Showing posts with label Tempat wisata Favorit di Bali. Show all posts
Showing posts with label Tempat wisata Favorit di Bali. Show all posts

Thursday, March 8, 2018

Daftar Tempat Wisata Populer dan Favorit di Bangkalan Madura Jatim

Bangkalan merupakan sebuah kabupaten yang berada di wilayah Madura Jawa Timur. Di kabupaten Bangkalan Pulau Madura ini mempunyai pesona alam yang menarik dan obyek wisata yang beragam.

Baik wisata alam, wisata pantai, Wisata Religi dan wisata kulinernya. Berikut Daftar Destinasi wisata di Bangkalan Madura yang bisa anda kunjungi :

BUKIT GEGER


Lokasi : di Desa Geger, Kec Geger, Bangkalan

Bukit Geger ini terletak sekitar 30 Km dari Kota Bangkalan sebelah tenggara dan berada 150 sampai 200 meter dari atas ketinggian permukaan laut. Tempat ini biasa digunakan sebagai lokasi untuk berkemah karena cuaca alamnya yang sangat Sejuk dan alami.

Pemandangan indah yang masih alami benar-benar mampu memanjakan mata kita, sambil melewati jalan yang sudah disemen kita bisa menikmati keindahan pohon Mahoni yang menjulang tinggi.

BUKIT JADDIH


Lokasi:  Parseh, Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur

Dilihat tampak sekilas Bukit Kapur Jaddih memang mirip dengan Bukit Kapur Rengel di Tuban atau juga Bukit Kapur Sekapuk di Gresik. Perbedaannya, jika Bukit Jaddih ini memiliki kolam renang bernama “Gua Potte”.

Tempat penambangan kapur ini juga memiliki gua-gua kecil sisa penambangan. Namun, jika ingin masuk ke gua-gua kecil ini harap berhati-hati, karena rawan runtuh.

BUKIT KAPUR AROSBAYA


Lokasi: Berbeluk, Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur

Bukit Kapur ini biasa disebut Bukit Pelalangan dan terletak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya. Untuk bisa mencapai lokasi bukit kapur arosbaya ini cukup mudah, terutama bagi mereka yang pernah datang ke wisata religi makam para Raja Bangkalan "Air Mata Ibu" karna letaknya yang sangat dekat dengan situs religi tersebut.

Warna Batu Kapur di Desa Buduran ini sedikit berbeda dengan yang berada di Wisata Alam Batu Kapur Jaddih - Socah. Jika di Desa Jaddih berwarna dasar putih, sedangkan di Batu Kapur Arosbaya cenderung berwarna kecoklatan.

PANTAI RONGKANG


Obyek wisata pantai bangkalan yang satu ini lokasinya berada di Desa Kwanyar Barat, Kec Kwanyar. Berjarak sekitar 35 Km dari pusat kota menuju arah Selatan.


pesona pemandangan pantai yang sangat indah akan anda jumpai di pantai ini, pasalnya dari pantai ini kita bisa melihat panjangnya jembatan Suramadu yang bisa kita manfaatkan sebagai Background foto. Jadi jangan sampai ketinggalan ya gaes.

PANTAI SEMBILANGAN


Objek wisata pantai bangkalan yang satu ini menawarkan pesona keindahan yang luar biasa, pantai yang sudah terkenal di madura ini lokasinya berjarak 7 Km dari pusat kota .


Tepatnya di Desa Sambilangan, Kecamatan Bangkalan, Kab Bangkalan Madura. Pantai ini berada di daerah terpencil sehingga pantai ini masih sangat alami dan bersih.

Untuk bisa menikmati keindahan panta Sambilangan ini anda akan di kenai biaya Operasional parkir sebesar 3,000 rupiah untuk Mobil dan 2,000 rupiah untuk sepeda motor.

PANTAI SIRING KEMUNING


Objek wisata bangkalan yang satu ini ada di Jalur utara Pulau Madura, di sepanjang jalur utara ini anda akan melihat hamparan pantai-pantai yang indah dan mempesona , salah satunya adalah pantai Siring Kemuning ini.

karena di Madura ada dua jalur Jalan Raya, yaitu jalur utara dan jalur tengah, jadi apabila anda ingin mengunjungi pantai siring kemuning ini anda harus melewati jalur utara bukan jalur tengah. Karena jalur tengah akan melewati kota Bangkalan, kota Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Jadi tetap perhatikan arah jalan ya gaes.

MERCUSUAR DI SEMBILANGAN 


Tempat wisata ini berada di Bangkalan Madura, lokasinya berada di Sembilangan.

Di bangun pada tahun 1879 jadi bangunan ini merupakan peninggalan kolonial belanda jaman dulu yang di bangun oleh Z.M William lll yang menjadi pimpinan penjajah belanda di daerah ini. dari pusat kota Bangkalan berjarak lumayan dekat, yaitu sekitar 6 Km dan bisa di tempuh dengan kendaraan.

TAMAN PASEBAN


Lokasi: Jalan Jend. Ahmad Yani, Demangan, Bangkalan

Lokasi Taman Paseban berada di tengah-tengah Kota Bangkalan, Tempatnya cukup strategis selain dekat dengan alun-alun juga berdekatan dengan Masjid Agung Bangkalan, Gedung Rato Ebuh.

Di Taman Paseban telah disediakan beberapa tempat duduk santai bagi para pengunjung dan beberapa pedagang kaki lima yang berjualan disekitar taman. Di sebelah barat taman ada Monumen Buah Salak yang cukup besar yang juga sebagai salah satu icon Kota Bangkalan sebagai penghasil buah salak. 

Wednesday, March 7, 2018

Daftar Tempat Wisata Favorit dan Populer di Lumajang Jawa Timur

Wilayah Lumajang berbatasan dengan daerah yang memiliki alam pegunungan seperti Jember di sebelah timur, Malang di sebelah barat, Probolinggo di sebelah utara. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan samudra Hindia sehingga akan kita dapati banyak pantai.

Di Kabupaten Lumajang juga memiliki banyak sekali tempat wisata yang bisa anda kunjungi jika berkunjung, diantaranya akan kami bahas berikut ini :

RANU PANI


Lokasi: Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

Bagi yang gemar mendaki Gunung Semeru, pasti kamu sudah tidak asing lagi mendengar nama Ranu Pani. Pasalnya telaga air yang berada di bawah kaki gunung ini merupakan basecamp awal pendakian bagi para pendaki yang ingin menaiki Gunung Semeru.

Ranu Pani sendiri merupakan sebuah telaga air yang berada di Bromo Tengger Semeru. Adapun telaga lainnya yang juga basecamp para pendaki, yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Regulo. Ketiga tempat peristirahatan ini sangatlah cocok untuk tempat menginap sekaligus menikmati pemandangan air danau yang tenang.

RANU KUMBOLO


Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang menjadi tempat peristirahatan atau basecamp bagi para pendaki Gunung Semeru. Surga tersembunyi yang berada di ketinggian 2.400 mdpl memiliki air yang bersih dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik minum, cuci muka, dan lain sebagainya.

GUNUNG SEMERU


Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang hingga kini masih menjadi destinasi favorit bagi para pendaki. Gunung yang berada di kawasan pegunungan tengger ini memiliki ketinggian mencapai 3.676 di atas permukaan laut.

Meskipun gunung ini terbilang masih aktif, namun para pendaki masih sangat ramai dan antusias untuk mendaki Gunung Semeru ini. Salah satu alasannya mungkin karena gunung ini memiliki panorama alam yang sangat indah dan memukau.

Salah satu tempat peristirahatan bagi para pendaki kebanyakan yaitu di danau Ranu Kumbolo. Ada hal penting yang mungkin perlu kamu ketahui jika sedang berada di kawasan danau ini. Di area Ranu Kumbolo terdapat larangan tidak boleh menangkap ikan, jika kamu tetap melanggarnya maka bersiaplah untuk menanggung akibatnya.

