MOJOKERTO JATIM - Fenomena alam unik terjadi di persawahan Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sejumlah mata air di sawah ini mengeluarkan air asin bercampur minyak bumi. Padahal lokasinya sangat jauh dari laut.

Fenomena alam unik ini tepatnya berada di Dusun Brayukulon, Desa Brayublandong. Untuk mencapai kampung ini dibutuhkan sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Mojokerto.

Sampai di permukiman penduduk, kita masih harus melalui jalan dari tanah yang membelah lahan pertanian padi dan cabai. Setelah melalui jalan berliku dan berlumpur sekitar 1 Km ke arah utara dari permukiman penduduk, barulah sampai di sebuah kubangan yang cukup luas.

Sepintas kubangan yang berada di tanah ganjaran Suhendik, Sekretaris Desa Brayublandong ini tampak biasa saja. Airnya terlihat dangkal dengan dasar kubangan penuh lumpur. Kontras dengan area di sekitarnya yang hijau oleh tanaman padi dan cabai, tak nampak tanaman tumbuh di sekeliling kubangan seluas 15 x 15 meter persegi ini.

Namun jika dicicipi, air dalam kubangan ini terasa asin. Padahal, wilayah ini berjarak sekitar 3 jam dari laut di Kabupaten Gresik dan sekitar 4 jam dari laut selatan di Malang. Terdapat banyak lubang yang mengeluarkan gelembung gas dan air asin di dalam kubangan tersebut.

"Airnya rasanya asin. Walaupun kena hujan, airnya tetap asin," kata Samiadi (55), petani warga Dusun Brayukulon kepada wartawan di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Samiadi sempat menggali sebuah sumber air di dalam kubangan kecil sekitar 2 meter di sebelah barat kubangan besar. Sekitar 30 menit setelahnya, lubang sebesar tangan dengan kedalaman sekitar 15 cm itu terisi air.

Terdapat gumpalan minyak berwarna cokelat pada permukaan airnya. Gumpalan minyak ini seperti minyak bumi yang masih mentah. Aromanya mirip dengan solar.

Namun menurut warga, minyak ini berbau seperti minyak tanah. Air bercampur minyak ini tidak terbakar saat disulut menggunakan korek api.

"Bau minyaknya seperti minyak tanah, tapi warnanya cokelat," terangnya.

Permukaan sisi timur kubangan ini tertutup gumpalan warna cokelat. Belum jelas gumpalan ini hanya lumut atau akumulasi minyak yang keluar bersama air asin dari dalam tanah. Meski begitu, sebagian besar air di kubangan ini tidak berbau minyak.

Fenomena Alam, Persawahan di Mojokerto Keluarkan Gas

MOJOKERTO JATIM - Fenomena alam unik terjadi di persawahan Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sejumlah mata air di sawah ini mengeluarkan air asin bercampur minyak bumi. Padahal lokasinya sangat jauh dari laut.

Fenomena alam unik ini tepatnya berada di Dusun Brayukulon, Desa Brayublandong. Untuk mencapai kampung ini dibutuhkan sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Mojokerto.

Sampai di permukiman penduduk, kita masih harus melalui jalan dari tanah yang membelah lahan pertanian padi dan cabai. Setelah melalui jalan berliku dan berlumpur sekitar 1 Km ke arah utara dari permukiman penduduk, barulah sampai di sebuah kubangan yang cukup luas.

Sepintas kubangan yang berada di tanah ganjaran Suhendik, Sekretaris Desa Brayublandong ini tampak biasa saja. Airnya terlihat dangkal dengan dasar kubangan penuh lumpur. Kontras dengan area di sekitarnya yang hijau oleh tanaman padi dan cabai, tak nampak tanaman tumbuh di sekeliling kubangan seluas 15 x 15 meter persegi ini.

Namun jika dicicipi, air dalam kubangan ini terasa asin. Padahal, wilayah ini berjarak sekitar 3 jam dari laut di Kabupaten Gresik dan sekitar 4 jam dari laut selatan di Malang. Terdapat banyak lubang yang mengeluarkan gelembung gas dan air asin di dalam kubangan tersebut.

"Airnya rasanya asin. Walaupun kena hujan, airnya tetap asin," kata Samiadi (55), petani warga Dusun Brayukulon kepada wartawan di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Samiadi sempat menggali sebuah sumber air di dalam kubangan kecil sekitar 2 meter di sebelah barat kubangan besar. Sekitar 30 menit setelahnya, lubang sebesar tangan dengan kedalaman sekitar 15 cm itu terisi air.

Terdapat gumpalan minyak berwarna cokelat pada permukaan airnya. Gumpalan minyak ini seperti minyak bumi yang masih mentah. Aromanya mirip dengan solar.

Namun menurut warga, minyak ini berbau seperti minyak tanah. Air bercampur minyak ini tidak terbakar saat disulut menggunakan korek api.

"Bau minyaknya seperti minyak tanah, tapi warnanya cokelat," terangnya.

Permukaan sisi timur kubangan ini tertutup gumpalan warna cokelat. Belum jelas gumpalan ini hanya lumut atau akumulasi minyak yang keluar bersama air asin dari dalam tanah. Meski begitu, sebagian besar air di kubangan ini tidak berbau minyak.

Tidak ada komentar