BONDOWOSO JATIM - Salah Satu Orang Dalam Pengawasan (ODP) meninggal dunia di Bobdowoso. Warga Pujer, Bondowoso ini merupakan TKI yang baru pulang dari Malaysia.

ODP tersebut datang ke rumah sakit sekitar tiga hari lalu dengan keluhan stroke. Saat dilakukan rapid test, hasilnya ternyata positif Corona. Pasien juga sudah dilakukan swab. Tapi hasilnya belum turun.

"Awalnya memang didiagnosis stroke. Namun karena pasien tersebut baru datang dari Malaysia, lantas kami cek darahnya," ungkap Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priatna saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Yus mengatakan karena hasil rapid testnya positif, maka saat itu pula pihak RSUD Koesnadi mengisolasi pasien dan terus memantau perkembangannya.

"Tapi selang tiga hari, pasien meninggal. Kami lantas melakukan pemakaman sesuai protap COVID-19. Yakni menggunakan peti. Sehingga kumannya tak akan menyebar ke mana-mana," kata Yus.

RSUD dr Koesnadi sebenarnya sudah melakukan swab. Namun hasilnya belum keluar. Karena untuk menunggu hasil swab dari Surabaya waktunya memang relatif lama.

"Pasien tersebut memang baru pulang dari Malaysia, sekitar dua bulan lalu. Diduga, pasien terpapar COVID-19 saat di Malaysia. Ketika dibawa ke rumah sakit, pasien juga dalam kondisi tak sadar," tandas Yus.

ODP Corona Di Bondowoso Meninggal Setelah Pulang Dari Malaysia

BONDOWOSO JATIM - Salah Satu Orang Dalam Pengawasan (ODP) meninggal dunia di Bobdowoso. Warga Pujer, Bondowoso ini merupakan TKI yang baru pulang dari Malaysia.

ODP tersebut datang ke rumah sakit sekitar tiga hari lalu dengan keluhan stroke. Saat dilakukan rapid test, hasilnya ternyata positif Corona. Pasien juga sudah dilakukan swab. Tapi hasilnya belum turun.

"Awalnya memang didiagnosis stroke. Namun karena pasien tersebut baru datang dari Malaysia, lantas kami cek darahnya," ungkap Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priatna saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Yus mengatakan karena hasil rapid testnya positif, maka saat itu pula pihak RSUD Koesnadi mengisolasi pasien dan terus memantau perkembangannya.

"Tapi selang tiga hari, pasien meninggal. Kami lantas melakukan pemakaman sesuai protap COVID-19. Yakni menggunakan peti. Sehingga kumannya tak akan menyebar ke mana-mana," kata Yus.

RSUD dr Koesnadi sebenarnya sudah melakukan swab. Namun hasilnya belum keluar. Karena untuk menunggu hasil swab dari Surabaya waktunya memang relatif lama.

"Pasien tersebut memang baru pulang dari Malaysia, sekitar dua bulan lalu. Diduga, pasien terpapar COVID-19 saat di Malaysia. Ketika dibawa ke rumah sakit, pasien juga dalam kondisi tak sadar," tandas Yus.