PUNCAK B29


Lokasi: Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

Puncak B29 sendiri merupakan sebuah objek wisata terkenal yang cukup unik yang memberikan kesan tersendiri. Pasalnya spot wisata yang sering disebut sebagai Negeri di Atas Awan ini menyajikan pemandangan yang indah dan memukau dari Puncak Bukit dengan ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut.

Hijaunya ladang para petani tentu dapat kamu lihat dari atas sana. Momen yang paling ditunggu-tunggu oleh wisatawan yakni ketika sunset dan sunrise tiba. Ya, momen yang sangat tepat untuk berfoto atau sekedar menikmati keindahan alam yang mempesona.

 TUMPAK SEWU


Lokasi: Sidomulyo, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

Berikutnya merupakan sebuah tempat wisata air terjun yang sangat sayang jika dilewati saat berada di Lumajang. Pasalnya tempat ini menyuguhkan panorama alam yang sangat indah dan alami.

Menurut pendapat wisatawan yang telah berkunjung ke sini, Tumpak Sewu sering disebut sebagai surga yang tersembunyi. Memang benar adanya, air terjun Tumpak Sewu yang mempesona seakan-akan dapat membius mata setiap orang yang melihatnya.

PANTAI BAMBANG

Ternyata Lumajang memiliki tempat wisata pantai dengan ciri khas ombak yang besar, yaitu tepatnya berada di Pantai Bambang. Ombak besar berlapis yang ada di pantai ini bisa mencapai 3 meter, dan pemandangan inilah yang menjadi ciri khas pantai selatan.


Lokasi: Bago, Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 67372

Pantai Bambang sendiri lebih dikenal dengan tipe pantai yang berpasir. Pasir ini sendiri merupakan pasir yang berasal dari Gunung Bromo yang mengalir mengikuti aliran sungai. Ciri-ciri pasir tersebut yakni berwarna kehitam-hitaman.

Pantai ini diyakini oleh masyarakat sebagai tempat tinggal dari Nyi Roro Kidul, Ratu dari Pantai Selatan. Nah, dengan adanya mitos ini mungkin kamu bisa berhati-hati untuk tidak sembarangan melakukan apapun, baik dari perkataan, perbuatan, dan lain sebagainya.

ANTRUKAN MENJANGAN SENDURO


Lokasi: Desa Kandangan, Kecamatan, Senduro, Lumajang, Jawa Timur

Belum banyak orang yang tahu tentang apa Antrukan Menjangan dan di mana lokasinya. Makanya tidak heran kalau tempat ini lebih sering dikunjungi oleh masyarakat sekitar saja. Ketinggian air terjun yang tersembunyi ini sekitar 70-80 meter.

Karena yang mengunjungi tempat wisata ini masih jarang, maka tentunya kebersihan dan keindahannya masih sangat terjaga. Meskipun jarak menuju ke objek wisata ini terbilang jauh, namun kalau kamu bisa menikmati perjalanannya sambil menikmati pemandangan alam sekitar, jauh pun tidak jadi masalah, kan?

PANTAI WATU GODEK


Lokasi: Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari

jika kamu sedang berlibur ke Lumajang, maka ada destinasi wisata yang sangat indah yang patut kamu kunjungi, yakni Pantai Watu Godek.

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh pantai ini adalah adanya sebuah batu berukuran besar yang menjulang tinggi sendirian yang berada di pinggir pantai. Bebatuan atau tebing ini terbentuk karena hantaman ombak pantai. Menurut masyarakat setempat, batu ini sangat sakral, sehingga mereka menamainya dengan Watu Gedek.

Pantai ini sendiri merupakan sebuah pantai yang memiliki pemandangan yang sangat indah dan memukau. Hijaunya perbukitan di sudut pantai seakan memberikan daya tarik bagi setiap orang untuk terus mengamatinya. Jika kamu sedang berada di pantai ini, mungkin kamu akan berdecak kagum karena melihat indahnya gulungan ombak.

PEMANDIAN ALAM SELOKAMBANG


Lokasi: Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten lumajang

Pemandian Selokambang merupakan tempat wisata pemandian yang memiliki daya pikat tersendiri bagi pengunjungwi. Air yang dingin dan menyegarkan di pemandian ini dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, seperti panu, gatal-gatal, dan lain-lain.

Air pemandian di Selokambang ini berasal dari sumber air yang mengalir dari bawah tiga pohon beringin yang berada di sisi barat tempat pemandian. Nah, area kolam pemandian untuk anak-anak sendiri berada di sebelah timur, sedangkan untuk orang dewasa berada di sebelah barat.

Menariknya, di tempat ini kamu tidak hanya dapat berendam di dalam air saja, namun ada beberapa wahana permainan yang bisa kamu coba. Selokambang menawarkan beberapa permainan yang menyenangkan, seperti permainan anak, flying fox, perahu dayung, dan masih banyak lagi. Tak membawa perbekalan cukup? Tenang, warung-warung makan tradisional di tempat ini bisa kamu andalkan.

KOLAM RENANG VETERAN


Lokasi: Jl. Veteran, Karangsari, Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 67316

Kolam renang di tempat ini memiliki luas sekitar 2 hektare dan biasa digunakan sebagai perlombaan, baik kabupaten maupun tingkat nasional. Kolam renang ini juga sering dipakai oleh anak-anak sekolah sebagai sarana les berenang. Bukan hanya harga tiket yang terjangkau, kebersihan di kolam renang ini juga sangat di utamakan oleh pengelola.

Itulah beberapa daftar pariwisata populer dan favorit di wilayah Lumajang Jawa Timur.

Tuesday, March 6, 2018

Daftar Tempat Wisata Favorit di kabupaten Jember Jawa Timur

Kabupaten Jember adalah kabupaten yang terletak di Jawa Timur, kini Jember manjadi salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur yang cukup ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Destinasi wisata di Jember banyak yang berupa pantai, hal ini dikarenakan Kabupaten Jember berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatannya.

Berikut ini ada tempat wisata di Jember paling menarik yang bisa anda kunjungi  :

PANTAI WATU ULO


Lokasi : Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi saat berada di Jember adalah Pantai Watu Ulo. Saat anda berkunjung di Pantai Papuma tidak ada salahnya anda mengunjungi pantai yang satu ini dikarenakan lokasi wisata berdekatan sehingga akan membuat waktu tempuh anda singkat. Nama pantai ini dinamakan Watu Ulo dikarenakan jejeran batu karang yang ada di kawasan pantai ini berjajar-jajar seperti bentuk ular. Nama Ulo dalam bahasa Indonesia artinya adaah ular sehingga jika diartikan watu ulo addalah batu yang bentuknya menyerupai ular.

Selain anda bisa bersantai dan menikmati berbagai macam pesona alam di pantai maupun sekitar pantai yang menawan, pengunjung yang datang ke pantai ini bisa mengunjungi Goa Jepang yang lokasinya tidak jauh dari pantai ini.

Lokasi Pantai Ulo bisa dijadikan untuk area berkemah dan juga untuk bermain. Sehingga tidak mengherankan jka suatu saat anda berkunjung kesana anda melihat orang yang berkemah. Untuk anda yang membawa anak anda ke pantai ini anda bisa mengajak anak anda bermain di taman bermain sehingga tidak hanya liburan anda saja yang menyenangkan namun wisata anak anda pun juga akan menyeangkan. Dari pusat kota Jember jarak pantai ini adala 40 km dan untuk harga tiket masuknya sekitar Rp. 7.500 dan lebih murah dibandingkan dengan tiket masuk ke Pantai Papuma.

PANTAI PUGER


Lokasi : Jalan Pelabuhan, Puger, Jawa Timur 68164

Wisata pantai lainnya adalah Pantai Puger. Keunikan dari Pantai Pger ini adalah memiliki garis pantai yang panjang yaitu sekitar 3 km panjangnya. Berwisata di pantai ini cenderung menyenangkan dan anda bisa mengunjungi tempat pelelangan ikan dan membeli ikan segar disana. Pelelangan ikan disana merupakan tempat untuk menjual ikan hasil tangkapan dari nelayan.

