KARANGANYAR JATENG - Dua warga Kecamatan Colomadu, Karanganyar dinyatakan terkonfirmasi terpapar virus Corona atau COVID-19. Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyatakan kedua kasus positif baru ini berasal dari klaster Gowa.

"Iya ada dua positif. Keduanya dari Desa Ngasem dan Gawanan. Dua-duanya eks Gowa," ujar Yuli, sapaan akrabnya, dihubungi wartawan, Rabu (29/4/2020).

Berdasarkan riwayat perjalanannya, lanjut Yuli, usai mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulsel, keduanya kembali ke Karanganyar pada 26 Maret 2020 lewat jalur kapal laut dan pesawat terbang. Keduanya mulai dirawat di rumah sakit pada 22 April 2020.

"Masuk RS Kasih Ibu Solo tanggal 22 April. Tanggal 23 dan 24 April di-swab. Hasilnya keluar positif hari ini, 29 April," terang Yuli yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karanganyar ini.

Kedua pasien positif ini, lanjutnya, merupakan bagian dari 18 peserta Ijtima Gowa asal Karanganyar yang hasil rapid test-nya reaktif. Saat ini keduanya masih di rawat di ruang isolasi RS Kasih Ibu Solo, sembari menunggu tes swab kedua yang akan dilakukan satu hingga dua hari lagi.

Sementara terkait kemungkinan karantina lingkungan kedua pasien positif, Yuli mengaku sedang berembuk dengan warga.

"Baru kita komunikasikan kepada lingkungan. Karena hasil rapid test keluarga negatif semua. Kedua pasien juga sudah di rumah sakit jadi masyarakat lebih tenang. Kita diskusikan nanti apa yang terbaik," tambah Yuli.

Selain tambahan dua pasien positif di atas, Yuli juga mengkonfirmasi satu pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh. Pasien sembuh tersebut berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Colomadu.

"Sembuh satu, dosen asal Desa Gajahan. Hari ini sudah berada di rumah. Artinya kalau sudah di rumah kan lebih tenang dan nyaman. Tentu yang bersangkutan diharapkan tetap menjaga kesehatannya," kata Yuli.

Dengan perkembangan ini, jumlah kasus COVID-19 di Karanganyar bertambah menjadi 17 kasus. Rinciannya, tiga pasien meninggal, dua pasien sembuh, sementara 12 lainnya masih dalam perawatan.

Bertambah, Dua Warga Karanganyar Dinyatakan Positif Corona

KARANGANYAR JATENG - Dua warga Kecamatan Colomadu, Karanganyar dinyatakan terkonfirmasi terpapar virus Corona atau COVID-19. Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyatakan kedua kasus positif baru ini berasal dari klaster Gowa.

"Iya ada dua positif. Keduanya dari Desa Ngasem dan Gawanan. Dua-duanya eks Gowa," ujar Yuli, sapaan akrabnya, dihubungi wartawan, Rabu (29/4/2020).

Berdasarkan riwayat perjalanannya, lanjut Yuli, usai mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulsel, keduanya kembali ke Karanganyar pada 26 Maret 2020 lewat jalur kapal laut dan pesawat terbang. Keduanya mulai dirawat di rumah sakit pada 22 April 2020.

"Masuk RS Kasih Ibu Solo tanggal 22 April. Tanggal 23 dan 24 April di-swab. Hasilnya keluar positif hari ini, 29 April," terang Yuli yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karanganyar ini.

Kedua pasien positif ini, lanjutnya, merupakan bagian dari 18 peserta Ijtima Gowa asal Karanganyar yang hasil rapid test-nya reaktif. Saat ini keduanya masih di rawat di ruang isolasi RS Kasih Ibu Solo, sembari menunggu tes swab kedua yang akan dilakukan satu hingga dua hari lagi.

Sementara terkait kemungkinan karantina lingkungan kedua pasien positif, Yuli mengaku sedang berembuk dengan warga.

"Baru kita komunikasikan kepada lingkungan. Karena hasil rapid test keluarga negatif semua. Kedua pasien juga sudah di rumah sakit jadi masyarakat lebih tenang. Kita diskusikan nanti apa yang terbaik," tambah Yuli.

Selain tambahan dua pasien positif di atas, Yuli juga mengkonfirmasi satu pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh. Pasien sembuh tersebut berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Colomadu.

"Sembuh satu, dosen asal Desa Gajahan. Hari ini sudah berada di rumah. Artinya kalau sudah di rumah kan lebih tenang dan nyaman. Tentu yang bersangkutan diharapkan tetap menjaga kesehatannya," kata Yuli.

Dengan perkembangan ini, jumlah kasus COVID-19 di Karanganyar bertambah menjadi 17 kasus. Rinciannya, tiga pasien meninggal, dua pasien sembuh, sementara 12 lainnya masih dalam perawatan.