Seorang pria yang diduga mengalami depresi menceburkan diri ke dalam sumur rumahnya di Desa Bandengan Kabupaten Jepara, Kamis (10/9/2020) pukul 06.00 WIB.

Beruntung, aksi pria depresi yang bernama Saiful (30) tersebut segera diketahui oleh kakaknya, Sugianto.

"Betul korban alami depresi sehingga menceburkan diri ke sumur," ujar Humas Basarnas Semarang Nur Mustofa.

Kakak korban setelah mengetahui adiknya tercebur ke dalam sumur segera menginformasikan ke pihak BPBD Jepara yang diteruskan ke Basarnas Pos SAR Jepara.

Kakak korban saat melintasi sumur mendengar hembusan nafas tersengal-sengal dari dalam sumur,

"ketika dilihat kedalam sumur ternyata ternyata ada adiknya" imbuh Mustofa.

Selanjutnya, Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya memerintahkan Pos SAR Jepara untuk membantu mengevakuasi korban.

"Kami yang menerima informasi pada pukul 06.30 WIB langsung memberangkatkan tim untuk evakuasi," jelasnya.

Tim yang tiba di lokasi langsung melakukan proses evakuasi dengan peralatan vertikal rescue.

Setelah 20 menit proses evakuasi, pada pukul 07.20 akhirnya korban berhasil dikeluarkan dari dalam sumur yang memiliki kedalaman 10 meter tersebut.

"Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat."

"Korban lantas dibawa ke RSI Jepara untuk dilakukan pemeriksaan medis," terangnya.

Sumber : tribunjateng.com

Depresi. Seorang pria di jepara ceburkan dirinya kedalam sumur

TRENGGALEK JATIM - Sebuah Sepeda motor Honda Supra terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Avanza di Jalan Raya Desa Baruarjo, Durenan, Trenggalek sekitar jam 15.00 WIB sore tadi. Akibatnya satu pengendara motor meninggal dunia. Kecelakaan melibatkan sepeda  motor Honda Supra nopol AG 6089 YS dikendarai MUHTAR, warga Desa Sumbergedong Trenggalek dengan Toyota Avanza nopol AG 1858 RX dikemudikan AHMAD YUSUF, warga Desa Ketanon Tulungagung membawa 1 penumpang.

AKP Mochamad Solichin, Kapolsek Durenan Polres Trenggalek yang dikonfirmasi mengatakan kecelakaan berawal saat sepeda motor Supra nopol AG 6089 YS melaju dari Tulungagung menuju Trenggalek. Motor dikendarai MUHTAR, warga Desa Sumbergedong Trenggalek.

Sesampainya di TKP, tepatnya di sebelah timur Puskesmas Baruarjo, ada mobil Toyota Avanza nopol AG 1858 RX dari arah berlawanan. Tanpa diketahui sebabnya, mobil yang dikemudikan Ahmad Yusuf, warga Desa Ketanon Tulungagung tiba-tiba berjalan oleng ke kanan. Sehingga tabrakan kedua kendaraan tidak bisa dihindari.

Akibat kecelakaan ini, MUHTAR, pengendara sepeda motor Supra, mengalami luka parah dan meninggal dunia. Sedangkan satu penumpang mobil Avanza bernama BUDI, mengalami luka berat. Kasus kecelakaan ini selanjutnya ditangani Unit Laka Polres Trenggalek.

Sumber : andikafm.com

Kecelakaan Maut Mobil vs Motor Di Trenggalek, Satu Korban Tewas

SIDOARJO JATIM – Bagus Prasetyo (19), penjual nasi goreng asal Bringinbendo, Kecamatan Taman, untuk sementara 15 tahun ke depan tidak bisa melayani pembeli yang biasanya sampe mengantre. Pasalnya, dia masih berurusan dengan dengan pihak penyidik Polsek Taman karena dugaan kuat melakukan berbuat asusila. Bagus dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap Bunga yang usianya masih di bawah umur.

Di depan penyidik, tersangka Bagus Prasetyo (19) mengakui semua perbuatannya, terkait perkara pemerkosaan tersebut. Pelaku kenal dengan korban baru beberapa minggu melalui akun Facebook. Pelaku meniduri korban di sebuah rumah saat keadaan sedang sepi. “Pelaku mengakui semua perbuatannya,” kata salah seorang penyidik Polsek Taman, Kamis (10/9/2020).

Awalnya pelaku mengenal korban melalui Facebook. Dari perkenalan itu, pelaku menaruh hati dan kerap berkunjung ke tempat Bunga yang masih berusia 14 tahun itu. Tak hanya itu, pelaku juga telah mengajak pergi korban hingga beberapa kali. “Saat itulah perbuatan cabul terjadi. Korban masih duduk di bangku SMP,” terang penyidik Polsek Taman, Sidoarjo.