Untuk sampai ke pantai ini pengunjung harus menempuh jarak sekitar 36 km jauhnya dari pusat kota Jember. Pantai Puger ini memiliki garis pantai dengan Pantai Kucur. Sehingga jika anda habis berlibur di Pantai Puger tidak ada salahnya untuk berkunjung di Pantai Kucur. Keunikan lain ketika anda berkunjung di pantai ini anda juga dperbolehkan untuk menyewa perahu nelayan yang ada di patai itu yang digunakan untuk memancing atau sekedar berlayar menikmati keindahan perairan dari pantai puger. Saat beranjak sore anda akan melihat indahnya sunset atau matahari terbenam di pantai ini. Untuk masuk ke Pantai Puger tiket masuk yang harus anda bayarkan adalah 5 ribu rupiah.

PANTAI PAPUMA

Lokasi : Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Pantai yang menarik untuk anda kunjungi lainnya adalah Pantai Papuma. Letak Pantai Papuma ini ada di pesisir selatan. Pantai ini tergolong pantai yang indah sebab pantai ini memiliki hamparan pasir putih dan juga pasir yang bersih. Akan sangat terasa menyenangkan ketika berada di pantai ini sebab anda bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan ketika berada disini.

Tidak hanya pantai pasir putih saja yang bisa anda lihat disini, namun anda bisa melihat batu karang yang membentang dengan bentuk dan juga dengan ukuran yang beragam. Pantai ini cocok dijadikan sebagaitempat wisata yang cocok untuk backpacker dikarenakan para bacpacker bisa berpetualang disini. Backpacker bisa mengunjungi Gowa Lawa yang ada di dekat patai ini. Anda bisa menuju ke Goa Lawa saat air surut.

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan dimudahkan dengan berbagai macam fasilitas pendukung yang ada disini. Bagi yang lapar, anda bisa menikmati beragam seafood di kedai yang ada di pinggir pantai. Bagi yang menginginkan ikan laut segar bisa membeli hasil tangkapan nelayan di pantai itu. Nelayan akan menepi di pinggir pantai saat pagi hari dan mereka berangkat saat malam hari. Jarak pantai ini sekitar 45 km dari pusat kota Jember. Dari pusat kota waktu yang dibutuhkan sekitar 60 menit lamanya untuk bisa sampai di pantai ini. Tiket masuknya pun cenderung murah yaitu sebesar 15 ribu untuk per orang.

PANTAI BANDEALIT


Lokasi : Taman Nasional Meru Betiri.

Tempat wisata pantai lainnya yang menarik di Jember adalah Pantai Bandealit. Obyek wisata ini tidak hanya cocok dijadikan untuk bersantai namun cocok bagi anda yang mencari ketenangan dan menyegarkan pikiran. Bagi wisatawan yang memiliki hobi memancing dan berenang anda bisa melakukannya di pantai ini.

Panta Bandealit ini lokasinya berdekatan dengan Pantai Sukamade. Pantai Sukamade ini merupakan pantai yang sangat terkenal di Banyuwangi sebab pantai tersebut digunakan sebagai penangkaran penyu. Pesona dari pantai ini tidak hanya terletak di kawasan pantainya saja namun juga di sebelah sisi Pantai Bandealit itu sendiri. Di sebelah timur dari pantai ini ada muara sungai yang juga menarik untuk dikunjungi. Bagi anda yang memiliki jiwa petualang bisa mengelilingi sungai tersebut menggunakan kano atau menggunakan speed boat yang telah disediakan di sana. Pengunjung pun akan dimanjakan dengan pesona dari hutan bakau yang begitu menawan hati. Sayangnya saat musim kemarau muara yang ada di sungai di dekat pantai akan mengering sehingga tidak ada aktivitas menyusuri sungai menggunakan kano atau speed boat.

Sarana penunjang wisata lainnya yang ada disini adalah parkir kendaraan, gazebo untuk kumpul bersama dengan teman atau keluarga, kamar mandi dan juga area kemah. Lokasi pantai ini dari pusat kota Jember adalah 59 km, kondisi jalan yang akan dilalui pengunjung termasuk sulit dan terjal sehingga dibutuhkan alat transportasi yang memadai dan tangguh untuk menempuh semua perjalanan itu. Anda bisa menggunakan mobil 4 WD untuk menuju ke pantai ini. Harga tiket masuk sekitar 8.000 per orangnya.

PANTAI PASEBAN


Lokasi : Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember

Tempat wisata lainnya di Jember yang bisa untuk di kunjungi adalah Pantai Paseban. Pantai ini letaknya sekitar 52 km dari pusat Kota Jember dan merupakan salah satu pantai yang menarik untuk anda kunjungi. Pengunjung yang datang kesini bisa melihat keindahan sunset atau matahari terbenamnya. Tidak hanya itu saja pengunjung yang memiliki hobi berselancar pun bisa melakukan kegiatannya tersebut di pantai ini hal itu dikarenakan pantai ini tergolong dalam pantai yang memiliki ombak besar dan menantang sehingga anda bisa melalui ombak tersebut dengan menggunakan papan selancar anda.

Untuk menempuh perjalanan menuju ke Pantai Paseban anda bisa menempuh perjalanan 54 km dari arah barat laut dari kota Jember. Anda bisa menempuhnya mengunakan kendaraan dengan roda dua maupun angkutan umum berupa mini bus yang didalamnya terisi dengan 12 orang. Oleh sebab itu bagi anda yang berencana datang kesini secara rombongan pastikan bahwa jumlahnya tidak lebih dari 12 orang. Biaya yang anda keluarkan untuk naik minibus ini dari Terminal Bus Tawanglun Jember sekitar 100 ribu rupiah.

AIR TERJUN TANCAK


Lokasi : Desa Propinsi, Suci, Panti, Jawa Timur

Indonesia memang kaya dengan wisata air terjunnya. Saat ini ada beberapa tempat wisata air terjun di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi  dan air terjun yang ada di Jember dan menarik untuk dikunjungi adalah Air Terjun Tancak.

Lokasi obyek wisata ini sekitar 16 km dari pusat kota Jember sehingga jarak tempuh untuk menuju ke tempat ini cenderung mudah dan tidak sulit. Tidak hanya itu saja medan yang akan anda lalui pun bukanlah medan yang sulit sehingga waktu tempuh untuk menuju ke air terjun ini hanyalah sekitar 40 menitan saja. Pengunjung pun akan sampai di Kecamatan Panti dimana air terjun ini berada.

Setelah anda mengunci dan memarkirkan kendaraan anda, perjalanan selanjutnya harus anda tempuh dengan cara berjalan kaki. Wisatawan harus mengunjungi jalan setapak demi setapak dengan jarak sekitar 3,5 km. Ketika anda berjalan kaki mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang anda lalui untuk menuju ke lokasi air terjun tersebut. Anda akan melihat perkebunan kopi Gunung Pasang dan berbagai macam kegiatan yang dilakukan di tempat tersebut. Memang anda harus membawa bekal yang cukup dan menyiapkan stamina yang bagus dikarenakan untuk menuju ke air terjun ini anda harus berjalan kaki dengan waktu tempuh paling cepat sekitar satu jam lamanya.

Ketinggian air terjun 82 meter dan hawa yang ada di sekitar air terjun tergolong sejuk. Untuk muda-mudi yang sedang kasmaran, air terjun ini menjadi tempat wisata yang cocok untuk anak muda  karena bisa dijadikan ajang berselfie ria dengan background foto air terjun tersebut.

PUNCAK REMBANGAN


Lokasi : Kaki Gunung Argopuro

Untuk mencapai ke tempat ini anda akan membutuhkan waktu tempuh yang lama sebab jaraknya hanyalah 12 km dari pusat Kota Jember. Saat ada disini wisatawan akan melihat perkebunan kopi, kompleks tanaman dengan buah naga dan berbagai macam tanaman yang dibudidayakan di tempat tersebut.

