Seorang janda di Kabupaten Blora, Siti Ngatiyah (37), diperiksa polisi terkait dugaan pembunuhan terhadap bayinya yang baru dilahirkan. Jasad bayi ditemukan di bawah dipan dalam kamarnya.

"Kami menengarai memang sang ibu (Siti) sengaja melakukan percobaan pembunuhan terhadap bayinya sendiri, karena bayi itu sengaja disembunyikan. Ia melahirkan di kamarnya sendiri kemudian bayi setelah lahir sengaja ditaruh di bawah dipan yang ada di kamar," kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo saat dihubungi melalui telepon, Senin (3/2/2020).

Heri menjelaskan, awalnya Siti mendatangi Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi dengan kondisi menyerupai ibu usai melahirkan. Kepada perawat setempat, Siti mengakui ia baru saja melahirkan sendiri di rumahnya. Ia juga mengaku tali pusar dipotongnya sendiri dan bayinya ditinggal di rumah sendirian.

"Mendapat keterangan seperti itu, pihak rumah sakit kemudian menelepon bidan di desa tempat Siti tinggal. Hingga akhirnya bidan bersama dengan anggota polsek mengecek kebenarannya," terangnya.

Sesampai di rumah Siti di Kecamatan Kunduran, Blora, didapati bayi berada di bawah kolong dipan dalam kamar dengan kondisi terbungkus kain warna putih.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, bayi dipastikan sudah meninggal. Bayi tersebut panjang 47 sentimeter dengan berat badan 1,9 kilogram dengan tali pusar terputus.

"Bayi disembunyikan di bawah kolong dipan kamar, dengan kondisi terbungkus kain warna putih dan sudah meninggal," ujar Heri.

Heri menyebutkan, Siti berstatus janda sejak 15 tahun lalu. Selama ini, Siti bekerja di Jakarta dan baru pulang ke kampung halamannya sekitar empat bulan lalu.

"Mungkin (Siti) malu karena ia ini menjanda sudah 15 tahun. Kepada tetangganya pun perutnya kelihatan besar, mengakunya sakit mag," katanya.

Polisi masih mendalami kasus ini. Sementara itu, Siti kini dirawat di RS Permata Bunda Purwodadi untuk pemulihan kondisi kesehatan.

Kejam. Seorang janda di Blora bunuh bayinya sendiri

Seorang janda di Kabupaten Blora, Siti Ngatiyah (37), diperiksa polisi terkait dugaan pembunuhan terhadap bayinya yang baru dilahirkan. Jasad bayi ditemukan di bawah dipan dalam kamarnya.

"Kami menengarai memang sang ibu (Siti) sengaja melakukan percobaan pembunuhan terhadap bayinya sendiri, karena bayi itu sengaja disembunyikan. Ia melahirkan di kamarnya sendiri kemudian bayi setelah lahir sengaja ditaruh di bawah dipan yang ada di kamar," kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo saat dihubungi melalui telepon, Senin (3/2/2020).

Heri menjelaskan, awalnya Siti mendatangi Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi dengan kondisi menyerupai ibu usai melahirkan. Kepada perawat setempat, Siti mengakui ia baru saja melahirkan sendiri di rumahnya. Ia juga mengaku tali pusar dipotongnya sendiri dan bayinya ditinggal di rumah sendirian.

"Mendapat keterangan seperti itu, pihak rumah sakit kemudian menelepon bidan di desa tempat Siti tinggal. Hingga akhirnya bidan bersama dengan anggota polsek mengecek kebenarannya," terangnya.

Sesampai di rumah Siti di Kecamatan Kunduran, Blora, didapati bayi berada di bawah kolong dipan dalam kamar dengan kondisi terbungkus kain warna putih.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, bayi dipastikan sudah meninggal. Bayi tersebut panjang 47 sentimeter dengan berat badan 1,9 kilogram dengan tali pusar terputus.

"Bayi disembunyikan di bawah kolong dipan kamar, dengan kondisi terbungkus kain warna putih dan sudah meninggal," ujar Heri.

Heri menyebutkan, Siti berstatus janda sejak 15 tahun lalu. Selama ini, Siti bekerja di Jakarta dan baru pulang ke kampung halamannya sekitar empat bulan lalu.

"Mungkin (Siti) malu karena ia ini menjanda sudah 15 tahun. Kepada tetangganya pun perutnya kelihatan besar, mengakunya sakit mag," katanya.

Polisi masih mendalami kasus ini. Sementara itu, Siti kini dirawat di RS Permata Bunda Purwodadi untuk pemulihan kondisi kesehatan.