Di hadapan polisi, tersangka Bagus Prasetyo mengaku khilaf. Dia mengaku nekat memperkosa korban karena tergoda dengan kemolekan tubuh korban. “Saya khilaf pak. Baru tiga kali saya mengajak dia keluar, dan baru sekali mencabuli korban,” aku Bagus.

Bagus mengaku baru beberapa minggu mengenal korban, melalui akun Facebook. Setelah berkenalan dan tukar nomor ponsel, mereka akhirnya bertemu. “Ketemu terus saya ajak main ke rumah,” tukasnya.

Perbuatan bejat ini terbongkar setelah korban melapor kepada orang tuanya. Tak terima, orang tua Bunga melapor ke polisi, selanjutnya dilakukan penangkapan.

Hasil penyelidikan polisi, pelaku mengenal korban melalui Facebook. Dari perkenalan itu, pelaku menaruh hati dan kerap berkunjung. Tak hanya itu, pelaku juga telah mengajak pergi korban hingga beberapa kali. “Atas perbuatan ini, pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” terang penyidik.

Sumber : beritajatim.com

Kenal Lewat Facebook, Penjual Nasgor di Sidoarjo Setubuhi Gadis SMP

LAMONGAN JATIM - Kasus pembunuhan ibu mertua mantan Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi beberapa waktu lalu. Dua terdakwanya hari ini menerima vonis yang berbeda. Otak pembunuhan divonis hukuman mati sesuai tuntutan JPU sedangkan eksekutor diganjar dengan hukuman seumur hidup.

Dalam sidang yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Lamongan ini, sang aktor intelektual, Sunarto (44) divonis hukuman mati sedangkan sang eksekutor Imam Winarto divonis hukuman seumur hidup. Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa sebelumnya.

"Untuk terdakwa Sunarto vonis mati dan untuk Imam Winarto divonis seumur hidup," kata Kasi Pidum Kejari Lamongan Irwan Safari ketika dihubungi wartawan, Kamis (10/9/2020).

Hakim Ketua yang juga Ketua Pengadilan Negeri Lamongan, R Ari Muladi berkeyakinan keduanya secara sah melakukan tindakan perencanaan pembunuhan pada korban Hj. Rowaini. Sidang berjalan sesuai rencana, meski pada akhir bacaan vonis untuk Imam Winarto, jaringan PN dengan Lapas kelas IIB Lamongan sempat terjadi eror. Namun, hal itu tak berlangsung lama karena sesaat kemudian jaringan kembali normal hingga pembacaan vonis.

"Untuk barang bukti dikembalikan semuanya ke keluarga korban melalui anaknya dan untuk barang bukti pisau dirampas untuk dimusnahkan," ujar Irwan.

Penasihat Hukum terdakwa Imam Winarto, Luqmanul Hakim dikonfirmsi wartawan terkait putusan terhadap kliennya mengakui jika kliennya termasuk kooperatif. Kliennya, kata Luqman, melakukan tindakan pidana itu karena perintah Sunarto yang diputus hukuman mati.

"Kita pikir-pikir, masih ada waktu 7 hari untuk melakukan upaya hukum, apakah menerima atau banding, kita pikir-pikir," kata Luqman.

Seperti diketahui, 37 hari setelah kejadian meninggalnya ibu mertua Sekkab Lamongan, Hj. Rowaini, dua pelaku ditangkap Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, Senin (10/2).

Tersangka pertama yang ditangkap adalah Imam Winarto yang saat itu sedang berkemas untuk menghilangkan jejak.
Dari Imam kemudian berkembang kalau apa yang dilakukan itu atas permintaan Sunarto, mantan anak tiri korban.

"Dua tersangka mengakui semua perbuatannya tentang pembunuhan berencana terhadap korban. Alasan Sunarto menghabisi korban hanya karena persepsi," kata Kapolres Lamongan AKBP Harun ketika itu.

Pembunuhan sadis ini sempat menyita perhatian publik Lamongan. Pasalnya, korban selain adalah mertua Sekkab Lamongan, korbannya juga dibunuh secara keji.

Saat masa persidangan, Sunarto membantah pengakuannya dalam BAP dan memojokkan sang eksekutor, Imam Winarto menyebut jika ia tidak menyuruh Winarto untuk membunuh korban tapi hanya memberi pelajaran. Karena Sunarto membantah, JPU akhirnya memutarkan video yang berdurasi sekitar 10 menit dimana terdakwa Sunarto secara terang-terangan merencanakan menghabisi nyawa mertua Sekkab, Hj Rowaini.

Sunarto mengaku sakit hati dan dendam kepada korban, sehingga terdakwa Sunarto mencari cara agar bisa menghabisi nyawa korban. Sunarto kemudian menyuruh dan bersepakat dengan Imam Winarto untuk membunuh korban yang direncanakan di warung milik terdakwa Imam Winarto yang berjarak lebih kurang 25 meter dari rumah korban. Sunarto janji memberi imbalan Rp, 200 juta, namun sampai pekerjaan selesai dan nyawa Rowaini melayang, Winarto hanya menerima Rp 200 ribu.