Berbagai macam fasilitas pendukung wisata pun sudah ada di tempat ini. Di tempat tersebut anda akan bisa menemukan berbagai macam sarana seperti restoran, tempat untuk menginap seperti motel maupun hotel, kolam renang, taman bermain khusus anak-anak dan tempat yang bisa digunakan untuk berkemah. Untuk melihat keindahan sesungguhnya dari Puncak Rembangan ini sebaiknya anda berkunjung saat malam hari sebab anda bisa melihat kerlap-kerlip lampu di bawah Puncak Rembangan.

KEBUN TEH GUNUNG GAMBIR


Lokasi : Lereng Gunung Argopuro

Di Jember kini ada perkebunan teh yang bisa anda kunjungi. Tidak hanya perkebunan teh saja yang bisa anda kunjungi disini namun anda bisa melihat perkebunan kopi maupun tembakau. Jarak tempuh lokasi wisata ini adalah 48 km dari pusat kota Jember.

Perkebunan teh ini awalnya dibangun oleh pemerintah Belanda sekitar tahun 1918. Bagi anda yang menginginkan suasana ketenangan dan suasana kedamaian bisa berkunjung ke tempat wisata yang satu ini. Perkebunan ini ada di ketinggian 1000 meter dpl dan hawa yang ada disini sejuk dan nyaman. Hijaunya perkebunan teh akan membuat pikiran anda menjaid lebih tenang dan rileks.

Pengunjung yang datang ke tempat wisata ini bisa melihat aktvitas dari pemetik daun teh serta pengunjung bisa melihat proses pembuatan teh dari mulai dipetik sampai benar-benar menjadi teh yang siap untuk diseduh dan diminum. Areal perkebunan teh ini juga bisa anda jadikan sebagai area untuk melakukan olahraga seperti jogging, tenis dan masih banyak lagi lainnya.

Bagi yang ingin menginap anda bisa menginap di hotel yang ada di sekitar perkebunan ini. Bisa dikatakan bahwa Perkebunan teh di Jember cocok dijadikan sebagai tempat wisata untuk bulan madu  mengingat tempat wisata ini sudah dilengkapi degan berbagai macam sarana wisata yang lengkap. Pasangan yang datang kesini akan merasakan suasana hatinya mejadi tenang, sejuk dan juga damai dikarenakan hawa dan udara yang ada di perkebunan teh ini. Pasangan yang baru menikah juga bisa menikmati keindahan malam di Perkebunan The Gunung Gambir ini. Untuk menuju ke tempat wisata ini pengunjung harus menggunakan mobil pribadi atau menyewa mobil di jasa perentalan. Alasannya adalah belum ada bus ataupun minibus yang bisa masuk ke dalam lokasi ini.

WATERBOOM NIAGARA


Lokasi : Ambulu, Jember

Bagi anda yang menginginkan suasana santai bisa datang ke tempat wisata ini. Alasannya adalah di tempat ini anda bisa mencoba berbagai macam wahana air yang ada di waterboom ini. Wahana air yang ada disini cocok untuk semua usia mulai dari anak-anak dan juga dewasa sehingga anak-anak pun bisa mendapatkan liburan yang menyenangkan.

Obyek wisata satu ini berada di wilayah Ambulu dimana jaraknya adalah 30 km dari pusat kota Jember. Disini disediakan dua buah macam kolam yang bisa anda gunakan bersama dengan keluarga. Dua kolam itu memiliki kedalaman yang berbeda-beda, untuk dewasa ada kolam renang dengan kedalaman sekitar 160 cm dan untuk anak-anak telah disediakan kolam dengan kedalaman 60 cm.

Tempat wisata ini ada sarana wisata penunjang lainnya misalnya saja adalah kafe atau restoran sehingga bagi anda yang lapar sehabis bermain air bisa pergi ke restoran tersebut. Tidak hanya itu saja Waterboom Niagara juga dilengkapi dengan berbagai macam sarana wisata lainnya misalnya saja adalah gazebo untuk tempat berkumpul bersama dengan keluarga, kamar mandi, mushola untuk melaksanakan ibadah dan masih banyak lagi lainnya.

TIARA WATERPARK JEMBER


Lokasi : Jalan Kaliurang, Sumbersari, Kabupaten Jember

Bagi anda yang menyukai dengan wahana air anda tidak perlu khawatir sebab selain Waterboom Niagara masih ada tempat wisata yang menyajikan wahana air dan permainan air yang lengkap dan mengasyikkan yaitu Tiara Waterpark Jember. Waterpark ini merupakan tempat wisata yang cukup terkenal di Jember sehingga jika anda tidak tahu arah menuju ke lokasi ini, warga setempat bisa menujukkan arahnya kepada anda. Banyak sekali wahana permainan air yang bisa anda coba disini sehingga akan membuat liburan anda bersama dengan keluarga akan semakin seru.

Untuk menuju kesini anda bisa menempuhnya dari Universitas Jember dikarenakan jarak antara Tiara Waterpark Jember dengan Universitas Jember hanya 2 km saja.

Tiara Waterpark Jember buka setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai dengan 5 sore, pada malam hari tempat ini ditutup sebab tidak memungkinkan ada yang bermain air saat malam hari. Harga tiket masuknya pun beragam dibedakan berdasarkan harinya. Untuk weekdays senin sampai dengan sabtu harga tiket masuknya sekitar 22 ribu per orang sedangkan ketika hari Minggu maupun tanggal merah libur nasional tiketnya naik menjadi 25 ribu per orang ditambah dengan pemberian softdrink. Cukup murah untuk liburan yang menyenangkan dan mengasyikkan bersama dengan keluarga anda. Nah bagi orangtua yang sedang tidak ingin bermain air namun hanya ingin menunggui anaknya bermain air saja bisa menunggu di area kafe yang didalamnya ada wifi gratis dan juga ada tempat karaoke yang bisa digunakan sebagai sarana hiburan untuk orang tua.

PEMANDIAN KEBON AGUNG


Lokasi : Kebon Agong, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Selain kaya akan tempat wisata pantai dan wahana airnya, di Jember banyak sekali tempat wisata berupa pemandian yang bisa menghilangkan lelah anda dan juga menghilangkan penat anda ketika lelah berkeliling di kota Jember. Salah satu pemandian yang bisa digunakan untuk melepaskan lelah anda adalah Pemandian Kebon Agung. Pemandian ini cukup dekat dengan pusat Kota Jember sehingga waktu tempuhnya tidak akan lama. Dari pusat kota Jember anda bisa menempuh jarak sekitar 3 km jauhnya.

Pemandian ini adalah wahana air yang letaknya di ketinggian 110 mdpl. Air yang mengisi kolam renang berasal dari mata air alami dan bukan diambil dari sumur pompa. Mata air yang ada di kolam pemandian ini berasal darimata air Watu Remuk. Sama halnya dengan kolam pemandian biasa, kolam pemandian ini dibedakan menjadi dua yaitu khusus anak-anak dan untuk dewasa. Untuk dewasa, kolam pemandian yang ada disini berukuran 50 x 20 meter. Banyak sekali fasilitas penunjang yang ada disini misalnya saja adalah penginapan, taman bermain dan juga restoran.

PEMANDIAN PATEMON


Lokasi : Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.

Tempat wisata yang menarik lainnya di Jember adalah Pemandian Patemon. Pemandian ini merupakan pemandian yang sudah berumur tua dikarenakan dibangun pasa saat zaman penjajahan Belanda. Sayangnya jarak untuk menuju tempat ini lumayan jauh yaitu sekitar 30 km dari pusat kota. Meski memiliki jarak yang jauh anda tetap akan mendapatkan kesenangan dan pengalaman liburan yang mengasyikkan ketika berada di tempat ini. Kolam pemandian ini merupakan salah satu tempat menyenangkan yang bisa digunakan sebagai tempat wisata bersama dengan keluarga anda. Anda bisa liburan ke tempat ini bersama dengan anak-anak anda.

