Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Sejarah. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Sejarah. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Persiraja Banda Aceh kembali mendapatkan amunisi asing anyar untuk musim 2020. Setelah mendapatkan tanda tangan duo pemain Brasil, Bruno Dybal dan Vanderlei Fransisco, kini mereka merekrut pemain berpaspor Inggris, Adam Mitter.

Pengumuman ini dilakukan oleh Persiraja Banda Aceh lewat beberapa akun media sosial resmi klub. Mitter membenarkan bahwa dirinya telah resmi menjadi pemain Laskar Rencong per Rabu (8/1/2020).
“Betul, saya menandatangani kontrak dengan Persiraja. Ini momen yang saya tunggu dalam beberapa hari terakhir. Setelah proses yang kami lakukan, saya menjadi bagian klub ini,” 
Nama Mitter mungkin terbilang asing bagi pecinta sepak bola tanah air. Maklum, pemain berusia 26 tahun itu memang belum pernah berkarier di Indonesia. Terakhir, dia membela Valour FC, klub kasta tertinggi Kanada.
Pemain berpostur 185 cm itu mengawali kariernya di beberapa klub Inggris, di antaranya adalah Preston North End dan Blackpool. Setelah itu, dia berkelana ke berbagai negeri seperti Australia, Filipina, Singapura, dan India. Kini ia mencoba peruntungannya di Indonesia bersama Persiraja Banda Aceh.
Meski tidak pernah membela klub Indonesia, Mitter tercatat pernah bertanding di Indonesia. Itu terjadi saat dirinya membela Hougang United pada 2018. Pada medio April, timnya melakoni laga uji coba kontra Madura United di Stadion Gelora Madura, Pamekasan.
Pada musim 2019, Mitter pernah bercerita bahwa dirinya tertarik untuk bermain di Indonesia. Sayangnya, tak ada tawaran yang datang kepadanya sehingga memutuskan untuk hijrah ke Kanada.
Kabarnya, Mitter kini masih berada di luar negeri. Dia akan segera merapat ke Banda Aceh untuk segera bergabung dengan klub promosi Liga 1 2020 tersebut dalam waktu dekat.
“Saya sangat bersemangat setelah menjadi pemain Persiraja Banda Aceh. Saya tidak sabar untuk bertemu dengan orang Aceh. Kami akan berjuang keras yang terbaik dan mencetak sejarah,” tutur pemain yang mengidolakan Everton tersebut

Persiraja resmi gandeng pemain jebolan Liga Inggris

Pondok pesantren Al Fachriyah merupakan pesantren yang terletak di Jl. Prof. Dr. Hamka No.21, RT.003/RW.005, Larangan Sel., Kec. Larangan, Kota Tangerang, Banten 15154.

Sejarah awal pendirian Pondok pesantren Al Fachriyah bermula dari keteguhan dan semangat kedua orang yaitu Al Walid Al Habib Novel bin Salim bin Jindan dan istrinya tercinta dalam berdakwah di jalan Allah. Siang malam tak kenal lelah. Sebagaimana kedua orang ini senantiasa mendampingi Kakeknya yang juga berdakwah tanpa mengenal lelah Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi Kwitang yang merupakan ayah dari ibunda. Perhatian orang tua tersebut terhadap anak-anak yatim dan faqir miskin sangat besar, sebagaimana dahulu kakeknya Al Imam Al Habib Salim bin Ahmad bin Jindan rumah beliau selalu menjadi tempat penginapan para tamu, bahkan anak-anak yatim dan faqir miskin.

Hingga beliau menamakan rumahnya dengan nama Qoshrul Wafidin (istana para tamu) dan juga beliau menyebut rumahnya sebagai Pos, yang tiada lain adalah posko kumpulnya banyak orang.

Dengan semangat inilah kedua orang ini membangun Yayasan Al Fachriyah diatas pondasi taqwa kepada Allah di atas sebidang tanah yang dihibahkan oleh seseorang ahli khoir yaitu Alm.Bapak Lurah H.Adung dan kemudian diwakafkan di jalan Allah.