Sumber : detik.com

Pembunuh Ibu Mertua Sekkab Lamongan Dihukum Mati

Seorang kakek di Kebumen, Jawa Tengah, tega menyetubuhi cucunya sendiri yang masih di bawah umur. Mirisnya, perbuatan bejat tersangka dilakukan sejak tahun 2017.
Tersangka yakni MU (55) warga Kecamatan Sempor, Kebumen. Kakek itu tega menyetubuhi cucunya sendiri yang masih di bawah umur dan masih duduk di bangku kelas IX sebuah SMP di Kebumen.

"Korban mendapatkan kekerasan seksual dengan cara disetubuhi kakeknya sejak ia berusia 12 tahun atau tepatnya sejak tahun 2017 dan terbongkar di tahun 2020," kata Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat pers rilis di Mapolres Kebumen, Kamis (10/9/2020).

Rudy menjelaskan selama ini korban tinggal bersama kakek dan neneknya di Kebumen. Sementara ibu korban merantau ke Tasikmalaya, Jawa Barat sedangkan ayah korban hingga kini tak diketahui keberadaannya usai mengaku merantau untuk bekerja.

Setiap melakukan aksinya, kakek MU selalu mengancam akan membunuh korban jika menolak melayani nafsu bejat tersangka. Persetubuhan itu terakhir dilakukan tersangka pada September 2019 lalu saat situasi rumah sepi.

Perbuatan bejat itu terbongkar setelah korban berani bercerita kepada ibunya yang pulang pada April 2020 lalu. Namun, ibu korban tak langsung melaporkan ke polisi karena temperamen tersangka yang dikenal galak dan pemarah.

Hingga akhirnya, pada awal September 2020 ini, ibu korban memberanikan diri melapor ke polisi. Tersangka lalu dibekuk oleh petugas di rumahnya pada Rabu (2/9).
"Peristiwa ini terbongkar setelah korban berani menceritakan kepada ibunya. Setelah ibu korban melaporkan peristiwa itu, kami datang ke rumah tersangka dan melakukan penangkapan," jelasnya.

Sementara itu, tersangka MU mengaku telah melakukan perbuatan bejatnya itu berkali-kali. MU tega menyetubuhi cucu kandungnya sendiri lantaran terdorong nafsu birahi.

"Sudah berkali-kali, lupa berapa kali. Ya karena nafsu," jawab MU.

Barang bukti yang diamankan polisi yakni pakaian korban. Atas perbuatannya, kakek MU dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) jo Pasal 76D UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.

Sumber : detik.com

Durjana. Pria ini tega setubuhi cucunya sendiri

MALANG JATIM - Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Kebonsari Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, sekitar jam 11.49 WIB siang tadi.

Kereta Api (KA) Penataran terlibat kecelakaan dengan mobil Daihatsu Xenia. Akibatnya, 3 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya mengalami luka berat.

AKP Efendi, Kapolsek Sumberpucung Polres Malang sewaktu dikonfirmasi mengatakan kecelakaan berawal saat KA Penataran nomer lokomotif CC2017712 dengan masinis LUTFI NURTAHMID melaju dari arah Kepanjen menuju Blitar. Pada saat bersamaan, melaju mobil Xenia warna hitam nopol N 1784 EU dari arah Dusun Kebonsari menuju Desa Ngebruk.

Mobil dikemudikan Setiawan Junaidi, warga Kepanjen Malang dan membawa 6 orang penumpang, tiga di antaranya masih berusia anak-anak.

Saat akan melewati perlintasan kereta api, diduga Setiawan kurang hati-hati dan tetap melaju tanpa menyadari adanya kereta api yang melintas. Sehingga tabrakan keras keduanya tidak bisa dihindari. Bahkan Xenia sempat terseret hingga sekitar 200 meter.

BRIPKA Sutono, Kasi Humas Polsek Sumberpucung Polres Malang menambahkan, akibat kecelakaan itu satu orang korban bernama SANDI RUSANTI, warga Ngadilangkung Kepanjen Malang meninggal dunia di lokasi.

Namun perkembangannya, dua korban lain, SETIAWAN JUNAIDI, pengemudi Xenia dan MUHAMMAD A. FAREN, bocah usia 6 tahun, menyusul meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Sedangkan 4 orang penumpang lain mengalami luka berat dan dirawat intensif di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang.

Sumber: andikafm.com

Update Kecelakaan Maut di Malang, Korban Tewas 3 Orang

MALANG JATIM – Sebuah Mobil Toyota Avanza warna hitam dengan bernomor polisi (Nopol) N-1784-EU tertabrak kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2020).