Air yang ada di pemandian ini berasal dari mata air alami yag ada di Pegunungan Argopuro. Tidak hanya itu saja, wisatawan juga melihat keindahan pemandangan dan panorama yang ada di sekitar kolam pemandian, sehingga hawa dan udara yang ada di sekitar kolam pemandian sangat sejuk dan segar.

TAMAN BOTANI JEMBER


Lokasi : Jl. Mujahir, 68151

Salah satu tempat wisata yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata edukasi adalah Taman Botani Jember. Bagi yang liburan bersama dengan anak-anak jangan lupa untuk berkunjung di tempat wisata yang satu ini dan tidak bisa anda lewatkan. Anak-anak bisa bermain sambil belajar ketika berada di tempat ini sehingga otak anak akan terangsang sehingga mampu belajar dengan mudah tanpa paksaan.

Di tempat ini anak-anak bisa melihat berbagai macam tumbuhan maupun hewan. Untuk menuju ke tempat ini anda harus menempuh jarak sekitar 11 km dari barat pusat kota Jember. Anak-anak bisa melihat sebanyak 300 jenis tanaman yang bisa digunakan sebagai obat-obatan dan berbeda jika dibandingkan dengan kebun herbal lainnya. Di Taman Botani juga ada berbagai macam spesies hewan yang akan anda temukan. Untuk bisa ke tempat wisara ini anda hanya akan merogoh kocek sebanyak 5 ribu rupiah saja, cukup murah meriah bukan.

Itulah tempat Wisata Favorit dan menarik di kabupaten Jember.

Daftar Tempat Wisata Favorit di Banyuwangi Jawa Timur

Kabupaten Banyuwangi merupakan sebuah kabupaten yang berada di ujung timur pulau jawa. Tahun ini banyuwangi lagi trending tentang tempat wisata yang begitu eksotik.

Banyak sekali tempat menarik yang ada di kabupaten ini yang sayang jika anda lewatkan. Untuk lebih lengkapnya bisa simak ulasan berikut ini:

1. PANTAI PLENGKUNG


Pantai Plengkung atau yang juga disebut dengan G-Land ini sangat populer di kalangan peselancar domestik dan mancanegara. Pantai Plengkung memiliki ombak yang sangat ideal untuk berselancar dan mendapat julukan The Seven Giant Waves Wonder. Hal ini dikarenakan ombak di tempat wisata ini berbentuk tujuh gulungan besar dengan ketinggian mencapai 6 meter. Ombak di pantai ini juga disebut sebagai ombak terbaik kedua di dunia setelah ombak di Hawaii.

Saat terbaik untuk berselancar di Pantai Plengkung adalah antara bulan Juli – September, meskipun ombak di sini bagus sepanjang tahun. Jika tak membawa perlengkapan selancar, Anda bisa menyewanya di sini, jadi tak perlu repot membawanya dari rumah.

2. KAWAH IJEN


Kawah Ijen merupakan sebuah pemandangan alam yang luar biasa menakjubkan di atas ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah seluas 20 km yang dikelilingi dinding kaldera setinggi 300-500 meter ini siap membuat siapa pun yang menyaksikannya terperangah kagum. Meskipun kawah ini seolah menarik wisatawan untuk mendekat, namun Anda harus tetap berhati-hati. Suhu kawah mencapai 200 derajat Celcius dengan tingkat keasaman yang mampu meleburkan pakaian dan tubuh manusia.

Daya tarik utama dari tempat wisata yang secara administratif terletak di Banyuwangi dan Bondowoso ini adalah Api Biru atau Blue Fire. Api yang terletak di bawah kawah ini berwarna biru dan terlihat semakin cantik saat kondisi sekitarnya gelap. Untuk itu, Anda harus datang pada dini hari agar dapat melihat keindahan Api Biru ini.

Hal menarik lainnya adalah Anda dapat menyaksikan kegiatan tambang belerang. Kawah Ijen merupakan salah satu dari dua kawasan tambang belerang tradisional yang ada di Indonesia setelah Welirang. Para penambang tidak menggunakan alat canggih, mereka benar-benar turun ke bawah mendekati kawah untuk mengambil batangan belerang dengan alat seadanya dan tanpa perlengkapan pengaman yang memadai. Batangan belerang dengan berat mencapai 80-100 kg ini kemudian dipikul dan di bawah naik ke pos pengumpulan belerang.

3. PANTAI RAJEGWESI


Pantai yang terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran ini merupakan tempat wisata alam sekaligus sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berada di sini, Anda bisa menyaksikan keindahan pantaidan bunker sisa kejayaan bangsa Jepang di masa penjajahan.

Pantai Rajegwesi memiliki keunikan yang tak banyak dimiliki pantai-pantai lain. Pasir pantai berwarna kecokelatan dan sangat lembut. Hal ini dikarenakan pasir pantai bercampur dengan endapan lumpur yang terbawa air sungai saat banjir.

Selain keindahan alam dan nilai sejarahnya, Anda juga bisa melihat kehidupan masyarakat sekitarnya. Sebagian besar masyarakat sekitar tempat wisata di Banyuwangi ini berkerja sebagai nelayan. Anda bisa melihat perahu nelayan yang ‘diparkir’ di bagian barat pantai, sedangkan bagian timur dibiarkan lapang untuk tempat penyu bertelur.

4. PANTAI WATU DODOL


Pantai Watu Dodol bisa dengan mudah Anda temukan jika Anda dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang dari Jember dan sekitarnya. Lokasi pantai ini ditandai dengan bongkahan batu besar di tengah jalan dan patung Gandrung atau penari khas Banyuwangi.

Pantai Watu Dodol berada di poros Banyuwangi – Situbondo dan hanya berjarak sekitar 2 km dari Pelabuhan Ketapang. Hal ini membuat Anda dapat melihat kapal ferry lalu lalang antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Banyuwangi.

Anda bisa menyaksikan keindahan tempat wisata ini dari bukit yang berada di dekat pantai. Untuk urusan kuliner, Anda tak perlu khawatir karena terdapat banyak warung makan di sini yang siap memuaskan lidah dan perut Anda.

5. PANTAI TELUK HIJAU

Teluk Hijau atau Green Bay tak hanya menarik di namanya saja. Teluk ini benar-benar memiliki air yang jernih kehijauan dan sangat menakjubkan. Tempat wisata di Banyuwangi yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini memiliki hamparan pasir putih yang lembut dan dikelilingi hutan tropis.


Banyak kegiatan bisa Anda lakukan di sini seperti berenang, snorkeling, bermain pasir dan memancing. Anda juga bisa mengunjungi Air Terjun Bidadari yang terletak di kawasan pantai. Konon, air terjun dengan ketinggian 8 meter ini merupakan tempat mandi para bidadari pada saat-saat tertentu.

6. PANTAI PULAU MERAH


Pantai Pulau Merah disebabkan adanya sebuah bukit tak jauh dari bibir pantai yang tanahnya berwarna merah. Anda bisa berjalan mendekat ke bukit saat air sedang surut. Bukit ini tertutup pohon dan semak hijau dan hanya terlihat sedikit semburat merah saat senja.

Tempat wisata yang terletak di Kecamatan Pesanggaran ini memiliki sebuah pura Hindu degan nama Pura Tawang Alun. Pura ini kerap digunakan sebagai lokasi ritual pada saat-saat tertentu oleh umat Hindu yang tinggal di sekitar Pantai Pulau Merah. Penginapan juga sudah banyak tersedia di sekitar pantai bagi Anda yang tak cukup menikmati tempat wisata ini dalam waktu sehari.

Beragam kegiatan bisa Anda lakukan di sini mulai dari berselancar dan hunting foto. Untuk kegiatan berselancar, pantai sepanjang 3 km ini memiliki ombak yang ideal bagi peselancar pemula.

