KEDIRI JATIM - Seorang pria bernama Sukariyadi, warga Dusun Jabon Utara, Desa Jabon, Kecamatan Bayakan Kabupaten Kediri meninggal mendadak di mess atau rumah dinas PG Mrican Kota Kediri, kamis 23/04/20 sekitar jam 14.00 WIB siang tadi.

Korban sehari-hari berprofesi sebagai tenaga kebersihan PG Mrican.

Menurut AIPTU Puji Santoso, Kasi Humas Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota yang dikonfirmasi mengatakan peristiwa meninggalnya SUKARIYADI pertama kali diketahui oleh WIDODO, warga Bulusari Tarokan Kediri dan SURYANTO, warga Ngablak Banyakan Kediri.

 Keduanya teman korban saat itu melihat SUKARIYADI duduk di kursi depan rumah dalam keadaan bertelanjang dada. Mereka kemudian mengajak SUKARIYADI ke warung. Tapi berkali-kali dipanggil, SUKARIYADI tidak bergerak dan hanya diam saja.

Karena khawatir, keduanya lalu melaporkan ke Security PG dan diteruskan ke Polsek Mojoroto.

Saat diperiksa oleh polisi bersama tim dokter yang tiba ke lokasi, SUKARIYADI dinyatakan sudah meninggal dunia. Pada tubuh jenazah juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga, SUKARIYADI meninggal karena sakit.

 Menurut keterangan istrinya, korban memiliki riwayat sakit asam urat. Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri oleh petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, sesuai SOP protokol kesehatan di masa pandemi corona untuk antisipasi.

Meninggal Mendadak, Warga Kediri Dievakuasi Dengan APD

KEDIRI JATIM - Seorang pria bernama Sukariyadi, warga Dusun Jabon Utara, Desa Jabon, Kecamatan Bayakan Kabupaten Kediri meninggal mendadak di mess atau rumah dinas PG Mrican Kota Kediri, kamis 23/04/20 sekitar jam 14.00 WIB siang tadi.

Korban sehari-hari berprofesi sebagai tenaga kebersihan PG Mrican.

Menurut AIPTU Puji Santoso, Kasi Humas Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota yang dikonfirmasi mengatakan peristiwa meninggalnya SUKARIYADI pertama kali diketahui oleh WIDODO, warga Bulusari Tarokan Kediri dan SURYANTO, warga Ngablak Banyakan Kediri.

 Keduanya teman korban saat itu melihat SUKARIYADI duduk di kursi depan rumah dalam keadaan bertelanjang dada. Mereka kemudian mengajak SUKARIYADI ke warung. Tapi berkali-kali dipanggil, SUKARIYADI tidak bergerak dan hanya diam saja.

Karena khawatir, keduanya lalu melaporkan ke Security PG dan diteruskan ke Polsek Mojoroto.

Saat diperiksa oleh polisi bersama tim dokter yang tiba ke lokasi, SUKARIYADI dinyatakan sudah meninggal dunia. Pada tubuh jenazah juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga, SUKARIYADI meninggal karena sakit.

 Menurut keterangan istrinya, korban memiliki riwayat sakit asam urat. Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri oleh petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, sesuai SOP protokol kesehatan di masa pandemi corona untuk antisipasi.

Tidak ada komentar