Seorang pemuda di Pidie, Aceh berinisial M (26) ditangkap polisi setelah membawa lari anak di bawah umur dari pesantren. Pelaku membawa korban berusia 15 tahun ke sebuah losmen.

"Pelaku menjemput korban ke pesantren dan dia mengaku sebagai paman korban. Petugas piket pesantren kemudian memanggil korban," kata Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Eko Rendi Oktama Kamis (23/1/2020).

Menurut Eko, pelaku M mendatangi pesantren korban di Kabupaten Pidie pada Sabtu (18/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku saat itu mengaku kepada petugas piket ingin mengajak korban ke acara pesta keluarga.

Petugas piket pesantren memberi izin sehingga keduanya keluar. Sehari berselang, keluarga korban datang ke pesantren untuk menitipkan makanan kepada korban.

Namun setelah dicari, korban tidak ditemukan di pesantren. Beberapa teman-teman korban memberitahu pihak keluarga jika korban sudah keluar dari pesantren sehari sebelumnya.

"Keluarga korban kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban sedang bersama pelaku pada Selasa (21/1) pagi. Keduanya ditemukan di SPBU Bambi," jelas Eko.

Setelah dibawa pulang, korban mengaku selama bersama pelaku menginap di sebuah losmen di Kota Sigli. Mendengar pengakuan anaknya, orang tua korban merasa keberatan sehingga membuat laporan ke polisi.

Personel Polres Pidie turun tangan melakukan penyelidikan dan membekuk M di rumahnya pada Rabu (22/1) dinihari. Pelaku kini diamankan di Mapolres Pidie.

"Jadi pelaku ini melakukan tindak pidana membawa lari anak di bawah umur sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 332 KUHPidana," beber Eko.

Bawa lari santri dari Pesantren. Warga Pidie Banda Aceh ditangkap

Seorang pemuda di Pidie, Aceh berinisial M (26) ditangkap polisi setelah membawa lari anak di bawah umur dari pesantren. Pelaku membawa korban berusia 15 tahun ke sebuah losmen.

"Pelaku menjemput korban ke pesantren dan dia mengaku sebagai paman korban. Petugas piket pesantren kemudian memanggil korban," kata Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Eko Rendi Oktama Kamis (23/1/2020).

Menurut Eko, pelaku M mendatangi pesantren korban di Kabupaten Pidie pada Sabtu (18/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku saat itu mengaku kepada petugas piket ingin mengajak korban ke acara pesta keluarga.

Petugas piket pesantren memberi izin sehingga keduanya keluar. Sehari berselang, keluarga korban datang ke pesantren untuk menitipkan makanan kepada korban.

Namun setelah dicari, korban tidak ditemukan di pesantren. Beberapa teman-teman korban memberitahu pihak keluarga jika korban sudah keluar dari pesantren sehari sebelumnya.

"Keluarga korban kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban sedang bersama pelaku pada Selasa (21/1) pagi. Keduanya ditemukan di SPBU Bambi," jelas Eko.

Setelah dibawa pulang, korban mengaku selama bersama pelaku menginap di sebuah losmen di Kota Sigli. Mendengar pengakuan anaknya, orang tua korban merasa keberatan sehingga membuat laporan ke polisi.

Personel Polres Pidie turun tangan melakukan penyelidikan dan membekuk M di rumahnya pada Rabu (22/1) dinihari. Pelaku kini diamankan di Mapolres Pidie.

"Jadi pelaku ini melakukan tindak pidana membawa lari anak di bawah umur sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 332 KUHPidana," beber Eko.

Tidak ada komentar