“Kejadian bermula saat KA Penataran melintas dari arah timur ke barat (Malang-Blitar) sekitar pukul 12.00 WIB. Ketika sampai di TKP (Tempat Kejadian Perkara) ada kendaraan R4 melintas,” kata salah satu saksi mata, Mohammad Alim, warga Dusun Kebonsari desa Ngebruk, Sumberpucung.

Kata Alim, rombongan mobil Avanza tersebut usai menghadiri pertemuan walimurid. Karena jarak yang sudah dekat, mobil Avanza itu tertabrak KA dan terseret hingga sekitar 200 meter.

“Mobil Avanza itu berisi 5 orang penumpang, dan satu anak-anak. Sebelumnya sudah diingatkan oleh orang pencari rumput, tapi sopir tidak menghiraukan. Diduga sedang mendengarkan musik,” jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut, lanjut saksi mata, dua penumpang mobil Avanza tersebut dikabarkan meninggal dunia.

“Dua orang meninggal dunia, satu laki-laki, dan satu perempuan, sisanya luka-luka. Untuk evakuasi mobil Avanza itu, petugas dibantu warga di gulingkan ke sisi Utara rel (digulingkan ke sawah). Yang meninggal itu warga Ketapang, Kepanjen,” tegasnya

Sumber : beritajatim.com

Mobil Avanza Ditabrak Kereta Api Di Malang, Dua Korban Tewas

BLITAR JATIM - Setelah dilakukan pencarian, sekitar jam 11.30 WIB, siang ini Dwi Santoso, remaja yang tenggelam di Sungai Lodagung, Blitar akhirnya ditemukan.

Rescuer Basarnas Trenggalek, Imam Nahrowi saat dikonfirmasi menjelaskan Dwi Santoso ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sebanyak tiga tim yang membantu pencarian korban. Pencarian dilakukan dengan perahu karet, dan penyisiran darat. Serta dilakukan koordinasi dengan jasa tirta untuk mengurangi debit air sungai, karena kendala saat proses pencarian di lokasi adalah arus sungai yang deras.

Jenazah DWI ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya, hanya berjarak sekitar 300 meter. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Basarnas Trenggalek, BPBD Blitar, TNI/ Polri dibantu warga sekitar. Setelah proses evakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar untuk proses otopsi.

Sebelumnya, Dwi Santoso, remaja asal Desa Jiwut Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terseret arus dan tenggelam saat mandi di Sungai  Lodagung di Kecamatan Sutojayan, Blitar. Peristiwa terjadi sekitar jam 17.15 WIB, sore kemarin.

Sumber : andikafm.com

Remaja Yang Hilang Terseret Sungai Lodagong Blitar Ditemukan Meninggal

PONOROGO JATIM - Daftar tunggu keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Ponorogo semakin lama. CJH yang mendaftar 2020, harus menunggu 30 tahun alias baru berangkat 2050.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Ponorogo Tohari menjelaskan lamanya masa tunggu tersebut ditentukan oleh Kemenag Pusat.

"Untuk Ponorogo dan umumnya Jatim, 30 tahun masa antre," terang Tohari kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Tohari menjelaskan untuk satu provinsi, Jatim ketika ada CJH yang mendaftar pada bulan Agustus 2020 ini otomatis masuk di pemberangkatan tahun 2050.

"Masyarakat yang ingin daftar tahun ini, biaya awal Rp 25 juta. Untuk pelunasan menunggu jadwal pemberangkatan," jelas Tohari.

Namun, Tohari mengaku untuk CJH lansia ada prioritas. Sesuai dengan keputusan Menag No 121 Tahun 2020 untuk lansia yang berusia 95 tahun ke atas masa tunggu minimal 3 tahun.

Sedangkan untuk usia 85 hingga 94 tahun berlaku masa tunggu 5 tahun dan usia 65 hingga 84 masa tunggu minimal 10 tahun.

"Meski lansia, tidak bisa sekali daftar langsung berangkat. Karena ada kuota khusus lansia, tahun 2019 lalu Jatim dapat kuota 353 orang," imbuh Tohari.

Tohari mengaku ada juga warga yang sudah berusia 85 tahun dan sudah menunggu 5 tahun tapi tidak dipanggil. Biasanya karena kuota lansia sudah terpenuhi.

"Keputusan Menteri Agama, bisa saja berubah, semoga tahun depan kuotanya bertambah," tukas Tohari.

Tohari pun mengingatkan kepada CJH yang tahun ini diundur keberangkatannya untuk tetap menjaga kesehatan. Terutama di masa pandemi COVID-19.

"Kepada CJH mohon kesabarannya, mohon jaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Mohon ikuti protokol kesehatan," tandas Tohari.

Jika saat waktu keberangkatan, lanjut Tohari, CJH terkonfirmasi positif COVID-19 maka mekanisme pemberangkatan ditunda.

