MOJOKERTO JATIM - Kasus Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Mojokerto bertambah 3 orang hari ini, sehingga menjadi 14 orang. Salah seorang pasien meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit karena mempunyai riwayat sakit paru-paru.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, pasien positif Corona yang meninggal dunia yakni perempuan 66 tahun asal Kecamatan Puri. Pasien dibawa anaknya ke UGD RS Dian Husada di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko karena menderita sesak nafas pada Jumat (8/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Rupanya nenek 66 tahun ini mempunyai riwayat penyakit paru-paru selama 4 tahun terakhir. Dokter UGD yang memeriksanya saat itu menemukan gejala klinis yang mengarah ke COVID-19. Sehingga pasien dirujuk ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto sekitar pukul 23.00 WIB.

"Saat itu dari UGD RSUD Wahidin, pasien langsung dimasukkan ke ruang isolasi dan dilakukan tes swab. Pada pukul 24.00 WIB pasien meninggal dunia," kata Ardi dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (20/5/2020).

Jenazah perempuan 66 tahun itu dimakamkan di kampung halamannya dengan protokol COVID-19 pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 06.00 WIB. Proses pemakaman melibatkan petugas dari RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo dan para relawan.

"Hasil tes swab baru keluar hari ini, pasien dinyatakan positif COVID-19," ungkap Ardi.

Seorang pria berusia 43 tahun asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto juga dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar hari ini. Sehari-hari dia bekerja di SPBU atau pompa bensin di Gubeng, Surabaya.

Ardi menjelaskan, pasien ini sempat dirawat di RSAL Surabaya selama 3 pekan. Yakni mulai Jumat (24/4) hingga Jumat (15/5). Karena saat itu pasien menderita sesak nafas dan nyeri telan.

"Pasien mempunyai riwayat sesak nafas selama satu tahun terakhir. Dia sudah dites swab 29 April dan 15 Mei," terangnya.

Tes swab pertama pria 43 tahun itu, kata Ardi, menunjukkan hasil negatif. Sedangkan hasil tes swab kedua baru keluar hari ini. Pegawai SPBU di Surabaya itu dinyatakan positif COVID-19.

"Pasien pulang ke Mojokerto tiga hari sekali. Sejak pandemi Corona, dia pulang tanggal 15 Mei setelah dirawat di RSAL. Pihak puskesmas, babinsa, bhabinkamtibmas dan desa sudah mengedukasi pasien untuk isolasi mandiri," jelasnya.

Sementara pasien ketiga yang hari ini dinyatakan positif COVID-19 yakni pria 51 tahun asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Dia karyawan swasta yang sehari-hari bekerja di Surabaya.

"Kronologi pasien ini tertular, masih didalami tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto," tandas Ardi.

Dengan begitu, pasien positif Corona di Kabupaten Mojokerto kini berjumlah 13 orang. Yakni pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun pasutri asal Kecamatan Jetis, perempuan 45 tahun dokter di Puskemas Ngoro, perempuan 39 tahun perawat di RSUD Prof Dr Soekandar, ibu rumah tangga 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi tinggal di Sidoarjo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko.

Juga pria 50 tahun pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto dan istrinya berusia 43 tahun asal Sooko, ibu rumah tangga 36 tahun asal Jetis, perempuan 40 tahun asal Mojoanyar karyawan Sampoerna di Surabaya, pria 34 tahun asal Kemlagi dokter di Solo, perempuan 66 tahun asal Puri, pria 43 tahun asal Kutorejo pegawai SPBU di Surabaya, serta pria 51 tahun asal Kecamatan Kemlagi karyawan swasta di Surabaya.

Dari jumlah itu, baru 2 orang yang dinyatakan sembuh. Yakni Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko dan ibu rumah tanggal usia 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi yang tinggal di Sidoarjo. Sementara satu pasien meninggal dunia pada Jumat (8/5). Yakni perempuan 66 tahun asal Puri.

