dari hasil gabungan beberapa Tari, Vokal, dan Sastra, pencetus utamanya adalah : Abdul Kadir To’et. Tari ini berasal dari Bener Meriah dan Aceh tengah.

8. Rapai Geleng

Tarian ini berasala dari Aceh Selatan, kemudian di kembangkan oleh seorang Anonim. Tari Rapai Geleng di mainkan oleh para lelaki, karena alatnya dan modelnya memberatkan para Wanita.

9. Tari Ula ula lembing

Tarian ini bernuansa Arab, dengan model dan cara memainkannya yang mirip tradisi arab, hingga pakain juga bernuasa Arab. Tari Ula Ula Lembing dulu sangat Populer dikalangan Masyarakat Aceh, karena tarian tersebut merupakan tarian yang dipakai untuk ritual adat dan acara Pernikahan.

10. Tari Ratoh Duek Aceh

Tarian ini dipopulerkan oleh para Wanita sebagai ganti Tari Saman, karena setelah Tari Saman diakui oleh UNESCO sebagai Budaya Warisan Manusia, para wanita tidak diperbolehkan lagi memainkan tari saman. Pada saat itu para seniman perempuan asal aceh berusaha mencari jalan keluar, mereka mencetuskan ide dengan sedikit memodifkasi Tari Saman, dan Mendeklarasikan Tari Ratoh Duek Aceh sebagai kesenian baru di Aceh yang hampir-hampir mirip dengan Tari Saman, cuma pesertanya adalah perempuan.

Sekedar informasi Nama Ratoeh berasal dari bahasa Arab yaitu Rateb. Jumlah personuil Tari Ratoh Duek Aceh juga berbeda, yaitu genap berbeda dengan tari saman yang berjumlah ganjil. Tari tersebut juga menggunakan rebana sebagai alat musik, juga behasa aceh sebagai ca e.

11. Tari Pho

Tari Pho berasal dari kata peubae, dalam bahasa aceh adalah penghormatan. Tari ini adalah simbol kesedihan, asal muasal tari tersebut penuh dengan misteri, dimana pada saat itu ada seorang anak yatim piatu yang cantik jelita tinggal dirumah kakak ibunya, kakak ibunya juga mempunyai seorang anak laki-laki yang ganteng dan rupawan.

Pada suatu saat ada seorang yang iri terhadap mereka, sehingga difitnah mereka berdua melakukan zina, hukuman zina pada saat itu adalah hukuman mati, dan merekapun dihukum mati. Setelah kejadian tersebut Ibu laki-laki tadi menari-nari untuk mengekspresikan kesedihannya hingga lahirlah Tari pho.

Itulah beberapa ragam kesenian tradisional asla Provinsi Banda Aceh Indonesia.

Sumberhttps://steemit.com/budayakan/@safwaninisam/kesenian

Daftar 11 Kesenian Tradisional Asal Banda Aceh, Indonesia

Berikut ini adalah data tentang beberapa jenis kebudayaan yang dimiliki dan menjadi ciri khas masyarakat Propinsi Sumatera Selatan:

1. TARI GENDING SRIWIJAYA


Tari ini ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu agung seperti kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-tamu agung lainnya.

Tari Gending Sriwijaya Hampir sama dengan tari Tanggai, perbedaannya terletak pada penggunaan tari jumlah penari dan perlengkapan busana yang dipakai. Penari Gending Sriwijaya seluruhnya

2. TARI TANGGAI


Tari tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu resmi atau dalam acara pernikahan. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kaian songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga.

Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana khas daerah para penari kelihatan anggun dengan busana khas daerah. Tarian menggambarkan masyarakat palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamau yang berkunjung ke daerahnya

3. TARI TENUN SONGKET

Tari ini menggambarkan kegiatan remaja putri khususnya dan para ibu rumah tangga di Palembang pada umumya memanfaatkan waktu luang dengan menenun songket

4. TARI RODAT CEMPAKO

Tari ini merupakan tari rakyat bernafaskan islam. Gerak dasar tari ini diambil dari Negara asalnya Timur Tengah, seperti halnya dengan tari Dana Japin dan Tari Rodat Cempako sangat dinamis dan lincah

5. TARI MEJENG BESUKO

Tari ini melukiskan kesukariaan para remaja dalam suatu pertemuan mereka .Mereka bersenda gurau mengajuk hati lawan jenisnya.