Pada tahun 1993 Yayasan Al Fachriyah dibuka dan diresmikan oleh para tokoh habaib, ulama dan pejabat, yang juga saat itu masih sempat dihadiri oleh Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi sebelum beberapa bulan dari wafatnya. Sebagaimana dihadiri oleh Al Habib Muhammad Al Bagir bin Abdullah bin Salim Al Atthos dan Al Habib Ahmad bin Abdullah bin Hasan Al Atthos Asmaul Husna, Al Habib Muhammad bin Umar Maula Khailah,al Habib Abdullah bin Husain Asy Syami Al atthos dan masih banyak lagi dari ulama dan tokoh habaib lainnya.

Dan mulai banyak berdatangan murid-murid, anak yatim, faqir miskin yang tinggal di Al Fachriyah untuk dididik dan dibimbing ke jalan Allah. Hingga dari sejak saat itu, bahkan dari sebelum berdiri Yayasan Al Fachriyah hingga saat ini sudah sangat banyak murid-murid yang lulus dan keluar masuk untuk dididik dan kemudian memberikan manfaat besar untuk umat.

Kesemua ini tiada lain adalah karunia Allah yang sangat agung dan keberkahan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Dan semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda yang tiada terhingga dan terputus untuk setiap mereka yang memiliki andil untuk Al fachriyah ini.

Nama Al Fachriyah yang berarti Kebanggaan diambil dari gelar kebesaran bagi kakek kami Sulthonul Awliya Fachril Wujud Asy Syeikh Abu Bakar bin Salim. Mudah-mudahan keberkahan beliau senantiasa tercurah untuk Al Fachriyah dan untuk setiap yang memiliki tali hubungan dengan Al Fachriyah.

PROGRAM PENDIDIKAN

- Tahfidz Al Qur'an.
- Pondok Pesantren.
- Panti Asuhan.
- Pengkaderan Dai.
- Mengadakan acara daurah, seminar, pesantren kilat, majelis, pengajian dan perkumpulan dzikir.
- Menjalin hubungan erat dengan para ulama dan kaum solihin.
- Menghidupkan kembali majelis-majelis taklim dan dzikir.
- Kirim para Dai ke pelosok.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al Fachriyah, Larangan Banten.

Pondok Pesantren Nurul Mursyidah merupakan pesantren modern yang terletak di Jl. Syech Abdul Jabar karangtanjung Pandeglang Banten, Pagadungan, Kec. Karang Tj., Kabupaten Pandeglang, Banten 42254.

Sejarah Pendirian Pondok Pesantren ini dimulai dari majlis ta’lim yang dikelola oleh Hj. Acih Mursyidah di salah satu tempat di jakarta. Majlis Ta’lim tersebut terus berkembang dan atas usul dari masyarakat Karang Tanjung, maka pada tahun 1994 didirikanlah Pondok Pesantren Nurul Mursyidah dengan sarana seadanya.

Pendidikan diawali dengan membuka Majlis Ta’lim yang kemudian terus berkembang dan mendapat perhatian besar dari masyarakat. Pada perkembangan berikut, didirikanlah lembaga pendidikan Formal yaiut SMP Islam Tahun (1994) , dan SMA Islam (1998)

KURIKULUM PENDIDIKAN

1. Kegiatan Sekolah (Formal)

1. SMP
2. SMK
3. SMA

2. Pendidikan non Formal

1. Pengajian Kitab Kuning
2. Ma’hadud Diniyah Al-Masa’iya

FASILITAS

1. Masjid
2. Asrama
3. Gedung Sekolah
4. Perpustakaan
5. MCK/WC
6. Laboratorium Komputer
7. Laboratorium entrepeneur
8. Ruang tamu
9. Kopontren
10. Klinik Kesehatan
11. Aula
12. Lapangan

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidz Qur’an
2. Salat Dhuha Berjemaah
3. Pengajian Kitab Kuning
4. Musyawarah Ma’hadiyah
5. Pendidikan Baca al-Qur’an
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Drumb Band
11. Pengembangan Jurnalistik dan Publish
12. Bahasa Asing
13. Pramuka, PMR, PKS, OSIS
14. Latihan berpidato
15. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
16. Seni Kaligrafi

Profil Sejarah Pondok Pesantren Nurul Mursyidah Pandeglang

Pondok Pesantren Al-Fathaniyah merupakan pesantren yang terletak di Jalan Raya Pandeglang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong Kecamatan. Cipocok Jaya Kota. Serang Provinsi. Banten Kode Pos 42126.