Sementara, untuk CJH yang sakit permanen maka ada mekanisme pelimpahan kursi. Artinya CJH yang sudah mendaftar dan mengalami sakit permanen atau meninggal dunia tertanggal 29 April 2019 maka bisa dilimpahkan ke ahli waris.

"Bisa ayah, ibu, anak, suami, istri. Ini masyarakat harus tahu tentang pelimpahan kursi haji," pungkas Tohari.

Sumber : detik.com

Daftar Haji Sekarang, Warga Ponorogo Berangkat 30 Tahun Lagi

KEDIRI JATIM - Dr. Machmud, Sp. BS., yang merupakan dokter Spesialis Bedah Syaraf di RSUD Gambiran Kota Kediri, meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, DR. Fauzan Adima, saat dikonfirmasi membenarkan kabar duka ini. Dr. Machmud meninggal dunia pada Rabu 9 September 2020 sekitar jam 20.40 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Sebelum meninggal, Dr. Machmud sempat menjalani perawatan intensif di RS Gambiran pada Agustus 2020 lalu. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, akhirnya pasien dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo pada 24 Agustus 2020. Saat dirujuk, kondisi pasien tetap tidak stabil. Diketahui, pasien mempunyai penyakit jantung.

Dr. Fauzan Adima menambahkan, dari hasil tracing pasien diduga terkena virus corona saat perjalanan ke Jogjakarta karena suatu urusan. Selain itu, istri dr. MACHMUD dan dua anaknya juga dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri dirumahnya yang berada di Perum Candra Kirana, Mojoroto, Kediri.

Rencananya, dr. MACHMUD akan dimakamkan di pemakamanan umum di Kelurahan Mojoroto yang dilakukan petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Sumber : andikafm.com

Kabar Duka, Satu Dokter Di Kediri Meninggal Karena Covid-19

MOJOKERTO JATIM – Seorang petani warga Dusun Wates, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ditemukan meninggal di area persawahan tanaman padi desa setempat. Tikram (68) ditemukan meninggal tersengat jebakan tikus yang dialiri listrik di area persawahan miliknya.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Ipda Selimat mengatakan, korban ditemukan meninggal di area persawahan miliknya pada, Rabu (9/9/2020) dini hari. “Korban saat itu sedang memantau sawah bersama teman sesama petani. Korban mendapat jadwal jaga memantau aliran listrik jebakan tikus,” ungkapnya.

Masih kata Kanit, korban ditemukan dalam keadaaan meninggal dengan posisi tengkurap dan terlilit kabel di area persawahan miliknya. Diduga, korban meninggal karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di area persawahan miliknya tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, sebelum meninggal korban ini diduga terpeleset dan terjatuh hingga mengenai kabel aliran listrik saat mengecek sawah miliknya. Sebelumya korban sudah diingatkan oleh dua rekannya kalau mengecek bersama-sama saja, namun korban ngotot untuk berangkat sendiri,” katanya.

Sebelumnya korban bersama rekan-rekannya ada di warung kopi dekat area persawahan desa setempat. Namun korban ngotot berangkat sendiri untuk mengecek area persawahan sendiri, padahal sudah diingatkan rekan-rekannya untuk bareng-bareng. Setelah ditunggu lama, lanjut Kanit, korban tak kunjung kembali.

“Pada saat itu, kondisi lampu di area persawahan ini padam diduga karena konsleting listrik. Pada saat rekan-rekan mengecek ke lokasi, melihat korban sudah tak bernyawa. Dari hasil visum tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, penyebab meninggalnya korban diduga terpeleset dan paha sebelah kiri tersengat jebakan tikus yang dialiri listrik,” tegasnya.

Sumber : beritajatim.com

Petani di Mojokerto Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus

NGANJUK JATIM -
Sebuah kendaraan Dump truck bermuatan pasir tertabrak kereta api (KA) saat hendak melintasi rel tanpa palang pintu di Dusun Selokulon Desa Selorejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Kecelakaan terjadi sekitar jam 11.30 WIB siang tadi, mengakibatkan pengemudi truck meninggal dunia di lokasi.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk, IPDA Sugino saat dikonfirmasi menjelaskan, kecelakaan berawal saat dump truck Mitsubishi nopol S-9346-HH dikemudikan IMAM AHMADI warga Dusun Pilangbango Desa Girirejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk melintasi rel kereta api dengan kecepatan sedang.

Imam Ahmadi tidak melihat kanan kiri terlebih dahulu dan langsung. Pada saat bersamaan melintas KA Kahuripan dari Jakarta ke Blitar.

Kecelakaan tidak terhindarkan. Kereta api yang melaju kencang langsung menyambar truk bermuatan pasir itu hingga terseret. IMAM AHMAMDI terlempar dari kendaraannya sekitar 25 meter. Ketika warga hendak memberikan pertolongan, IMAM AHMADI didapati sudah meninggal dunia.