7. AIR TERJUN KALIBENDO 


Kalibendo menawarkan pemandangan luar biasa indah dan menenangkan, air jernih dan sungai-sungai dengan air dingin yang mengalir di sekitar air terjun. Berada di dataran tinggi, membuat tempat wisata ini memiliki udara yang sejuk dan menyenangkan.

Jika berangkat dari Kampung Anyar, Glagah, Anda akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indah. Anda akan diajak melewati perkebunan teh, kopi dan cengkeh yang berupa hamparan hijau menyejukan mata. Suasana pedesaan juga dapat Anda rasakan dalam perjalan menuju ke air terjun setinggi 10 meter ini.

8. AIR TERJUN LIDER


Air terjun Lider ini berada di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon. Berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut membuat Air Terjun Lider cukup sulit diakses. Medan yang lumayan berat membutuhkan stamina yang bagus.

Pemandangan luar biasa indah dapat Anda saksikan selama perjalanan menuju tempat wisata ini. Anda akan melewati hamparan perkebunan, tujuh sungai di dalam hutan dan jika Anda beruntung, bukan tak mungkin bertemu dengan kera dan burung selama perjalanan. Sebaiknya Anda membawa bekal yang cukup karena tidak ada penjual makanan di sekitar air terjun.

Kelelahan Anda akan terbayar lunas saat sampai di lokasi. Air terjun setinggi 60 meter dengan beberapa air terjun anak yang lain akan membuat napas Anda tertahan sesaat karena takjub akan keindahannya.

9. KOLAM RENANG TAMAN SURUH


Kolam renang Taman Suruh ini berada di Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah. Tempat wisata seluas 3,5 hektar ini berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Sebelumnya, kawasan ini tandus dan kosong, namun terdapat mata air dingin dari bebatuan. Melihat potensi yang dimiliki, maka kawasan ini pun dibangun menjadi sebuah tempat wisata di Banyuwangi.

Tempat wisata ini terdiri dari kolam pemandian untuk anak-anak dan dewasa. Pada kolam anak-anak, disediakan wahana permainan yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain itu, tempat wisata ini juga dilengkapi dengan ruang bilas, ruang ganti, mushola dan kafetaria.

Jika Anda berkunjung ke Banyuwangi Anda bisa mampir di salah satu tempat pariwisata di atas.

Wednesday, November 15, 2017

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali

Berdasarkan bukti-bukti arkeologis dapat di interprestasikan bahwa munculnya komunitas di Jembrana sejak 6000 tahun yang lalu. Dari perspektif semiotik, asal-usul nama tempat atau kawasan mengacu nama-nama fauna dan flora.


Munculnya nama Jembrana berasal dari kawasan hutan belantara (Jimbar-Wana) yang dihuni raja ular (Naga-Raja). Sifat-sifat mitologis dari penyebutan nama-nama tempat telah mentradisi melalui cerita turun-temurun di kalangan penduduk.

Berdasarkan cerita rakyat dan tradisi lisan (folklore) yang muncul telah memberi inspirasi di kalangan pembangun lembaga kekuasaan tradisional (raja dan kerajaan)Raja dan pengikutnya yaitu rakyat yang berasal dari etnik Bali Hindu maupun dari etnik non Bali yang beragama Islam telah membangun kraton sebagai pusat pemerintahan yang diberi nama Puri Gede Jembrana pada awal abad XVII oleh I Gusti Made Yasa (penguasa Brangbang).

Raja I yang memerintah di kraton (Puri) Gede Agung Jembrana adalah I Gusti Ngurah Jembrana. Selain kraton, diberikan pula rakyat pengikut (wadwa),busana kerajaan yang dilengkapi barang-barang pusaka berupa tombak dan tulup. Demikian pula keris pusaka yang diberi nama "Ki Tatas" untuk memperbesar kewibawaan kerajaan. Tercatat bahwa ada tiga orang raja yang berkuasa di pusat pemerintahan yaitu di Kraton (Puri) Agung Jembrana.

Sejak kekuasaan kerajaan dipegang oleh Raja Jembrana I Gusti Gede Seloka, Kraton (Puri) baru sebagai pusat pemerintahan dibangun. Kraton (Puri) yang dibangun itu diberi nama Puri Agung Negeri pada awal abad XIX. Kemudian lebih dikenal dengan nama Puri Agung Negara.

Patut diketahui bahwa raja-raja yang memerintah di Kerajaan Jembrana berikutnya pun memusatkan birokrasi pemerintahannya di Kraton (Puri) Agung Negara. Patut dicatat pula bahwa ada dua periode birokrasi pemerintahan yang berpusat di Kraton (Puri) Agung Negara.

Periode pertama ditandai oleh birokrasi pemerintahan kerajaan tradisional yang berlangsung sampai tahun 1855. Telah tercatat pada lembaran dokumen arsip pemerintahan Gubernemen bahwa kerajaan Jembrana yang otonom diduduki oleh Raja Jembrana V (Sri Padoeka Ratoe) I Goesti Poetoe Ngoerah Djembrana (1839 - 1855).

Ketika berlangsung pemerintahannya lah telah ditanda tangani piagam perjanjian persahabatan bilateral anatara pihak pemerintah kerajaan dengan pihak pemerintah Kolonial Hindia Belanda (Gubernemen) pada tanggal 30 Juni 1849.

Periode kedua selanjutnya digantikan oleh birokrasi modern, melalui tata pemerintahan daerah (Regentschap) yang merupakan bagian dari wilayah administratif Keresidenan Banyuwangi. Pemerintahan daerah Regentschap yang dikepalai oleh seorang kepala pribumi (Regent) sebagai pejabat yang dimasukkan dalam struktur birokrasi Kolonial Modern Gubernemen yang berpusat di Batavia. Status pemerintahan daerah (Regentschap) berlangsung selama 26 tahun (1856 - 1882).

Pada masa Kerajaan Jembrana VI I Gusti Ngurah Made Pasekan (1855 - 1866) mengalami dua peralihan status yaitu 1855 - 1862 sebagai Raja Jembrana dan 1862 - 1866 sebagai status Regent (Bupati) kedudukan kerajaan berada di Puri Pacekan Jembrana. Ketika reorganisasi pemerintahan di daerah diberlakukan berdasarkan Staatblad Nomor 123 tahun 1882, maka untuk wilayah administratif Bali dan Lombok diberi status wilayah administratif Keresidenan tersendiri.

Wilayah Keresidenan Bali dan Lombok dibagi lagi menjadi dua daerah (Afdelingen) yaitu Afdeling Buleleng dan Afdeling Jembrana berdasarkan Staatblad Nomor 124 tahun 1882 dengan satu ibukota yaitu Singaraja.

Selanjutnya daerah Afdeling Jembrana terbagi atas distrik-distrik yang pada waktu itu terdiri dari tiga distrik yaitu Distrik Negara, Distrik Jembrana, dan Distrik Mendoyo. Masing-masing distrik dikepalai oleh seorang Punggawa. Selain distrik juga diberlakukan jabatan Perbekel, khusus yang mengepalai komunitas Islam dan komunitas Timur Asing sebagai kondisi daerah yang unik dari sudut interaksi dan integrasi antar etnik dan antar umat beragama.

Sejak reorganisasi tahun 1882 telah ditetapkan dan disyahkan nama satu ibukota untuk Keresidenan Bali dan Lombok yaitu Singaraja, yang akan membawahi daerah-daerah (Afdeling) Buleleng dan Jembrana. Akan tetapi, pada proses waktu selanjutnya memperhatikan munculnya aspirasi masyarakat di dua daerah afdeling (Buleleng dan Jembrana), maka pihak Gubernemen menanggapi positif.

Respon positif pihak Gubernemen di Batavia dapat dibuktikan dengan diterbitkannya sebuah Lembaran Negara (Staatsblad) tersendiri untuk melakukan pembenahan (Reorganisasi) tata pemerintahan daerah di daerah-daerah (Afdeling) Buleleng dan Jembrana.