Sejarah pada awal pendiriannya pesantren ini bernama Al-Ikhlas dengan lokasi hanya beberapa meter dari jalan raya, yaitu tepat berseberangan dengan penziarahan Tengkele (Tubagus Ahmad dan Tubagus Chuluq). didirikan pada tahun 1972 oleh seorang ulama kharismatik bernama KH. Fathoni Bin Sa'id, membuat pesantren ini termasuk kategori relatif muda. Pada perkembangan selanjutnya dalam kepemimpinan pesantren ini dipegang oleh salah satu murid kesayangan beliau yaitu KH. Syarqowi Bin Rofieq.

Pada periode awal, pesantren ini masih sangat sederhana, terutama dari segi bangunan. Sebagaimana halnya sebuah pesantren salafi, bangunan pada saat itu masih berbentuk kobong/bale rombeng (biasanya disebut Pondok Rombeng). Lokasi pesantern yang terletak tidak jauh dari jalan raya sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar santri, akibat dari suara kendaraan yang mekintas. Sehingga pada akhirnya tahun 1979 lokasi pesantren dipindahkan ke arah barat, sekitar 150 M dari jalan raya (lokasi sekarang). Sejak dipindahkan sesuai dengan perkembangan zaman, bentuk bangunan mulai dipermanenkan.

Meskipun bentuk bangunan lama masih dipertahankan, hal ini dilakukan untuk mengabadikan sejarah dan memantapkan citra pesantren yang notabennya salafiyah, dengan ciri khas “kobong”. Adapun pergantian nama pesantren yang awalnya bernama Al-Ikhlas diganti menjadi Al-Fathaniyah pada saat KH. Syarqowi Bin Rofieq memimpin, hal ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan dari beliau, salah satunya adalah mengabadikan nama sang guru (KH. Fathoni Bin Sa'id) pada nama Al-Fathaniyah, sekaligus dijadikan sebagai pendekatan dan tabarukan (mengambil berkah) dari guru beliau.


Dalam perkembangan pesantren selanjutnya dan tuntutan masyarakat, maka pada tahun 1996 Pondok Pesantren Al-Fathaniyah mulai di aktenotariskan menjadi sebuah yayasan. Gagasan ini diambil oleh putra sang kiayi yakni KH. Matin Syarqowi beliau merupakan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah yang ingin mendirikan pendidikan formal dengan latar belakang adanya para santri yang baru tamat SD tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan putra sang kiai selanjutnya yakni KH. Saifun Nawasi beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.


Sehingga pada tanggal 01 Januari 1997 didirikan Pendidikan Formal jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Fathaniyah dan selanjutnya pada tahun 2000 didirkan pula jenjang Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathaniyah. Seiring dengan perkembangan tersebut, kemudian Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dalam sistem pendidikan menganut sistem terintegrasi (integrated edicational system) yang merupakan perpaduan dari sistem Salafiyah (Tradisional) dan sistem modern. Sistem Kegiatan Belajar Mengajar dan/atau Ngaji Sorogan (Talaqi) atau yang dalam bahasa inggrisnya ialah face to face yang artinya saling berhadapan antara santri atau murid dengan seorang guru dan Bandungan/Balagan kitab kuning serta spesifikasi pendalaman baca Al-Qur’an tetap menjadi ke-khas-an untuk memberikan pengetahuan Agama bagi para Santri dan Sistem KBM Kurikulum Formal untuk memberikan pengetahuan umum.


Pondok Pesantren Al-Fathaniyah menganut ideology (Manhaj) Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), yaitu ajaran Islam yang mendasarkan ajarannya bersumber kepada : Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Dalam memahami sumber-sumber tersebut, dalam beraqidah mengikuti pola pikir Imam Abu Hasan Al Asy’ary (Manhaj Tauhid Asy’ariyah) dan Imam Abu Mansur Al Maturidy, dalam bidang Fiqh mengikuti Madzhab Imam Syafi’i (Fiqh Syafi’iyah), serta Afiliasi Kultural Nahdlatul ‘Ulama (NU) sekalipun Pondok Pesantren Al-Fathaniyah tidak terikat secara organisasional dengan NU. Alasan mengapa Pondok Pesantren Al-Fathaniyah menjadikan NU sebagai pilihan dalam berafiliasi cultural, karena NU dipandang mewakili sikap toleransi dan inklusivisme yang sangat sesuai dalam keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan sikap moderat (washat) yang sesuai dengan spirit Islam.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pesantren_Al-Fathaniyah

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Serang

Pondok pesantren Riyadhussholihin merupakan lembaga pendidikan islam di kampung Rocek, kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang, Banten bernama yayasan pondok pesantren Riyadhussholihiin yang bergelut di bidang pendidikan islam secara formal dan non formal.

