BLITAR JATIM - Masyarakat Kanigoro Blitar digemparkan dengan munculnya ular sanca kembang yang memangsa ayam jago mengagetkan warga RT 01 RW 06, Dusun/Desa Papungan, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (22/1/2020).

Warga yang mengetahui keberadaan ular tersebut yang memiliki panjang 3.6 meter dengan bobot sekitar 17 kilogram itu kemudian menangkapnya.

"Ya berani nggak berani. Posisinya warga pada ngumpul tapi tidak ada yang berani menangkap. Kemudian saya sama adek memberanikan diri untuk menangkapnya," kata Hari Mulyono.

Oleh Hari, ular yang telah ditangkap lalu dimasukkan ke sebuah kandang bambu. Ular dengan nama binomial Malayopython reticulatus jadi tontonan warga dan anak-anak sekolah.

Ia melanjutkan, ular ini cukup meresahkan warga. Banyak hewan ternak milik warga hilang dimangsa oleh ular sanca ini.

"Pernah ada yang lebih besar memanjang di sungai. Warga sempat menangkap ekornya. Tapi karena saking besarnya, ndak kuat. Jadi dibiarkan," ungkapnya.

Hari dan warga sepakat untuk menjual ular itu. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 5 juta.

"Ya kalau bisa lima juta rupiah. Tapi ditawar aja nggak apa-apa," tandasnya.

Mangsa Ayam Warga, Ular Sanca Kembang Ditangkap Warga Blitar 

BLITAR JATIM - Masyarakat Kanigoro Blitar digemparkan dengan munculnya ular sanca kembang yang memangsa ayam jago mengagetkan warga RT 01 RW 06, Dusun/Desa Papungan, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (22/1/2020).

Warga yang mengetahui keberadaan ular tersebut yang memiliki panjang 3.6 meter dengan bobot sekitar 17 kilogram itu kemudian menangkapnya.

"Ya berani nggak berani. Posisinya warga pada ngumpul tapi tidak ada yang berani menangkap. Kemudian saya sama adek memberanikan diri untuk menangkapnya," kata Hari Mulyono.

Oleh Hari, ular yang telah ditangkap lalu dimasukkan ke sebuah kandang bambu. Ular dengan nama binomial Malayopython reticulatus jadi tontonan warga dan anak-anak sekolah.

Ia melanjutkan, ular ini cukup meresahkan warga. Banyak hewan ternak milik warga hilang dimangsa oleh ular sanca ini.

"Pernah ada yang lebih besar memanjang di sungai. Warga sempat menangkap ekornya. Tapi karena saking besarnya, ndak kuat. Jadi dibiarkan," ungkapnya.

Hari dan warga sepakat untuk menjual ular itu. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 5 juta.

"Ya kalau bisa lima juta rupiah. Tapi ditawar aja nggak apa-apa," tandasnya.