Sesosok orok ditemukan dalam kondisi meninggal di pinggir Pantai Sadranan, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Orok berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan wisatawan yang berenang di pantai tersebut.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, menjelaskan kejadian tersebut berawal saat empat orang wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yakni Hafid Salahudin, Anwar Efendi, Robi Dwi, dan Muhammad Wahyu berkunjung ke Pantai Sadranan pagi tadi.

Sesampainya di pantai, mereka berenang di perbatasan Pantai Sadranan dan Pantai Ngandong.

"Karena terjadi ombak pasang, keempatnya lalu menepi ke pinggir pantai," ucapnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/1/2020).

Selanjutnya, saat menepi satu dari empat orang tersebut melihat sesosok orok yang tergolek di pinggir pantai. Mendapati hal tersebut, mereka langsung melaporkan kepada petugas SAR.

"Dapat laporan itu kami langsung ke lokasi dan ternyata memang benar yang di pinggir pantai itu orok bayi. Selanjutnya orok itu langsung kami evakuasi," katanya.

"Untuk oroknya tadi masih utuh, masih ada ari-arinya. Namun kondisinya sudah meninggal," imbuh Surisdiyanto.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Tepus AKP Mustaqim mengatakan orok tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.

"Dari pemeriksaan awal tadi, orok tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 28 sentimeter, saat ini orok dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi," ucapnya.

Mustaqim menyebut pihaknya menyelidiki kasus penemuan orok tersebut. Dugaan sementara, orok sengaja dibuang oleh orang tuanya.

"Karena itu polisi masih menyelidiki siapa orang tua yang membuang orok itu," ujarnya

Gempar. Wisatawan temukan sosok orok di pantai Gunungkidul

Sesosok orok ditemukan dalam kondisi meninggal di pinggir Pantai Sadranan, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Orok berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan wisatawan yang berenang di pantai tersebut.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, menjelaskan kejadian tersebut berawal saat empat orang wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yakni Hafid Salahudin, Anwar Efendi, Robi Dwi, dan Muhammad Wahyu berkunjung ke Pantai Sadranan pagi tadi.

Sesampainya di pantai, mereka berenang di perbatasan Pantai Sadranan dan Pantai Ngandong.

"Karena terjadi ombak pasang, keempatnya lalu menepi ke pinggir pantai," ucapnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/1/2020).

Selanjutnya, saat menepi satu dari empat orang tersebut melihat sesosok orok yang tergolek di pinggir pantai. Mendapati hal tersebut, mereka langsung melaporkan kepada petugas SAR.

"Dapat laporan itu kami langsung ke lokasi dan ternyata memang benar yang di pinggir pantai itu orok bayi. Selanjutnya orok itu langsung kami evakuasi," katanya.

"Untuk oroknya tadi masih utuh, masih ada ari-arinya. Namun kondisinya sudah meninggal," imbuh Surisdiyanto.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Tepus AKP Mustaqim mengatakan orok tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.

"Dari pemeriksaan awal tadi, orok tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 28 sentimeter, saat ini orok dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi," ucapnya.

Mustaqim menyebut pihaknya menyelidiki kasus penemuan orok tersebut. Dugaan sementara, orok sengaja dibuang oleh orang tuanya.

"Karena itu polisi masih menyelidiki siapa orang tua yang membuang orok itu," ujarnya