Social Items

Tampilkan postingan dengan label Kesaktian Rahwana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesaktian Rahwana. Tampilkan semua postingan
Arjuna merupakan tengah pandawa yang dalam kisahnya sangat mudah mengalahkan lawan-lawannya. Semua tak lain karena Arjuna mempunyai aji, ilmu, dan senjata atau pusaka ampuh sebagai penunjang kesaktiannya itu. Ia mendapatan itu semua karena saking seringnya mengembara menuntut ilmu kepada pandita dan guru,  juga seringnya bertapa meminta kesaktian kepada para dewa.

Kuwaluhan.com

KEKUATAN dan ILMU YANG DIMILIKI ARJUNA ANTARA LAIN:

- Panglimunan atau kemayan, untuk membuat dirinya tidak terlihat atau menghilang
- Sepiangin, dapat berjalan tanpa membuat jejak
- Tunggengmaya, dapat menciptakan sumber air
- Mayabumi, dapat memperbesar wibawa sehingga musuh-musuhnya takut sebelum berperang.
- Mundri/Maundri/Pengantep-antep, dapat menambah berat tubuhnya sehingga musuh tak kuat mengangkatnya.
- Pengasihan, membuat dikasihi sesama makhluk.
- Asmaracipta, menambah kemampuan olah pikir.
- Asmaratantra, menambah kekuatan dalam peperangan.
- Asmarasedya, menambah keteguhan hati menghadapi peperangan.
- Asmaraturida, menambah kekuatan dalam berolahrasa.
- Asmaragama, menambah kemampuan dalam berolah asmara.
- Anima, membuat tubuh mengecil sehingga tidak terlihat mata.
- Lahima, membuat tubuh ringan dan bisa melayang.
- Prapki, dapat membuat sampai ke tempat tujuan yang diinginkan.
- Matima, dapat mengubah ujud dirinya.
- Kamawasita, membuat menjadi perkasa dalam olah asmara.

SENJATA ATAU PUSAKA YANG DIMILIKI ARJUNA:

- Pasoepati, anak panah yang mata panahnya mirip bulan sabit, yang menewaskan Raja Raksasa Niwatakawaca, Karna, Jayadrata dan Aswatama.
- Ardadedali, anak panah sakti yang berbentuk seperti kepala burung, menewaskan Kalasrenggi. Juga medorong anak panah Sengkali milik Srikandi agar melaju deras menembus dada Resi  Bisma. -
- Agniyastra, anak panah yang bila dilepaskan dari busurnya, akan berubah menjadi kobaran api yang dahsyat membakar.
- Pulanggeni, keris pusaka yang diwariskan kepada Abimanyu dan dibawa gugur dalam perang Baratayuda.
- Keris Kyi Kalanadah berasal dari taring kanan Batara Kala.
- Sarutama, anak panah buatan Empu Anggajali, semula milik Bambang Sekutrem.
- Kalamisani, keris buatan Empu Anggajali sebagai hadiah atas jasa-jasanya kepada para dewa.
- Cundamanik, anak panah yang semula milik begawan Drona Arya Sengkali, anak panah hadiah dari Begawan Drona Melalui teknologi modern sudah bisa dibuat bermacam-macam senjata yang agaknya melebihi milik Arjuna.
Gandiwa ,busur sakti yang merupakan senjata dewa, dimiliki oleh ksatria Pandawa bernama Arjuna. Gandewa dilengkapi dengan kantong busur yang tidak ada habisnya.

Kesaktian Arjuna dan Senjata Ampuhnya dalam Kisah Mahabharata

Kematian Rahwana - Raja Alengka Diraja

Selain terkenal sebagai penakluk tiga dunia, Rahwana juga terkenal akan petualangannya menaklukkan para wanita. Rahwana memiliki banyak istri, yang paling terkenal adalah Mandodari, putera Mayasura dengan seorang bidadari bernama Hema.

Ramayana mendeskripsikan bahwa istana Rahwana dipenuhi oleh para wanita cantik yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Dalam Ramayana juga dideskripsikan bahwa di Alengka, semua wanita merasa beruntung apabila Rahwana menikahinya. Dua legenda terkenal menceritakan kisah pertemuan Rahwana dengan wanita istimewa.

PENYEBAB KEMATIAN RAHWANA

Wanita istimewa pertama adalah Wedawati, seorang pertapa wanita. Wedawati mengadakan pemujaan ke hadapan Wisnu agar ia diterima menjadi istrinya. Ketika Rahwana melihat kecantikan Wedawati, hatinya terpikat dan ingin menikahinya.

