Showing posts with label Mahesa Wong Teleng. Show all posts
Showing posts with label Mahesa Wong Teleng. Show all posts

Saturday, June 22, 2019

Asal Usul Mahesa Wong Teleng Putra Ken Arok

Mahisa Wonga Teleng adalah tokoh dalam Pararaton yang merupakan putra dari Ken Arok pendiri Kerajaan Tumapel (atau lebih terkenal dengan nama Singhasari). Tokoh ini merupakan ayah dari Narasinghamurti, leluhur raja-raja Majapahit.

GARIS KETURUNAN

Pararaton menyebutkan Mahisa Wonga Teleng adalah ayah dari Mahisa Campakaalias Narasingamurti. Menurut Nagarakretagama, Narasingamurti memiliki putri bernama Dyah Lembu Tal, yang kemudian menjadi ayah dari Raden Wijayapendiri Kerajaan Majapahit.

Apabila Bhatara Parameswara benar-benar identik dengan Mahisa Wonga Teleng, maka dapat disimpulkan kalau Waning Hyun adalah saudara perempuan Narasinghamurti. Dengan demikian, hubungan antara Narasinghamurtidengan Wisnuwardhana tidak hanya sepupu, namun juga sebagai ipar.

Menurut prasasti Mula Malurung, Bhatara Parameswara meninggal di Kebon Agung dan kemudian dicandikan di Pikatan sebagai Wisnu.

Mahisa Wonga Teleng hanya terdapat dalam Pararaton. Sementara itu dalam prasasti Mula Malurung ditemukan nama Bhatara Parameswara raja Kadiri yang diduga identik dengannya. Prasasti ini dikeluarkan oleh cucunya dari pihak ibu yang bernama Kertanagara saat masih menjabat sebagai yuwaraja tahun 1255.

Menurut prasasti tersebut, Bhatara Parameswara semasa hidupnya menjadi adiguru yang dihormati di tanah Jawa. Ia memiliki putri bernama Waning Hyun yang menikah dengan Wisnuwardhana raja Tumapel saat itu. Dari perkawinan ini lahir Kertanagara.

Sepeninggal Parameswara, secara berturut-turut ia digantikan oleh adik-adiknya, yaitu Guningbhaya dan Tohjaya sebagai raja Kadiri. Sepeninggal Tohjaya, kerajaan Kadiridipersatukan kembali dengan Tumapel oleh Wisnuwardhana. Putranya yang bernama Kertanagara diangkat sebagai raja muda di sana sebagai bawahan Tumapel.

Menurut Pararaton, pada tahun 1222 Ken Arokmenaklukkan Kadiri dan menjadikannya sebagai bawahan Tumapel. Menurut prasasti Mula Malurung, wilayah Kadiri diperintah oleh Parameswara. Besar kemungkinan bahwa Parameswara identik dengan Mahisa Wonga Teleng, karena ia merupakan putra tertua Ken Arok yang lahir dari permaisuri Ken Dedes.

Mungkin pengangkatan Mahisa Wonga Teleng sebagai raja Kadiri inilah yang membuat Anusapati anak tiri Ken Arok cemburu. Pararaton mengisahkan Ken Arok tewas tahun 1247 dibunuh Anusapati (ayah Wisnuwardhana). Mungkin akibat peristiwa ini Parameswara meisahkan Kadiri dari Tumapeldan menolak menjadi bawahan Anusapati. Mereka baru berdamai setelah Waning Hyun menikah dengan Wisnuwardhana.

Nasib Kadiri setelah ditaklukkan Ken Arok memang sama sekali tidak disinggung dalam Pararaton. Sementara itu dalam prasasti Mula Malurung tersirat bahwa Kadiri memisahkan diri dari Tumapel dan kemudian dipersatukan lagi oleh Wisnuwardhana sepeninggal Tohjaya.