SURABAYA - Jumlah pasien positif Corona di kota Surabaya bertambah 20 orang dari hari sebelumnya Jumat (17/4). Kini totalnya menjadi 270 orang.

Sedangkan pasien positif yang meninggal di Surabaya bertambah empat orang. Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, penambahan pasien positif Corona itu merupakan pergeseran dari status ODP dan PDP

"Memang ada penambahan. Jadi beberapa yang diperiksa itu bertambah status (positif)," kata Fikser saat dihubungi wartawan, Sabtu (18/4/2020).

Pergeseran status itu diketahui dari hasil tes swab yang sudah keluar. "Penambahan itu semua dari pergeseran status ODP dan PDP ke konfirmasi. Itu hasil dari pemeriksaan kita, pemeriksaan tes swab," jelasnya.

Sedangkan untuk riwayatnya, Fikser mengatakan, para pasien positif tambahan memiliki kontak dengan pasien positif sebelumnya. Tidak lagi bepergian dari daerah atau negara terjangkit.

"Kalau yang sekarang-sekarang ini sudah tertular dari kontak dengan positif," lanjutnya.

Seperti diketahui, mayoritas warga Surabaya yang terjangkit Corona bukan TKI. Melainkan warga biasa dan pernah kontak dengan pasien positif.

"Mayoritas bukan TKI, ini sudah warga biasa. Campur sebenarnya sih. Ada yang warga biasa dia punya bisnis (di luar Surabaya), jadi warga biasa," pungkasnya.

Pasien Positif Corona Di Surabaya Bertambah 20, Total 270

SURABAYA - Jumlah pasien positif Corona di kota Surabaya bertambah 20 orang dari hari sebelumnya Jumat (17/4). Kini totalnya menjadi 270 orang.

Sedangkan pasien positif yang meninggal di Surabaya bertambah empat orang. Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, penambahan pasien positif Corona itu merupakan pergeseran dari status ODP dan PDP

"Memang ada penambahan. Jadi beberapa yang diperiksa itu bertambah status (positif)," kata Fikser saat dihubungi wartawan, Sabtu (18/4/2020).

Pergeseran status itu diketahui dari hasil tes swab yang sudah keluar. "Penambahan itu semua dari pergeseran status ODP dan PDP ke konfirmasi. Itu hasil dari pemeriksaan kita, pemeriksaan tes swab," jelasnya.

Sedangkan untuk riwayatnya, Fikser mengatakan, para pasien positif tambahan memiliki kontak dengan pasien positif sebelumnya. Tidak lagi bepergian dari daerah atau negara terjangkit.

"Kalau yang sekarang-sekarang ini sudah tertular dari kontak dengan positif," lanjutnya.

Seperti diketahui, mayoritas warga Surabaya yang terjangkit Corona bukan TKI. Melainkan warga biasa dan pernah kontak dengan pasien positif.

"Mayoritas bukan TKI, ini sudah warga biasa. Campur sebenarnya sih. Ada yang warga biasa dia punya bisnis (di luar Surabaya), jadi warga biasa," pungkasnya.