SEMARANG - Peristiwa tabrak lari terjadi di bawah flyover Kalibanteng, Kota Semarang siang tadi. Seorang pedagang koran keliling tewas terlindas truk.

Peristiwa terjadi pukul 11.15 WIB siang tadi. Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan dari pantauan CCTV, truk tronton bernopol E 9031 E dari arah barat tiba-tiba berbelok akan berbalik arah di U-turn di bawah flyover. Saat itu korban sedang berjalan kaki dan langsung tertabrak truk tersebut.

"Dari rekaman CCTV, dia (sopir truk) itu mau berbalik tetapi tidak ambil lajur kanan, tapi di tengah. Dugaan kami dia konsentrasi di sisi kanan dan tidak melihat ada orang di depannya," kata Ardi kepada wartawan, Sabtu (1/2/2020).

Korban diketahui bernama Purnama (43) warga Plongkowati RT 05 RW 13, Krobokan, Semarang. Setelah menabrak korban, sopir tetap melanjutkan putar balik kemudian menghentikan laju truknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun si sopir turun dari truk dan langsung kabur.

"Kami imbau agar segera menyerahkan diri agar bisa dimintai keterangan, dan hampir bisa dipastikan dia menjadi tersangka," tegas Ardi.

Meski kabur, sopir meninggalkan identitasnya di truk. Diketahui sopir itu bernama Eko Pramudyo warga Wonosobo dan ada dugaan ia kabur karena takut dihajar massa.

"Saya yakin akan ada itikad baik dari sopir truk. Mungkin dia kabur karena takut 'dimassa'," ujarnya.

Dengan adanya kecelakaan yang melibatkan pedagang koran yang bekerja di jalanan, kata Ardi, polisi akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang. Sehingga pedagang asongan dan penjual koran yang menjajakan dagangan di jalan raya bisa tertib.

"Dengan momentum ini saya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan penertiban kepada pedagang asongan atau koran di jalan. Kami tahu itu untuk mencari nafkah.

Namun hal itu membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain. Jika ada misal motor yang menghindar penjual koran di jalan kemudian pemotor itu terlibat kecelakaan, maka pedagang itu bisa saja ditetapkan tersangka," jelasnya.

Korban Tabrak Lari, Penjual Koran Tewas Terlindas Truk

SEMARANG - Peristiwa tabrak lari terjadi di bawah flyover Kalibanteng, Kota Semarang siang tadi. Seorang pedagang koran keliling tewas terlindas truk.

Peristiwa terjadi pukul 11.15 WIB siang tadi. Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan dari pantauan CCTV, truk tronton bernopol E 9031 E dari arah barat tiba-tiba berbelok akan berbalik arah di U-turn di bawah flyover. Saat itu korban sedang berjalan kaki dan langsung tertabrak truk tersebut.

"Dari rekaman CCTV, dia (sopir truk) itu mau berbalik tetapi tidak ambil lajur kanan, tapi di tengah. Dugaan kami dia konsentrasi di sisi kanan dan tidak melihat ada orang di depannya," kata Ardi kepada wartawan, Sabtu (1/2/2020).

Korban diketahui bernama Purnama (43) warga Plongkowati RT 05 RW 13, Krobokan, Semarang. Setelah menabrak korban, sopir tetap melanjutkan putar balik kemudian menghentikan laju truknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun si sopir turun dari truk dan langsung kabur.

"Kami imbau agar segera menyerahkan diri agar bisa dimintai keterangan, dan hampir bisa dipastikan dia menjadi tersangka," tegas Ardi.

Meski kabur, sopir meninggalkan identitasnya di truk. Diketahui sopir itu bernama Eko Pramudyo warga Wonosobo dan ada dugaan ia kabur karena takut dihajar massa.

"Saya yakin akan ada itikad baik dari sopir truk. Mungkin dia kabur karena takut 'dimassa'," ujarnya.

Dengan adanya kecelakaan yang melibatkan pedagang koran yang bekerja di jalanan, kata Ardi, polisi akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang. Sehingga pedagang asongan dan penjual koran yang menjajakan dagangan di jalan raya bisa tertib.

"Dengan momentum ini saya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan penertiban kepada pedagang asongan atau koran di jalan. Kami tahu itu untuk mencari nafkah.

Namun hal itu membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain. Jika ada misal motor yang menghindar penjual koran di jalan kemudian pemotor itu terlibat kecelakaan, maka pedagang itu bisa saja ditetapkan tersangka," jelasnya.