Jenazah langsung dibawa ke RSUD Nganjuk. Proses evakuasi kendaraan sudah selesai dilakukan.

Sumber : andikafm.com

Dum Truk Tertabrak Kereta Api Di Nganjuk, Supir Truk Tewas Seketika

NGAWI JATIM - Untuk yang kesekian kalinya, jebakan tikus beraliran listrik memakan korban jiwa di Ngawi. Korban yakni Aris Mawardi (46), warga Dusun Sambirobyong, Desa/Kecamatan Geneng.

"Betul kejadian orang meninggal tersengat aliran listrik di sawah atas nama Aris Mawardi usia 46 tahun," ujar Kapolsek Geneng AKP Danang Prasmoko saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/9/2020).

Korban diketahui tewas pertama kali oleh Ismun (55), warga Desa Guyung, Kecamatan Gerih. Lokasi jebakan tikus itu, lanjut Danang, berada di sawah blok Utara rel kereta api masuk Dusun Tiga, Desa Tambakromo.

"Pertama ditemukan oleh warga setempat, untuk kronologi detail ditangani Reskrim Polres Ngawi," tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Ananta mengatakan bahwa tewasnya korban murni tersengat aliran listrik dan tidak ada unsur penganiayaan. Namun seiring akibat tersengat listrik, satuan Reskrim polres Ngawi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Saksi mengetahui korban yang berjalan mengarah area sawah yang Ada jebakan tikus listrik dan kemudian menyusul mendekati area sawah dengan menggunakan lampu baterai karena gelap pukul 21.00 WIB. Saksi mencari keberadaan korban dan ditemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak tidak sadarkan diri di atas tanah pematang sawah," paparnya.

"Tapi kita masih proses lebih lanjut karena disebabkan jebakan tikus sehingga kita akan panggil pemilik sawah juga," tandasnya.

Ananta mengatakan saat ini jenazah telah selesai dilakukan autopsi di RSUD dr Soeroto Ngawi dan diserahkan ke pihak keluarga. "Baru kita serahkan ke keluarga selesai diautopsi," tandasnya.

Sumber : detik.com

Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Petani di Ngawi Tewas Seketika

MALANG JATIM - Seorang Remaja  asal Jabung Kabupaten Malang, diamankan. Pria berinisial MI (18), itu membunuh RD (22), temannya sendiri. Korban dibunuh menggunakan palu besi yang dipukulkan ke kepala.

"Tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dalam konferensi pers di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (9/9/2020).

Pelaku dan korban merupakan teman satu tempat kerja yaitu di sebuah bengkel service AC (air conditioner) wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Peristiwa terjadi di tempat kerja pelaku pada Kamis (3/9/2020), pagi.

"Antara pelaku dan korban punya latar belakang sama, yakni bekerja di sebuah bengkel AC. Mereka satu kampung berasal di Jabung, Kabupaten Malang, keduanya sama-sama suka bermain game," beber Leonardus.

Meski satu tempat kerja dan satu kampung, namun itu tak mampu meredam kekesalan pelaku karena sering dihujat korban. Dalam kekesalannya, terbesit dalam benak pelaku untuk membunuh korban.

"Karena sering diolok, dicaci maki, pelaku kesal dan berencana membunuh korban. Diam-diam kemudian pelaku mengambil palu besi milik bengkel dan memukulkan dua kali ke arah kepala korban, satu bahu kanan serta bagian dada," tutur Leonardus.

Menurut Leonardus, pukulan ke bagian dada bertujuan untuk memastikan apakah korban sudah tewas atau belum. Setelah itu, pelaku kabur dengan menumpang mikrolet dan bersembunyi di sebuah area persawahan.

"Kurang dari 36 jam sejak olah TKP, kami bisa mengungkap keberadaan pelaku dan mengamankannya bersama barang bukti, palu besi, kaos serta handphone," tandas Leonardus.

Sumber: detik.com

Sadis, Remaja Di Malang Tega Bunuh Temannya Gunakan Palu

PACITAN JATIM - Dua pengguna jalan ditemukan tewas di dasar jurang pada ruas jalan alternatil Tegalombo-Tulakan Desa Kasihan. Kedua korban Andri Irawan (34) warga Nganjuk dan Tumijan (57) warga Kediri terperosok bersama sepeda motor Vario AG 5663 VAJ yang ditumpanginya.

Diketahui Andri Irawan merupakan warga RT 03 RW 15 Dusun Sumber Muning, Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Adapun korban Tumijan diketahui beralamat di RT 01 RW 09 Dusun Kedung Dowo, Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan, Kabupaten7 Kediri.