Sejarah awal pendirian Pondok pesantren yang bertempat di bawah kaki dua gunung Pulau Sari dan gunung Karang ini dibangun di atas pondasi taqwa dan asas Al-Qur’an dan As-sunnah, dengan berupaya mengembalikan masyarakat islam secara khusus yang sudah banyak terkontaminasi dengan ajaran-ajaran dan pemikiran-pemikiran yang menyimpangkan mereka dari jalan yang lurus dan agama yang hanif, kepada jalan islam yang sesungguhnya yang datang dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Tujuan pendirian Pondok ini muncul dari kekhawatiran kami ketika melihat masyarakat dan generasi islam yang sudah mulai banyak yang menjauh dari jalan islam yang benar yang sarat dengan kesyirikan, khurofat, bid’ah, kebobrokan moral, pergaulan bebas tanpa batas, kemaksiatan dll. Yang sudah merebak di tengah-tengah masyarakat islam sehingga hal-hal yang islami sudah di pandang sebelah mata oleh mereka, aqidah yang benar dan lurus sudah dianggap sesat dan aqidah yang sesat sudah dianggap benar, yang sunnah dianggap bid’ah dan bid’ah dianggap sunnah, ditambah kemungkaran-kemungkaran sudah merupakan hal yang legal terjadi menurut mereka.

Maka untuk membentengi hal-hal di atas sangat di perlukan sekali lembaga-lembaga islam dan juru-juru da’i yang mukhlisin yang gerah melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan semangat menegakkan aqidah dan tauhid, juga ajaran islam yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para salafusshaleh. Karena kebaikan umat ini tidak mungkin akan tercapai kecuali dengan mengembalikan mereka pada jalan yang lurus yaitu jalan Allah dan Rasul-Nya.

Dengan ini pondok pesantren Riyadhussholihiin yang masih berusia dini ini berusaha melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Mengembalikan ajaran islam kepada Al-Qur’an dan sunnah yang shahih dengan pemahaman Salafusshaleh.
2. Tashfiyah (memurnikan ajaran islam) dari segala noda kesyirikan, bid’ah, khurofat serta pemikiran yang bisa merusak islam.
3. Tarbiyah (mendidik) kaum muslimin kepada ajaran islam yang murni.
4. Menghidupkan pola pikir ilmiyah berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman Salafusshaleh.
5. Mengajak kaum muslimin untuk hidup islami sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jama’ah

KURIKULUM PENDIDIKAN

Kurikulum yang diterapkan di SD-IT Riyadhussholihiin terdiri dari:

1. Kurikulum KTSP, kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).
2. Kurikulum diniyah SD-IT Riyadhussholihiin terdiri dari Aqidah, Fiqih, Akhlaq, B. Arab, Sirah, Tahfidz (Min 3 Juzz) dan pembelajaran baca Al-Qur’an metode UMMI Berlandaskan manhaj ahlussunnah wal jamaah.

EKSTRAKURIKULER

- Arabic Club
- Cyber Club
- Memanah
- Futsal
- Beladiri
- Renang

FASILITAS

- Gedung milik sendiri
- Internet akses
- Perpustakaan
- Laboratorium
- Bimbingan Konseling
- Lapangan

Profil Sejarah Pondok pesantren Riyadhussholihin Pandeglang

Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman (PPTDI) didirikan oleh KHA Aminudin Ibrahim LML pada tanggal 29 Agustus 1991. Darul Iman berada di alam pedesaan yang berudara segar, hijau dan jauh dari polusi. Berjarak 10 km dari kota Pandeglang, atau sekitar 120 km dari Jakarta.
 Saat ini, Darul Iman menyelenggarakan pendidikan Tarbiyatul Muta'allimin wal Muta'allimat al Islamiyyah (TMI) 6 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Alamat : Kadupandak, Banjar, Pandeglang. 

Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman, yang memiliki peran strategis dalam pendirian provinsi Banten. Gagasan pendirian provinsi Banten memang dicetuskan pertama kali oleh Bpk Pengasuh pada saat kunjungan Presiden BJ Habibi ke Darul Iman, 05 Febr 1999 lalu. "Sejarah pembentukan prov Banten, tak bisa dilepaskan dari nama Darul Iman", tutur Gubernur yang berpidato sekitar 30 menit tanpa teks ini. Gubernur juga mengapresiasi peran dan kiprah Bpk KH Aminudin Ibrahim, LML (pengasuh) yang telah banyak berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan provinsi Banten. Misalnya peran beliau di PWNU Banten, FSPP dan LPTQ.  


Terkait dengan perannya sebagai kepala daerah, Gubernur juga meminta doa dari hadirin agar mendapat kekuatan dalam menjalankan amanah. Sambil sesekali diselingi bahasa Sunda, Gubernur bercerita tentang program-program pembangunan yang digagasnya untuk daerah Pandeglang.


Pada akhir amanatnya, Gubernur berkenan menyampaikan bantuan sebesar 100 juta rupiah untuk pengembangan Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman. Sedangkan pada sesi akhir, Gubernur juga sempat menyalami para wisudawan/wisudawati dan para santri yang mendapat peringkat terbaik di kelas masing-masing.

Haflah Angkatan ke-20 Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman, Sabtu 04 Juni 2016, Alhamdulillah berlangsung lancar. Dihadiri seluruh santri beserta wali masing-masing, para tamu undangan, juga masyarakat sekitar pondok.

Sejak berdiri (tahun 1991) hingga kini, Darul Iman telah meluluskan sekitar 900 orang alumni. Mereka kini tersebar di berbagai pelosok negeri, serta berkiprah dalam berbagai bidang.

Ini adalah haflah pertama tanpa kehadiran Bpk KH Aminudin Ibrahim, LML, pendiri pondok (Beliau wafat pada tanggal 15 Desember 2015 lalu). Roda organisasi pondok kini dijalankan oleh tiga orang pimpinan : Ust Ahmad Khaetami Efendi S.Sos.I, Ust Dr H Dede Ahmad Permana, MA, dan Ust H Ahmad Solahudin.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman Pandeglang

Pondok pesantren Turus Pandeglang merupakan pesantren Salafiyah yang terletak di Jl. Raya  Rangkasbitung km 2,5 Pandeglang, berada di kelurahan Kabayan, kecamatan dan kabupaten Pandeglang, provinsi Banten.

Sejarah awal Pondok Pesantren Turus Pandeglang didirikan oleh K.H.Tb. Moh. Idrus bin H.Tb. Moh. Ma’ruf  pada tanggal 08 Rabi’ul Awwal 1365 H atau 10 Februari 1942 M, terletak di sebelah Tenggara kota Pandeglang. Tepatnya di Jl. Raya  Rangkasbitung km 2,5 Pandeglang, berada di kelurahan Kabayan kecamatan dan kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Pondok Pesantren Turus didirikan diatas tanah wakaf seluas 3,5 Ha dengan bermodalkan beberapa buah gubug dari bahan bambu beratapkan kiray yang dibangun dilembah bukit yang sejuk hawanya.


Nama “Turus” beranjak dari dasar/filosofi yang memiliki beberapa arti bila dikaitkan dengan visi, misi dan tujuan pendirian yang ingin dicapai. Kata Turus berawal dari kata bukit Tursina yang dalam sejarah dianggap sebagai tempat suci (sebagai tempat Nabi Musa menerima wahyu), berada di Mesir bagian Timur di benua Asia. Nama Pondok Pesantren “Turus” juga berasal dari kata “tuturus” adalah sebuah istilah dalam B. Sunda yang berarti “tiang atau tonggak” yang biasanya digunakan untuk menyangga dan tempat merambatkan tanaman kacang panjang atau yang lainnya. Kata ini oleh pendiri digunakan sebagai nama Pondok Pesantren Turus dengan harapan Pesantren yang dipimpinnya mampu meletakan tonggak-tonggak atau dasar-dasar ilmu dan pengamalan ajaran Islam kepada santrinya sebagai penerus genarasi yang akan datang. Juga nama “TURUS” bisa disebut “TERUS” (tidak berhenti) dengan suatu harapan agar para pelanjutnya dapat melangsungkan Pondok Pesantren Turus secara terus menerus tanpa berhenti.


