MAGETAN JATIM - NR (31) warga Desa Kuwu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, tewas di rumah kos di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, sepulang dari tempat kerja di lokalisasi Baben.


Diduga wanita yang kesehariannya bekerja sebagai wanita penghibur ini tewas karena over dosis (OD) obat-obatan.

Korban pertama kali ditemukan oleh Suparti, teman satu kos korban, dalam posisi terlentang di tempat tidurnya dan sudah tidak bernyawa.

"Saya pulang kerja masuk kamar, korban sudah dalam posisi terbaring di tempat tidur sudah tidak bernyawa. Awalnya sempat berusaha bangunin, tapi gak ada respons," kata Suparti kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Mengetahui hal itu, ia langsung melapor ke pemilik rumah kos yang kemudian diteruskan ke polisi dan Puskesmas Maospati untuk dilakukan otopsi dan olah TKP.

"Saya bersama teman satu kos melapor ke pemilik rumah kos, kemudian diteruskan ke Polsek dan Puskesmas. Kami tidak berani mengubah atau memindahkan jenazah sebelum polisi dan Dinas Kesehatan Maospati Magetan," jelasnya.

Selain memeriksa jenazah korban, tenaga kesehatan dari Puskesmas Maospati Magetan juga memeriksa sisa obat-obat yang berada di sekitar jenazah.

"Menilik ciri-ciri jenazah ini, dugaan kuat meninggal akibat over dosis (OD) minum obat. Informasinya lima hari lalu, almarhum ini baru periksa dan menjalani rawat inap di RSI At-tin Husada Ngawi karena sakit lambung," kata Kepala Puskesmas Maospati, dr Fitiani kepada wartawan.

Dikatakan dr Fitriani, korban keluar rumah sakit setelah merasa sembuh.

Ia pun kembali bekerja seperti biasa, sampai akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Ini kemungkinan, sebelum ditemukan meninggal almarhum minum obat-obatan ini. Karena tidak tahu takaran obat-obatan saat minum obat-obatan itu," kata dr Fitriani.

Kapolsek Maospati, Kabupaten Magetan, AKP Sujarwanto menyebutkan, setelah dilakukan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

"Setelah selesai pemeriksaan, jenazah langsung dikirim ke RSUD dr Sayidiman untuk dimandikan sambil menunggu keluarganya, untuk segera dimakamkan," kata AKP Sujarwanto.

Diduga Over Dosis, PSK Di Magetan Tewas Di Kamar Kost

MAGETAN JATIM - NR (31) warga Desa Kuwu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, tewas di rumah kos di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, sepulang dari tempat kerja di lokalisasi Baben.


Diduga wanita yang kesehariannya bekerja sebagai wanita penghibur ini tewas karena over dosis (OD) obat-obatan.

Korban pertama kali ditemukan oleh Suparti, teman satu kos korban, dalam posisi terlentang di tempat tidurnya dan sudah tidak bernyawa.

"Saya pulang kerja masuk kamar, korban sudah dalam posisi terbaring di tempat tidur sudah tidak bernyawa. Awalnya sempat berusaha bangunin, tapi gak ada respons," kata Suparti kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Mengetahui hal itu, ia langsung melapor ke pemilik rumah kos yang kemudian diteruskan ke polisi dan Puskesmas Maospati untuk dilakukan otopsi dan olah TKP.

"Saya bersama teman satu kos melapor ke pemilik rumah kos, kemudian diteruskan ke Polsek dan Puskesmas. Kami tidak berani mengubah atau memindahkan jenazah sebelum polisi dan Dinas Kesehatan Maospati Magetan," jelasnya.

Selain memeriksa jenazah korban, tenaga kesehatan dari Puskesmas Maospati Magetan juga memeriksa sisa obat-obat yang berada di sekitar jenazah.

"Menilik ciri-ciri jenazah ini, dugaan kuat meninggal akibat over dosis (OD) minum obat. Informasinya lima hari lalu, almarhum ini baru periksa dan menjalani rawat inap di RSI At-tin Husada Ngawi karena sakit lambung," kata Kepala Puskesmas Maospati, dr Fitiani kepada wartawan.

Dikatakan dr Fitriani, korban keluar rumah sakit setelah merasa sembuh.

Ia pun kembali bekerja seperti biasa, sampai akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Ini kemungkinan, sebelum ditemukan meninggal almarhum minum obat-obatan ini. Karena tidak tahu takaran obat-obatan saat minum obat-obatan itu," kata dr Fitriani.

Kapolsek Maospati, Kabupaten Magetan, AKP Sujarwanto menyebutkan, setelah dilakukan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

"Setelah selesai pemeriksaan, jenazah langsung dikirim ke RSUD dr Sayidiman untuk dimandikan sambil menunggu keluarganya, untuk segera dimakamkan," kata AKP Sujarwanto.