Kedua korban telah dievakuasi warga setempat bersama jajaran TNI/Polri. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke puskesmas terdekat untuk visum et repertum sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Diduga kendaraan R2 mengalami rem blong sehingga menyebabkan pengemudi tidak mampu menguasai kendaraan dan terperosok masuk jurang," terang Ipda Amrih Widodo, Kanit Lakalantas Polres Pacitan, Rabu (9/9/2020).

Dari Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu kedua korban berboncengan dari arah utara. Setibanya di jalan menurun sepeda motor yang mereka tumpangi tak dapat dikendalikan. Keduanya ditemukan meninggal di TKP dengan luka di kepala dan kaki.

"Korban Andri Irawan mengalami hematum kepala. Sedangkan saudara Tumijan mengalami Hematum kepala depan dan patah kedua kaki. Keduanya meninggal dunia di TKP," tambah Amrih.

Amrih mengatakan berdasarkan olah TKP diketahui kondisi jalan yang dilalui korban beraspal baik. Cuaca saat kejadian cerah. Kedua korban juga mengenakan helm SNI. Hanya saja pada lokasi kejadian jalan menurun disertai tikungan. Tentu saja medan seperti itu membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati.

"Jadi kepada pengguna jalan yang lain kami imbau berhati-hati terutama saat melintasi medan baru yang baru dikenal. Selain itu harap pastikan kendaraan kondisi siap," tandasnya.

Sumber : detik.com

Diduga Rem Blong, Dua Pengemudi Motor Tewas Nyemplung Jurang di Pacitan

KEDIRI JATIM - Kota Kediri terpilih sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar sekuel film berbahasa Jawa dengan judul Yowis Ben 3. Film garapan Fajar Nugros ini melakukan pengambilan gambar selama tiga hari sejak tanggal 6 September di Kota Kediri. Tadi malam, pengambilan gambar dilakukan di Halaman Balaikota Kediri. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar terlibat dalam salah satu scene film yang dibintangi oleh Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim hingga Anya Geraldine.

Walikota Kediri mengaku senang karena Kota Kediri bisa terpilih menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar. Hal ini dapat menjadi promosi daerah. Yowis Ben 3 berkesempatan shooting di Kota Kediri dan Walikota atas nama Pemerintah Kota Kediri dan seluruh masyarakat Kota Kediri sangat senang sekali.

Walikota Kediri mengapresiasi film Yowin Ben yang menggunakan bahasa daerah. Selain itu Yowis Ben ini sendiri diproduksi anak-anak muda. Melalui film Yowis Ben 3 ini, Walikota Kediri Abdullah Abubakar berharap banyak generasi muda yang terinspirasi untuk berkarya.

Sumber : Andikafm.com

Kota Kediri Terpilih Sebagai Lokasi Syuting Film "Yo Wes Ben 3"

TULUNGAGUNG JATIM - Setelah sempat mereda, Kabupaten Tulungagung kembali mencatatkan tambahan lima kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Tambahan kasus tersebut didominasi pelaku perjalanan.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro saat dikonfirmasi menjelaskan kelima pasien masing masing berinisial ADF, TO, FL, LB, dan HN. Dua pasien berasal dari Kecamatan Sumbergempol, dan satu pasien dari Kecamatan Kedungwaru, Gondang, dan  Pakel, Tulungagung. Tiga diantaranya adalah pelaku perjalanan yang mencari surat keterangan sehat sebagai syarat perjalanan. Namun saat dilakukan tes swab, hasilnya positif.

Lima tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini adalah yang tertinggi, setelah kasus Covid-19 di Tulungagung sempat mereda. Untuk itu tracing akan semakin diperketat, termasuk pada pelaku perjalanan dari luar daerah. Selain itu, pemeriksaan secara acak (random) juga dilakukan di setiap lokasi persinggahan oleh pelaku perjalanan. Hal tersebut dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas ke daerah lain.

Para pelaku perjalanan dari luar daerah yang masuk ke wilayah Tulungagung juga masih diwajibkan untuk melakukan isolasi.

Secara kumulatif, hingga 08 September kemarin, total ada 312 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung. Sementara 284 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan. GALIH menilai kebijakan pemerintah tidak akan bisa maksimal tanpa partisipasi masyarakat.

Sumber : Andikafm.com

Sempat Mereda, Tulungagung Kembali Catatkan 5 Pasien Positif Covid-19

TRENGGALEK JATIM - Toko di Kecamatan Kampak, Trenggalek ludes terbakar. Kebakaran membuat pemilik toko pingsan dan luka-luka.

Kepala Satpol PP Damkar Trenggalek Triadi Atmono mengatakan, kebakaran terjadi di toko pracangan milik Saino, Dusun Tanjung, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Trenggalek pada Selasa (8/9) malam.

Saat itu Saino tengah memindahkan bensin jenis pertamax dari drum ke dalam botol-botol kecil untuk dijual secara eceran. Informasi yang dihimpun tim Damkar, saat pemindahan bensin tersebut tiba-tiba muncul percikan api dari arah kulkas.