Ia meminta Wedawati untuk menghentikan pemujaannya dan ia merayu Wedawati agar bersedia untuk menikahinya. Karena Wedawati menolak, Rahwana mencoba untuk melarikannya. Kemudian Wedawati bersumpah bahwa ia akan lahir kembali sebagai penyebab kematian Rahwana.

Setelah berkata demikian, Wedawati membuat api unggun dan menceburkan diri ke dalamnya. Bertahun-tahun kemudian ia bereinkarnasi sebagai Sita, yang diculik oleh Rahwana sehingga Rama turun tangan dan membunuh Rahwana.

MENCULIK DEWI SHINTA

Setelah pos jaga para raksasa di Yanasthana dihancurkan oleh Rama dan Laksmana, berita tersebut disampaikan kepada Rahwana. Menteri Rahwana yang bernama Akampana menyarankan agar Rahwana mau menculik Sita, namun niat tersebut ditolak oleh Marica.

Setelah adik perempuan Rahwana yang bernama Surpanaka mengadu bahwa dua orang kesatria telah melukainya, Rahwana marah besar. Ia segera menuju ke kediaman Marica untuk meminta bantuan, tanpa memedulikan nasihat baik dari Marica.

Setelah rencana disusun, Marica menyamar menjadi kijang kencana untuk mengalihkan perhatian Rama, sedangkan Rahwana menyamar menjadi seorang brahmana tua yang lemah. Ketika Rama dan Laksmana berada jauh, Rahwana segera menjangkau Sinta, dan setelah itu Sinta dibawa kabur.

Sinta disekap di taman Asoka, letaknya di dalam lingkungan istana Rahwana di kerajaan Alengka. Di sana, Rahwana berkali-kali mencoba merayu Sinta namun tidak pernah berhasil.

KEMATIAN RAHWANA

Tindakan Rahwana mengundang kemarahan Rama. Dengan bantuan dari raja wanara bernama Sugriwa, Rama menggempur Alengka. Untuk mengantisipasi serangan Rama, Rahwana mengirimkan pasukan terbaiknya yang dipimpin oleh raksasa-raksasa kuat. Serangan pertama dilakukan oleh Hanoman pada saat ia datang ke Alengka sebagai mata-mata untuk menemui Shinta.

Dalam pertempuran tersebut, putera Rahwana yang bernama Aksayakumara gugur. Dalam pertempuran selanjutnya, para menteri dan kerabat Rahwana gugur satu persatu, termasuk Indrajit putera Rahwana dan Kumbakarna adik Rahwana.

Pada hari pertempuran terakhir, Rahwana maju ke medan perang sendirian dengan menaiki kereta kencana yang ditarik delapan ekor kuda terpilih. Ketika ia keluar dari Alengka, langit menjadi gelap oleh gerhana matahari yang tak terduga.

Beberapa orang berkata bahwa itu merupakan pertanda buruk bagi Rahwana yang tidak menghiraukannya sama sekali. Pertempuran terakhir antara Rama dengan Rahwana berlangsung dengan sengit. Pada pertempuran itu, Rama menaiki kereta Indra dari sorga, yang dikemudikan oleh Matali. Setiap Rama mengirimkan senjatanya untuk menghancurkan Rahwana, raksasa tersebut selalu dapat bangkit kembali sehingga membuat Rama kewalahan. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata Brahmastra yang tidak biasa. Senjata tersebut menembus dada Rahwana dan merenggut nyawanya seketika.

Salah satu versi Ramayana menceritakan bahwa Rahwana tidak mampu dibunuh meski badannya dihancurkan sekalipun, sebab ia menguasai ajian Rawarontek serta Pancasona. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata sakti yang dapat berbicara bernama Kyai Dangu.

 Senjata tersebut mengikuti kemana pun Rahwana pergi untuk menyayat kulitnya. Setelah Rahwana tersiksa oleh serangan Kyai Dangu, ia memutuskan untuk bersembunyi di antara dua gunung kembar. Saat ia bersembunyi, perlahan-lahan kedua gunung itu menghimpit badan Rahwana sehingga raja raksasa itu tidak berkutik. Menurut cerita, kedua gunung tersebut adalah kepala dari Sondara dan Sondari, yaitu putera kembar Rahwana yang dibunuh untuk mengelabui Shinta.

Sekian...!!

Penyebab Kematian Dan Kekalahan Rahwana, Kisah Ramayana