Empat sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mulai mempersiapkan diri menggelar sistem belajar tatap muka. Banyak orang tua mengeluhkan sistem belajar online dinilai kurang efektif. Keempat sekolah tersebut antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3 dan SMP Islam.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Drs. TOTOK RUDIJANTO, M.M mengatakan rencananya tanggal 15 Agustus 2020, Dinas Pendidikan akan melakukan persiapan untuk launching pembelajaran tatap muka di Watulimo. Berdasar evaluasi, kurang efektifnya belajar online karena tidak semua desa di Kecamatan Watulimo mendapatkan jaringan internet. Selain itu, banyak siswa tidak memiliki HP android. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan akan menerapkan pembelajaran tatap muka. Gagasan ini juga sudah mendapat dukungan dari Bupati Trenggalek dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

TOTOK mengatakan, walaupun akan diterapkan pembelajaran tatap muka, tetapi metode yang digunakan adalah pembelajaran campuran, perpaduan belajar tatap muka dan daring untuk mencegah penyebaran Covid-19. Misalnya, kalau dalam satu kelas ada 30 siswa, maka 10 siswa belajar tatap muka, sedangkan 20 siswa lainnya belajar dari rumah secara bergantian. Durasi maksimal belajar tatap muka hanya 2 jam. Selesai belajar, siswa harus pulang tanpa ada jam istirahat di sekolah dan kantin tidak boleh buka. Setelah pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi. Kalau hasilnya positif maka akan diterapkan ke daerah lain yang zonanya sudah hijau. Menurut TOTOK, orang tua diberi kelonggaran untuk memilih antara belajar luring dan daring.

Sumber andikafm.com

Sekolah SMP di Trenggalek Siap Gelar sistem Belajar Tatap Muka

Empat sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mulai mempersiapkan diri menggelar sistem belajar tatap muka. Banyak orang tua mengeluhkan sistem belajar online dinilai kurang efektif. Keempat sekolah tersebut antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3 dan SMP Islam.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Drs. TOTOK RUDIJANTO, M.M mengatakan rencananya tanggal 15 Agustus 2020, Dinas Pendidikan akan melakukan persiapan untuk launching pembelajaran tatap muka di Watulimo. Berdasar evaluasi, kurang efektifnya belajar online karena tidak semua desa di Kecamatan Watulimo mendapatkan jaringan internet. Selain itu, banyak siswa tidak memiliki HP android. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan akan menerapkan pembelajaran tatap muka. Gagasan ini juga sudah mendapat dukungan dari Bupati Trenggalek dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

TOTOK mengatakan, walaupun akan diterapkan pembelajaran tatap muka, tetapi metode yang digunakan adalah pembelajaran campuran, perpaduan belajar tatap muka dan daring untuk mencegah penyebaran Covid-19. Misalnya, kalau dalam satu kelas ada 30 siswa, maka 10 siswa belajar tatap muka, sedangkan 20 siswa lainnya belajar dari rumah secara bergantian. Durasi maksimal belajar tatap muka hanya 2 jam. Selesai belajar, siswa harus pulang tanpa ada jam istirahat di sekolah dan kantin tidak boleh buka. Setelah pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi. Kalau hasilnya positif maka akan diterapkan ke daerah lain yang zonanya sudah hijau. Menurut TOTOK, orang tua diberi kelonggaran untuk memilih antara belajar luring dan daring.

Sumber andikafm.com