PONOROGO JATIM - Seorang pelajar di Ponorogo babak belur dihajar tiga orang yang sedang mabuk. Motor korban juga dibakar.

Pelajar itu adalah Basam Amrulloh (16), warga Desa/Kecamatan Sooko. Basam mengalami luka di bagian muka, dan lebam bekas dipukul.

"Pelaku ada 3 orang, inisialnya YA (19), LM (19), dan PB (17)," kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).

Arief mengatakan kejadian ini berawal pada Kamis (2/1) sekitar pukul 23.45 WIB, korban bersama dua orang rekannya saat berada di warung Desa/Kecamatan Pulung didatangi 2 orang pelaku, YA dan LM.

"Tanpa alasan yang jelas karena mabuk, keduanya melakukan pemukulan kepada korban. Sedangkan 2 rekan korban berhasil kabur," ujar Arief.

Kedua pelaku, lanjut Arief, dalam kondisi mabuk. Pelaku secara membabi buta menyerang korban. Setelah melakukan aksi premanisme kedua pelaku kabur. Korban lantas meminta tolong kedua orang tuanya untuk dijemput.

"Nah saat dijemput itu, motor korban tertinggal," imbuh Arief.

Kemudian Jumat (5/1), Honda Kharisma Nopol L 2629 CU milik korban akan diambil. Namun motor itu ternyata sudah dibakar oleh pelaku.

"Waktu pengeroyokan ada 2 orang pelaku, saat pembakaran tambah 1 orang pelaku," papar Arief.

Pada Sabtu (4/1) ketiga pelaku diciduk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Salah satu pelaku juga merupakan residivis. Namun salah satu pelaku yang merupakan pelajar hanya dikenai wajib lapor.

"Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, pasal yang dikenakan pasal 170 (2) ke 1e KUHP jo pasal 80 (2) UU No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak," pungkas Arief.

Seorang Remaja Babak Belur Dihajar 3 Preman Dan Motornya Dibakar

PONOROGO JATIM - Seorang pelajar di Ponorogo babak belur dihajar tiga orang yang sedang mabuk. Motor korban juga dibakar.

Pelajar itu adalah Basam Amrulloh (16), warga Desa/Kecamatan Sooko. Basam mengalami luka di bagian muka, dan lebam bekas dipukul.

"Pelaku ada 3 orang, inisialnya YA (19), LM (19), dan PB (17)," kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).

Arief mengatakan kejadian ini berawal pada Kamis (2/1) sekitar pukul 23.45 WIB, korban bersama dua orang rekannya saat berada di warung Desa/Kecamatan Pulung didatangi 2 orang pelaku, YA dan LM.

"Tanpa alasan yang jelas karena mabuk, keduanya melakukan pemukulan kepada korban. Sedangkan 2 rekan korban berhasil kabur," ujar Arief.

Kedua pelaku, lanjut Arief, dalam kondisi mabuk. Pelaku secara membabi buta menyerang korban. Setelah melakukan aksi premanisme kedua pelaku kabur. Korban lantas meminta tolong kedua orang tuanya untuk dijemput.

"Nah saat dijemput itu, motor korban tertinggal," imbuh Arief.

Kemudian Jumat (5/1), Honda Kharisma Nopol L 2629 CU milik korban akan diambil. Namun motor itu ternyata sudah dibakar oleh pelaku.

"Waktu pengeroyokan ada 2 orang pelaku, saat pembakaran tambah 1 orang pelaku," papar Arief.

Pada Sabtu (4/1) ketiga pelaku diciduk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Salah satu pelaku juga merupakan residivis. Namun salah satu pelaku yang merupakan pelajar hanya dikenai wajib lapor.

"Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, pasal yang dikenakan pasal 170 (2) ke 1e KUHP jo pasal 80 (2) UU No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak," pungkas Arief.