PONOROGO JATIM - Pasien positif Corona di Ponorogo bertambah 1 orang, total saat ini sudah ada 9 pasien positif. Pasien ini berasal dari klaster Jakarta.

"Ada satu orang terkonfirmasi positif, dia bukan dari klaster (pelatihan haji) Sukolilo tapi dari klaster Jakarta," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Sabtu (25/4/2020).

Ipong mengatakan yang bersangkutan pergi ke Jakarta saat sudah masuk masa pandemi Corona, yakni tanggal 7 hingga 11 April 2020.

"Berangkat ke Jakarta tanggal 7 April, pulang tanggal 11 April sudah dengan keluhan batuk. Tanggal 12 April kita swab," papar Ipong.

Ipong menambahkan pasien 09 ini merupakan warga Kecamatan Sampung berjenis kelamin perempuan. Pasien tersebut datang dari Jakarta pada Sabtu (11/4) lalu.

"Datang dari Jakarta tanggal 11 April, sempat mengeluh batuk pilek hasil rontgen biasa," terang Ipong.

Karena ingin mengantisipasi, tim medis pun mengambil swab pasien 09 pada Minggu (12/4). Dari kedatangannya, pasien tersebut melakukan isolasi mandiri.

"Meski orang tuanya sempat mengadakan megengan, yang bersangkutan tidak bertemu siapa-siapa," jelas Ipong.

Ipong menjelaskan untuk mengantisipasi kondisi kedua orang tua pasien, keduanya juga akan diperiksa tim medis untuk memastikan kesehatannya.

"Orang tuanya kita akan cek, kesehatannya hasilnya seperti apa," imbuh Ipong.

Hingga saat ini, sudah ditemukan 8 kontak erat dari yang bersangkutan. Pihak Pemkab bakal melakukan rapid test kedelapan orang tersebut.

"Kita sudah tracing, hasilnya ada 8 kontak erat. Kita akan rapid test," tegas Ipong.

Disinggung soal lockdown di desa tersebut, menurut Ipong hal itu belum perlu dilakukan. Sebab, pihaknya sudah memastikan pasien 09 dan hasil tracingnya.

"Nggak ada lockdown," tukas Ipong.

Saat ini, dari sembilan pasien positif Corona di Ponorogo, terinci ada delapan pasien dari klaster pelatihan haji di Surabaya dan satu pasien dari klaster Jakarta. Sementara, baru pasien 04 yang dinyatakan sembuh.

Pasien Positif Corona Di Ponorogo Bertambah Satu Orang

PONOROGO JATIM - Pasien positif Corona di Ponorogo bertambah 1 orang, total saat ini sudah ada 9 pasien positif. Pasien ini berasal dari klaster Jakarta.

"Ada satu orang terkonfirmasi positif, dia bukan dari klaster (pelatihan haji) Sukolilo tapi dari klaster Jakarta," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Sabtu (25/4/2020).

Ipong mengatakan yang bersangkutan pergi ke Jakarta saat sudah masuk masa pandemi Corona, yakni tanggal 7 hingga 11 April 2020.

"Berangkat ke Jakarta tanggal 7 April, pulang tanggal 11 April sudah dengan keluhan batuk. Tanggal 12 April kita swab," papar Ipong.

Ipong menambahkan pasien 09 ini merupakan warga Kecamatan Sampung berjenis kelamin perempuan. Pasien tersebut datang dari Jakarta pada Sabtu (11/4) lalu.

"Datang dari Jakarta tanggal 11 April, sempat mengeluh batuk pilek hasil rontgen biasa," terang Ipong.

Karena ingin mengantisipasi, tim medis pun mengambil swab pasien 09 pada Minggu (12/4). Dari kedatangannya, pasien tersebut melakukan isolasi mandiri.

"Meski orang tuanya sempat mengadakan megengan, yang bersangkutan tidak bertemu siapa-siapa," jelas Ipong.

Ipong menjelaskan untuk mengantisipasi kondisi kedua orang tua pasien, keduanya juga akan diperiksa tim medis untuk memastikan kesehatannya.

"Orang tuanya kita akan cek, kesehatannya hasilnya seperti apa," imbuh Ipong.

Hingga saat ini, sudah ditemukan 8 kontak erat dari yang bersangkutan. Pihak Pemkab bakal melakukan rapid test kedelapan orang tersebut.

"Kita sudah tracing, hasilnya ada 8 kontak erat. Kita akan rapid test," tegas Ipong.

Disinggung soal lockdown di desa tersebut, menurut Ipong hal itu belum perlu dilakukan. Sebab, pihaknya sudah memastikan pasien 09 dan hasil tracingnya.

"Nggak ada lockdown," tukas Ipong.

Saat ini, dari sembilan pasien positif Corona di Ponorogo, terinci ada delapan pasien dari klaster pelatihan haji di Surabaya dan satu pasien dari klaster Jakarta. Sementara, baru pasien 04 yang dinyatakan sembuh.

Tidak ada komentar