JOMBANG JATIM - Resepsi pernikahan putri Kepala Kemenag Jombang Taufiq Abdul Djalil tak sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan. Karena hajatan yang digelar di ballroom hotel itu memicu kerumunan para tamu undangan.

Resepsi pernikahan putri Taufiq digelar di salah satu hotel Jalan Soekarno-Hatta, Jombang, Minggu (4/10/2020). Undangan yang disebar, panitia sudah menjadwal kedatangan para tamu menjadi 6 sesi. Yakni mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Panitia tampak melindungi diri dengan memakai masker dan face shield atau pelindung wajah.

Namun dalam video yang diterima, kerumunan tamu undangan masih terjadi di dalam tempat resepsi. Sebuah foto juga menunjukkan sejumlah tamu undangan berfoto dengan pengantin tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Sekda Kabupaten Jombang Ahmad Jazuli mengatakan, pihaknya memang memberi izin kepada keluarga Taufiq untuk menggelar hajatan tersebut. Namun, Kepala Kantor Kemenag Jombang itu diminta menggelar hajatan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kemarin sudah kami berikan izin dengan berbagai persyaratan. Hanya saja kejadian emergency di luar dugaan itu yang kami tidak tahu. Sebenarnya sudah kami berikan supaya protokol COVID-19, jaga jarak dan lain sebagainya. Tampaknya karena beliau kawannya banyak, endak tahu kok bisa banyak yang datang," kata Jazuli kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Adanya kerumunan tamu undangan dalam resepsi pernikahan putri Kepala Kemenag Jombang, membuat Jazuli prihatin. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara hajatan lainnya agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sangat-sangat prihatin itu. Makanya untuk kewaspadaan ke depan, hajatan-hajatan jangan mengundang orang banyak. Walaupun beliau (Taufiq) menyampaikan yang diundang tidak banyak, tapi namanya orang dengar pasti datang. Prinsipnya kami prihatin," terangnya.

Jazuli mengimbau, warga Jombang menggelar hajatan secara sederhana. Sehingga tidak mengundang banyak tamu undangan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan.

"Kami imbau terus, kalau bisa sederhana-sederhana saja," tandasnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Jombang Taufiq belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. Dia tidak ada di kantor saat wartawan berusaha mewawancarinya sekitar pukul 11.00 WIB. Detikcom juga mencoba menghubungi nomor telepon dan WhatsApp Taufiq. Namun sampai saat ini belum ada respons darinya.

Sumber : detik.com

Kepala Kemenag Jombang Gelar Acara Pernikahan Mewah Di Hotel

JOMBANG JATIM - Resepsi pernikahan putri Kepala Kemenag Jombang Taufiq Abdul Djalil tak sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan. Karena hajatan yang digelar di ballroom hotel itu memicu kerumunan para tamu undangan.

Resepsi pernikahan putri Taufiq digelar di salah satu hotel Jalan Soekarno-Hatta, Jombang, Minggu (4/10/2020). Undangan yang disebar, panitia sudah menjadwal kedatangan para tamu menjadi 6 sesi. Yakni mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Panitia tampak melindungi diri dengan memakai masker dan face shield atau pelindung wajah.

Namun dalam video yang diterima, kerumunan tamu undangan masih terjadi di dalam tempat resepsi. Sebuah foto juga menunjukkan sejumlah tamu undangan berfoto dengan pengantin tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Sekda Kabupaten Jombang Ahmad Jazuli mengatakan, pihaknya memang memberi izin kepada keluarga Taufiq untuk menggelar hajatan tersebut. Namun, Kepala Kantor Kemenag Jombang itu diminta menggelar hajatan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kemarin sudah kami berikan izin dengan berbagai persyaratan. Hanya saja kejadian emergency di luar dugaan itu yang kami tidak tahu. Sebenarnya sudah kami berikan supaya protokol COVID-19, jaga jarak dan lain sebagainya. Tampaknya karena beliau kawannya banyak, endak tahu kok bisa banyak yang datang," kata Jazuli kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Adanya kerumunan tamu undangan dalam resepsi pernikahan putri Kepala Kemenag Jombang, membuat Jazuli prihatin. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara hajatan lainnya agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sangat-sangat prihatin itu. Makanya untuk kewaspadaan ke depan, hajatan-hajatan jangan mengundang orang banyak. Walaupun beliau (Taufiq) menyampaikan yang diundang tidak banyak, tapi namanya orang dengar pasti datang. Prinsipnya kami prihatin," terangnya.

Jazuli mengimbau, warga Jombang menggelar hajatan secara sederhana. Sehingga tidak mengundang banyak tamu undangan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan.

"Kami imbau terus, kalau bisa sederhana-sederhana saja," tandasnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Jombang Taufiq belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. Dia tidak ada di kantor saat wartawan berusaha mewawancarinya sekitar pukul 11.00 WIB. Detikcom juga mencoba menghubungi nomor telepon dan WhatsApp Taufiq. Namun sampai saat ini belum ada respons darinya.

Sumber : detik.com