Pondok Pesantren Turus dikelola oleh sebuah yayasan yang mempunyai dasar hukum dengan Akte Notaris Nomor 36 Tanggal 6 Februari 1984, yang telah didaftarkan dalam Daftar Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pandeglang Nomor 7 Tanggal 20 Februari 1984. Sejak awal berdirinya pada tahun 1942 hingga tahun 1955-an para santri/siswa umumnya berasal dari daerah Banten dan Jawa Barat.
Dengan dikenalnya Pondok Pesantren Turus oleh masyarkat luas, banyak para orang tua yang ingin anaknya menimba ilmu di pondok pesantren ini. Bahkan dari luar kota tak sedikit santri yang berasal dari bebagai daerah, seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta dan sebagainya.

Selain menggunakan sistem salafi yaitu sistem pendidikan diniyah pesantren dengan referensi kitab-kitab kuning, Pendiri Ponpes Turus juga terdorong untuk mengembangkan sarana pendidikan dan dakwah yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Sarana tersebut yaitu dengan mendirikan pendidikan formal berupa sistem madrasah/sekolah secara berjenjang, tanpa mengesampingkan sistem salafi yang sudah berjalan.

Pada tahun 1955 mulailah dibangun sebuah gedung belajar secara permanen, seperti asrama santri, kantor dan masjid secara bertahap yang dikerjakan dengan gotong-royong yang melibatkan masyarakat dan santri, mulai dari tahap persiapan hingga pembangunan selesai. Pelaksanaan pembangunan ini hingga sekarang masih terus berlanjut. Sarana bangunan pondok pesantren  yang tersedia saat ini adalah:

12 bangunan asrama.4 bangunan madrasah , 9 bangunan kantor,1 buah bangunan Masjid terdiri dari 2 (dua) lantai. Lantai atas adalah  ruang perpustakaan, ruang belajar dan ruang laboratorium komputer.

Fasilitas Air Bersih dan MCK3 buah kantin.Sepeninggal KH. Tubagus Moh. 'Idrus pada tahun 1975, kepemimpinan Pondok Pesantren dilakukan secara kolektif dipimpin oleh putranya yaitu KH. Tubagus A. Quaisjini 'Idrus yang bertindak selaku pimpinan umum (Mudir), kurang lebih 23 tahun hingga wafatnya pada tahun 1998. Setelah itu, dilanjutkan oleh Haji Tubagus Achmad Sjihabuddin 'Idrus sampai sekarang.

Sedangkan Pengasuh Pondok Pesantren sehari-hari dipercayakan kepada KH. Tubagus Moh. Hasyim bin KH. Tb. Moh. Sholeh dari tahun 1975 sampai dengan wafatnya pada tanggal 8 Juni tahun 2009. Sebagai penggantinya, pengasuhan pondok pesantren dipercayakan kepada KH Tb. Ahmad Taftazani Idrus  yang dibantu oleh para guru dan santri dewasa.

Dalam pengelolaan pesantren di samping terdapat pengasuhan santri, juga telah lama para santri mendapat pembinaan dan bimbingan melalui berbagai kegiatan di luar kegiatan belajar diniyah salafi dan madrasah, termasuk bimbingan tugas-tugas kemasyarakatan. Kegiatan pembinaan dan bimbingan ini dipercayakan kepada KH. Tubagus Dahlani Idrus. Namun demikian, sistem kepengurusan dan manajemen Pondok Pesantren cukup terbuka, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pihak luar keluarga untuk ikut mengelola dan mengembangkan Pondok Pesantren ini.

Seluruh sistem dan jenjang diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran agama khususnya, dengan memadukan kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional.

Taman kanak-kanak Islam (Raudhatul Athfal) didirikan pada tahun 1991 yang sudah mendapatkan ijin dari Dinas Pendidikan tertanggal 14 November tahun 2004. Taman kanak-kanak ini didirikan diatas tanah wakaf seluas 504 m2 dengan luas gedung 180m2, yang terbagi atas 3 ruang kelas dan satu ruang guru. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sesuai ketentuan pemerintah yang berlaku.

Terlepas dari system KBK, TK Ponpes Turus ini menitik beratkan siswanya melalui metode penguasaan membaca dan menulis huruf al-Qur’an. Metode pendidikan inilah yang dipandang merupakan keunggulan TK Ponpes Turus, sehing-ga siswa lulusan taman kanak-kanak ini dapat menguasai dan menghafal ayat-ayat al-qur’an.

