SIDOARJO JATIM - Satu warga pasien positif Virus Corona (Covid-19) yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Sidoarjo meninggal, Rabu (25/3/2020) pukul 19.00 Wib.

Jenazah kemudian dimakamkan di kawasan Lingkar Timur, Sidoarjo, pada Kamis (26/3/2020) pukul 03.30 Wib.

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap bersama tim memimpin proses pemakaman.

Ia ikut menurunkan peti jenazah ke lihat lahat dan mengiringi proses pemakaman untuk meyakinkan petugas kuburan agar tidak takut.

"Saya ikut terjun tidak lain agar meyakinkan bapak-bapak penggali yang awalnya memang tidak mau menurunkan peti mati karena mau meninggalkan tempat," kata Nur Ahmad Syaifuddin.

"Saya berikan kepastian, keyakinan bahwasannya semua prosedur sudah bagus jadi aman. Sudah dilapisi dengan beberapa lapis plastik dan pakai peti," imbuhnya.

Ia melanjutkan, dirinya ikut agar tiga penggali makam tidak ragu untuk ikut membantu proses pemakaman pasien positif Corona tersebut.

"Biar tidak ragu saya ikut. Alhamdulillah saya dibantu dr Anto saya juga mohon terjun karena beliau tahu prosedur dan Alhamdulillah tiga penggali tadi mau. Saya mohon masyarakat jangan terlalu panik dan takut yang berlebihan," ujarnya.

"Jadi prosedur yang sudah dilaksanakan dinas kesehatan, oleh rumah sakit sudah benar. Takut berlebihan tidak baik, terlalu berani juga tidak baik. Pokoknya sesuai dengan prosedur yang sudah ada," tandasnya.

Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Hadiri Pemakaman Korban Meninggal Virus Corona

SIDOARJO JATIM - Satu warga pasien positif Virus Corona (Covid-19) yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Sidoarjo meninggal, Rabu (25/3/2020) pukul 19.00 Wib.

Jenazah kemudian dimakamkan di kawasan Lingkar Timur, Sidoarjo, pada Kamis (26/3/2020) pukul 03.30 Wib.

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap bersama tim memimpin proses pemakaman.

Ia ikut menurunkan peti jenazah ke lihat lahat dan mengiringi proses pemakaman untuk meyakinkan petugas kuburan agar tidak takut.

"Saya ikut terjun tidak lain agar meyakinkan bapak-bapak penggali yang awalnya memang tidak mau menurunkan peti mati karena mau meninggalkan tempat," kata Nur Ahmad Syaifuddin.

"Saya berikan kepastian, keyakinan bahwasannya semua prosedur sudah bagus jadi aman. Sudah dilapisi dengan beberapa lapis plastik dan pakai peti," imbuhnya.

Ia melanjutkan, dirinya ikut agar tiga penggali makam tidak ragu untuk ikut membantu proses pemakaman pasien positif Corona tersebut.

"Biar tidak ragu saya ikut. Alhamdulillah saya dibantu dr Anto saya juga mohon terjun karena beliau tahu prosedur dan Alhamdulillah tiga penggali tadi mau. Saya mohon masyarakat jangan terlalu panik dan takut yang berlebihan," ujarnya.

"Jadi prosedur yang sudah dilaksanakan dinas kesehatan, oleh rumah sakit sudah benar. Takut berlebihan tidak baik, terlalu berani juga tidak baik. Pokoknya sesuai dengan prosedur yang sudah ada," tandasnya.

Tidak ada komentar