Seorang remaja 16 tahun tewas tenggelam di Rumah Pompa Greges, Morokrembangan, Surabaya. Korban baru ditemukan setelah satu jam dilakukan pencarian.
Korban bernama Muhammad Wisnu warga Lasem Baru, Dupak. Adapun korban diketahui tenggelam pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Krembangan Kompol Nur Suhud mengatakan korban tenggelam saat bermain dengan dua orang temannya. Nahas, saat itu, korban terpeleset dan terjatuh ke pintu air.

Korban awalnya main dengan 2 orang temannya. Kemudian terpeleset dan jatuh. Temannya itu mau menolong tapi gak bisa berenang," terang Suhud Rabu (12/8/2020).

"Korban ini tercatat sebagai siswa kelas 1 di SMK," tambah Suhud.

Karena panik, kedua temannya ini kemudian melaporkan kejadian itu ke orang tuanya. Pencarian korban sendiri memakan waktu kurang lebih satu jam.

"Setelah dilaporkan kemudian dilakukan pencarian dari SAR dan tim gabungan. Satu jam kemudian baru ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB," tutur Suhud.

Usai ditemukan, sempat terjadi insiden antara petugas dan orang tua korban. Sebab jenazah korban rencananya akan dibawa ke rumah sakit. Namun pihak keluarga menolak dan memintanya untuk langsung dibawa pulang.

"Jenazah tidak kami evakuasi ke rumah sakit tapi langsung kami serahkan ke keluarganya dan dibawa pulang," tandas Suhud.

Sumber : detik.com

Breaking news. Remaja di Surabaya terpeleset dan tewas di Rumah Pompa Greges

Seorang remaja 16 tahun tewas tenggelam di Rumah Pompa Greges, Morokrembangan, Surabaya. Korban baru ditemukan setelah satu jam dilakukan pencarian.
Korban bernama Muhammad Wisnu warga Lasem Baru, Dupak. Adapun korban diketahui tenggelam pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Krembangan Kompol Nur Suhud mengatakan korban tenggelam saat bermain dengan dua orang temannya. Nahas, saat itu, korban terpeleset dan terjatuh ke pintu air.

Korban awalnya main dengan 2 orang temannya. Kemudian terpeleset dan jatuh. Temannya itu mau menolong tapi gak bisa berenang," terang Suhud Rabu (12/8/2020).

"Korban ini tercatat sebagai siswa kelas 1 di SMK," tambah Suhud.

Karena panik, kedua temannya ini kemudian melaporkan kejadian itu ke orang tuanya. Pencarian korban sendiri memakan waktu kurang lebih satu jam.

"Setelah dilaporkan kemudian dilakukan pencarian dari SAR dan tim gabungan. Satu jam kemudian baru ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB," tutur Suhud.

Usai ditemukan, sempat terjadi insiden antara petugas dan orang tua korban. Sebab jenazah korban rencananya akan dibawa ke rumah sakit. Namun pihak keluarga menolak dan memintanya untuk langsung dibawa pulang.

"Jenazah tidak kami evakuasi ke rumah sakit tapi langsung kami serahkan ke keluarganya dan dibawa pulang," tandas Suhud.

Sumber : detik.com