Bermodalkan kertas HVS dan sebuah mesin print, Sigit Prasetyo (25) warga Dusun Kaliulo, Klepu, Pringapus, Kabupaten Semarang, nekat membuat uang palsu.

Bahkan Sigit sempat mampu memperdayai penjual hp, dengan cara membeli 1 unit hp second di penjual tersebut.

Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono, mengatakan, pelaku dibekuk usai penjual hp itu, Ajunda Lucky mendapatkan uang palsu dari Sigit Prasetyo.

Awalnya terjadi transaksi jual beli hp di Facebook, 26 April 2020 lalu."

"Hp korban dibeli seharga Rp1,1 juta oleh tersangka."

"Keduanya bertemu di Pasar Karangjati, dan tersangka membayar hp tersebut."

"Namun saat uang dicek kembali di rumah korban, ternyata uang itu palsu dan korban melaporkan ke kepolisian," paparnya, Jumat (15/5/2020).

Pelaku pun berhasil ditangkap di rumahnya, 7 Mei 2020 kemarin.

Dari penangkapan tersangka, menurutnya Polres Semarang berhasil meringkus barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp6,5 juta.

Juga 1 hp merk Infinic Smart 4, printer Canon, gunting, kertas HVS, dan sepeda motor.

Uang palsu sebanyak Rp 6,5 juta ini kualitasnya biasa saja karena menggunakan kertas HVS dan hanya memiliki 7 nomor seri yang berbeda," imbuhnya.

Sigit pun, menurut Kapolres dijerat UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar.

Sementara Sigit mengaku belajar membuat uang palsu lewat Youtube.

Ia mengaku terpaksa membuat uang palsu disebabkan sudah 1,5 bulan tidak bekerja.

Dampak corona saya tidak bekerja."

"Sebelumnya saya kuli bangunan, saya kasihan sama istri dan anak saya," jelasnya sambil berkaca-kaca.

Seorang pria di Semarang Bikin Uang Palsu Pakai Kertas HVS

Bermodalkan kertas HVS dan sebuah mesin print, Sigit Prasetyo (25) warga Dusun Kaliulo, Klepu, Pringapus, Kabupaten Semarang, nekat membuat uang palsu.

Bahkan Sigit sempat mampu memperdayai penjual hp, dengan cara membeli 1 unit hp second di penjual tersebut.

Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono, mengatakan, pelaku dibekuk usai penjual hp itu, Ajunda Lucky mendapatkan uang palsu dari Sigit Prasetyo.

Awalnya terjadi transaksi jual beli hp di Facebook, 26 April 2020 lalu."

"Hp korban dibeli seharga Rp1,1 juta oleh tersangka."

"Keduanya bertemu di Pasar Karangjati, dan tersangka membayar hp tersebut."

"Namun saat uang dicek kembali di rumah korban, ternyata uang itu palsu dan korban melaporkan ke kepolisian," paparnya, Jumat (15/5/2020).

Pelaku pun berhasil ditangkap di rumahnya, 7 Mei 2020 kemarin.

Dari penangkapan tersangka, menurutnya Polres Semarang berhasil meringkus barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp6,5 juta.

Juga 1 hp merk Infinic Smart 4, printer Canon, gunting, kertas HVS, dan sepeda motor.

Uang palsu sebanyak Rp 6,5 juta ini kualitasnya biasa saja karena menggunakan kertas HVS dan hanya memiliki 7 nomor seri yang berbeda," imbuhnya.

Sigit pun, menurut Kapolres dijerat UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar.

Sementara Sigit mengaku belajar membuat uang palsu lewat Youtube.

Ia mengaku terpaksa membuat uang palsu disebabkan sudah 1,5 bulan tidak bekerja.

Dampak corona saya tidak bekerja."

"Sebelumnya saya kuli bangunan, saya kasihan sama istri dan anak saya," jelasnya sambil berkaca-kaca.

Tidak ada komentar