Update Corona Di Mojokerto: Pasien Positif Bertambah 3 Orang

MOJOKERTO JATIM - Kasus Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Mojokerto bertambah 3 orang hari ini, sehingga menjadi 14 orang. Salah seorang pasien meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit karena mempunyai riwayat sakit paru-paru.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, pasien positif Corona yang meninggal dunia yakni perempuan 66 tahun asal Kecamatan Puri. Pasien dibawa anaknya ke UGD RS Dian Husada di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko karena menderita sesak nafas pada Jumat (8/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Rupanya nenek 66 tahun ini mempunyai riwayat penyakit paru-paru selama 4 tahun terakhir. Dokter UGD yang memeriksanya saat itu menemukan gejala klinis yang mengarah ke COVID-19. Sehingga pasien dirujuk ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto sekitar pukul 23.00 WIB.

"Saat itu dari UGD RSUD Wahidin, pasien langsung dimasukkan ke ruang isolasi dan dilakukan tes swab. Pada pukul 24.00 WIB pasien meninggal dunia," kata Ardi dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (20/5/2020).

Jenazah perempuan 66 tahun itu dimakamkan di kampung halamannya dengan protokol COVID-19 pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 06.00 WIB. Proses pemakaman melibatkan petugas dari RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo dan para relawan.

"Hasil tes swab baru keluar hari ini, pasien dinyatakan positif COVID-19," ungkap Ardi.

Seorang pria berusia 43 tahun asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto juga dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar hari ini. Sehari-hari dia bekerja di SPBU atau pompa bensin di Gubeng, Surabaya.

Ardi menjelaskan, pasien ini sempat dirawat di RSAL Surabaya selama 3 pekan. Yakni mulai Jumat (24/4) hingga Jumat (15/5). Karena saat itu pasien menderita sesak nafas dan nyeri telan.

"Pasien mempunyai riwayat sesak nafas selama satu tahun terakhir. Dia sudah dites swab 29 April dan 15 Mei," terangnya.

Tes swab pertama pria 43 tahun itu, kata Ardi, menunjukkan hasil negatif. Sedangkan hasil tes swab kedua baru keluar hari ini. Pegawai SPBU di Surabaya itu dinyatakan positif COVID-19.

"Pasien pulang ke Mojokerto tiga hari sekali. Sejak pandemi Corona, dia pulang tanggal 15 Mei setelah dirawat di RSAL. Pihak puskesmas, babinsa, bhabinkamtibmas dan desa sudah mengedukasi pasien untuk isolasi mandiri," jelasnya.

Sementara pasien ketiga yang hari ini dinyatakan positif COVID-19 yakni pria 51 tahun asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Dia karyawan swasta yang sehari-hari bekerja di Surabaya.

"Kronologi pasien ini tertular, masih didalami tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto," tandas Ardi.

Dengan begitu, pasien positif Corona di Kabupaten Mojokerto kini berjumlah 13 orang. Yakni pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun pasutri asal Kecamatan Jetis, perempuan 45 tahun dokter di Puskemas Ngoro, perempuan 39 tahun perawat di RSUD Prof Dr Soekandar, ibu rumah tangga 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi tinggal di Sidoarjo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko.

Juga pria 50 tahun pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto dan istrinya berusia 43 tahun asal Sooko, ibu rumah tangga 36 tahun asal Jetis, perempuan 40 tahun asal Mojoanyar karyawan Sampoerna di Surabaya, pria 34 tahun asal Kemlagi dokter di Solo, perempuan 66 tahun asal Puri, pria 43 tahun asal Kutorejo pegawai SPBU di Surabaya, serta pria 51 tahun asal Kecamatan Kemlagi karyawan swasta di Surabaya.

Dari jumlah itu, baru 2 orang yang dinyatakan sembuh. Yakni Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko dan ibu rumah tanggal usia 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi yang tinggal di Sidoarjo. Sementara satu pasien meninggal dunia pada Jumat (8/5). Yakni perempuan 66 tahun asal Puri.

Tidak ada komentar