Madrasah Ibtidaiyah dirintis pada tahun  1957 dengan nama Mabdail Falah (4 tahun) yang kemudian sesuai perkembangan pada tahun 1966 dirubah menjadi (6 tahun). Mengacu pada sistem pendidikan nasional dengan kurikulum berbasis kompetensi dengan menitik beratkan pada pendidikan agama, dimana para siswa dapat menghafal ayat-ayat al-quran beserta tajwidnya dan menghapal hadist-hadist rosul.
Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Turus didirikan diatas landasan visi yang jauh kedepan serta misi yang agung dan mulia, yaitu mengentaskan keterbelakangan bangsa dibidang pendidikan serta ikut mensukseskan program pemerintah untuk mencapai tujuan pendidikan Nasional.

Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Turus dirintis pada tahun 1962 dan mulai  beroprasi secara penuh pada tahun 1974. Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Turus memiliki 6 ruang kelas dan 1 ruang perpustakaan serta 1 ruang kantor.
Sedangkan Madrasah Aliyah Ponpes Turus didirkan pada tahun 1972. Sebelumnya telah berdiri sebuah pendidikan Guru Agama (PGA) yang  didirikan pada tahun 1968. Pada tahun 1981 PGA dihapuskan dan di integrasikan ke dalam  Madrasah Aliyah. Saai ini Madrasah Aliyah menempati sebuah bangunan 3 lantai, terdiri atas 7 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 ruang perpustakaan.

Madrasah Aliyah Ponpes Turus terbagi atas dua jurusan yaitu madrasah aliyah umum (MA) setara SMA dan madrasah aliyah keagamaan (MAK). Pada madrasah aliyah keagamaan ditikberatkan pada penguasaan dan pemahaman kitab-kitab dan hadist-hadist.

Di luar sistem madrasah dan diniyah, para santri dewasa juga mengikuti pengajian yang langsung diberikan oleh pengasuh. Kitab-kitab yang dipelajari antara lain kitab safinah, fathul Qarib, Nihayatuzzen, Kifayatul Akhyar dan Warakat Tijan, Bahyatul Wasail, Qami'ut Tughyan, Jauhar Tauhid dan Kifayatul Awam. Washiyatul Mustafa, Ta'lim Muta'alim, Maraqil Ubudiyah,  Bidayatul Hidayah, Hikam, Mutammimah, Jauhar Maknun dan Alfiyah. Tafsir Jalalain, Tafsir Munir, Arba'in Nawawi, Riyadhus Shalihin dan Adzakarun Nawawi.

 Pengajaran diniyah ini diselenggaran diluar jam sekolah, sesuai dengan jadwal yang telah disusun, yaitu ba’da sholat Shubuh, ba’da ‘Ashar, ba’da Maghrib dan ‘Isya. Metode yang diterapkan dalam penyampaian materi menggunakan pendekatan tutorial (bandongan) dan individual (sorogan).
Selain pendidkan formal juga diselenggarakan pendididkan  informal berupa ekstra kulikuler dalam berbagai kegiatan.

Dalam rangka menghadapi tantangan globalisasi, para santri juga diperkenalkan untuk memahami dan memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk menunjang hal tersebut Ponpes Turus telah menyediakan sebuah lab komputer yang dapat digunakan para santri untuk mengaksesnya. Diantaranya kemampuan mengoperasikan komputer, beberapa program dan dapat mengakses internet baik dengan jaringan ataupun hotspot yang telah disediakan.

Seiring berjalannya waktu, Ponpes Turus yang telah berusia 67 tahun telah menghasilkan alumni-alumni yang kini telah bekerja dalam berbagai profesi, diantaranya alumnus yang menjadi ustadz/guru, kyai  yang mendirikan dan mengasuh pondok pesantren, pegawai negeri sipil, termasuk polisi dan tentara nasional, wiraswata, paramedis, dan sebagainya. Alumni Ponpes Turus sendiri telah memiliki sebuah perkumpulan dalam suatu ikatan alumni dengan nama Ikatan Keluarga Pesantren Turus (IKAT).

Perkembangan Ponpes Turus tak lepas dari perhatian pemerintah baik dari pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pejabat daerah maupun pusat yang berkunjung ke pesantren untuk memperoleh dukungan dalam berbagai kegiatan program dan kegiatan pembangunan khususnya terkait langsung dengan pendidikan dan kemasyarakatan.