"Saino terkejut sehingga bensin tumpah dan tersambar api. Kobaran api langsung membesar," kata Triadi, Rabu (9/9/2020).

Saino lalu berusaha lari menyelamatkan diri. Namun upaya korban sedikit terlambat sehingga terkena semburan api dan terjatuh di depan toko. Korban sempat pingsan dan mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki.

"Korban syok dan mengalami luka bakar, sekarang dirawat di Puskesmas Kampak," imbuhnya.

Saat terjadi kebakaran, bensin 60 liter yang berada di dalam enam drum sempat meledak sehingga membakar seluruh bagian toko. Di dalam toko tersebut juga terdapat 43 tabung gas elpiji kemasan 3 kilogram.

"Kami datang ke lokasi kejadian sekitar 30 menit pascakejadian, karena jarak tempuh dari kota menuju Kampak relatif jauh. Proses pemadaman kami lakukan sampai tengah malam," ujar Triadi.

Menurutnya, akibat kebakaran tersebut korban mengalami kerugian Rp 100 juta. Sedangkan untuk mengetahui penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Sumber : detik.com

Sebuah Toko Di Trenggalek Ludes Terbakar

MALANG JATIM - Empat pekerja tewas dalam peristiwa lift jatuh di proyek RSI Unisma. Dugaan sementara, kecelakaan kerja tersebut terjadi karena seling lift tersebut putus.

"Ada dugaan kabel seling (baja) putus, sehingga lift terjatuh. Kita masih dalami," kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu, Selasa (8/9/2020).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di rumah sakit yang berada di Jalan MT Haryono, Kota Malang. Pihaknya mengaku masih mendalami terkait penyebab kecelakaan kerja tersebut.

"Kita masih dalami, tapi informasi awal menyebutkan ada alat yang membuat jatuh," imbuh Azi.

Ia menambahkan, pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian akan dimintai keterangan sebagai saksi. Sekaligus mendukung proses penyelidikan yang dilakukan.

"Saksi-saksi akan kita periksa, termasuk mandor proyek," tambahnya.

Hasil penyelidikan sementara, polisi mengatakan kecelakaan kerja terjadi ketika para pekerja menumpang lift proyek. Nahas, lift kemudian terjatuh dari lantai empat, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.

"Empat orang meninggal dunia, dan enam lain mengalami luka-luka," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Kronologi Lift Jatuh Yang Tewaskan 4 Pekerja di RSI UNISMA Malang

PEKALONGAN JATENG - Nahas dialami gadis remaja 13 tahun di Kota Pekalongan. Warga Kecamatan Pekalongan Barat itu bertahun-tahun jadi korban pencabulan bapak dan kakak kandungnya sendiri.

Peristiwa itu akhirnya terungkap setelah ibu kandung korban mengetahuinya.

"Kami terima laporan dari ibu korban terkait pencabulan yang dilakukan oleh kedua tersangka bapak dan kakak kandungnya," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Ahmad Sugeng, saat konferensi pers di Mapolres Pekalongan Kota, Selasa (8/9/2020).

Kedua pelaku yakni AW (49) dan AH (17) ditangkap di rumahnya di Kecamatan Pekalongan Barat. Sugeng menyebut korban juga kerap diancam jika menolak atau menceritakan ke orang lain.

"Setiap akan melakukan tersangka ini mengancam agar korban mau melayani dan usai melakukan mengancam akan melakukan penganiayaan jika menceritakan ke orang lain. Dilakukan di rumah," kata Sugeng.

Pencabulan itu dilakukan AW pada 2018 dan terakhir akhir Agustus lalu. Perbuatan bejat itu dilakukannya di rumah.

"Saya menyesal apalagi itu anak saya sendiri saya khilaf," kata AW.

Sedangkan AH mengaku mencabuli korban sejak 2019 lalu. AH mengaku tak tahu jika adiknya itu juga menjadi korban ayahnya. Dia baru mengetahui setelah ayahnya turut diamankan polisi.

"Saya khilaf. Saya baru tahu juga (adik jadi korban pencabulan bapak) kemarin saat di kantor polisi. Saya melakukan tiga kali," ucap AH pada awak media.

Atas perbuatannya, bapak dan anak ini terancam dengan UU Perlindungan Anak Pasal 81 ayat 1, ayat 3 jo pasal 76D UU RI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Keduanya terancam hukuman pidana paling lama 15 tahun.

"Namun, karena AH masih di bawah umur kita terapkan sistem peradilan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Sedangkan AW karena dia orang tua kita tambahkan sepertiga dari hukuman maksimal," imbuh Sugeng.

Sumber : detik.com

Keji, Gadis Abg Di Pekalongan Di Setubuhi Kakak Kandung Serta Bapaknya