Bahkan tidak jarang diantara mereka ada yang jatuh hati dan menemukan jodohnya melalui pertemuan seperti ini

6. TARI MADIK (NINDAI)

Masyarakat Palembang mempunyai kebiasaan apabila akan memilih calon, orang tua pria terlebih dahulu dating kerumah seorang wanita dengan maksud melihat dan menilai (madik dan nindai) gadis yang dimaksud.

Hal yang dinilai atau ditindai itu, antara lain kepribadiannya serta kehidupan keluarganya sehari-hari. Dengan penindaian itu diharapkan bahwa apabila si gadis dijadikan menantu dia tidak akan mengecewakan dan kehidupan mereka akan berjalan langgeng sesuai dengan harapan pihak keluarga mempelai pria

7. DUL MULUK

Dul muluk adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di Sumatera Selatan biasanya seni Dul Muluk ini dipentaskan pada acara yang bersifat menghibur, seperti pada acara : pernikahan pergelaran tradisional dan panggung hiburan.

8. Bangsawan

Merupakan bentuk teater tradisional yang lahir sesudah kehadiran teater Dul Muluk da n mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a) Sumber cerita bebas namun bersifat istana sentries;
b) Sifat cerita tragedy (sedih);
c) Pemeran cerita diperankan oleh jenis kelamin sesungguhnya; dan
d) Latar belakang cerita disesuaikan dengan kebutuhan cerita.

9. Tenun Songket

Tenun yang dilakukan oleh masyarakat Sumatera Selatan ialah menenun kain songket yang merupakan kain khas yang dimiliki oleh Sumatera Selatan dan biasanya digunakan dalam acara-acara adat yang sakral, seperti pernikahan dan sebagainya.

Itulah beberapa kesenian tradisional masyarakat Sumatera Selatan.

Sumber : diansilva2.blogspot.com & www.fbrs14.com

Daftar 9 Kesenian Tradisional Asal Sumatera Selatan

Provinsi Sumatera Utara beribu kota di Medan. Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak kesenian tradisional, di antaranya adalah tari-tarian dan beberapa kesenian lainnya seperti kesenian lompat batu.

Berikut ini beberapa kesenian daerah Sumatera Utara:

1. Tari Baluse


Tari Baluse adalah tarian khas dari Suku Nias yang melambangkan kegagahan prajurit saat di medan perang. Tari baluse merupakan tari perang ala masyarakat Nias. Tarian ini berasal dari Nias Selatan. Sekarang ini, tari baluse biasanya digunakan untuk penyambutan tamu atau wisatawan.

2. Tari Manduda


Tarian Manduda adalah tarian yang melambangkan perasaan suka cita saat sedang panen raya. Tari Manduda merupakan suatu bentuk tarian rakyat Simalungun yang bersuka ria di masa panen padi.

3. Tari Sekapur Sirih


Sekapur Sirih adalah salah satu tari tradisional dari daerah Sumatera Utara. Tari Sekapur Sirih adalah tarian yang dikhususkan untuk menyambut tamu dengan penarinya para wanita yang membawa bunga untuk ditaburkan.

4. Tari Tor-tor


Tari Tor-Tor merupakan tarian adat nan kadang juga disakralkan dan biasanya menjadi bagian dari pesta perkawinan masyarakat Sumatera Utara.

Tarian Tor-Tor dalam upacara eksklusif dapat menjadi tarian magis terutama Tarian Tor-Tor tunggal panaluan dan Tor-Tor Nasiaran, nan tidak sembarang orang dapat dan boleh menarikannya.

5. Tari Souan


Tari ini berasal dari daerah Tapanuli Utara. Tari ini merupakan tari ritual, dahulunya tari ini dibawakan oleh dukun sambil membawa cawan berisi sesajen yang Sebagai media penyembuhan penyakit bagi masyarakat Tapanuli Utara.

