PONOROGO JATIM - Sat Lantas Polres Ponorogo melakukan razia balap liar di beberapa titik di Kota Bumi Reog, Minggu (12/1/2020) dini hari.

Dari razia tersebut, sedikitnya 35 remaja dan 2 diantaranya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Ponorogo diamankan.

"Ada 2 siswa SD dan sisanya SMP dan SMA. Ke 35 remaja itu semua masih dibawah umur," kata Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Ponorogo, Iptu Agus Syaiful Bachri.

Ia menyebut, balapan liar tersebut ada di bundaran Jeruksing Ponorogo. Dari lokasi ini, polisi mengamankan 11 remaja sedang melakukan balap liar.

Sedangkan di Alun-alun Ponorogo dan Jalan Suromenggolo, polisi mengamankan 25 remaja.

"Dua pelajar SD itu diamankan di di Alun-alun Ponorogo saat lakukan balap liar," ujarnya.

Selain 35 remaja yang diamankan, puluhan motor ikut terjaring dalam operasi balap liar tersebut. Nantinya, para pemilik sepeda motor bisa mengambil dengan syarat yang telah ditetapkan.

"Yang jelas membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi dan mengambilnya harus dengan orang tua. Selain itu juga mengembalikan sepeda motor dengan standart," pungkasnya.

35 Remaja Ponorogo Dirazia Saat Balap Liar, 2 Masih SD

PONOROGO JATIM - Sat Lantas Polres Ponorogo melakukan razia balap liar di beberapa titik di Kota Bumi Reog, Minggu (12/1/2020) dini hari.

Dari razia tersebut, sedikitnya 35 remaja dan 2 diantaranya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Ponorogo diamankan.

"Ada 2 siswa SD dan sisanya SMP dan SMA. Ke 35 remaja itu semua masih dibawah umur," kata Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Ponorogo, Iptu Agus Syaiful Bachri.

Ia menyebut, balapan liar tersebut ada di bundaran Jeruksing Ponorogo. Dari lokasi ini, polisi mengamankan 11 remaja sedang melakukan balap liar.

Sedangkan di Alun-alun Ponorogo dan Jalan Suromenggolo, polisi mengamankan 25 remaja.

"Dua pelajar SD itu diamankan di di Alun-alun Ponorogo saat lakukan balap liar," ujarnya.

Selain 35 remaja yang diamankan, puluhan motor ikut terjaring dalam operasi balap liar tersebut. Nantinya, para pemilik sepeda motor bisa mengambil dengan syarat yang telah ditetapkan.

"Yang jelas membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi dan mengambilnya harus dengan orang tua. Selain itu juga mengembalikan sepeda motor dengan standart," pungkasnya.