Pihak Gubernemen dan segenap jajaran bawahan di Departemen Dalam Negeri (Binnenlandsch Bestuur) sangat memperhatikan dan mendukung sepenuhnya aspirasi masyarakat untuk menetapkan nama-nama ibukota Daerah-daerah Afdeling Buleleng dan Afdeling Jembrana.

Pihak Gubernemen dalam pertimbangannya ingin mengakhiri kebiasaan yang menyebut nama Ibukota Afdeling Buleleng dan Jembrana di Keresidenan Bali dan Lombok dengan nama lebih dari satu. Semula (Tahun 1882-1895) hanya diberlakukan satu nama Ibukota yaitu Singaraja untuk wilayah Keresidenan Bali dan Lombok yang membawahi Daerah-daerah Afdeling Buleleng dan Afdeling Jembrana. Sejak disetujui dan untuk kemudian, ditetapkanlah nama-nama Ibukota daerah tersendiri terhadap Afdeling Buleleng dan Afdeling Jembrana di Keresidenan Bali dan Lombok.

Berdasarkan Staatsblad Van Nederlandsch - Indie Nomor 175 Tahun 1895, sampai seterusnya ditetapkanlah Singaraja dan Negara sebagai ibukota dari masing-masing Afdeling. Dengan demikian, sejak 15 Agustus 1895 berakhirlah nama satu ibu kota: Singaraja sebagai ibukota Keresidenan Bali dan Lombok yang membawahi Daerah-daerah Afdeling Buleleng dan Afdeling Jembrana.

Sejak itu pula dimulailah nama-nama Ibukota: Singaraja untuk Keresidenan Bali dan Lombok dan Daerah bagiannya di Afdeling Buleleng, serta Negara untuk Daerah Bagian Afdeling Jembrana.Munculnya nama-nama Jembrana dan Negara hingga sekarang, memiliki arti tersendiri dari perspektif historis. Rupanya nama-nama yang diwarisi itu telah dipahatkan pada lembaran sejarah di Daerah Jembrana sejak digunakan sebagai nama Kraton (Puri) yaitu Puri Gede / Agung Jembrana dan Puri Agung Negeri Negara.

Oleh Karena Kraton atau Puri adalah pusat birokrasi pemerintahan kerajaan tradisional, maka dapat dikatakan bahwa Jembrana dan Negara merupakan Kraton-kraton (Puri) yang dibangun pada permulaan abad XVIII dan permulaan abad XIX adalah tipe kota-kota kerajaan yang bercorak Hinduistik.

Jembrana sebagai sebuah kerajaan yang ikut mengisi lembaran sejarah delapan kerajaan (asta negara) di Bali. Sejak 1 Juli 1938, Daerah (Afdeling, regentschap) Jembrana dan juga daerah-daerah afdeling (Onder-afdeling, regentschap) lainnya di Bali ditetapkan sebagai daerah-daerah swapraja (Zelfbestuurlandschapen) yang masing-masing dikepalai oleh Zelfbestuurder (Raja).

Raja di Swapraja Jembrana (Anak Agoeng Bagoes Negara) dan Raja-raja di swapraja lainnya di seluruh Bali terlebih dahulu telah menyatakan kesetiaannya terhadap pemerintah Gubernemen. Anak Agung Bagoes Negara memegang tampuk pemerintahan di swapraja Jembrana secara terus-menerus selama 29 tahun meskipun terjadi perubahan tatanegara dalam sistem pemerintahan. Kepemimpinannya di Jembrana berlangasung paling lama dibandingkan dengan kepemimpinan yang dipegang oleh pejabat-pejabat pelanjutnya.

Selama kepemimpinannya pula, dua nama yaitu Jembrana dengan ibukotanya Negara senantiasa terpateri dalam lembaran sejarah pemerintah di Jembrana, baik dalam periode Pendudukan Jepang (Tahun 1943-1945), periode Republik Indonesia yang hanya beberapa bulan (Tahun 1946-1950) maupun pada waktu kembali ke periode bentuk Negara Indonesia Timur (Tahun 1946-1950) maupun pada waktu kembali ke periode bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (Tahun 1950-1958).

HARI JADI KABUPATEN JEMBRANA

Dari keterangan di atas Pemerintah setempat telah meresmikan dan menetapkan bahwa hari jadi kabupaten Jembrana yaitu tepat pada tanggal 30 Juni 1849 M.

Tuesday, November 14, 2017

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali

Setelah dua seperempat abad lebih, tempatnya 244 tahun yang lalu, 19 April 1771, ketika Gianyar dipilih menjadi nama sebuah keraton, Puri Agung yaitu Istana Raja (Anak Agung) oleh Ida Dewa Manggis Sakti maka sebuah kerajaan yang berdaulat dan otonom telah lahir serta ikut pentas dalam percaturan kekuasaan kerajaan-kerajaan di Bali.


Sesungguhnya berfungsinya sebuah keraton, yaitu Puri Agung Gianyar yang telah ditentukan oleh syarat sekala niskala yang jatuh pada tanggal 19 April 1771 adalah tonggak sejarah yang telah dibangun oleh raja (Ida Anak Agung) Gianyar I, Ida Dewata Manggis Sakti memberikan syarat kepada kita bahwa proses menjadi dan ada itu bisa ditarik ke belakang (masa sebelumnya) atau ditarik ke depan (masa sesudahnya).

ERA KERAJAAN

Berdasarkan bukti-bukti arkeologis di wilayah Gianyar sekarang dapat diinterprestasikan bahwa munculnya komunikasi di Gianyar sejak 2000 tahun yang lalu karena diketemukannya situs perkakas (artefak) berupa batu, logam perunggu berupa nekara (Bulan Pejeng), relief-relief yang menggambarkan kehidupan candi-candi atau goa-goa di tebing-tebing sungai (tukad) Pakerisan.

Setelah bukti-bukti tertulis ditemukan berupa prasasti di atas batu atau logam terindetifikasi situs pusat-pusat kerajaan dari dinasti Warmadewa di Keraton Singamandawa, Bedahulu. Setelah ekspedisi Gajah Mada (Majapahit) dapat menguasai Pulau Bali maka di bekas pusat markas laskarnya didirikan sebuah Keraton Samprangan sebagai pusat pemerintahan kerajaan yang dipegang oleh Lima Raja Bali, yaitu:

Raja Adipati Ida Dalem Krena Kepakisan (1350-1380), sebagai cikal bakal dari dinasti Kresna Kepakisan, kemudian Keraton Samprangan mampu bertahan selama lebih kurang tiga abad.Ida Dalem Ketut Ngulesir (1380-1460)Ida Dalem Waturenggong (1460-1550)Ida Dalem Sagening (1580-1625)Ida Dalem Dimade (1625-1651).

Dua Raja Bali yang terakhir yaitu Ida Dalem Segening dan Ida Dalem Dimade telah menurunkan cikal bakal penguasa di daerah-daerah. Ida Dewa Manggis Kuning (1600-an) penguasa di Desa Beng adalah cikal bakal Dinasti Manggis yang muncul setelah generasi II membangun Kerajaan Payangan (1735-1843). Salah seorang putra raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe yang bernama Ida Dewa Agung Anom muncul sebagai cikal bakal dinasti raja-raja di Sukawati (1711-1771) termasuk Peliatan dan Ubud.

Pada periode yang sama, yaitu periode Gelgel muncul pula penguasa-penguasa daerah lainnya, yaitu I Gusti Ngurah Jelantik menguasai Blahbatuh dan kemudian I Gusti Agung Maruti menguasai daerah Keramas yang keduanya adalah keturunan Arya Kepakisan.

ERA KOLONIALISME

Dinamika pergumulan antara elit tradisional dari generasi ke generasi telah berproses pada momentum tertentu, salah seorang di antaranya sebagai pembangunan kota keraton atau kota kerajaan pusat pemerintahan kerajaan yang disebut Gianyar. Pembangunan Kota kerajaan yang berdaulat dan memiliki otonomi penuh adalah Ida dewa Manggis Sakti, generasi IV dari Ida Dewa Manggis Kuning.