6. Tari Endeng-Endeng


Endeng-endeng dapat dikategorikan sebuah perpaduan tarian dan pencak silat. Tradisi ini lazimnya dilakukan masyarakat yang sedang menggelar pesat khitanan (sunat rasul) atau malam pesta perkawinan oleh masyarakat.

Tari ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira masyarakat sehari- hari. Tari endeng-endeng merupan tari tradisi yang berasal dari daerah Tapanuli Selatan. Dalam penampilannya, endeng-endeng dimainkan oleh sepuluh pemain yakni dua orang bertugas sebagai vokalis, satu orang pemain keyboard, satu orang pemain tamborin, lima orang penabuh gendang, dan seorang pemain ketipung (gendang kecil).

7. Tari Toping-Toping (Huda-Huda)

Toping-toping adalah jenis tarian tradisional dari suku Batak Simalungun yang dilaksanakan pada acara duka cita di kalangan keluarga Kerajaan.

Toping-toping atau huda-huda ini terdiri dari 2 (dua) bagian, bagian pertama yaitu huda-huda yang dibuat dari kain dan memiliki paruh burung enggang yang menyerupai kepala burung enggang yang konon menurut cerita orang tua bahwa burung enggang inilah yang akan membawa roh yang telah meninggal untuk menghadap yang kuasa.

8. Balanse Madam


Tari Balanse Madam sebuah tari tradisional yang terdapat di Seberang Palinggam Kota Padang, yang menjadi milik dan warisan budaya masyarakat Suku Nias Kota Padang. Tari Balanse Madam merupakan sebuah kesenian tari yang berupa peninggalan budaya lama yang telah ditransmisikan secara turun temurun dalam masyarakat suku Nias di Seberang Palinggam.

9. Tari Maena

Maena merupakan tarian yang sangat simpel dan sederhana, tetapi mengandung makna kebersamaan, kegembiraan, kemeriahan, yang tak kalah menariknya dengan tarian-tarian yang ada di Nusantara. Tari maena tidak memerlukan keahlian khusus. Gerakannya yang sederhana telah membuat hampir semua orang bisa melakukannya. Kendala atau kesulitan satu-satunya adalah terletak pada rangkaian pantun-pantun maena (fanutunõ maena), supaya bisa sesuai dengan event dimana maena itu dilakukan.

10. Tari Moyo (Tari Elang)

Tari moyo atau tarian elang juga merupakan tarian yang biasa digunakan untuk penyambutan tamu agung yang dilakukan secara adat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh gadis-gadis Nias yang melakukan gerakan layaknya burung elang.

11. Tari Piso Surit


Piso Surit adalah salah satu tarianSuku Karo yang menggambarkan seoranggadis sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan sepertiburung Piso Surit yang sedang memanggil-manggil. Piso dalam bahasa Batak Karosebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas orang karo.

12. Guro-Guro Aron


Guro-guro Aron adalah arena muda-mudi Karo untuk saling kenal dan sebagai lembaga untuk mendidik anak muda-mudi mengenal adat.

Dahulu acara ini dibuat sebagai salah satu alat untuk membudayakan seni tari Karo agar dikenal dan disenangi oleh muda-mudi dalam rangka pelestariannya.

Acara ini dilengkapi dengan alat-alat musik khas Karo yakni:
Sarune, gendang (singindungi dan singanaki), juga dari penganak.

13. Tari TaTak Garo-Garo


Tari ini menggambarkan kehidupan burung, terbang kesana kemari mencari makan dan bersendau gurau dengan kawan-kawanya. Tari ini berasal dari Phakpak, Dairi, Sumatera Utara.

14. Lompat Batu Nias


Tradisi ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm untuk menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat Batu ini merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di Nias Sumatera Utara.

Sumber : rafartblog.wordpress.com dan naniksriwahyuni.blogspot.co.id

Daftar Lengkap Kesenian Tradisional Asal Sumatera Utara