Tampilkan postingan dengan label Asal usul kerajaan Madra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal usul kerajaan Madra. Tampilkan semua postingan
Mathura adalah kota suci di Uttar Pradesh, negara bagian India. Terletak sekitar 50 km dari sebelah utara Agra, dan 150 km ke selatan dari Delhi.


Kota tersebut merupakan pusat administrasi dari Distrik Mathura di Uttar Pradesh. Selama zaman kuno, kota ini merupakan pusat perekonomian karena terletak di jalur perdagangan yang penting.

Mathura terkenal dengan tempat kelahiran Kresna, Krishnajanmabhoomi. Kuil Keshav Dev dibangun di sebuah lokasi yang dianggap sebagai tempat kelahiran Kresna (sebuah penjara bawah tanah).

Seperti dalam wiracarita Mahabharata, Mathura merupakan ibukota Kerajaan Surasena, dipimpin oleh Kamsa, paman Kresna.

KERAJAAN SURASENA

Kerajaan Surasena adalah sebuah kerajaan Wangsa Yadawa yang muncul dalam kisah epik Mahabharata. Ibukota kerajaan Surasena bernama Mathura, didirikan oleh Satrughna, adik Raja Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala pada zaman Treta Yuga.

Ia mendirikan kerajaan tersebut setelah mengalahkan Raja Asura Madhu yang tinggal di sebuah hutan bernama hutan Madhu, sesuai dengan namanya. Pada zaman Dwapara Yuga, kerajaan ini diambil alih kekuasaanya dari keturunan Satrughna oleh Wangsa Yadawa. Kota Mathura yang merupakan ibukota kerajaan tersebut kini terletak di Uttar Pradesh.

Raja yang terkenal adalah Kamsa (dalam Mahabharata), yang sempat memerintah di Kerajaan Surasena. Karena Kamsa lalim, ia dibunuh oleh Kresna, putra Wasudewa. Setelah itu Kresna mengambil alih pemerintahan Surasena.

Ketika invasi Raja Jarasanda, wangsa Yadawa mengungsi ke Dwarka dan mendirikan kerajaan di sana, bernama Kerajaan Dwaraka.

Sejarah Asal Usul Kerajaan Mathura Dalam Mahabharata

Kerajaan Madra merupakan salah satu kerajaan kuno yang berada di wilayah India Barat dan muncul dalam kisah Mahābhārata.


Ibukotanya bernama Sagala, dan pada masa sekarang diklaim sebagai Sialkot, di provinsi Punjab, Pakistan.

Dalam Mahabharata dikisahkan, Raja Pandudari Dinasti Kuru menikahi putri dari Madra yang dikenal dengan nama Madri. Dari perkawinan itu lahir sepasang putra kembar, bernama Nakula dan Sahadewa.

Bersama dengan tiga putra Pandu lainnya, mereka disebut dengan istilah Pandawa lima.

Madri memiliki kakak bernama Salya yang menjadi raja menggantikan ayah mereka, Artayana, sebagai raja Madra. Ketika meletus perang besar Salya membawa seluruh pasukan Madra untuk membantu pihak Pandawa.

Namun karena tipu muslihat licik para Korawa, Salya terpaksa membantu pihak tersebut, meskipun restunya selalu untuk Pandawa. Salya akhirnya gugur pada hari ke-18 di tangan Yudistira, pemimpin para Pandawa.

Selain Kerajaan Madra (Purwa Madra atau Madra Timur) dengan Sagala sebagai ibu kotanya, dipercaya ada Kerajaan madra lainnya, yaitu Kerajaan Madra Barat (Apara Madra) dan Kerajaan Madra Utara (Uttara Madra).

VERSI JAWA

Menurut versi pewayangan, khususnya yang berkembang di Jawa, kisah Mahabharata dianggap bukan terjadi di India melainkan benar-benar terjadi di Jawa. Dengan demikian, Kerajaan Madra pun juga dianggap berlokasi di Pulau Jawa. Dalam versi ini nama Madra disebut dengan istilah Mandaraka.

Kerajaan Mandaraka didirikan oleh Bambang Sriati, putra Resi Manumanasa. Selain itu Manumanasa juga memiliki putra lain bernama Satrukem, yang menggantikan kedudukannya sebagai resi di Gunung Saptaarga.

Keturunan Satrukem dan Sriati akhirnya bertemu kembali setelah Pandumenikah dengan Madrim.

Salya kakak Madrim menjadi raja Mandaraka sampai meletusnya peristiwa perang Baratayuda. Dalam perang tersebut Salya terpaksa memihak Korawa dan menghadapi Pandawa.

Ia sempat mewariskan takhta kepada kedua keponakannya, yaitu si kembar Nakula dan Sadewa sebelum akhirnya gugur di tangan Yudistira.

Sejarah Asal Usul Kerajaan Madra Dalam Mahabharata