SRAGEN JATENG - Sebanyak delapan peserta Ijtima Dunia, Gowa, Sulsel pada Maret lalu asal Sragen, Jawa Tengah menjalani tes swab. Tujuh orang di antaranya dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19.

"Ada delapan peserta Ijtima Gowa yang sudah lebih dulu dilakukan swab test, hasilnya dinyatakan tujuh orang positif, satu negatif," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto saat dihubungi wartawan, Jumat (1/5/2020).

Tatag menjelaskan dari hasil tracing tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sragen, ada 130 warga Sragen yang memiliki riwayat mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 37 warga yang hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif.

"37 warga ini sudah menjalani karantina mandiri di gedung SMS (Sasana Manggala Sukowati), sejak Hari Senin. Seluruhnya menjalani tes swab sebagai tindak lanjut hasil rapid test," terangnya.

Rapid test gelombang pertama, lanjut Tatag, dilakukan kepada delapan peserta Ijtima Gowa, baru diikuti peserta yang lain di beberapa hari berikutnya. Sehingga hasil tes swab delapan warga ini, keluar terlebih dahulu dibandingkan warga lain.

"Delapan peserta Ijtima Gowa tersebut posisinya sudah berada di lokasi karantina gedung SMS. Dari hasil swab, satu orang yang negatif kami perbolehkan pulang, dengan kewajiban tetap melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari," imbuh Tatag.

Sementara tujuh orang yang hasil swab-nya positif, lanjutnya, tetap dikarantina di gedung SMS bersama 29 peserta Ijtima lain. Untuk mencegah penularan, ketujuh orang ini nantinya akan menempati ruangan yang berbeda.

"Tujuh yang positif kita tempatkan di ruangan yang berbeda. Dengan pengawasan ketat petugas kami," katanya.

Tatag menerangkan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Sragen sedang melakukan tracing terhadap keluarga dan lingkungan tujuh pasien baru virus Corona ini. Petugas sedang mengkaji kemungkinan menerapkan isolasi lingkungan tempat tinggal tujuh orang tersebut.

"Untuk keluarga kami imbau untuk melakukan karantina mandiri. Sementara terkait isolasi lingkungan diserahkan DKK dan Satgas COVID-19 Desa," tambahnya.

Dengan penambahan ini, total kasus positif virus Corona di Sragen bertambah menjadi 18 orang. Satu orang di antaranya meninggal, dua orang dinyatakan sembuh, sementara sisanya masih dalam perawatan. Sedangkan kasus dari Klaster Gowa asal Sragen yang dinyatakan positif Corona hari ini meningkat menjadi 11 orang.

Bertambah, Pasien Positif Corona di Sragen Melonjak

SRAGEN JATENG - Sebanyak delapan peserta Ijtima Dunia, Gowa, Sulsel pada Maret lalu asal Sragen, Jawa Tengah menjalani tes swab. Tujuh orang di antaranya dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19.

"Ada delapan peserta Ijtima Gowa yang sudah lebih dulu dilakukan swab test, hasilnya dinyatakan tujuh orang positif, satu negatif," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto saat dihubungi wartawan, Jumat (1/5/2020).

Tatag menjelaskan dari hasil tracing tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sragen, ada 130 warga Sragen yang memiliki riwayat mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 37 warga yang hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif.

"37 warga ini sudah menjalani karantina mandiri di gedung SMS (Sasana Manggala Sukowati), sejak Hari Senin. Seluruhnya menjalani tes swab sebagai tindak lanjut hasil rapid test," terangnya.

Rapid test gelombang pertama, lanjut Tatag, dilakukan kepada delapan peserta Ijtima Gowa, baru diikuti peserta yang lain di beberapa hari berikutnya. Sehingga hasil tes swab delapan warga ini, keluar terlebih dahulu dibandingkan warga lain.

"Delapan peserta Ijtima Gowa tersebut posisinya sudah berada di lokasi karantina gedung SMS. Dari hasil swab, satu orang yang negatif kami perbolehkan pulang, dengan kewajiban tetap melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari," imbuh Tatag.

Sementara tujuh orang yang hasil swab-nya positif, lanjutnya, tetap dikarantina di gedung SMS bersama 29 peserta Ijtima lain. Untuk mencegah penularan, ketujuh orang ini nantinya akan menempati ruangan yang berbeda.

"Tujuh yang positif kita tempatkan di ruangan yang berbeda. Dengan pengawasan ketat petugas kami," katanya.

Tatag menerangkan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Sragen sedang melakukan tracing terhadap keluarga dan lingkungan tujuh pasien baru virus Corona ini. Petugas sedang mengkaji kemungkinan menerapkan isolasi lingkungan tempat tinggal tujuh orang tersebut.

"Untuk keluarga kami imbau untuk melakukan karantina mandiri. Sementara terkait isolasi lingkungan diserahkan DKK dan Satgas COVID-19 Desa," tambahnya.

Dengan penambahan ini, total kasus positif virus Corona di Sragen bertambah menjadi 18 orang. Satu orang di antaranya meninggal, dua orang dinyatakan sembuh, sementara sisanya masih dalam perawatan. Sedangkan kasus dari Klaster Gowa asal Sragen yang dinyatakan positif Corona hari ini meningkat menjadi 11 orang.