Seorang wanita ditemukan tewas di kamar kos di Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora. Penemuan wanita yang berprofesi sebagai SPG itu diketahui dari kecurigaan pemilik kos yang mencium bau busuk.
"Pemilik kos mencium bau busuk dan banyak lalat. Setelah ditelusuri bau tersebut bersumber dari kamar yang ditempati korban," kata Kapolsek Blora Kota AKP Joko Supriyono Selasa (12/05/2020).

Joko menyebut dari kecurigaan itu, pemilik kos lalu mendatangi tempat kerja korban yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari kos. Di sana, pemilik kos menanyakan tentang keberadaan korban kepada teman kerjanya.

Kawan-kawan korban mengatakan jika korban sudah tidak masuk kerja selama tiga hari," terangnya.

Kemudian pemilik kos mengetuk pintu kamar korban. Namun karena tidak direspons, pemilik kos lantas membuka kamar dengan kunci cadangan.

"Beruntung kunci kamar tidak menempel di dalam. Sehingga pintu bisa dibuka dari luar," terangnya.

Joko menyebut korban berinisial RF diketahui lahir di Jember 19 Juni 1981. Sehari-hari, RF bekerja sebagai SPG kosmetik di salah satu swalayan di Blora.

"Dari keterangan kawan-kawan korban, dia dikenal tertutup tidak banyak berkomunikasi dengan kawan kerja," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto menjelaskan saat ini jenazah sudah berada di kamar pemulasaran jenasah RSUD dr R. Soetijono Blora. Tim inafis Polres Blora sedang melakukan identifikasi sebab-sebab kematian korban.

"Saya tungguin di sini, ini masih ditangani tim inafis," kata Setiyanto.

Setiyanto belum mau bicara soal dugaan kematian korban. Dia mengaku masih akan menyelidikinya lebih lanjut.

"Kita masih mendalami sebab-sebab kematian korban. Kondisi jenazah sedang ditangani tim inafis Polres Blora," katanya.

3 hari tidak kerja. SPG di Blora tewas dan membusuk

Seorang wanita ditemukan tewas di kamar kos di Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora. Penemuan wanita yang berprofesi sebagai SPG itu diketahui dari kecurigaan pemilik kos yang mencium bau busuk.
"Pemilik kos mencium bau busuk dan banyak lalat. Setelah ditelusuri bau tersebut bersumber dari kamar yang ditempati korban," kata Kapolsek Blora Kota AKP Joko Supriyono Selasa (12/05/2020).

Joko menyebut dari kecurigaan itu, pemilik kos lalu mendatangi tempat kerja korban yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari kos. Di sana, pemilik kos menanyakan tentang keberadaan korban kepada teman kerjanya.

Kawan-kawan korban mengatakan jika korban sudah tidak masuk kerja selama tiga hari," terangnya.

Kemudian pemilik kos mengetuk pintu kamar korban. Namun karena tidak direspons, pemilik kos lantas membuka kamar dengan kunci cadangan.

"Beruntung kunci kamar tidak menempel di dalam. Sehingga pintu bisa dibuka dari luar," terangnya.

Joko menyebut korban berinisial RF diketahui lahir di Jember 19 Juni 1981. Sehari-hari, RF bekerja sebagai SPG kosmetik di salah satu swalayan di Blora.

"Dari keterangan kawan-kawan korban, dia dikenal tertutup tidak banyak berkomunikasi dengan kawan kerja," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto menjelaskan saat ini jenazah sudah berada di kamar pemulasaran jenasah RSUD dr R. Soetijono Blora. Tim inafis Polres Blora sedang melakukan identifikasi sebab-sebab kematian korban.

"Saya tungguin di sini, ini masih ditangani tim inafis," kata Setiyanto.

Setiyanto belum mau bicara soal dugaan kematian korban. Dia mengaku masih akan menyelidikinya lebih lanjut.

"Kita masih mendalami sebab-sebab kematian korban. Kondisi jenazah sedang ditangani tim inafis Polres Blora," katanya.

Tidak ada komentar