Sejak berdirinya Puri Agung Gianyar 19 April 1771 sekaligus ibu kota Pusat Pemerintah Kerajaan Gianyar adalah tonggak sejarah. Sejak itu dan selama periode sesudahnya Kerajaan Gianyar yang berdaulat, ikut mengisi lembaran sejarah kerajaan-kerajaan di Bali yang terdiri atas sembilan kerajaan di Klungkung, Karangasem, Buleleng, Mengwi, Bangli, Payangan, Badung, Tabanan dan Gianyar.

Namun sampai akhir abat ke-19, setelah runtuhnya Payangan dan Mengwi di satu pihak dan munculnya Jembrana dilain pihak maka Negara): Klungkung, Karangasem, Bangli dan Gianyar (ENI, 1917).

ERA KEMERDEKAAN

Ketika Belanda telah menguasai seluruh Pulau Bali, Kedelapan bekas kerajaan tetap diakui keberadaannya oleh Pemerintah Guberneurmen namun sebagai bagian wilayah Hindia Belanda yang dikepalai oleh seorang raja (Selfbestuurder) di daerah Swaprajanya masing-masing.

Selama masa revolusi, ketika daerah Bali termasuk dalam wilayah Negara Indonesia Timur (NIT) otonomi daerah kerjaan (Swapraja) ke dalam sebuah lembaga yang disebut Oka, Raja Gianyar diangkat sebagai Ketua Dewan Raja-raja menggantikan tahun 1947.

Selain itu pada periode NTT dua tokoh lainnya yaitu Tjokorde Gde Raka Sukawati (Puri Kantor Ubud) menjadi Presiden NIT dan Ida A.A. Gde Agung (Puri Agung Gianyar) menjadi Perdana Menteri NIT, Ketika Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali ke Negara Kesatuan (NKRI) pada tanggal 17 Agustus 1950, maka daerah-daerah diseluruh Indonesia dengan dikeluarkan Undang-undang N0. I tahun 1957, yang pelaksanaannya diatur dengan Undang-Undang No. 69 tahun 1958 yang mengubah daerah Swatantra Tingkat II (Daswati II).

Nama Daswati II berlaku secara seragam untuk seluruh Indonesia sampai tahun 1960. Setelah itu diganti dengan nama Derah Tingkat II (Dati II).

Namun Bupati Kepala Derah Tingkat II untuk pertama kalinya dimilai pada tahun 1960. Bupati pertama di DATI II Gianyar adalah Tjokorda Ngurah (1960-1963). Bupati berikutnya adalah Drh. Tjokorda Anom Pudak (1963-1964) dan Bupati I Made Sayoga, BA (1964-1965).

Ketika dilaksanakannya Undang-Undang No. 18 tahun 1965, maka DATI II diubah dengan nama Kabupaten DATI II. Kemudian disempurnakan dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 5 tahun 1974 yang menggantikan nama Kabupaten. Kepala daerahnya tetap disebut Bupati.

HARI JADI KABUPATEN GIANYAR

Dari riwayat di atas maka Pemerintah setempat telah menetapkan dan meresmikan bahwa hari jadi kabupaten Gianyar yaitu tepat pada tanggal 19 April tahun 1771 M.

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

Sebelumnya wilayah Buleleng dikenal dengan nama Den Bukit. Masyarakat Bali Selatan jaman berkembangnya pengaruh Majapahit, Den Bukit dilihat sebagai "daerah nun disana dibalik bukit". Daerah misterius, terra incognito, banyak pendatang silih berganti, bajak laut.


Orang yang ingin tinggal menetap mereka menjauhi daerah pesisir, memilih tempat lebih ke tengah, ke wilayah sebelah Selatan. Maka itu wilayah di selatan bukit disebut Bali Tengah atau Bali Selatan.

Selama berkuasa di Den Bukit Panji Sakti sejak 1660an sampai 1697 sangat disegani kawan maupun  lawan. Dengan pasukan Gowak yang diorganisir bersama rakyat, beliau menguasai kerajaan Blambangan, Pasuruan, Jembrana. Hingga tahun 1690an Panji Sakti menikmati kejayaannya.

Buleleng adalah nama puri yang dibangun Panji Sakti di tengah tegalan jagung gembal yang juga disebut juga buleleng. Letaknya tidak jauh dari sungai yang disebut juga tukad Buleleng. Purinya disebut Puri Buleleng. Puri yang yang lebih tua, terletak di desa Sangket yang dinamai puri Sukasada. Ki Gusti Panji sakti diperkirakan wafat tahun 1699 dengan meninggalkan banyak keturunan.

Namun sayang putra-putra Ki Gusti Panji Sakti mempunyai pikiran yang berbeda satu sama lain sehingga kerajaan Buleleng menjadi lemah. Kerajaan Buleleng terpecah belah. Akhirnya dikuasai kerajaan Mengwi, termasuk Blambangan. Lepas dari genggaman Mengwi kemudian tahun 1783 jatuh ke tangan kerajaan Karangasem. Sejak itu terjadi beberapa kali pergantian raja asal Karangasem.

Salah seorang raja asal Karangasem yaitu I Gusti Gde Karang bertakhta sebagai raja Buleleng tahun 1806-1818. Sebagai raja Buleleng beliau juga menguasai kerajaan Karangasem dan Jembrana. Beliau dikenal berwatak keras dan curiga kepada bangsa asing. Memang pada jaman itu bangsa asing seperti Belanda dan Inggris ingin menguasai Bali melalui Buleleng dan Jembrana.

Sir Stamford Raffles seorang Inggris jatuh cinta terhadap Bali, baik alam dan budayanya setelah sempat mengunjungi pulau mungil ini di tahun 1811. Setelah itu beliau datang lagi ke  Buleleng ingin bekerjasama dengan I Gusti Gde Karang untuk membangun kota pelabuhan dengan nama Singapura. Raffles tergiur melihat ramainya pelabuhan Buleleng dengan lokasi yang dilihatnya sangat strategis di antara kepulauan Nusantara.

Memang Buleleng jaman itu sedang jayanya dari hasil monopoli candu dan penjualan budak.  Raja Buleleng I Gusti Gde Karang rupanya tertarik dengan rencana Raffles. Namun tidak bisa dilaksanakan, karena Raffles sendiri sangat menentang penjualan budak yang selama ini terus dilaksanakan oleh raja I Gusti Gde Karang. Diantara cinta dan dendam, tahun 1814 pihaknya membawa kapal perang Inggris ke Buleleng, namun tidak terjadi pertempuran.

Pada malam hari, Rebo tanggal 24 Nopember 1815 terjadi musibah bencana alam di Buleleng. Beberapa desa tertimbun lumpur dengan penghuninya, ada yang hanyut kearah laut bersama penduduknya.

Setelah itu I Gusti Gde Karang membuka lahan dan membangun istana baru, terletak di sebelah Barat jalan yang dinamai puri Singaraja. Puri baru itu berseberangan jalan dengan Puri Buleleng yang dibangun Ki Gusti Pandji Sakti.

Pembangunan Puri Singaraja dilanjutkan oleh I Gusti Agung Paang, asal Karangasem. yang memerintah sejak 1818 sampai 1829.(Babad Buleleng, Prof. Worsley).

Kekuasaan Karangasem berakhir setelah pasukan perang kolonial Belanda menghancurkan benteng pertahanan Buleleng di Jagaraga pada tahun 1849. Dengan berkuasanya pemerintah kolonial / asing di Buleleng, sebagai pemerintahan yang masih dalam proses konsolidasi, maka dapat dibayangkan, suatu proses yang rumit berlangsung.

HARI JADI KABUPATEN BULELENG

Dari keterangan di atas Pemerintah setempat telah menetapkan dan meresmikan bahwa pada tanggal 30 Maret tahun 1604 M merupakan Hari jadi kabupaten Buleleng.