Dalam rangka memenui kewajiban rukun Islam ke 5 pelaksanaan ibadah haji, Ponpes Turus Pandeglang sejak tahun 2004 telah membuka penyenggaraan bimbingan ibadah haji dan umrah.  Bimbingan ibadah haji dan umrah ini tak kurang dari 100 orang calon jemaah haji  setiap tahunnya masuk dalam KBIH Ponpes Turus Pandeglang.

Disamping itu, juga diadakan pengajian umum yang dilaksanakan setiap hari Senin, dan Kamis pagi. Khusus pada hari Kamis pagi, pengajian diadakan secara bergiliran keliling ke kampung-kampung. Dalam hal ini diniatkan agar selalu terpelihara jalinan silaturrahmi antar Pondok Pesantren dengan masyarakat sekitarnya. Dengan pengajian keliling ini, selain menambah wawasan keilmuan (agama Islam), kedua pihak sama-sama merasakan nikmatnya silaturrahim dan jalinan kerja sama.

Materi yang disajikan dalam pengajian-pengajian ini hampir sama saja, hanya ada beberapa tambahan, antara lain; kitab Baiquniyah, Zubad, Syarah Sittin, Tafsir Shawi, Muhaz-zab, Jam'ul Jawami dan Ghayatul Wusul.

Pada akhirnya hingga saat ini Ponpes Turus berusaha menempatkan dirinya sebagai pondok pesantren yang selalu berupaya menyesuaikan dengan perkembangan zaman terkini (modern) yang bernilai positif dengan tanpa meninggalkan tradisi salafi yang harus kita jaga dan  pelihara serta kita kembangkan dengan memadukan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian Pondok Pesantren Turus Pandeglang dipersembahkan untuk anak cucu kita dan generasi yang akan datang yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Untuk mencapai Pondok Pesantren Turus Pandeglang dapat ditempuh dari 2 (dua) alternatif jurusan. Dari arah Jakarta, dapat ditempuh melalui jalur Serang Timur yang selanjutnya mengikuti arah ke Pandeglang. Dari kota Pandeglang menuju arah Rangkasbitung yang berjarak sekitar 2,5 Km. Sedangkan dari arah Rangkasbitung untuk mencapai Pondok Pesantren Turus Pandeglang dapat ditempuh sekitar 17 km ke arah Pandeglang.

SISTEM PENDIDIKAN

                 Pendidikan Formal

1. Raudhatul Athfal/TK (TKA/TPA) selama 2 tahun,
2. Madrasah Ib-tidaiyah (MI),
3. Madrasah Tsanawiyah (MTs/SLTP),
4. Madrasah Aliyah (MA/SMU),
5. Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK)

Pendidikan Non Formal:

1. Madrasah
2. DiniyahTahfidzul Qur'an

EKSTRAKURIKULER

- Tahfidzul Qur’an
- Kajian Kitab kuning
- Tahlil
- Imamah
- Khitobah
- Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
- Marchingband
- Komputer
- Pramuka
- PMR
- Paskibra
- Senam
- Sepakbola
- Voli
- Basket
- Seni Hadroh
- Kursus B. Arab dan B. Inggris
- Ketrampilan Hidup dan
- Wirausaha

Sumber : http://www.turus.org

Profil Sejarah Pondok Pesantren Turus Pandeglang

Pondok Pesantren Modern Darussalam merupakan pesantren terbaik yang terletak di daerah Pandeglang Banten.

Sejarah awal pendirian Pesantren ini mulai dibuat sistem modern pada tahun 2000. Ponpes Darussalam hadir berdasarkan kesadaran untuk membangun sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, berwawasan luas, berilmu dan berakhlak mulia.

VISI

“Menciptakan manusia masyarakat yang islami, mampu membentuk masyarakat yang berperadaban dan berkebudayaan islami dengan berbekal pengetahuan yang luas dan berakhlak mulia”.

MISI

Menyelenggarakan pendidikan dengan prinsip Keikhlasan Kesederhanaan, Bertanggungjawab, dan  Profesional.Memberikan pendidikan berbasis Qur’ani dan sunnati pada komponen-komponen pendidikan.Menciptakan lembaga yang membangun intelektual, spiritual dan moralitas untuk terciptanya generasi ummat yang siap menjawab tantangan zaman.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Modern Darussalam Pandeglang